MasukDi jantung kepulauan yang menyimpan warisan mitos dan legenda, sebuah kegelapan purba bangkit dari kedalaman yang terlupakan, mengancam untuk menelan cahaya harmoni. Dia adalah Kai, seorang pemuda dengan kemampuan misterius untuk mendengar suara alam, yang menyadari ada bahaya yang sedang mengintai. Perjalanannya membawanya melintasi lanskap magis Tanah Air dan Samudra yang luas, mengungkap rahasia kuno dan membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam dirinya. Dari bisikan roh hutan hingga melodi Siren yang memikat, dan keheningan menakutkan di jantung kegelapan, Kai harus mempelajari melodi dan menari antara cahaya dan bayangan. Akankah ia mampu mengungkap misteri kegelapan dan menyelamatkan kepulauan ini sebelum terlambat, ataukah ia akan hilang ditelan legenda yang lebih tua dari waktu itu sendiri?
Lihat lebih banyakDerap langkah terdengar tergesa-tergesa, di puncak bukit langkah itu mulai melambat. Dua sosok yang tadinya berlari berhenti sejenak, mereka menoleh ke belakang. Di kejauhan sana kobaran api yang sangat besar melahap nyaris seperti lautan api yang mengamuk. Mereka dapat mendengar suara-suara yang tidak bisa didengar manusia biasa, teriakan kesakitan yang parau, suara desisan kobaran api bahkan teriakan putus asa diantara bunyi desing senjata tajam. “Sialan! mereka benar-benar tidak melepaskan seorangpun.!” Seru salah satu sosok. Napasnya terengah-engah, di sebelahnya sosok lainnya menatap nanar pada tempat kobaran api di bawah sana, di pelukannya sesosok anak kecil menggeliat gelisah dan terbangun dari tidurnya. “Api! Ayah, ibu. Di sana apinya besar sekali.” Si anak berteriak kaget melihat pemandangan itu. Sosok yang di panggil ibu hanya tersenyum tipis, ia mengelus lembut rambut si kecil dengan sayang. “Tidak apa-apa, kita jauh dari api.” Si kecil mengerjapkan matanya bingung,
☆☆☆☆ Untuk menghilangkan rasa pusing karena keanehan ini, Kai keluar untuk menenangkan diri. Ia duduk di bawah sebuah pohon besar namun rindang. Ini titik kesukaannya sejak kecil, pohon ini telah ada sejak ia kecil. Kai melihat sekelilingnya dan tidak menemukan perbedaan sedikitpun sejak pertama kali ia berteduh di bawah pohon saat itu. Ia menghirup udara segar yang dihasilkan Hutan Tua, samar-samar ia mencium bau yang asing namun terasa akrab. Bau yang bukan berasal dari Hutan Tua. Kai mengerutkan keningnya, ia mencoba mencari asal bau namun tidak menemukan apapun. Tiba-tiba Kai teringat mimpi yang dialaminya dimana ia memiliki kekuatan yang luar biasa. Dengan iseng ia mencoba menguji, ia duduk bersila dengan mata tertutup mencoba menyatu dengan alam, namun bukannya berhasil menarik energi alam, di dalam benaknya muncul sosok pria tua yang pernah dilihatnya di kuil di alam mimpi. “Anak muda! Kau terlalu lemah, kekuatanmu tidak buruk tapi jiwamu sangat rentan, sangat mudah d
Kai melangkah dengan napas yang terasa berat, perlahan pandangannya mengabur. Di ujung kesadaran ia mendengar suara akrab yang memanggilnya samar dari kejauhan. Suara itu terdengar jauh namun perlahan semakin terdengar jelas dan dekat. “Kai… Kai…” Suara itu kini sangat jelas seolah berbisik di telinganya. “Kai, bangun nak.” Suara seorang wanita yang lembut dan akrab seolah menyadarkan Kai dari kegelapan. Ia menyipitkan mata saat melihat sosok yang menghalaunya dari sinar matahari yang menerpa wajahnya. Wajahnya tidak terlihat, sosoknya samar-samar, Kai mengernyit bingung. “Kai, bangun nak.” Perlahan sosok itu terlihat jelas, Kai membelalak saat mengenali siapa sosok di hadapannya. “Ibu….” Seru Kai dengan suara terbata-bata, matanya memerah menahan tangis, sontak ia bangkit dan memeluk ibunya. “Ibu! ini benar-benar Ibu?” “Tentu saja, kau pikir siapa lagi?” ibunya tersenyum geli melihat tingkah Kai. “Ibu!”rengek Kai. Ia memeluk erat tubuh sosok ibunya. “Ada apa? Kau
Setelah kalimat itu, tanah di bawah kaki mereka seolah bergetar. Penglihatan mereka mengabur dan buram. Saat semua kembali jelas, keadaan di sekitar mereka berubah seakan mereka telah berpindah ke tempat lain. Kai menelisik keadaan sekitar, kiri dan kanan berjejer semak belukar yang tidak terlalu tinggi. Di atas kepala mereka jumbai-jumbai akar bergelantungan, cahaya matahari pagi yang lembut terasa temaram tertutup akar-akar menggantung, suasana terasa hening dan mencekam. Mereka saling pandang dalam diam, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Semua terasa seperti ilusi namun nyata, Luka menarik keluar Bintang Merah-nya dan bersiap dengan posisi siaga. Mereka menyibak akar-akar menggantung dan berjalan perlahan, sesekali Luka menyibak semak dengan pedangnya. Akar-akar itu sangat aneh, tidak tebal namun saat Luka beberapa kali menebasnya akar itu tidak terpotong atau bahkan tergores sedikitpun. “Menyebalkan sekali! Mereka jelas ingin mengurung kita di sini!” Luka me






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak