author-banner
Devieshinta
Devieshinta
Author

Novels by Devieshinta

Istri Simpanan Pak Dosen

Istri Simpanan Pak Dosen

Bagi Alana Danuarta, hidup adalah tentang kebebasan, nongkrong bareng sahabat, dan menjalin cinta manis dengan Bara. Namun, dunianya runtuh dalam semalam saat ayahnya memberikan ultimatum maut: menikah dengan Aksa Dewantara, dosen paling kaku, paling dingin, dan paling ia benci di seluruh kampus. Aksa bukan sekadar dosen. Dia adalah penguasa nilai yang tak segan memberi Alana huruf E tanpa ampun. Kini, pria yang selalu memakai kemeja rapi terkancing hingga leher itu adalah suaminya. Pria yang memegang kendali atas skripsinya di siang hari, dan memegang kendali atas tubuhnya di malam hari. Pernikahan ini rahasia. Di kampus, mereka adalah musuh bebuyutan. Di apartemen, ada aturan-aturan panas yang tak tertulis dalam kontrak pernikahan mereka. “Jangan lupa batasannya, Alana. Di sini, aku bukan dosenmu, tapi tuanmu.” Saat Bara mulai menuntut penjelasan dan rahasia di balik pintu apartemen nyaris terbongkar, Alana terjebak di antara kesetiaan masa lalu dan gairah mematikan yang ditawarkan Pak Dosen. Apakah benci benar-benar bisa berubah jadi cinta, ataukah Alana hanya akan selamanya menjadi 'istri simpanan' di balik bayang-bayang gelar suaminya?
Read
Chapter: Bab 107: Hasutan Sang Ayah
Sementara Aksa menerima instruksi penting dari Mama Intan di balkon apartemennya, badai emosi yang berbeda sedang berkecamuk di dalam kediaman mewah keluarga Ardiansyah. Bara duduk di ruang kerja ayahnya dengan tatapan kosong. Di atas meja kaca di depannya, beberapa lembar draf foto tercetak beresolusi tinggi tersebar berantakan. Jantung Bara serasa dihantam godam besar saat matanya dipaksa menatap bukti-bukti itu: draf foto akta nikah siri dan pakta pernikahan atas nama Aksa Dewantara dan Alana Danuarta. Ardiansyah berdiri di dekat jendela, membelakangi putranya sambil menyesap cerutu dengan tenang. Asap tebal menguar, menciptakan atmosfer yang semakin menekan di dalam ruangan. "Kamu lihat sendiri, kan, Bara? Itu fakta yang selama ini kamu sangkal," ucap Ardiansyah, suaranya terdengar berat dan sarat akan manipulasi yang terencana. "Nggak... ini nggak mungkin, Papa!" Bara berdiri dari kursinya, menyentak meja hingga beberapa kertas bergeser.
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 106: Bukti di Tangan Elara
Elara segera menurunkan ponselnya begitu amplop cokelat tebal itu berpindah tangan. Dengan jantung yang masih berdegup kencang laksana genderang perang, ia berjalan mundur sangat perlahan, lalu berbalik dan berlari secepat mungkin menyusuri tangga darurat. Ia mengabaikan rasa lelah di kakinya sampai akhirnya berhasil keluar dari gedung fakultas dan langsung meluncur menggunakan ojek daring menuju apartemen Aksa, tempat Keira sudah menunggu. Begitu pintu unit apartemen mewah itu dibuka oleh Aksa, Elara langsung menerobos masuk dengan napas memburu dan wajah sepucat kapas. "Elara? Kamu kenapa? Seperti habis dikejar hantu," tanya Aksa, alisnya bertaut rapat melihat kondisi sahabat istrinya yang berantakan dengan rompi kebersihan yang masih melekat. "Lebih parah dari hantu, Pak Aksa! Ini... ini iblis korporat!" seru Elara terengah-engah, menjatuhkan diri di sofa ruang tamu di samping Keira. Alana yang baru saja bangun dengan kondisi tubuh yang lebih segar i
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Bab 105: Plot Twist: Amplop Cokelat dari Ayah Bara
Elara menahan napasnya rapat-rapat di balik pilar beton koridor yang remang-remang. Detak jantungnya bertalu begitu keras di dalam dada, hingga ia takut suara detaknya bisa memecah kesunyian lantai dua gedung fakultas yang telah ditinggalkan oleh para penghuninya. Dunia seolah berhenti berputar saat pria paruh baya di depan ruangan Pak Subroto itu menurunkan maskernya untuk menyeka keringat. Wajah tegas, rahang kokoh, dan tatapan mata yang penuh keangkuhan itu... Elara sangat mengenalnya dari foto keluarga yang pernah ditunjukkan oleh Alana di kosan beberapa bulan lalu. Pria berjas mewah itu adalah Ardiansyah. Pengusaha kakap pemilik Ardiansyah Group yang sangat berkuasa, sekaligus ayah kandung dari Bara, kekasih Alana. "Gila... ini bener-bener plot twist gila," bisik Elara dalam hati, seluruh tubuhnya mendadak lemas dan gemetar hebat akibat rasa syok yang teramat masif. Namun, kesadaran sebagai sahabat Alana membuat fokusnya kembali dalam sek
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Bab 104: Operasi Pengintaian Koridor
"Masalah tender proyek korporat?" Keira mengulang kalimat itu dengan kening berkerut dalam saat mereka bertiga berkumpul di sudut laboratorium riset yang sudah kosong sore itu. Alana baru saja menceritakan detail pemerasan Pak Subroto dengan tubuh yang masih sedikit gemetar akibat syok. "Iya, Kei," angguk Alana cepat. "Dia tahu soal pernikahan siri itu. Dia menyebut Mas Aksa sebagai 'suami siri'-ku. Berarti Bella benar-benar memberikan dokumen asli itu ke Pak Subroto. Dia mengancam akan membawa ini ke Senat Akademik lusa kalau Mas Aksa nggak mundur dari tender Dewantara Group." "Bajingan tua itu benar-benar memanfaatkan jabatan dosen demi urusan bisnis kelompoknya," desis Keira, matanya berkilat marah. "Ini sudah bukan masalah akademis lagi, Al. Ini murni pemerasan dan kejahatan korporasi." Di samping mereka, Elara mendadak berdiri dari kursinya dengan wajah yang mendadak serius, kehilangan seluruh pembawaan konyolnya yang biasa. "Lorong dosen
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Bab 103: Tekanan Pak Subroto
Janji yang diucapkan Aksa di Blackwood Cafe menjadi fondasi baru bagi kekuatan Alana. Keesokan harinya, meskipun sisa-sisa lemas akibat demam semalam masih terasa, Alana tetap memaksakan diri untuk masuk kampus. Langkah kakinya baru saja melewati koridor tengah ketika seorang staf sekretariat menghadangnya, memberikan pesan bahwa Dr. Subroto meminta kehadirannya di ruang kerja dosen senior sekarang juga. Alana menarik napas dalam-dalam. Mengingat nasihat Aksa di dalam mobil tempo hari untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan ketakutan, ia memantapkan langkah menuju kubu musuh. Tok! Tok! Tok! "Masuk," terdengar suara berat dari dalam. Alana mendorong pintu kayu itu perlahan. Di balik meja kerjanya yang dipenuhi tumpukan buku tebal, Pak Subroto duduk dengan senyum yang tidak sampai ke mata. Atmosfer ruangan terasa pengap dan intimidatif. "Sore, Pak Subroto. Bapak memanggil saya?" tanya Alana berusaha menjaga suaranya tetap stabil.
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 102: Aliansi Rahasia
Pertanyaan frustrasi Bara menggantung di udara koridor lantai tiga, menyisakan keheningan yang menyesakkan sebelum pemuda itu akhirnya berbalik dan berjalan pergi dengan langkah gontai. Keira dan Elara bernapas lega, namun mereka tahu waktu mereka tidak banyak. Bom waktu yang dipasang oleh Bella dan Pak Subroto bisa meledak kapan saja. Sore harinya, tanpa sepengetahuan Alana yang masih beristirahat di apartemen setelah demamnya turun, Keira mengambil langkah berani. Ia mengirimkan pesan singkat ke nomor pribadi Aksa, meminta janji temu empat mata di Blackwood Cafe, sebuah kedai kopi tersembunyi yang berjarak dua kilometer dari area kampus untuk menghindari kecurigaan. Aksa datang tepat waktu. Pria itu mengenakan kemeja kasual hitam dengan lengan yang digulung hingga siku, namun aura wibawa dan ketegasannya tetap menguar kuat. Ia duduk di hadapan Keira, menatap mahasiswi itu dengan pandangan menilai yang dingin. "Saudari Keira. Ada urusan mendesak apa sa
Last Updated: 2026-07-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status