Chapter: 112. BAHAGIA BERSAMA (TAMAT)Max menghampirinya, menggenggam tangannya, lalu mengecup keningnya dengan penuh kelegaan. “Kau sudah melakukannya dengan baik, Sayang.” Athena tersenyum lemah. “Mereka baik-baik saja?” “Ya. Dokter bilang mereka baik.” Barulah Max menoleh kepada Hans, yang berdiri beberapa langkah dari ranjang, memandang putrinya dengan mata berkaca-kaca. “Papa,” panggil Athena lirih. Hans segera mendekat. “Bagaimana keadaanmu, Nak?” “Aku baik-baik saja, Pa.” Hans mengusap kepala Athena dengan penuh kasih sayang, lalu menatap kedua bayi yang baru saja lahir. Wajahnya melunak, dan untuk beberapa saat, dia benar-benar lupa bahwa Max berdiri di sisi lain ranjang. Namun, ketika Athena memperkenalkan kedua bayi mereka dan Hans mengangkat wajah, tatapannya kembali bertemu dengan Max. Keduanya terdiam. Hans ingin mengucapkan sesuatu kepada menantunya. Mungkin ucapan terima kasih karena telah menjaga Athena, atau sekadar mengakui bahwa Max juga telah melalui masa menunggu yang mene
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: 111. CANGGUNGAthena akhirnya dibawa ke rumah sakit ketika kontraksi yang dirasakannya semakin kuat. Max terus berada di sisinya sepanjang perjalanan, menggenggam tangannya erat-erat dan berusaha menenangkan istrinya meskipun kecemasan mulai menguasai dirinya sendiri.“Max, sakit sekali,” keluh Athena, wajahnya menegang menahan nyeri.Max mengusap rambutnya dengan lembut. “Bertahanlah, Sayang. Sebentar lagi kita sampai.”“Aku takut.”Max menunduk, mengecup keningnya. “Aku di sini. Aku tidak akan meninggalkanmu.”Namun, begitu Athena dibawa masuk ke ruang persalinan, Max terpaksa menunggu di luar. Dia masih sempat menggenggam tangan Athena sebelum pintu tertutup, seolah enggan melepaskannya meski hanya untuk sementara.Setelah pintu itu tertutup, Max berdiri diam di tempatnya. Tatapannya terpaku pada pintu ruang persalinan, sementara jemarinya mengepal di sisi tubuh. Dia sudah menghadapi banyak hal dalam hidupnya, tetapi menunggu tanpa mengetahui apa yang terjadi pada Athena membuatnya merasa
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: 110. KEHIDUPAN BARUWaktu berlalu, membawa Max dan Athena perlahan meninggalkan masa lalu yang selama bertahun-tahun membelenggu kehidupan mereka.Tidak mudah bagi keduanya untuk melupakan semua yang telah terjadi. Ada terlalu banyak luka, kehilangan, dan penyesalan yang tidak mungkin dihapus hanya dengan beberapa kata maaf. Namun, mereka akhirnya memahami bahwa terus hidup dalam kebencian hanya akan membuat mereka kehilangan lebih banyak hal berharga. Masa lalu tidak dapat diubah, tetapi mereka masih memiliki kesempatan untuk menentukan bagaimana masa depan keluarga mereka akan berjalan.Dan kali ini, Max serta Athena memilih untuk tidak lagi menoleh ke belakang.Kehidupan mereka berangsur-angsur membaik.Max kembali menjalankan perusahaan Gregory dengan kesibukan yang sama seperti dahulu. Setelah melewati masa berkabung dan memberi dirinya waktu untuk menerima kepergian Peony, dia mulai kembali mengambil alih berbagai urusan perusahaan yang sempat terbengkalai. Dia juga menangani perusahaan Harring
Terakhir Diperbarui: 2026-10-10
Chapter: 109. MELEPAS MASA LALU“Terima kasih sudah mencintaiku.”Max menggenggam tangan Athena. “Aku pun sangat mencintaimu, Athena.”Sampai di restoran, mereka memesan tempat dekat jendela sembari menikmati lampu kota yang menyala terang.Sampai di rumah.Keduanya sudah berbaring di atas ranjang. Lampu kamar dibuat redup, menyisakan cahaya lembut yang jatuh di wajah Max. Athena yang sejak tadi memeriksa ponselnya tiba-tiba teringat pesan dari Hans.Athena menoleh kepada Max.“Papa ingin bertemu denganmu,” ucap Athena pelan.Max tidak langsung menjawab. Wajahnya tetap menghadap ke depan, tetapi Athena tahu pria itu mendengarnya. Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya Max bertanya dengan suara rendah.“Apa keadaannya sudah membaik?”“Untuk saat ini baik,” jawab Athena. “Hanya saja masih dalam pemantauan dan terapi untuk melemaskan otot-ototnya karena terlalu lama kaku.”Max terdiam sejenak. Tidak ada perubahan besar pada ekspresinya. Dia hanya menarik napas perlahan, lalu mengangguk kecil.“Oh, baiklah.
Terakhir Diperbarui: 2026-10-09
Chapter: 108. MENGGENGGAM MASA DEPANAthena tahu penjelasannya belum tentu mampu membuat Hans menerima semuanya dalam satu hari. Luka yang sudah bertahun-tahun tentu tidak akan hilang hanya karena sebuah kebenaran akhirnya terungkap.Namun setidaknya, sekarang Hans tahu apa yang sebenarnya terjadi.Dia tidak ingin ayahnya terus membenci Max karena sesuatu yang ternyata jauh lebih rumit dari yang mereka kira. Begitu pula Athena tidak ingin Max terus membawa kebencian kepada keluarga Harrington.Setidaknya, kebenaran itu harus diketahui lebih dulu.Athena mengusap tangan Hans perlahan. “Papa tidak harus menerima semuanya sekarang.”Hans menatap putrinya dalam diam.“Aku hanya ingin Papa tahu kenyataannya.”“Athena...”“Kalau setelah ini Papa masih marah, aku mengerti. Kalau Papa belum bisa menerima Max, aku juga mengerti.”Athena tersenyum tipis. “Tapi jangan membencinya karena sesuatu yang sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahannya.”Hans menghela napas panjang. “Aku akan memikirkannya.”Athena mengangguk. “Itu s
Terakhir Diperbarui: 2026-10-06
Chapter: 107. PEMAHAMAN“Papa, dengarkan aku dulu.” Athena sudah bisa menebak reaksi Hans.“Tidak!” Hans menggenggam tangannya semakin erat.“Papa tahu siapa Maxwell Gregory. Papa tahu apa yang terjadi pada keluarga kita.”Athena menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. “Aku juga sudah mengetahui semuanya, Pa.”Hans terdiam. Athena mengusap punggung tangan ayahnya. “Tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar tidak bersalah.”“Jangan membela dia.”“Aku tidak sedang membelanya.” Suara Athena terdengar lembut, tetapi tegas.“Aku hanya ingin Papa mendengar semuanya dariku.”Hans menatap putrinya. Athena menelan kesedihannya. “Karena sekarang aku sudah tidak ingin hidup dalam kebencian lagi.”Athena menarik napas panjang sebelum mulai menjelaskan semuanya. Dia tahu kebenaran ini akan sulit diterima Hans, tetapi tidak ada lagi alasan baginya untuk menyembunyikannya.“Pa, semua yang terjadi selama ini... ternyata tidak sesederhana yang kita kira.”Hans masih menggenggam tangannya. “Apa maksudmu?”“S
Terakhir Diperbarui: 2026-09-28
Chapter: 125. DUNIA PENUH CINTA TANPA BATAS (ENDING)Dalam perjalanan, air ketuban Melody sudah pecah dan Langit menghubungi dokter Miranda untuk segera memberikan penanganan ketika Melody sampai di rumah sakit.Setelah menjalani pemeriksaan, hari ini juga Melody harus melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi mereka. Langit sudah menghubungi orangtua Melody dan orangtuanya sendiri, tentu Langit sudah sangat cemas karena melihat Melody begitu kesakitan tadi.“Tenanglah, ada aku di sini,” kata Langit mencium tangan Melody cukup lama, dan menemaninya selama proses persalinan.“Aku takut terjadi sesuatu dengan bayi kita,” jawab Melody sedih.“Tidak, mereka dan kamu akan baik-baik saja. Yakinlah, bayi kita pasti kuat,” kata Langit begitu menenangkan.“I love you,” bisik Langit yang terus menguatkan Melody.“love you too,” balas Melody.Selama proses persalinan berlangsung, tiada henti Langit dan Melody berdoa supaya operasinya berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apa pun.Tangis bayi pertama terdengar, dan itu memb
Terakhir Diperbarui: 2026-01-18
Chapter: 124. ISTRI CEMBURUNada mencium pipi Melody dan meninggalkan Langit yang sudah menghampiri istrinya, lelaki itu membawa sebuket bunga mawar.“Untukmu,” kata Langit tersenyum.“Siapa yang memintamu kemari?” tanya Melody menerima bunga tersebut.“Aku sendiri,” jawabnya, “aku saaaaaangat merindukan istriku.”Rayuan Langit mulai keluar, dan sepertinya lelaki itu sudah kembali lagi. Tidak marah dan melarangnya, dan itu sedikit membuat Melody tersenyum.“Maaf,” kata Langit menggenggam tangan Melody, dia tahu kalau terlalu berlebihan dan membuat kesal.“Aku juga minta maaf,” jawab Melody yang tidak memahami jika berada di posisi Langit.Melody memeluk Langit, berbaikan memang membuat bahagia. Dan mereka memutuskan untuk jalan-jalan sebentar.“Aku pengen itu,” tunjuk Melody mainan motor bergambar boneka.“Kamu mau naik?” tanya Langit.“Nggak,” geleng Melody.“Lalu?”“Aku mau kamu yang naikin dan keliling di sekitar sini,” minta Melody menatap Langit.Langit tersenyum. “Kita naik berdua, ya,” bujuk
Terakhir Diperbarui: 2026-01-18
Chapter: 123. TIDUR DI LUARMelody tentu tidak ingin mengalah dalam hal ini, dia juga ingin bebas melakukan apa pun dan dia juga tahu batasan seperti apa yang harus dia lakukan. Baik Melody dan Langit saling tatap, menunjukkan betapa kerasnya keinginan mereka. Sampai akhirnya Langit memilih untuk mengalah lebih dulu.“Cepat selesaikan dan aku tunggu di sini,” ujar Langit berdiri layaknya satpam penjaga.“Terserah, dan jangan ganggu aku,” balas Melody dengan sengit.Melody kembali melakukan rutinitasnya untuk mencoba resep baru yang dia buat secara dadakan, karena yang dadakan biasanya jauh lebih enak rasanya.Langit tampak mengeraskan wajahnya, tak ada raut wajah keramahan maupun senyuman. Hal itu karena Melody masih sibuk saja sejak tadi, mondar mandir ke sana kemari tanpa lelah.“Satu jam kita pulang,” tegas Langit tak terbantahkan.“Sudah aku bilang jangan menganggukku,” balas Melody kembali kesal.“Aku sudah mengizinkanku, dan saat ini pulanglah. Sudah dua jam kamu tidak duduk dan istirahat, ingatla
Terakhir Diperbarui: 2026-01-18
Chapter: 122. PERTENGKARAN PERTAMAMelody cemberut, dia terlalu bosan karena tidak melakukan apa pun. Ingin ini tidak boleh, ingin itu juga sama. Semuanya tidak boleh. Melody duduk di sofa, melipat kedua tangan di depan dan mengerucutkan bibirnya beberapa senti. Membosankan sekali jika setiap hari harus seperti ini, belum lagi dia tidak boleh menyetir sendiri. “Sayang,” panggil Nada yang mengunjungi Melody. Nada dan Ivander datang, itu karena mereka mendapatkan kabar kalau Melody sudah mengandung. Nada memeluk Melody karena bahagia sebentar lagi dia akan menimang cucu. “Bunda bawain beberapa buah dan makanan kesukaan kamu,” kata Nada menunjuk paperbag besar. “Kamu kenapa cemberut? Tidak dapat jatah semalam?” cetus Ivander asal, dan mendapatkan tatapan tajam dari Melody. “Dasar ayah menyebalkan,” keluh Melody membuang muka, tak ingin menatap Ivander. “Ayah kamu hanya bercanda, makan sini,” bujuk Nada dan menatap Ivander dengan mengerutu pelan, sedangkan sang suami hanya menaikan kedua bahunya. Mel
Terakhir Diperbarui: 2026-01-17
Chapter: 121. KEJUTAN DI PAGI HARIMelody tidak menyangka akan diberikan kepercayaan untuk memiliki bayi, padahal baru sebulanan dia menikah dan sudah positif hamil. Dia sampai menutup mulutnya, tidak percaya dengan hasil yang dia dapatkan. Dua garis merah.Hasil test pack tersebut terlihat jelas, dan ini akan menjadi berita bahagia sekaligus kejutan untuk Langit pagi ini. Melody mengusap air mata, tanda kebahagiaan yang dia rasakan saat ini.Tampak Langit masih terlelap tidur, Melody sengaja tidak membangunkan suaminya karena hari ini libur. Biarlah Langit istirahat setelah pekerjaan padat yang selalu dia kerjakan selama ini.Melody turun lebih dulu, membuatkan sarapan sandwich dan susu hangat. Dia sudah mulai biasa melayani segala kebutuhan Langit, mulai dari berangkat kerja, sarapan dan masih banyak lagi yang ingin Melody berikan pada Langit sebagai wujud rasa cintanya.“Biar aku aja,” kata Melody menyiapkan sendiri.“Baik, Nona,” jawab pelayan bernama Nela.Nela hanya membantu Melody menyiapkan bahan-bahan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-17
Chapter: 120. DURIANSelama perjalanan, Melody menggenggam tangan Langit supaya lelaki itu lebih tenang lagi. Tadi Awan memberitahu kalau Darel mengalami kecelakaan dan dilarikan ke Rumah sakit, dan belum diketahui kondisi selanjutnya bagaimana. Langit sendiri tak tenang, cemas dan tentu tak ingin terlambat datang. Dia tidak ingin seperti wanita yang baru saja dia temui, dia tidak ingin menyesal.“Kita berdoa supaya Papa baik-baik saja,” ujar Melody memeluk Langit untuk membuat lelaki itu sedikit tenang.“Aku hanya takut,” bisik Langit.“Yakinlah kalau Papa nggak apa-apa,” kata Melody juga khawatir pada Langit.Begitu sampai, Langit dan Melody langsung menuju rumah sakit di mana Darel dirawat. Terlihat Galaxy berada di depan ruangan dan sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel, dan Langit buru-buru menghampirinya.“Papa di mana?” tanya Langit.“Dia ada di ...,”Langit langsung masuk ketika Galaxy menunjukkan kamarnya, tidak peduli perkataan lelaki itu yang belum selesai. Diikuti Galaxy dan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-15