
Cinta Semalam Sang Mafia
Aara Zenobia tidak pernah menyangka bahwa satu malam akan mengubah seluruh hidupnya menjadi penjara emas yang mencekam. Ayahnya, seorang pria yang terjebak dalam lubang judi, melakukan dosa besar , ia mempertaruhkan putrinya sebagai jaminan hutang kepada Dante Valerius, pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal sebagai "The Ice King of Milan".
Dante adalah pria arogan, dingin, dan tidak memiliki celah untuk belas kasihan. Namun, di balik tatapan matanya yang setajam belati, Dante menyimpan luka lama sebuah pengkhianatan yang menewaskan adiknya. Ia tidak membeli Aara karena nafsu, melainkan karena sebuah rencana pembalasan dendam. Ayah Aara adalah saksi kunci yang memegang rahasia pembunuh adiknya, dan Aara adalah satu-satunya alat penekan yang efektif.
Dante memaksa Aara menandatangani nikah kontrak selama satu tahun. Peraturannya sederhana. Aara harus patuh, tidak boleh jatuh cinta, dan harus berperan sebagai istri sempurna di depan publik untuk memancing musuh-musuh Dante keluar. Bagi Dante, Aara hanyalah properti. Bagi Aara, Dante adalah monster yang merenggut kebebasannya.
Leer
Chapter: Bab 10Di atas halaman mansion, pertarungan antara Dante dan El Carnicero telah berubah menjadi tarian kematian yang brutal. Dante memuntahkan peluru dari senapan mesin beratnya, namun Algojo itu bergerak dengan kelincahan yang tidak masuk akal bagi pria seukurannya, berlindung di balik pilar beton sambil terus merangsek maju. Tiba-tiba, suara tembakan teredam DOR! DOR!bergema melalui frekuensi radio yang terhubung langsung ke sensor suara di dalam bunker. Dante membeku. Itu bukan suara senapan serbu timnya. Itu suara pistol kaliber sembilan milimeter cadangan miliknya yang ia berikan pada Aara. . "AARA!" Dante meraung, suaranya mengalahkan deru helikopter. Kemarahan yang murni dan tak terkendali meledak di dada Dante. Ia melempar senapan mesinnya yang mulai panas ke lantai beranda. Tanpa memedulikan hujan peluru dari pasukan Meksiko, Dante melompat turun dari balkon lantai dua sebuah aksi gila yang bisa mematahkan kakinya. Ia mendarat dengan gulingan taktis di atas aspal, langsung
Última actualización: 2026-03-28
Chapter: Bab 9Suara ledakan pertama menghantam sisi timur mansion, getarannya cukup kuat untuk meruntuhkan lampu kristal di langit-langit kamar Aara. Langit subuh yang tadinya kelabu mendadak memerah oleh kobaran api. "KONTAK! POSISI TIMUR JEBOL!" suara Marco berteriak melalui pengeras suara internal mansion. Dante, yang baru saja melangkah beberapa meter dari kamar Aara, berbalik dengan gerakan predator. Ia tidak lagi memiliki waktu untuk berdebat. Dengan satu tendangan kuat, pintu yang baru saja ia kunci itu terbuka kembali. Ia melihat Aara yang masih meringkuk di lantai, wajahnya pucat pasi tertutup debu reruntuhan. "Dante! Apa itu?!" jerit Aara saat rentetan peluru mulai menghantam dinding luar, menciptakan suara berisik seperti hujan logam. Tanpa menjawab, Dante menyambar tubuh Aara, mengangkatnya dalam satu sentakan kuat. "Sasha! Amankan jalur ke bunker! Sekarang!" perintahnya melalui earpiece. Sasha muncul dari balik kepulan asap di lorong, memegang senapan serbu assault rifle deng
Última actualización: 2026-03-28
Chapter: Bab 8Dante menatap punggung Aara yang menjauh hingga pintu lift tertutup. Begitu sosok istrinya hilang dari pandangan, ekspresi tenang yang ia paksakan tadi runtuh, digantikan oleh aura otoritas yang begitu pekat hingga membuat udara di ruang pemantau terasa berat. Dante mengambil handuk putih, mengusap bercak darah Robert dari tangannya dengan gerakan yang sangat mekanis. "Marco," suaranya rendah, namun bergema dengan ancaman perang. "Aktifkan Protokol Black Eclipse." Marco tertegun sejenak. "Semuanya, Tuan? Bahkan unit yang ada di Kremlin dan Macau?" "Semuanya," desis Dante. "Katakan pada mereka bahwa Valerius sedang memanggil hutang nyawa. Aku ingin setiap jengkal perbatasan, setiap dermaga, dan setiap jalur udara yang dilewati Diego Tiger menjadi kuburan massal sebelum mereka sempat menginjakkan kaki di kota ini." Dante melangkah menuju meja kerja yang dipenuhi monitor satelit. "Panggil pulang si 'Mamba'. Katakan padanya, liburannya di Afrika selesai. Aku punya tugas khusus unt
Última actualización: 2026-03-28
Chapter: BB 7Dante terengah, darah mulai merembes dari luka barunya. Ia menatap Aara, lalu menatap pistol kustomnya yang kini kosong. Di depannya, dalam balutan asap dan bayangan, berdiri sesosok pria raksasa dengan mantel bulu gelap dan topeng serigala perak. Robert Tiger. Robert melangkah maju, memegang sebuah kapak taktis yang masih bersih dari darah. "Berikan gadis itu, dan aku akan membiarkanmu mati dengan cepat, Dante. Aku butuh kepalanya untuk diletakkan di atas nisan pamanku." Dante perlahan berdiri, meskipun tubuhnya gemetar. Ia tidak mengambil senjatanya yang kosong. Sebaliknya, ia merogoh sesuatu dari balik sabuk belakangnya sebuah pemantik api dan sebuah detonator kecil yang terhubung dengan sisa dinamit di dalam pabrik baja yang belum meledak. "Kau ingin pesta, Robert?" Dante menyeringai, sebuah seringai iblis yang membuat Robert berhenti melangkah. "Aku akan membakar seluruh tempat ini bersamamu di dalamnya." Aara melihat tangan Dante yang memegang detonator. Ia menyadari ren
Última actualización: 2026-03-28
Chapter: Bab 6Lorenzo melolong kesakitan, suaranya parau memantul di dinding-dinding baja yang dingin. Ia mencoba menyeret tubuhnya, meninggalkan jejak darah kental di atas lantai bordes yang berkarat. Matanya liar mencari jalan keluar, namun yang ia temukan hanyalah moncong senjata hitam yang kembali membidik tepat ke arah jantungnya. "Satu untuk kematian Sofia," bisik Aara. DOR! Peluru kedua menghantam paha Lorenzo. Pria itu tersungkur, napasnya tersengal-sengal, menatap Aara dengan tatapan yang kini murni berisi teror. Ia tidak lagi melihat seorang gadis yang bisa ia intimidasi , ia melihat malaikat maut yang mengenakan gaun robek dan lumuran darah. Dante berdiri beberapa langkah di belakang Aara, tangannya bersedekap, mengawasi setiap gerak-gerik istrinya dengan intensitas yang tak terbaca. Ada rasa bangga yang gelap menyusup di dadanya, namun juga ada secercah penyesalan karena harus melihat kemurnian Aara terbakar habis malam ini. "Dan ini..." Aara melangkah hingga ujung sepatunya m
Última actualización: 2026-03-28
Chapter: Bab 5Aara hanya bisa mengangguk kaku. Ketakutan itu kini berubah menjadi adrenalin yang menyakitkan. Tepat saat barisan lampu senter itu hanya berjarak beberapa puluh meter, suara deru mesin mobil yang brutal memecah kesunyian hutan. Tiga buah mobil off-road lapis baja menerjang semak belukar, menghantam barisan anak buah Lorenzo dari arah samping. RATATATATATA! Rentetan tembakan balasan menyalak dari atas mobil-mobil tersebut. Sesosok pria melompat turun dari mobil terdepan dengan gerakan taktis yang sempurna. Itu Marco. "Tuan! Masuk ke mobil!" teriak Marco sambil melepaskan tembakan perlindungan. Dante segera menarik Aara berlari menerjang hujan peluru menuju mobil Marco. Begitu pintu tertutup rapat, Marco langsung menginjak pedal gas dalam-dalam, meninggalkan rumah aman yang kini telah rata dengan tanah. "Laporannya, Marco! Kenapa kalian terlambat?!" bentak Dante, sambil berusaha menahan luka di bahunya. Marco menatap Dante dari spion tengah dengan ekspresi yang jauh lebih
Última actualización: 2026-03-27