Se connecterAara Zenobia tidak pernah menyangka bahwa satu malam akan mengubah seluruh hidupnya menjadi penjara emas yang mencekam. Ayahnya, seorang pria yang terjebak dalam lubang judi, melakukan dosa besar , ia mempertaruhkan putrinya sebagai jaminan hutang kepada Dante Valerius, pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal sebagai "The Ice King of Milan". Dante adalah pria arogan, dingin, dan tidak memiliki celah untuk belas kasihan. Namun, di balik tatapan matanya yang setajam belati, Dante menyimpan luka lama sebuah pengkhianatan yang menewaskan adiknya. Ia tidak membeli Aara karena nafsu, melainkan karena sebuah rencana pembalasan dendam. Ayah Aara adalah saksi kunci yang memegang rahasia pembunuh adiknya, dan Aara adalah satu-satunya alat penekan yang efektif. Dante memaksa Aara menandatangani nikah kontrak selama satu tahun. Peraturannya sederhana. Aara harus patuh, tidak boleh jatuh cinta, dan harus berperan sebagai istri sempurna di depan publik untuk memancing musuh-musuh Dante keluar. Bagi Dante, Aara hanyalah properti. Bagi Aara, Dante adalah monster yang merenggut kebebasannya.
Voir plusDante terdiam sesaat, menatap bingkai foto yang permukaannya sudah sedikit retak dan kusam itu. Ia mengambil napas dalam, berusaha menenangkan gemuruh di dadanya. "Foto itu rusak karena air laut setahun yang lalu," jawab Dante, suaranya terdengar serak. "Sama seperti pemiliknya, foto ini nyaris hancur terbawa badai." Lumina memicingkan mata, mengusap permukaan kaca bingkai yang buram itu dengan ujung kemejanya yang terkena tepung. "Kasihan ya. Sudah wajahnya tidak kelihatan, auranya pun suram sekali. Dia ini siapa, Tuan Bos? Mantan pacar? Atau... saingan bisnis yang Tuan culik terus stres?" Dante hampir saja tersedak harga dirinya sendiri mendengar analisis asal-asalan Lumina. "Dia... seseorang yang sangat berharga. Tapi aku terlalu bodoh untuk menyadarinya sampai dia menghilang." Lumina menatap Dante dengan tatapan yang sulit diartikan. Tiba-tiba, ia menepuk bahu Dante dengan sangat keras , begitu keras hingga Dante sediki
Kabar mengenai kembalinya Aara menyebar seperti api di antara orang-orang kepercayaan Dante. Sasha, yang selama setahun ini mengasingkan diri ke sebuah biara di pinggiran kota untuk menebus rasa bersalahnya karena gagal melindungi Aara di malam badai itu, langsung memacu mobilnya menuju mansion begitu menerima telepon singkat dari Marco. Sasha melangkah masuk ke lobi dengan wajah yang sembap dan napas memburu. Ia sudah menyiapkan ribuan kata maaf dan air mata untuk bersimpuh di kaki sang nyonya. Namun, pemandangan yang ia temukan justru membuatnya mematung di ambang pintu besar. Lumina Aara yang "baru" sedang duduk bersila di atas meja marmer lobi yang harganya setara dengan sebuah apartemen mewah. Ia sedang asyik membuka bungkusan kerupuk ikan dari tas kainnya, membuat remah-remahnya berjatuhan di lantai yang baru saja dipoles. "Wih, Marco! Ini kerupuk hasil jemuran Kakek langsung, garingnya minta ampun! Cobain satu, jangan kaku-kaku ama
Keesokan paginya, pemandangan di Desa Teluk Karang mendadak gempar. Sebuah Rolls-Royce Phantom hitam mengkilap terparkir sembarangan di antara tumpukan keranjang ikan yang bau amis. Dante Valerius turun dari mobil tanpa jas, hanya mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku, menampakkan jam tangan seharga satu unit rumah mewah di desa itu. "Tuan, Anda yakin?" Marco bertanya dengan ragu sembari memegangi topi jerami yang baru saja ia beli di pasar. "Diam dan ambil jaring itu, Marco," titah Dante datar. Di pinggir pantai, Aara yang kini lebih suka dipanggil Lumina sedang asyik tertawa bersama para nelayan sambil menarik jaring besar. Rambutnya diikat asal-asalan, wajahnya terkena cipratan air laut, tapi ia terlihat jauh lebih hidup daripada saat ia mendekam di mansion Valerius. "Lumina! Si tampan kemarin datang lagi!" teriak seorang nelayan. Lumina menoleh dan hampi
Setahun telah berlalu sejak malam yang menghancurkan itu. Kerajaan bisnis Valerius masih berdiri kokoh, namun atmosfer di dalamnya kini lebih menyerupai peti mati yang dingin. Dante Valerius tidak lagi menjadi "Iblis dari Barat" yang berapi-api , ia telah berubah menjadi hantu yang hidup. Setiap malam, Dante duduk di paviliun bunga yang kini terbengkalai. Bunga-bunga matahari yang dulu dirangkai Aara telah lama kering dan mati, sama seperti binar di matanya. Ia masih mengenakan kalung pengunci magnetik milik Aara di pergelangan tangannya, satu-satunya benda yang tersisa selain potongan kain gaun yang mulai memudar. "Tuan, Anda harus makan," Marco berbisik, berdiri di kejauhan. Wajah Marco kini penuh dengan bekas luka, namun kesedihannya untuk tuannya jauh lebih dalam. "Apakah laut sudah memberikan jawabannya hari ini, Marco?" tanya Dante tanpa menoleh. Suaranya datar, nyaris tak terdengar. "Masih nihil, Tuan. Kami sudah men
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires