Chapter: 10 - Cahaya di Balik PengkhianatanKegelapan pekat yang menyergap seisi mansion utama Pulau Ordo Hitam terasa begitu mencekam setelah Aruna berhasil menyabotase kabel tegangan tinggi di ruang kendali. Suara ledakan kecil dari sirkuit yang terbakar masih terngiang di telinga Aruna saat ia merayap keluar dari celah plafon yang sempit. Napasnya tersengal-sengal karena debu dan sisa asap yang mulai memenuhi lorong-lorong rahasia di balik dinding batu. Hanya lampu darurat berwarna merah yang berkedip-kedip lemah di kejauhan, memberikan suasana horor yang nyata di jantung pertahanan Rama Adiwangsa.'Aku harus menemukan Dewa. Aku harus memastikan Elang aman sebelum Bi Inah atau penjaga lainnya memulihkan aliran listrik,' batin Aruna sambil menekan rasa sakit di pergelangan tangannya yang tadi sempat dipelintir oleh Bi Inah.Aruna melompat turun dari lubang ventilasi ke lantai koridor lantai dua yang dingin. Ia bergerak dengan sangat b
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: 9 - Labirin PengkhianatLangkah kaki Dewa Adiwangsa yang dibungkus sepatu bot taktis hitam nyaris tidak mengeluarkan suara saat ia bergerak di antara bayang-bayang pilar beton dermaga rahasia Pulau Ordo Hitam. Tubuhnya masih menggigil akibat sisa suhu dingin laut utara yang nyaris merenggut nyawanya, namun api amarah yang berkobar di dalam dadanya memberikan energi tambahan yang tidak masuk akal. Di sampingnya, pria misterius dari faksi lama yang kini ia kenali dengan nama sandi Serigala, memberikan isyarat tangan agar Dewa berhenti di balik sebuah tangki bahan bakar raksasa.'Aku sudah sampai sedalam ini, Rama. Kamu pikir benteng batu ini bisa melindungimu dari kemarahanku?' batin Dewa sambil mengokang senjata laras pendeknya dengan gerakan yang sangat halus namun mematikan.Di atas mereka, lampu sorot dari menara pengawas terus menyapu area pantai dengan ritme yang sangat teratur. Penjagaan di pulau ini jauh lebih ketat daripada pangkalan militer mana pun yang pernah Dewa lihat. Setiap sudut dilengkapi den
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: 8 - Perjamuan Sang Raja KegelapanDinginnya air laut utara yang menyusup ke dalam kapsul penyelamat terasa seperti ribuan jarum yang menusuk kulit Aruna. Kesadarannya timbul tenggelam, antara nyata dan mimpi buruk yang tidak kunjung usai. Hal terakhir yang ia ingat adalah kilatan api dari helikopter Dewa yang menghantam cakrawala dan tangan kekar seorang penyelam yang mencengkeram tepian kapsulnya. Saat ia mencoba membuka mata, yang ia temukan bukan lagi langit subuh yang merah, melainkan sebuah ruangan luas dengan arsitektur klasik yang sangat kaku dan dingin.'Di mana aku? Di mana Elang?' batin Aruna sambil mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa sangat berat.Aruna menyadari bahwa ia terbaring di atas sebuah sofa beledu merah yang sangat mewah di tengah ruangan yang menyerupai perpustakaan pribadi. Di sudut ruangan, sebuah perapian besar menyala, namun panasnya tidak mampu mengusir rasa dingin yang menjalar di sums
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: 7 - Perangkap Suara BayanganRaungan mesin mobil SUV yang dipacu Dewa membelah kesunyian jalanan pesisir menuju teluk barat dengan kecepatan yang mengerikan. Ban mobil berdecit tajam setiap kali melewati tikungan tajam yang berbatasan langsung dengan tebing karang. Di dalam kepalanya, suara tangisan Aruna yang memohon pertolongan terus berputar seperti kutukan yang membakar kewarasannya. Dewa mencengkeram kemudi begitu kuat hingga buku jarinya memutih, seolah-olah ia sedang mencekik takdir yang mencoba merenggut keluarganya.'Aku akan membunuh siapa pun yang menyentuh mereka. Martha, Clarissa, atau siapa pun itu, kalian akan memohon kematian di tanganku,' batin Dewa dengan mata yang memerah karena amarah dan kurang tidur.Pria misterius di sampingnya, yang kini dikenal sebagai sosok dari faksi lama Adiwangsa, terus menatap layar tablet dengan dahi berkerut dalam. Ia berkali-kali mencoba melakukan sinkronisasi ulang pada sinyal GPS yang tertanam di jam tangan Aruna, namun hasilnya tetap sama. Titik koordinat yang d
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: 6 - Sisa Napas di KedalamanDingin yang menusuk seketika menyergap seluruh pori-pori kulit Aruna saat air laut yang asin dan pekat menerjang masuk ke dalam kabin helikopter. Suara dentuman logam yang menghantam permukaan air masih berdenging hebat di telinganya, menciptakan rasa pening yang luar biasa. Cahaya lampu darurat di dalam kabin berkedip-kedip merah, memberikan pemandangan horor tentang air yang dengan cepat merayap naik dari lantai hingga setinggi pinggangnya.'Elang! Di mana Elang?' jerit Aruna dalam hatinya yang didera kepanikan murni.Dalam kegelapan yang menyesakkan, tangan Aruna meraba-raba permukaan air yang mulai bergolak. Ia sempat kehilangan pegangan saat helikopter itu miring ke arah kanan, tenggelam lebih dalam ke dasar laut yang tidak diketahui kedalamannya. Detik itu juga, ia merasakan jemari kecil yang dingin mencengkeram ujung bajunya dengan sangat kuat. Aruna segera menarik tubuh mungil Elang ke dalam pelukannya, mengangkat bocah itu tinggi-tinggi agar kepalanya tetap berada di atas perm
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: 5 - Oksigen yang TercuriDada Dewa terasa seperti dihantam godam raksasa saat ia menyadari lampu indikator keamanan di atas pintu ruang kerjanya padam total. Ruang rahasia di balik lemari buku itu seharusnya menjadi tempat paling aman di seluruh jagat raya, sebuah benteng kedap suara dan kedap udara yang hanya bisa diakses dengan kode biometrik miliknya. Namun sekarang, sistem itu membisu. Ia mencoba menempelkan telapak tangannya pada panel pemindai, namun benda itu terasa dingin dan mati, tidak memberikan respons apa pun selain pantulan wajahnya yang mulai dirayapi kepanikan luar biasa.'Brengsek! Bagaimana mereka bisa menembus firewall tingkat militer ini dalam hitungan detik?' umpat Dewa dalam hatinya yang berkecamuk.Di dalam ruangan gelap itu, Aruna sudah tidak lagi mampu berteriak. Paru-parunya terasa seperti terbakar, menolak gas berbau sulfur yang terus merayap masuk melalui celah ventilasi. Ia mendekap Elang sekuat tenaga, berusaha menutupi hidung dan mulut putranya dengan kain syal sutra yang ia kena
Last Updated: 2026-01-06