LOGINPernikahan kontrak itu disepakati berlangsung selama lima tahun. Meskipun mengetahui bahwa Steven memiliki kekasih cantik di luar sana, Vanesa tetap memilih untuk menahannya. Hingga Vanesa menemukan bahwa putra yang sudah dia anggap seperti anak kandung ternyata adalah anak Steven dengan kekasihnya. Baru pada saat itu Vanesa sadar. Ternyata pernikahan ini sejak awal adalah sebuah penipuan. Sang kekasih yang menganggap dirinya sebagai istri sah, membawa surat cerai yang disusun Steven untuk menemui Vanesa. Hari itu, Vanesa mengetahui bahwa dirinya hamil. Vanesa merasa tidak perlu mempertahankan seorang pria bajingan. Karena anak itu dari kekasih Steven, Vanesa akan mengembalikannya pada mereka. Vanesa yang sudah memutuskan cinta dan perasaan, mulai menunjukkan kemampuannya. Dia hidup mandiri, berhasil meraih kekayaan. Keluarga yang dulu menindas serta menghina dirinya merasa menyesal. Mereka bergegas datang untuk menyanjungnya. Para anak orang kaya yang dulu mengejek Vanesa, mengatakan bahwa dia naik pangkat karena mengandalkan pria, juga merasa menyesal. Mereka berlomba-lomba menawarkan cinta serta uang. Anak yang pernah dihasut oleh wanita lain juga merasa menyesal, menangis sambil memanggilnya Ibu. … Saat tengah malam, Vanesa menerima telepon dari nomor asing. Suara Steven yang mabuk berat terdengar dari ujung lain telepon, "Vanesa, kamu nggak boleh menerima lamarannya. Aku nggak menandatangani surat cerainya."
View MoreAlya masuk ke dalam mobil dan pintu pun tertutup.Mobil Maybach hitam itu melaju ke depan dan perlahan menghilang dari pandangan Emran.Emran menundukkan kepala menatap sertifikat cerai di tangannya, air matanya jatuh menetes dalam diam ke atas kata 'cerai'.Delapan belas tahun yang lalu, Alya berkata, "Emran, aku benar-benar menyukaimu. Lihatlah aku, oke?"Delapan belas tahun kemudian, Alya berkata, "Emran, aku menyesal mencintaimu. Kumohon lepaskan aku."Emran memegang dadanya dan perlahan berjongkok sambil menggenggam erat sertifikat cerainya. Tubuh tinggi Emran berjongkok di pinggir jalan. Dia mengabaikan tatapan orang lain dan menangis tersedu-sedu tanpa terkendali....Emran pun kembali ke Taman Edelweiss dari Kantor Catatan Sipil.Fiona mondar-mandir di ruang tamu sambil menggendong Esther yang menangis.Emran memasuki rumah tanpa mengganti sepatunya terlebih dahulu. Dia melepas mantelnya dan memberikannya kepada Bi Lina. Kemudian, Emran mengambil beberapa tisu disinfektan untuk
Alya menundukkan pandangannya dan tidak langsung masuk ke Kantor Catatan Sipil, melainkan berdiri diam dan menunggu.Tepat saat itu, sebuah mobil Mercedes putih datang dan berhenti di pinggir jalan.Pintu di samping sopir pun terbuka. Noel keluar dari mobil dengan membawa amplop dokumen, lalu berjalan ke sisi Alya."Bu Alya, perjanjiannya sudah siap. Pak Steven sendiri yang telah meninjaunya. Silakan periksa lagi."Alya berkata dengan tenang, "Aku percaya pada kemampuan Pak Noel dan Pak Steven. Kamu bisa menunjukkannya kepada Pak Emran.""Baiklah." Noel mengangguk kecil dan berbalik berjalan menuju Emran.Alya tidak segera mengikuti.Emran tahu bahwa wanita itu masih belum bisa menghadapinya.Alya bahkan tidak meliriknya sejak turun dari mobil.Hati Emran terasa begitu pedih dan sakit, tetapi dia hanya bisa menerimanya.Noel berjalan menghampiri Emran dan menyerahkan amplop dokumen itu kepada Emran. "Pak Emran, ini adalah perjanjian perceraian yang Bu Alya percayakan padaku untuk disus
"Kamu ….""Kesadarannya menunjukkan bahwa dia telah dewasa," sela Lukas. "Mari kita hormati keputusannya."Fiona pun menghela napas. "Sudahlah, aku memang nggak bisa membantah kalian berdua!"Fiona mengibaskan tangannya, memutuskan bahwa dia tidak ingin berurusan dengan hal ini lagi.Tepat pada saat itu, Ricky menelepon.Fiona langsung menjawab telepon dan menekan tombol pengeras suara. "Ricky, bagaimana? Apa ibumu sudah memilih nama untuk adikmu?""Sudah." Suara Ricky terdengar di dalam mobil. "Ibu bilang nama adikku Esther Witanda.""Esther?" Fiona melirik Emran di kursi belakang dan bertanya, "Apa artinya Esther? Penuh harapan?""Esther … yang berarti menghargai dan menyayangi wanita!" jawab Ricky."Esther ...." Fiona tersenyum. "Nama yang bagus! Itu berarti ibumu masih menyayangi adik perempuanmu!"Emran menundukkan kepalanya, sedikit rasa sakit terlihat di matanya.Esther.Dia menatap putrinya yang sedang tidur dalam pelukannya dan rasa sakit samar-samar terus menusuk hatinya.Art
Nama si bayi belum ditentukan. Emran ingin Alya yang memilihnya, tetapi dia tidak berani memberi tahu Alya tentang hal itu.Fiona sebelumnya telah bertanya secara langsung kepada Vano perihal kondisi Alya.Vano pun memberi tahu Fiona tentang diagnosis si psikolog.Fiona hanya bisa menyeka air matanya dan menghela napas, tetapi dia tidak tahu bagaimana membantu Alya.Mengingat kondisi Alya saat ini, tidak ada yang berani membahas soal nama si bayi di depan Alya.Pada akhirnya, semua orang menaruh harapan pada Ricky.Ricky yang kini menjadi bintang yang bersinar di mata ibunya kembali ke pusat perawatan dengan tanggung jawab yang berat.Vano telah menjalani rehabilitasi di rumah sakit selama beberapa waktu dan sekarang jadwalnya pergi ke departemen rehabilitasi untuk perawatan. Vano tidak akan kembali untuk sementara waktu.Alya baru saja bangun tidur dan berbaring di tempat tidur dalam keadaan linglung.Musik latar yang menenangkan selalu diputar di ruangan itu.Ricky berjalan mendekat












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore