author-banner
Pita
Pita
Author

Novels by Pita

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Dikhianati keluarga. Ditinggalkan oleh orang tua. Disingkirkan dari takhta. Dan tetap berdiri demi cinta serta balas dendam. Pangeran Mahkota Jagatra Eduardo Batistuta adalah pewaris sah Kerajaan Aethelgard Silvanus. Namun tujuh saudaranya, bahkan Raja dan Ratu sendiri, merencanakan segala cara untuk menyingkirkannya. Mereka ingin Kaesar, anak kesayangan, menjadi raja berikutnya. Selama bertahun-tahun Jagatra buta akan kebencian keluarganya. Sampai akhirnya, di usianya yang ke-25, semua topeng tersingkap dan darah pertama tertumpah. Saat balas dendam mulai ia jalankan, hidupnya dipenuhi dilema. Ia jatuh cinta pada Audina, gadis sederhana dari rakyat jelata. Namun cinta mereka dipenuhi duri fitnah, perbedaan kasta, hingga hadirnya putri dan pangeran lain yang mencoba merebut hatinya. Mampukah Jagatra bertahan dari pengkhianatan demi pengkhianatan? Akankah ia berhasil membalaskan dendam, merebut takhta, sekaligus mempertahankan cintanya? Satu hal yang pasti hanya darah dan cinta sejati yang akan menobatkannya sebagai Raja.
Read
Chapter: bab 191 Ellisha kembali.
Di lorong tua yang jarang digunakan, udara terasa lebih dingin dari biasanya.Langkah kaki terdengar pelan.Tidak terburu-buru.Namun juga tidak ragu.Seorang gadis berjalan perlahan, diapit oleh dua bayangan di belakangnya.Pakainya masih sama seperti semalam.Namun kini, tidak lagi rapi.Ada debu di ujung gaunnya.Dan sedikit noda merah… di bagian lengan.Putri Ellisha.Matanya terbuka.Sadar.Namun tatapannya tidak sepenuhnya tenang.Ia berhenti sejenak di ujung lorong.Cahaya dari luar menyentuh wajahnya.Seolah menandai satu hal,Ia telah kembali.Beberapa saat kemudian…Di paviliun tamu kerajaan.Pintu besar terbuka dengan tiba-tiba.“Putri!!”Suara itu pecah.Penuh lega.Nara berlari tanpa mempedulikan apa pun.Ia langsung menghampiri Ellisha.“Paduka… Paduka…!”Tangannya gemetar saat memegang lengan Ellisha.Memastikan.Bahwa ini bukan ilusi.Ellisha menatapnya pela
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: bab 190 Audina jadi sandera.
Di dalam rumah sederhana yang menjadi tempat tinggalnya, Audina Veleryna Arsela berdiri di dekat jendela.Tatapannya mengarah ke luar.Ke arah penjaga-penjaga yang kini berdiri lebih rapat dari biasanya.Lebih banyak.Lebih diam.Lebih… mengawasi.Audina menggenggam ujung kain pakaiannya.Perasaannya tidak tenang.Sejak pagi tadi,Ada sesuatu yang berubah.Bukan hanya kabar tentang Pangeran Mahkota Jagatra Eduardo Batistuta.Bukan hanya hilangnya Putri Ellisha.Namun…Cara orang-orang di sekitarnya memandang.Seolah,Ia bukan lagi bagian dari latar belakang.Melainkan… bagian dari masalah.“Non…” suara pelayan di belakangnya terdengar pelan.Audina menoleh sedikit.“Ada apa?”Pelayan itu ragu.Namun tetap berkata.“Penjaga di luar… bertambah lagi.”Audina tidak terlihat terkejut.Ia sudah memperkirakan itu.“Sejak kapan?”“Beberapa saat lalu.”Sunyi.Audina menatap kembali ke luar j
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: bab 189 jagatra mendapat sekutu.
Di dalam ruang kerja yang kini terasa lebih seperti batas daripada kekuasaan, Pangeran Mahkota Jagatra Eduardo Batistuta berdiri di dekat balkon. Angin pagi masuk tanpa dihalangi. Namun tidak membawa kebebasan. Ia menatap halaman istana. Penjaga masih berdiri. Namun bukan lagi orang-orangnya. Pergerakan tetap berjalan. Namun bukan lagi di bawah perintahnya. Jagatra menghela napas pelan. Tidak marah. Tidak kecewa. Hanya… Menerima. “Jadi beginilah rasanya disingkirkan tanpa pedang,” gumamnya. Suara langkah terdengar dari dalam ruangan. Pelan. Hati-hati. Jagatra tidak menoleh. “Bukankah aku sudah diminta tidak menerima tamu?” katanya tenang. Langkah itu berhenti. Beberapa detik,Lalu.. “Kalau begitu… anggap saja aku tidak datang sebagai tamu.” Suara itu tidak asing.
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: bab 188 Rionaldo bangkit.
Di balkon menara yang tinggi, Pangeran Rionaldo Xaviero masih berdiri di tempat yang sama.Tempat di mana semalam ia kehilangan sesuatu.Bukan kekuasaan.Bukan posisi.Melainkan… seseorang.Angin pagi berhembus pelan.Membawa suara kehidupan dari halaman istana.Namun bagi Rionaldo, semua itu terasa jauh.Seolah ia berdiri di dunia yang berbeda.Matanya menatap taman.Namun yang ia lihat,Bukan taman itu.Melainkan bayangan masa lalu.Tawa.Langkah kaki.Suara seseorang yang memanggil namanya tanpa beban.“Rafka…”Nama itu keluar lagi.Pelan.Hampir seperti kebiasaan yang belum sempat hilang.Ia menutup mata.Dan untuk sesaat,Ia membiarkan dirinya tetap di sana.Di masa ketika semuanya belum hancur.Namun…Suara langkah tiba-tiba memecah keheningan.Seorang pengawal berlari mendekat.Napasnya tidak teratur.“Paduka!”Rionaldo tidak langsung menoleh.“Ada apa?”Pengawal
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: bab 187 Rafka diselamatkan.
Di bawah tanah Kerajaan Aethelgard Silvanus, udara tetap dingin.Tidak berubah.Tidak peduli seberapa terang dunia di atas sana.Di lorong penjara, langkah penjaga terdengar pelan.Ritmenya teratur.Seperti biasa.Namun,Pagi ini, ada satu hal yang tidak biasa.Di ujung lorong paling gelap, Pangeran Rafka Narendra Afsar masih duduk bersandar pada dinding batu.Tubuhnya lemah.Napasnya berat.Matanya setengah terpejam.Seolah setiap detik terasa lebih panjang dari sebelumnya.Ia tidak bergerak.Bahkan untuk mengambil cangkir air di dekatnya.Karena bukan tubuhnya saja yang lelah.Melainkan… dirinya.Suara langkah kembali terdengar.Namun kali ini,Lebih ringan.Lebih pelan.Tidak seperti penjaga biasa.Rafka tidak membuka mata.“Kalau ini hanya mimpi…” gumamnya lemah.“…biarkan saja.”Langkah itu berhenti tepat di depan selnya.Sunyi.Beberapa detik.Lalu,Suara kunci berbunyi pelan.
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: bab 186 justin yang terluka.
Di Balai Arsip Kerajaan, lampu minyak masih menyala.Meski matahari sudah tinggi.Di tengah ruangan yang dipenuhi dokumen tua, Pangeran Justin Stewart Andrian masih berdiri di depan meja.Tangannya membuka satu gulungan.Membaca.Menutup.Lalu beralih ke yang lain.Seolah waktu tidak pernah berjalan baginya.Seorang penjaga arsip memperhatikannya dari kejauhan.Wajahnya ragu.“Paduka… mungkin Anda perlu beristirahat.”Justin tidak menjawab.Ia hanya menulis sesuatu di pinggir dokumen.Tulisan kecil.Rapi.Tepat.Namun,Tangannya sedikit berhenti.Hanya sepersekian detik.Cukup untuk disadari.Ia menghela napas pelan.Bukan karena lelah membaca.Melainkan karena sesuatu yang lain.“Berapa banyak kabar yang masuk pagi ini?” tanyanya tanpa menoleh.Penjaga itu menjawab cepat.“Banyak, Paduka.”“Balai Perang sepenuhnya di bawah kendali Pangeran Kaesar Avdar.”“Pangeran Mahkota Jagatra
Last Updated: 2026-03-26
Cinta Di Balik Tanda Tangan

Cinta Di Balik Tanda Tangan

Baginya,Aluna hanya alat. Bagi Aluna, Leonard adalah kutukan. Tapi siapa sangka, tanda tangan yang dipaksakan justru membuka pintu menuju cinta tak terduga. Saat hidup Aluna yang sederhana berubah drastis karena harus menikah dengan Leonard Alvaro — seorang CEO muda yang dingin, arogan, dan menyimpan luka masa lalu — ia tak pernah menyangka akan terseret ke dunia penuh intrik, penghinaan, dan rahasia keluarga yang gelap. Leonard tidak menginginkannya. Bagi Leonard, Aluna hanyalah gadis miskin yang terpaksa ia nikahi demi menyelamatkan warisan dan reputasi keluarga. Ia memperlakukannya tanpa hati, tanpa simpati. Tapi, di balik sikap dinginnya, tersembunyi luka lama yang belum sembuh. Aluna mencoba bertahan. Ia tak meminta cinta, hanya sedikit penghargaan. Namun, semakin ia mencoba menjauh, semakin kuat ikatan yang tanpa sadar tumbuh di antara mereka. Ketika kebencian perlahan berubah menjadi perhatian... Ketika pernikahan palsu mulai terasa nyata... Dan ketika kebenaran masa lalu terbongkar, apakah cinta bisa menjadi penyelamat... atau justru penghancur?
Read
Chapter: bab 150 Ending:Tempat pulang yang menetap.
Pagi datang dengan cahaya yang lembut, tidak menyilaukan. Leonard bangun lebih dulu,karena kebiasaan baru: memastikan hari dimulai tanpa tergesa. Ia menoleh. Aluna masih tidur, napasnya teratur, wajahnya damai. Leonard tersenyum kecil.Beberapa bulan terakhir berjalan seperti itu. Tidak ada lompatan besar, tidak ada perayaan yang direncanakan. Hanya hari-hari yang dipilih untuk tinggal. Hingga suatu pagi, Aluna memanggilnya dari dapur dengan suara yang berbeda.“Leonard,” katanya pelan, “kita perlu bicara.”Leonard datang dengan tenang. Di meja, ada secangkir teh yang sudah mendingin dan selembar kertas kecil. Aluna tidak menunggu lama untuk menjelaskan. Ia hanya menggeser kertas itu ke arah Leonard.Dua garis tipis,Leonard menatapnya beberapa detik,cukup lama untuk memahami, cukup singkat untuk yakin. Ia mengangkat wajahnya, mata mereka bertemu, dan di sana tidak ada ketakutan yang dulu sering muncul. Yang ada hanya rasa hadir yang utuh.
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: bab 149 hari yang dipilih untuk tinggal.
Pagi setelah itu tidak membawa pengumuman apa pun,tidak ada perubahan besar yang bisa ditunjuk dan disebut sebagai awal. Leonard bersiap seperti biasa, Aluna merapikan hal-hal kecil yang sempat tertinggal. Namun ada satu perbedaan yang tidak perlu dicari,keduanya bergerak tanpa beban yang dulu tak pernah benar-benar pergi.Leonard berangkat ke kantor dengan langkah yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Bedanya, ia tidak lagi memeriksa ulang pikiran sendiri di sepanjang jalan,tidak ada dialog batin yang menimbang kemungkinan terburuk. Ia tiba, bekerja, berbicara seperlunya, dan menyelesaikan apa yang perlu diselesaikan.Di tengah hari, Leonard berhenti sejenak di depan jendela ruangannya. Kota bergerak seperti biasa. Orang-orang berjalan dengan tujuan masing- masing,ia tidak merasa harus mengatur semuanya agar tetap berada di jalur aman. Ia membiarkan hidup berjalan dan ikut berjalan di dalamnya.Sore datang tanpa drama. Leonard pulang tepat waktu, membaw
Last Updated: 2026-02-17
Chapter: bab 148 yang tidak lagi ragu
Pagi datang dengan cahaya yang lebih bersih. Hujan semalam menyisakan udara dingin yang menenangkan, seolah dunia baru saja dibasuh tanpa diminta. Leonard bangun lebih awal, kali ini tanpa jeda panjang,karena tubuhnya siap. Di dapur, Aluna sudah lebih dulu terjaga. Ia menata dua piring sarapan sederhana,tidak ada menu khusus,tidak ada usaha untuk membuat pagi terasa istimewa,namun justru di sanalah keistimewaannya tinggal. “Kamu kelihatan lebih ringan,” kata Aluna sambil menuang air hangat. Leonard duduk. “Karena aku tidak membawa apa pun dari kemarin.” Aluna mengangguk. Mereka makan tanpa terburu, tanpa percakapan panjang. Sendok bertemu piring, pagi berjalan apa adanya. Hari itu, Leonard tidak langsung ke kantor. Ia mengambil waktu setengah hari,keputusan yang dulu selalu ia timbang berulang kali. Kini, keputusan itu hadir tanpa debat di dalam kepala. Ia dan Aluna berjalan keluar rumah, menyu
Last Updated: 2026-02-16
Chapter: bab 147 hal yang mulai mengakar.
Hari-hari berikutnya tidak membawa perubahan yang bisa ditunjuk dengan jelas, namun ada sesuatu yang mulai mengendap,seperti tanah yang perlahan memadat setelah lama diguyur hujan. Leonard merasakannya saat ia bangun pagi tanpa dorongan untuk segera berdiri. Aluna merasakannya ketika ia menata hari tanpa perlu memastikan apa pun pada siapa pun.Pagi itu, Aluna menyiapkan sarapan dengan menu yang sama seperti kemarin,tidak ada niat untuk variasi, dan tidak ada rasa bosan. Leonard memperhatikannya dari kursi makan, menyadari bahwa pengulangan kini terasa aman, bukan menjemukan.“Kita sudah beberapa hari begini,” kata Leonard, lebih seperti pengamatan.Aluna mengangguk. “Dan tidak ada yang terasa tertinggal.”Leonard tersenyum kecil. Ia berangkat kerja dengan pikiran yang tidak lagi memantul ke banyak arah. Di kantor, satu proyek lama akhirnya memasuki fase akhir,tanpa drama, tanpa perayaan besar. Ia menandatangani berkas terakhir dan menyerahkannya
Last Updated: 2026-02-15
Chapter: bab 146 arah yang dibiarkan tumbuh.
Pagi berikutnya terasa sama, namun tidak pernah benar-benar serupa. Leonard membuka mata dengan kesadaran yang pelan: hari tidak berulang, ia hanya bergerak dengan cara yang lebih lembut. Aluna sudah bangun lebih dulu, duduk di dekat jendela dengan selimut tipis di bahunya, menatap halaman yang masih basah oleh sisa embun.Leonard mendekat tanpa suara. Ia berdiri di belakang Aluna beberapa detik, lalu duduk di lantai, menyandarkan punggung pada sisi kursi. Tidak ada sapaan. Tidak ada kebutuhan menandai momen.“Ada hari-hari,” ucap Aluna akhirnya, “yang dulu akan membuatku gelisah.”Leonard mengangkat kepala. “Sekarang?”“Sekarang justru membuatku ingin diam lebih lama.”Leonard tersenyum kecil. Ia memahami pergeseran itu,dari ingin memastikan, menjadi ingin merasakan.Di kantor, Leonard menjalani hari tanpa agenda yang penuh. Beberapa hal diserahkan sepenuhnya pada tim. Ia hadir jika diminta, mundur jika tidak diperlukan. Tidak a
Last Updated: 2026-02-14
Chapter: bab 145 hari yang tidak ditahan.
Pagi itu datang dengan suara biasa,air mengalir di kamar mandi, langkah pelan di lantai, bunyi cangkir bertemu meja, Leonard dan Aluna bergerak seperti kemarin, dan entah bagaimana, itu terasa cukup.Leonard berangkat sedikit lebih siang, karena tidak ada alasan untuk berangkat lebih awal. Di perjalanan, lampu lalu lintas memaksanya berhenti lebih lama dari biasanya. Ia tidak mengeluh. Ia memandang keluar, melihat orang-orang menyeberang dengan langkah masing-masing. Tidak ada satu pun yang tampak salah.Di kantor, sebuah diskusi kecil berlangsung di ruang terbuka. Leonard ikut duduk, mendengar tanpa memotong. Ketika pendapatnya diminta, ia menjawab singkat, tidak menutup kemungkinan lain. Diskusi itu berakhir tanpa kesimpulan final dan tidak ada yang gelisah karenanya.“Besok kita lanjut,” kata salah satu dari mereka.Leonard mengangguk. “Baik.”Menjelang siang, Brayen mengirim pesan singkat: Makan bareng?Leonard membalas: Nant
Last Updated: 2026-02-13
You may also like
Sang Menantu Perkasa
Sang Menantu Perkasa
Historical · Abimana
416.9K views
Selir Adipati
Selir Adipati
Historical · Esi Apresia
399.9K views
Dimadu Saat Hamil
Dimadu Saat Hamil
Historical · jannahsaid
211.3K views
Hurt ! Mr Duke
Hurt ! Mr Duke
Historical · Sayonk
117.6K views
Lelaki Tanpa Kasta Mengguncang Dunia
Lelaki Tanpa Kasta Mengguncang Dunia
Historical · Neliwati Nelisaja
110.3K views
KEJUTAN UNTUK SUAMIKU
KEJUTAN UNTUK SUAMIKU
Historical · Siti Aisyah
64.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status