Se connecterDikhianati keluarga. Ditinggalkan oleh orang tua. Disingkirkan dari takhta. Dan tetap berdiri demi cinta serta balas dendam. Pangeran Mahkota Jagatra Eduardo Batistuta adalah pewaris sah Kerajaan Aethelgard Silvanus. Namun tujuh saudaranya, bahkan Raja dan Ratu sendiri, merencanakan segala cara untuk menyingkirkannya. Mereka ingin Kaesar, anak kesayangan, menjadi raja berikutnya. Selama bertahun-tahun Jagatra buta akan kebencian keluarganya. Sampai akhirnya, di usianya yang ke-25, semua topeng tersingkap dan darah pertama tertumpah. Saat balas dendam mulai ia jalankan, hidupnya dipenuhi dilema. Ia jatuh cinta pada Audina, gadis sederhana dari rakyat jelata. Namun cinta mereka dipenuhi duri fitnah, perbedaan kasta, hingga hadirnya putri dan pangeran lain yang mencoba merebut hatinya. Mampukah Jagatra bertahan dari pengkhianatan demi pengkhianatan? Akankah ia berhasil membalaskan dendam, merebut takhta, sekaligus mempertahankan cintanya? Satu hal yang pasti hanya darah dan cinta sejati yang akan menobatkannya sebagai Raja.
Voir plusHujan sudah berhenti sejak beberapa jam lalu. Namun udara dingin masih menempel di seluruh istana. Obor-obor menyala redup di sepanjang koridor batu, memantulkan bayangan panjang yang membuat istana terasa semakin kosong.Dan malam itu…sejak perang selesai, Rafka Narendra Afsar merasa dirinya tidak sanggup berdiri lagi.Ia berada di halaman belakang istana. Tempat yang jauh dari aula utama. Jauh dari para bangsawan. Jauh dari semua orang yang sibuk memperbaiki kerajaan.Pedangnya tergeletak di samping anak tangga batu.Tidak disentuh.Rafka duduk diam sambil menundukkan kepala. Tangannya saling menggenggam erat sampai buku-buku jarinya memutih.Tatapannya kosong.Karena sejak tadi… ia terus melihat wajah pria yang ia bunuh di lorong perang malam itu.SWUK.Darah.Tatapan tidak percaya.Dan tubuh yang jatuh tepat di depannya.Napas Rafka mulai terasa berat lagi.“…gue benci ini.”Suaranya sangat kecil.Namun cukup jelas di t
Justin berjalan sendirian melewati lorong barat istana.Langkahnya lambat.Bekas luka di tubuhnya masih terasa nyeri. Namun rasa sakit itu tidak seberapa dibanding isi kepalanya sekarang.Michael.Nama itu terus berputar tanpa henti.Michael tertawa. Michael mengomel. Michael memarahinya saat mabuk. Michael menariknya keluar dari masalah berkali-kali.Dan sekarang… tidak ada lagi suara itu.Justin berhenti di depan sebuah pintu kayu besar.Kamar Michael.Tangannya membeku di udara beberapa detik sebelum akhirnya mendorong pintu perlahan.KREEKK…Ruangan itu gelap.Sepi.Dan tetap persis seperti terakhir kali ditinggalkan pemiliknya.Pedang Michael masih tergantung di dinding. Jubah kerajaannya masih terlipat rapi. Beberapa dokumen bahkan masih berserakan di meja.Seolah pria itu akan kembali kapan saja.Justin melangkah masuk perlahan.Dan untuk pertama kalinya sejak perang selesai…dadanya benar-benar terasa ko
Hujan berhenti menjelang siang.Namun langit Aethelgard masih kelabu. Kabut tipis menggantung di atas halaman istana yang rusak akibat perang.Para pelayan mulai membersihkan darah dari lorong-lorong batu. Prajurit yang selamat membantu mengangkat tubuh korban perang satu per satu.Dan di tengah semua kesibukan itu…nama Michael perlahan mulai menghilang.Bukan karena orang-orang membencinya.Melainkan karena kerajaan terlalu sibuk memperbaiki kehancurannya sendiri.Di aula utama…para bangsawan mulai berkumpul kembali untuk pertama kalinya sejak perang selesai.Suasana masih tegang. Banyak kursi kosong. Beberapa keluarga kehilangan pewaris mereka malam tadi.Namun rapat kerajaan tetap harus berjalan.Karena Aethelgard tidak bisa berhenti hanya untuk berduka.Jagatra berdiri di depan singgasana. Bukan duduk di atasnya.Tatapannya dingin. Lelah.Luka di bahunya masih belum benar-benar ditangani. Namun ia tetap berdiri memimpin.
Di ruang tahanan utama…tidak ada seorang pun yang bergerak beberapa saat setelah kata-kata Jagatra menghantam Kaesar.Sunyi.Kaesar duduk bersandar di dinding sel. Kepalanya menunduk. Rantai di tangannya berbunyi pelan saat jemarinya mengepal lemah.Sementara di luar jeruji…Jagatra berdiri diam.Lucas memperhatikan Kaesar beberapa detik. Lalu perlahan mengembuskan napas panjang.“…cukup.”Semua menoleh kecil ke arahnya.Lucas melangkah maju.Tatapannya tidak lagi dipenuhi kemarahan seperti sebelumnya.Justru terlalu tenang.Dan itu membuat suasana terasa semakin berat.“Ada satu hal yang belum selesai,” katanya pelan.Rionaldo mengernyit kecil.“Apalagi?”Lucas tidak langsung menjawab.Tatapannya turun sebentar ke lantai batu dingin.Lalu akhirnya…ia berkata:“…gue juga salah.”Sunyi.Kalimat itu membuat semua orang membeku.Bahkan Kaesar perlahan mengangkat kepalanya.Rafka menatap Lu
Di Balai Arsip Kerajaan, lampu minyak masih menyala.Meski matahari sudah tinggi.Di tengah ruangan yang dipenuhi dokumen tua, Pangeran Justin Stewart Andrian masih berdiri di depan meja.Tangannya membuka satu gulungan.Membaca.Menutup.Lalu beralih ke yang lain.Seo
Pagi di Kerajaan Aethelgard Silvanus terus berjalan.Namun bagi sebagian orang,Hari ini bukan tentang terang. Melainkan tentang siapa yang masih berdiri di bawahnya. Di balai latihan militer, suara logam kembali terdengar. Clang! Dua pedang beradu keras.
Pagi di Kerajaan Aethelgard Silvanus semakin terang.Namun cahaya tidak selalu berarti kejelasan.Kadang,Ia justru membuat bayangan terlihat lebih tajam.Di salah satu menara yang jarang digunakan, seorang pria berdiri menghadap halaman istana.Pangeran Lucas Zander Maxime.Ta
Fajar akhirnya tiba di Kerajaan Aethelgard Silvanus.Langit perlahan berubah dari hitam menjadi abu-abu pucat. Cahaya pagi menyentuh menara-menara tinggi istana, membuat bayangan panjang jatuh di halaman batu.Istana mulai hidup kembali.Para pelayan berjalan membawa air dan makanan.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.