LOGINDikhianati keluarga. Ditinggalkan oleh orang tua. Disingkirkan dari takhta. Dan tetap berdiri demi cinta serta balas dendam. Pangeran Mahkota Jagatra Eduardo Batistuta adalah pewaris sah Kerajaan Aethelgard Silvanus. Namun tujuh saudaranya, bahkan Raja dan Ratu sendiri, merencanakan segala cara untuk menyingkirkannya. Mereka ingin Kaesar, anak kesayangan, menjadi raja berikutnya. Selama bertahun-tahun Jagatra buta akan kebencian keluarganya. Sampai akhirnya, di usianya yang ke-25, semua topeng tersingkap dan darah pertama tertumpah. Saat balas dendam mulai ia jalankan, hidupnya dipenuhi dilema. Ia jatuh cinta pada Audina, gadis sederhana dari rakyat jelata. Namun cinta mereka dipenuhi duri fitnah, perbedaan kasta, hingga hadirnya putri dan pangeran lain yang mencoba merebut hatinya. Mampukah Jagatra bertahan dari pengkhianatan demi pengkhianatan? Akankah ia berhasil membalaskan dendam, merebut takhta, sekaligus mempertahankan cintanya? Satu hal yang pasti hanya darah dan cinta sejati yang akan menobatkannya sebagai Raja.
View MoreMalam merambat masuk ke setiap celah istana Aethelgard seperti kabut yang membawa bisik-bisik rahasia.Tidak ada teriakan.Tidak ada pedang terhunus.Namun udara berubah.Seperti hutan kering yang hanya menunggu satu bunga api untuk menyala.Dan bunga api itu…adalah keputusan Jagatra.Menara Timur,Saat Bendera Merah,Emas DiangkatBegitu pintu ruangan tertutup, pengawal bayangan Jagatra bergerak tanpa suara menyebarkan kabar:“Bendera Perang Pangeran Mahkota telah dibuka.”Kode rahasia itu menyebar dari koridor sempit hingga halaman dalam.Pasukan bayangan yang selama ini bersembunyi mulai keluar dari persembunyian mereka.Beberapa dari mereka mengganti penanda di lengan.Beberapa membalik jubah, memperlihatkan warna merah tipis di bagian dalam.Isyarat.Bukan untuk menyerang……tapi untuk bersiap.Brayen mengikuti langkah Jagatra.“Paduka… jika Kaesar mengetahui ini, ia akan menganggap Anda menyatakan perang.”
Istana Aethelgard malam itu bagaikan lautan api yang tidak terlihat.Bukan api yang membakar bangunan…Melainkan api yang membakar kesetiaan.Kaesar menggerakkan bidaknya.Cristian bergerak dari bayangan.Rionaldo baru saja memilih pihak.Dan Jagatra?Jagatra tidak pernah diam.Ruang strategi lantai atas, Menara TimurJagatra berdiri di depan jendela tinggi.Cahaya lampu minyak menciptakan bayangan panjang di belakangnya.Di tangan kanannya, selembar kain putih kecil dengan noda merah samar.Bukti.Pengingat.Dan… janji.Brayen,salah satu komandan rahasia Jagatra masuk dengan napas teratur, namun wajah tegang.“Paduka,” katanya pelan, “kabarnya Rafka kembali.”Jagatra tidak menoleh.“Dengan bukti bahwa Kaesar mencoba menjebaknya?”“Ya. Dia membawa segel perintah Raja yang asli. Dan…” Brayen menelan ludah, “…Pangeran Rionaldo sendiri yang memberi perlindungan.”Akhirnya Jagatra menoleh.Perlahan.
Langit di atas hutan barat perlahan memudar menuju hitam pekat. Rafka melangkah keluar dari jalur sempit itu dengan napas yang masih belum stabil. Gulungan bersegel merah–hitam tersembunyi aman di balik jubahnya.Namun sebelum hutan benar-benar tertinggal jauh di belakang, ia berhenti sejenak.Perkataannya Rionaldo barusan terus menggaung di telinganya.“Kau tidak akan menemukan apa pun di sini.”“Jejak itu diputar.”“Jika Kaesar menyalahkanmu,itu berarti kudeta akan dimulai.”Kudeta.Kata yang tidak seharusnya muncul dari mulut seorang pangeran.Rafka menelan ludah.Ia bukan bodoh.Ia tahu Kaesar sedang merajut sesuatu jauh lebih besar daripada sekadar menyalahkan satu prajurit elit.Dan sekarang,Rionaldo masuk dalam permainan ini.Bukan sebagai penonton.Bukan sebagai pengikut Kaesar.Tapi sebagai seseorang yang… memilih sisi.Jagatra.Untuk pertama kalinya sejak ia tiba di hutan itu, Rafka memejamkan mata sebentar.
Hutan di sisi barat Aethelgard selalu sunyi saat malam turun.Tapi malam itu…sunyi itu terasa seperti jebakan.Rafka Narendra Afsar berlutut dekat tanah, jemarinya menyentuh dedaunan yang hampir tidak bergerak.Jejak itu samar.Terlalu samar.Ia sudah mengejar ini selama tiga hari, tanpa tidur yang layak, tanpa bantuan siapa pun,atas perintah langsung Kaesar.Dan hasilnya?Nothing.Rafka mengepalkan tangan.“Ini bukan jejak sembarangan. Mereka sengaja menghapusnya…”Ia berdiri, menarik napas panjang.Angin membawa bau tanah lembap dan dedaunan yang hancur.Malam semakin gelap, dingin menggigit kulitnya.Ia tahu waktunya hampir habis.Kaesar tidak suka menunggu.Dan Kaesar tidak ragu mengorbankan orang bahkan orang seperti dirinya, jika dianggap gagal.Saat ia mulai melangkah kembali ke arah perbatasan, suara mendesis terdengar.Swish.Rafka membalikkan badan cepat.Pedangnya terangkat otomatis.Sese






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.