author-banner
goresan pena amatir
goresan pena amatir
Author

Novels by goresan pena amatir

Janda Cantik, Ibu Kosku

Janda Cantik, Ibu Kosku

Bimo mahasiswa yang baru pindah kos, tidak menyangka akan bertemu dengan Rara, ibu kosnya yang cantik dan penuh pesona . awalnya hanya hubungan ibu kos dan penghuni kos saja, tapi perlahan-lahan mereka terjebak dalam pesona satu sama lain, terlibat dalam hubungan rahasia yang penuh dengan gairah dan drama dibawah atap kos yang sama.
Read
Chapter: Kesetiaan Adalah Ikatan Paling Kuat
Sore itu langit berwarna jingga kemerahan sangat lembut, angin berhembus sejuk membawa aroma tanah basah sisa hujan rintik siang tadi. Bima pulang dari sekolah dengan langkah yang lebih lambat dari biasanya, wajahnya tampak serius dan sedikit bingung, tidak ada tawa riang yang biasanya selalu mengiringi langkah kakinya setiap kali melewati gerbang rumah. Begitu sampai di teras ia langsung melempar tasnya ke bangku kayu, lalu duduk membungkuk memegang kedua pipinya dengan kedua tangan, diam seribu bahasa.Rara yang sedang menjemur sisa pakaian segera mendekat, lalu duduk di samping cucu kesayangannya itu sambil mengusap punggungnya pelan dengan penuh kasih sayang. “Ada apa Nak? Wajahnya muram sekali begini. Ada yang menyakitimu di sekolah tadi?” tanyanya lembut, tidak memaksa bicara kalau dia belum mau.Bima mengangkat wajahnya perlahan, matanya sedikit berkaca-kaca menahan perasaan campur aduk yang baru saja ia lihat dan dengar di jalan pulang tadi. “Nek… tadi saya lewat depan rumah P
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Orang yang Berbuat Baik Tidak Akan Pernah Rugi
Pagi itu suasana di rumah terasa lebih berat dan hening dari biasanya. Arka duduk membungkuk di atas meja kayu tua di ruang tengah, tangannya memegang selembar surat pembatalan pesanan yang baru saja diantar kurir dari kota. Keningnya berkerut dalam, matanya membaca baris demi baris kalimat itu berulang kali seolah tidak percaya pada apa yang tertulis di sana. Istri Arka berdiri di sampingnya sambil memegang pinggiran meja erat-erat, wajahnya tampak pucat menahan kecewa.“Dibatalkan total, Yah?” tanyanya lirih hampir tidak terdengar. “Padahal kita sudah menanam khusus sesuai permintaan mereka, sudah pupuk, sudah rawat tiga bulan ini. Tanaman sudah siap panen minggu depan. Kalau tidak ada yang beli, semuanya bisa busuk di kebun begitu saja.”Arka menghela napas panjang yang sangat dalam, lalu meletakkan surat itu di meja dengan kasar. “Mereka bilang dapat pemasok lain yang harganya lebih murah lima puluh rupiah per kilogram. Tidak peduli janji kontrak yang sudah kita tanda tangani bers
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: KEBAHAGIAAN SEJATI ADA DI DALAM HATI, BUKAN DI LUAR DIRI
Sore itu jalanan desa tampak lebih ramai dari biasanya. Beberapa pemuda desa berjalan mondar-mandir sambil mengangkat bahu kagum, menunjuk ke arah rumah Pak Joko di ujung jalan yang baru saja menerima kiriman barang-barang mewah dari kota besar. Ada kulkas dua pintu berwarna putih mengkilap, televisi layar lebar sebesar pintu kamar, perabot kayu ukir mewah, bahkan sebuah mobil baru berwarna hitam mengkilap yang terparkir rapi di halaman rumahnya yang baru saja direnovasi besar-besaran.Bima pulang dari sekolah dengan langkah berlari kecil, wajahnya merah padam karena semangat, tasnya terayun-ayun di pundak. Begitu masuk pagar rumah ia langsung berhenti di depan teras, matanya masih berbinar-binar menyimpan kekaguman yang baru saja ia lihat di jalan tadi.“Kakek! Nenek! Ayah! Ibu! Kalian lihat tidak rumah Pak Joko? Wah hebat sekali! Semua barangnya baru semua, mengkilap semua! Tadi saya sempat mengintip lewat jendela, di dalamnya sejuk sekali karena pakai pendingin ruangan, TV-nya besa
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Syukur itu Kunci Segala Pintu Keberkahan
Kemarau sudah berlangsung hampir tiga minggu berturut-turut tanpa setetes hujan pun turun ke bumi desa kami. Matahari bersinar terik menyengat kulit dari pagi buta sampai sore menjelang malam, membuat tanah di kebun belakang kami retak-retak kering seperti punggung kura-kura tua. Tanaman sayur yang biasanya tumbuh subur hijau royo-royo, kini mulai layu menguning, daunnya menggulung lemas tak berdaya menahan panas yang tak kenal ampun.Sore itu Arka duduk sendirian di pinggir kebun dengan wajah cemas yang tak bisa disembunyikan lagi. Tangannya memegang sehelai daun bayam yang sudah setengah kering, lalu menghela napas panjang berulang kali. Istri Arka berdiri di sampingnya sambil memegang ember kecil berisi sisa air dari bak mandi, tampak sama lelahnya menyiram tanaman satu per satu dengan air yang makin lama makin berkurang stoknya.Bima pulang dari sekolah dengan langkah lambat dan wajah cemberut habis-habisan. Tasnya diseret di tanah, dia melempar dirinya ke bangku kayu teras dengan
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: Setiap Orang Punya Cerita Sendiri, Jangan Mudah Menghakimi
Sore itu udara terasa gerah, langit mendung kelabu seolah mau turun hujan kapan saja. Bima pulang dari bermain di lapangan desa dengan langkah cepat, napasnya terengah-engah, dan wajahnya tampak bersemangat campur heran. Begitu masuk pagar rumah ia langsung berlari mendekati kami yang sedang duduk santai di teras sambil mengupas kulit singkong hasil panen kebun belakang.“Kakek! Nenek! Ayah! Ibu! Tahu tidak tentang Mbak Ayu yang baru pindah menyewa kamar di ujung jalan dekat jembatan itu?” serunya cepat sambil duduk memojok di dekat Rara, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu yang sudah tercampur prasangka buruk dari omongan orang dewasa di lapangan tadi.Arka yang sedang memotong singkong itu mengangkat wajah sebentar lalu mengangguk pelan. “Tahu, Nak. Wanita muda yang tinggal sendirian ya? Baru sekitar enam bulan di desa kita. Memangnya ada apa?”“Tadi di lapangan Bu Rina, Bu Darmi, dan Pak RT ngomong panjang lebar soal dia!” jawab Bima cepat dengan nada sudah percaya seratus perse
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: Tidak ada Kata Terlambat untuk Berbuat Baik
Sore itu awan mendung kelabu bergulung-gulung menutupi seluruh langit desa, angin berhembus kencang membawa bau tanah basah pertanda hujan besar akan segera turun. Kami baru saja selesai membereskan jemuran pakaian di teras, ketika Bima berlari kecil masuk ke rumah dengan napas terengah-engah, wajahnya tampak bingung campur takut.“Kakek! Nenek! Tadi saya lewat dekat gubuk tua di pinggir sawah ujung desa, saya lihat Pak Suwito tergeletak di depan pintunya! Badannya gemetar hebat, mukanya pucat sekali, kayaknya sakit parah tapi tidak ada satu pun orang yang mau mendekat!” serunya cepat sambil memegang ujung bajuku erat-erat.Suasana seketika berubah menjadi hening. Nama Pak Suwito adalah nama yang sudah puluhan tahun menjadi pembicaraan hangat di desa ini. Dulu dia adalah orang paling kaya dan paling berkuasa di sini, punya tanah luas, punya banyak usaha, tapi hidupnya sangat sombong, keras hati, dan sering menyakiti hati orang lain seenaknya. Banyak warga yang dulu pernah ditipu tanah
Last Updated: 2026-07-31
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

Ravika adalah seorang janda muda berparas cantik dan mempesona yang tinggal sendiri dan mengelola rumah kos sederhana peninggalan suaminya. Di balik senyum tipis dan sikap tenangnya, Ravika menyimpan luka masa lalu yang belum sembuh—dan rahasia gelap yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Hingga suatu hari, datanglah Arven, anak kos baru yang tampan, dingin, dan cerdas. Kehadirannya membawa angin segar sekaligus badai yang tak terduga. Perlahan, interaksi antara Ravika dan Arven mulai melintasi batas antara ibu kos dan penyewa. Ketegangan semakin terasa di balik dinding kamar kos yang sempit—tatapan yang terlalu lama, sentuhan yang tak sengaja, dan percakapan yang terlalu dalam. Namun Arven tak datang hanya untuk menyewa kamar. Ia punya tujuan tersembunyi... dan masa lalu Ravika mungkin lebih berbahaya dari yang terlihat. Mampukah mereka menahan godaan yang terus membara? Ataukah semuanya akan berakhir dengan kehancuran yang tak terhindarkan? ---
Read
Chapter: Awal Dari Selamanya
Pagi itu, matahari bersinar lebih hangat dari biasanya.Udara yang masuk melalui jendela membawa aroma bunga melati dari halaman kos.Ravika membuka pintu depan lebih awal dari biasanya.Ia menyapu teras seperti yang selalu ia lakukan setiap pagi.Tidak ada yang berbeda.Namun kini, setiap kali ia menoleh ke arah halaman, selalu ada seseorang yang sedang membantunya.Arven."Biar aku saja."katanya sambil mengambil sapu dari tangan Ravika.Ravika tersenyum."Kalau semua kamu yang kerjakan, aku ngapain?""Duduk.""Temenin aku."Ravika tertawa kecil."Kamu ya..."Hari-hari kembali berjalan seperti semula.Arven kembali bekerja di kantor cabang di kota mereka.Ravika kembali mengurus kos dengan semangat.Namun ada satu perbedaan besar.Kini mereka tidak lagi dipisahkan oleh jarak.Tidak ada lagi panggilan video hingga larut malam.Tidak ada lagi hitungan mundur menuju kepulangan.Setiap pagi mereka bisa menikmati sarapan bersama.Setiap sore mereka duduk di teras sambil berbincang.Dan s
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Langkah Baru Bersama
Pagi pertama setelah Arven kembali terasa begitu berbeda.Tidak ada lagi suara alarm yang terburu-buru.Tidak ada lagi jadwal panggilan video sebelum berangkat kerja.Yang terdengar hanyalah kicauan burung dari halaman kos dan aroma teh hangat yang dibuat Ravika di dapur.Arven membuka jendela kamarnya.Sinar matahari pagi masuk perlahan, menerangi ruangan yang sudah sangat ia rindukan.Ia menarik napas panjang.Untuk pertama kalinya setelah tiga bulan, ia benar-benar bangun di tempat yang ia anggap sebagai rumah.Di dapur, Ravika sedang menyiapkan sarapan."Nasi gorengnya jangan gosong, ya."godanya ketika melihat Arven masuk.Arven tertawa."Tenang.""Aku kan sudah belajar masak selama di luar kota.""Oh ya?""Iya.""Lihat nanti hasilnya."Tak lama kemudian Bima muncul sambil menguap lebar."Wah...""Hari pertama Mas Arven pulang udah langsung pamer.""Aku cuma bantu masak.""Boleh."kata Bima."Asal jangan lupa jatah tester."Suasana dapur kembali dipenuhi tawa.Setelah sarapan ber
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Surat Untuk Masadepan
Malam mulai turun perlahan.Suasana kos yang sejak pagi dipenuhi tawa akhirnya kembali tenang.Lampu-lampu hias yang dipasang para penghuni masih menyala, memberikan cahaya hangat di sepanjang teras. Bekas acara penyambutan mulai dirapikan bersama-sama. Piring-piring kotor dibawa ke dapur, kursi dikembalikan ke tempat semula, sementara balon-balon yang masih utuh dibiarkan menghiasi ruang tengah.Arven ikut membantu membereskan semuanya."Udah, istirahat aja."kata Bima."Baru sampai juga.""Nggak apa-apa."jawab Arven sambil mengangkat kardus bekas."Kalau semuanya kerja, aku masa cuma nonton.""Masih aja nggak enakan."celetuk Bima."Tiga bulan di luar kota ternyata nggak ngubah sifatmu."Semua orang tertawa.Setelah semuanya selesai, para penghuni satu per satu berpamitan kembali ke kamar masing-masing."Mas Arven, besok ngobrol lagi ya.""Siap.""Jangan kabur lagi.""Insyaallah nggak."Tak lama kemudian halaman kembali lengang.Hanya tersisa Arven, Ravika, Bima, Pak Hendra, dan Bu
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Akhir dari Penantian
Mobil yang dikendarai Pak Hendra melambat ketika memasuki jalan kecil menuju kos.Jalan itu tidak berubah sedikit pun.Warung kopi di sudut gang masih buka sejak pagi.Penjual gorengan yang dulu sering didatangi Arven masih sibuk melayani pembeli.Bahkan pohon mangga di depan rumah warga masih berdiri kokoh, hanya saja kini daunnya tampak lebih rimbun.Arven memandangi semuanya tanpa berkedip.Rasa rindu yang selama ini hanya menjadi bayangan kini benar-benar berubah menjadi kenyataan."Masih ingat semua?"tanya Pak Hendra sambil tersenyum."Masih, Pak.""Jangankan lupa.""Sampai lubang di jalan depan warung itu juga masih hafal."Pak Hendra dan Bu Sari tertawa."Berarti memang sudah seperti rumah sendiri."Arven mengangguk pelan."Iya.""Karena memang rumah."Beberapa meter sebelum gerbang kos, Pak Hendra sengaja menghentikan mobil."Kenapa berhenti, Pak?"Pak Hendra mematikan mesin mobil."Kita jalan kaki saja.""Biar lebih terasa."Arven tersenyum.Ia mengambil koper dari bagasi, s
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Pertemuan di Terminal
Langit masih diselimuti warna kebiruan ketika bus yang ditumpangi Arven mulai memasuki kota.Ia membuka tirai jendela perlahan.Jalan-jalan yang selama ini hanya bisa ia lihat melalui layar ponsel kini kembali berada tepat di depan matanya.Deretan toko yang sudah dikenalnya.Jembatan kecil yang selalu dilewati menuju kos.Warung nasi yang dulu sering menjadi tempat makan siang.Semuanya masih sama.Namun entah mengapa, semuanya terasa jauh lebih indah.Mungkin karena kali ini...ia pulang."Sepuluh menit lagi sampai terminal."Suara kondektur membuat beberapa penumpang mulai bersiap.Arven mengambil tas ranselnya, memastikan dompet, ponsel, dan amplop dari kantor pusat masih tersimpan rapi di dalamnya.Ia kemudian menarik napas panjang.Jantungnya mulai berdegup lebih cepat.Tiga bulan.Penantian selama tiga bulan akhirnya benar-benar berakhir.Bus berhenti perlahan di terminal.Pintu terbuka.Satu per satu penumpang turun.Arven ikut melangkah keluar sambil menarik kopernya.Udara p
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Selamat Datang Kembali
Fajar baru saja menyingsing ketika alarm di kamar Arven berbunyi.Ia langsung terbangun.Hari ini bukan lagi hari kerja.Hari ini adalah hari kepulangan.Beberapa detik ia hanya duduk di tepi tempat tidur, memandangi kamar apartemen yang kini nyaris kosong.Dinding yang dulu terasa asing kini menyimpan banyak kenangan.Di sinilah ia belajar hidup sendiri.Di sinilah ia melewati malam-malam ketika rasa rindu begitu berat.Di sinilah ia belajar bahwa sebuah hubungan tidak hanya membutuhkan cinta, tetapi juga kepercayaan dan komunikasi.Arven berdiri, menarik napas panjang, lalu tersenyum."Sudah waktunya pulang."Setelah mandi dan berpakaian rapi, ia memeriksa kamar untuk terakhir kalinya.Lemari sudah kosong.Laci meja tidak lagi berisi apa pun.Dapur kecil juga sudah dibersihkan.Ia tidak ingin meninggalkan pekerjaan tambahan bagi penghuni berikutnya.Sebelum keluar, Arven menoleh sekali lagi."Terima kasih."ucapnya pelan.Lalu ia menutup pintu apartemen.Bunyi klik dari kunci itu se
Last Updated: 2026-07-14
You may also like
Suamiku Kuli Terhormat
Suamiku Kuli Terhormat
Romansa · El Nurien
11.7K views
Wanita yang Mencuri Hati Suamiku
Wanita yang Mencuri Hati Suamiku
Romansa · Nelda Friska
11.7K views
Pesona Bos Tampan
Pesona Bos Tampan
Romansa · Rini Ermaya
11.7K views
Reuni SMA
Reuni SMA
Romansa · Gabriella Tan
11.7K views
Benaran Mantan?
Benaran Mantan?
Romansa · Pena Baper
11.7K views
TOLONG, CINTAI AKU LAGI
TOLONG, CINTAI AKU LAGI
Romansa · Avaya0627
11.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status