로그인Ravika adalah seorang janda muda berparas cantik dan mempesona yang tinggal sendiri dan mengelola rumah kos sederhana peninggalan suaminya. Di balik senyum tipis dan sikap tenangnya, Ravika menyimpan luka masa lalu yang belum sembuh—dan rahasia gelap yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Hingga suatu hari, datanglah Arven, anak kos baru yang tampan, dingin, dan cerdas. Kehadirannya membawa angin segar sekaligus badai yang tak terduga. Perlahan, interaksi antara Ravika dan Arven mulai melintasi batas antara ibu kos dan penyewa. Ketegangan semakin terasa di balik dinding kamar kos yang sempit—tatapan yang terlalu lama, sentuhan yang tak sengaja, dan percakapan yang terlalu dalam. Namun Arven tak datang hanya untuk menyewa kamar. Ia punya tujuan tersembunyi... dan masa lalu Ravika mungkin lebih berbahaya dari yang terlihat. Mampukah mereka menahan godaan yang terus membara? Ataukah semuanya akan berakhir dengan kehancuran yang tak terhindarkan? ---
더 보기Pagi itu, Arven datang ke kantor sedikit lebih awal dari biasanya.Udara masih sejuk ketika ia memarkir motornya di basement gedung. Beberapa rekan kerja baru saja datang dan saling menyapa."Rajin banget, Ven.""Sekalian menghindari macet.""Lumayan, nanti traktir kopi ya."Arven hanya tertawa kecil.Sudah hampir dua bulan ia berada di kantor cabang. Awalnya semua terasa asing, tetapi kini ia mulai mengenal kebiasaan setiap orang. Bahkan suasana kantor yang dulu membuatnya gugup sekarang terasa seperti tempat kerja yang biasa.Ia baru saja menyalakan komputer ketika ponselnya bergetar.RavikaPagi.Semangat kerja ya.Senyum Arven langsung mengembang.Ia membalas cepat.Semangat juga ngurus kosnya.Jangan lupa sarapan.Balasan itu sederhana.Namun setiap kali membaca nama Ravika di layar, Arven selalu merasa ada tenaga baru yang muncul.Menjelang siang, sekretaris divisi menghampirinya."Mas Arven, Pak Dimas minta ketemu."Arven sedikit heran.Biasanya atasannya hanya memanggil saat a
Hari demi hari berlalu tanpa terasa.Kalender yang tergantung di dapur kos kini menunjukkan pertengahan bulan.Ravika berdiri beberapa saat di depannya, lalu tersenyum kecil.Tanpa sadar, ia sudah beberapa kali mencoret tanggal yang berlalu.Jika dulu setiap coretan terasa menyakitkan karena menandakan hari keberangkatan Arven semakin dekat, kini justru sebaliknya.Setiap tanggal yang terlewati berarti hari kepulangan Arven semakin dekat.Tinggal sekitar enam minggu lagi.Masih cukup lama.Namun tidak selama yang dulu ia bayangkan.Pagi itu suasana kos kembali ramai.Beberapa penghuni sudah berangkat bekerja.Ada yang masih sibuk menyetrika pakaian.Ada pula yang tergesa-gesa mencari kunci motor yang ternyata sejak tadi ada di saku celananya sendiri.Ravika hanya menggeleng sambil tertawa melihat tingkah mereka.Kos itu perlahan kembali hidup seperti biasa.Ia mulai menikmati rutinitasnya.Bangun pagi.Menyapu halaman.Menyiram tanaman.Mengecek kamar yang kosong.Menyambut penghuni b
Setelah percakapan malam itu, hubungan Ravika dan Arven perlahan kembali seperti semula.Bukan berarti semua rasa tidak enak langsung hilang.Tidak.Masih ada sedikit canggung.Masih ada rasa bersalah.Namun kini keduanya tahu satu hal.Kalau ada masalah...mereka harus menghadapinya bersama.Bukan memendamnya sendirian.Hari-hari berikutnya berjalan lebih ringan.Arven kembali mengirim kabar setiap pagi.Bukan pesan panjang.Hanya beberapa kata.Selamat pagi.Sudah sarapan?Hari ini semangat ya.Dan Ravika selalu membalas.Semangat juga.Jangan lupa makan siang.Mungkin bagi orang lain itu terlihat biasa.Namun bagi mereka, kebiasaan kecil itulah yang menjaga jarak agar tidak terasa terlalu jauh.Suatu sore, Ravika sedang menyiram tanaman di halaman ketika ponselnya berdering.Panggilan video dari Arven."Eh, tumben sore.""Istirahat sebentar."jawab Arven sambil tersenyum."Cuma lima belas menit.""Ya lumayan."Arven mengarahkan kamera ke luar jendela kantornya."Lihat."Pemandangan
Pagi berikutnya terasa lebih tenang.Hujan yang sejak dua hari terakhir turun tanpa henti akhirnya berhenti.Sinar matahari mulai masuk melalui jendela kamar Ravika.Namun, meski cuaca membaik, suasana hatinya masih belum sepenuhnya pulih.Ia kembali membuka ponselnya.Ruang chat dengan Arven masih berada di urutan paling atas.Pesan terakhir tetap sama.Maaf.Hanya satu kata.Namun Ravika tahu, di balik satu kata itu ada begitu banyak penyesalan.Di kota lain, Arven baru saja selesai mandi sebelum berangkat kerja.Semalaman ia hampir tidak tidur.Ia terus memikirkan percakapan mereka.Semakin diingat, semakin ia sadar di mana letak kesalahannya.Ravika tidak sedang menuntut waktu.Ravika hanya ingin tahu bahwa dirinya baik-baik saja.Dan ia gagal memberikan rasa tenang itu.Sebelum berangkat, Arven menarik napas panjang.Lalu mengirim satu pesan lagi.Aku nggak minta kamu langsung maafin.Tapi kalau nanti kamu sudah siap, aku ingin dengerin semuanya.Kali ini aku janji nggak akan nye












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.