
Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya
Dijual, dijadikan mesin uang, Sienna Halim, tidak pernah merasakan kebahagiaan semenjak dia lahir di keluarga konglomerat.
.
Tekanan dari orang tuanya yang selalu memaksanya mengencani anak-anak pengusaha, membuat kepribadian Sienna yang lembut, menjadi rusak.
.
Di rumah, dia adalah putri semata wayang teladan. Di sekolah, dia adalah Ratu bully yang ditakuti semua orang.
.
Semenjak Henri, ayahnya, memaksa Sienna untuk merayu ketua OSIS di sekolahnya, Sienna meluapkan kekesalannya pada satu orang.
Tak ada yang lain, lelaki cupu yang selalu dia siksa setiap hari di sekolah, Samuel Yudhistira.
.
Kehidupannya yang penuh tekanan menjadi sedikit menyenangkan semenjak 'rutinitas' wajibnya dengan Samuel di mulai.
.
Yang Sienna tidak tau, Samuel juga diam-diam merencanakan pembalasan balik untuknya.
.
Hari itu, Sienna diculik. Dan alih-alih melihat siapa penculiknya, dia tercengang dengan sosok Samuel, berdiri dengan seringai tajam di bibirnya, menjadi Samuel yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
.
"How was it, Sienna? Rasanya disetubuhi oleh lelaki yang biasa kau bully?"
***
Cover Ilustrasi by fb Rida Graphic
อ่าน
Chapter: Chapter 151 TAMAT“Minggir, Stacy. Sasya mau gendong juga!”“Cepetan difoto!”“Hmm… harumnyaa~”“Oh, oh! Dia senyum! Buruan difoto!”“…”“M-Mahkotanya jatuh!”Sambutan paling meriah dengan urutan:1. Classic biola Argenvale Symphony-Set2. Grand Piano Elmont Grand-Pearl Edition3. Diiringi Harpa kristal, terbaru dari Elarisse H-12 Concert SeriesPotongan pohon Sakura imitasi paling besar ditanam pada tengah lantai satu mansion Yudhistira. Ratusan kelopak merah mudanya, menutupi cetak tulisan kaca Aurelith:[Happy 1st Birthday, Mirae Yudhistira]Tak ada yang mengindahkan, sebab, seluruh atensi para tamu pesta ulang tahun jatuh pada bayi dengan senyuman penuh memesona.Semuanya berebut ingin foto dengan Mirae versi sempurna, bergaun renda-renda Étoile Diamond Baby Dress; Stacy, Bella, Aurel, Jinha, gadis-gadis tercantik dari keluarga Yudhistira saling line-up, berbaris. Menunggu giliran berfoto dengan princess cantik di atas kursi ulang tahun ber-safety khusus.Wanita yang melahirkannya, yang susah payah
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-31
Chapter: Chapter 150“Sie...”“...”“Hm?”“...”“...kita tadi, enggak pake kondom, ya.”“Iya.”Plafon dingin di atas mesin filter udara smart air Cryovent ZR-5 Climate Unit. Berdengung. Masih belum ada satupun suara eksternal layar monitor bayi Nestoria M4 Guardian-Cam. Bayi cantik menggemaskan—Mirae, masih tertidur pulas dengan stuffed bunny di tangannya.Tanpa tau, kedua orang tuanya hampir terkena serangan jantung.Bantal di bawah panggulnya seketika dibanting melawan karpet model Velcrona Soft-Step RX yang tak bersalah. Paling pertama panik, justru Samuel sendiri. Sienna, sudah menyadari sejak lebih awal seks mereka yang tanpa pengaman. Paniknya Samuel sampai membuatnya terpeleset piyama berserakan sendiri.“Kenapa enggak bilang, Sie.”“Hah? Kok aku?”Samuel kenakan cepat-cepat boxer hitam hingga piyama tidur lengkap. “Harusnya henti-in aku waktu kita enggak pakai kondom. For god’s love.”“Kok nyalahin aku!?” Sienna naik pitam. Walaupun paniknya juga gradually terus naik. Disaksikan sang suami cepat-c
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-31
Chapter: Chapter 149Separuh yang masuk.Daripada kenikmatan, yang Sienna rasakan pertama kali justru—‘Fuck! Sakit! Serius, sakit! Seriusan se-gede ini? Sumpah, sakit!Kotak putih berenda ivory berlabel Arvenix R-12 Newlywed Collection—tadinya diabaikan, Sienna paksa buka dengan posisi penis Samuel ‘tersangkut’ setengah di dalam kemaluannya.Merutuk dalam hati dan agak kesal juga. Sienna kira seks setelah punya anak akan terasa lebih ‘mudah’ dipagelarkan? Rasa sakitnya sama, dan pelumas alami vaginanya kurang cukup melubrikasi penetrasi.Sienna sempat percaya diri dengan saluran vaginanya—Ia sempat melahirkan, bukan? Perasannya atau apa? Penis Samuel terasa lebih besar dari lubang lahirnya sendiri.“Tsk. Sam! Kecil-in kemaluanmu!” geram Sienna akhirnya memutus mood romantis ‘malam pertama’ mereka. Terpaksa dibuka botol baru lubricant untuk melumasi vaginanya. Banyak, butuh banyak sekali. Sienna tak paham dimana yang salah, pahanya mulai lelah sebab terlalu lama mengangkang.Berawal dari perih dan sesak,
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-31
Chapter: Chapter 148Jika tidak berkat terbantingnya engsel jendela model Asteron VX-4 Panorama Glass—terhempas angin malam—Sienna mungkin akan sangat nervous dengan awkward terjatuh ke atas tubuh suaminya.T-shirt baju tidur pemuda itu tersingkap hingga ke lekuk otot abdomennya. Untung saja, Sienna cepat-cepat pindah posisi sebelum tak sengaja melihat. Terlalu sibuk menetralkan suasana penuh gugup, Sienna asal saja membuka berbagai rak dan lemari yang—jumlahnya banyak sekali di kamar super besar ini—penuh dengan barang, entah apa.Benda panjang diambil. Rak sebelah kiri dari ranjang raksasa mereka, menempel sebuah tempat yang ketika digeser pegangannya, berbagai macam botol-botol kecil warna-warni tersimpan di sana.Menyernyit sebentar, Sienna. Salah satu botol berwarna pink dengan tekstur semacam gel, diambil, diangkat ke hadapan wajah sang pemuda.“Sam,” panggil gadis itu, menoleh sebentar, “Ini apaan, deh? Botol sebanyak ini. Minuman atau apa?”Bantal berpasangan dari ranjang besar Corvessa M11 Imperi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-31
Chapter: Chapter 147“SUMPAH! AKU BELUM NGELAKUIN APA-APA!”Bantal dari Elluné Cradle-Pro tiba-tiba ditendangnya. Dua lengan terangkat ke udara—pose criminal tertangkap basah. Histeris Mirae yang terbangun dengan posisi menjerit trauma, diperparah dengan Samuel yang mendadak tertular virus tantrum.“Sam, kamu itu kenapa?” bahu kanannya kram, pegal, dipakai terlalu lama menimang Mirae sendirian. Dilihatnya Samuel dengan kepala terdongak. “Kamu kenapa tiba-tiba teriak begitu? Enggak boleh main lempar-lempar barang.”“TAPI AKU KESEL!” satu lagi bantal dibalingnya dengan hembus emosi. “AKU BELUM NGAPA-NGAPAIN! LOOK, SIE. DID I TOUCH ANYTHING? NO! I WAS JUST HERE, BREATH! AND—YET,”“Iya, aku paham,” Sienna coba tenangkan suaminya sambil mencoba—juga—tenangkan bayi mereka. “Aku ngerti kamu kesel, but please, don’t throw anything. Aku trauma lihat laki-laki yang suka lempar-lempar barang. Cukup, ayahku aja—”/crash!/“SAM!”Tabung akrilik penuh dengan bubuk bedak steril Vellatrix Care Powder ditendang, Samuel ke
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-31
Chapter: Chapter 146Lengketnya deep-raven surai Samuel menandingi lengket dari tanah lumpur bekas guyuran hujan di lahan taman mansion Yudhistira.Cepat alat sensor Orphéline Vault-Access memindai ‘keberadaan’ Samuel—semenjak memiliki anak, keamanan di mansion-nya diubah sangat ketat. Ada Julius yang terus mengekor di belakang, sedang diperiksa barang bawaannya.Hari ini, hari terberat bagi Samuel.Meski kehidupan perkuliahan tak jauh dari sebatas ‘formalitas’, tugas dan banyak kunjungan tetap memenuhi absensi. Samuel telat sedikit, absennya merah. Ganta marah. Terhitung selesai urusan kampus, Samuel ganti seragam jadi jas hitam formal.Tanpa ampun. Sang ayah meminta Samuel memegang empat cabang Perusahaan Yudhsitira sekalipun. Usianya belum genap dua puluh tahun, client-nya berusia puluhan tahun. Bulan terbit meninggi, Samuel baru bisa menjejak pulang.Dihimpit kerasnya kewajiban sebagai anak, ayah, suami, kata ‘lelah’ tak cukup membantu Samuel. Matanya lengket sekali, Samuel berjalan cepat ingin segera
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-31
Chapter: Chapter 77Pagi itu langit masih berwarna abu-abu ketika Carlos sudah berada di terminal keberangkatan bandara. Matanya tampak lelah. Ia bahkan masih mengenakan pakaian yang sama seperti semalam.Kemeja yang sedikit kusut. Jas yang digantung asal di lengan. Dan aroma alkohol yang masih menempel samar di tubuhnya.Carlos duduk di ruang tunggu VIP sambil menatap landasan pacu di balik jendela besar. Sudah sejak dini hari ia berada di sana.Dan sejak semalam pula ia tidak kembali ke apartemen. Ponselnya tergeletak di meja. Layar gelap.Tidak ada satu pun pesan yang ia kirim. Tidak ada satu pun telepon yang ia lakukan. Beberapa saat kemudian langkah sepatu hak tinggi mendekat.Sintia datang sambil membawa koper kecil dan beberapa kantong pakaian. Begitu mendekat, wanita itu langsung mengernyit."Pak Carlos..."Carlos melirik sekilas."Hm?"Sintia meletakkan kantong pakaian di sampingnya."Bapak nggak pulang ke rumah?"Car
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-26
Chapter: Chapter 76Azalea berdiri di depan bar dengan kedua tangan terlipat di dada. Wajahnya jelas menunjukkan rasa kesal. Sudah hampir tengah malam.Dan setelah menerima pesan singkat dari Carlos yang minta jemput, Azalea langsung datang ke tempat itu tanpa banyak berpikir.Suasana bar yang ramai membuatnya sedikit pusing. Lampu warna-warni berkelap-kelip di mana-mana sementara musik berdentum keras.Azalea menyusuri ruangan sambil mencari sosok Carlos. Namun pria itu tidak terlihat di area utama.Saat sedang menoleh ke berbagai arah, seseorang tiba-tiba memanggilnya."Azalea?"Azalea menoleh."Alex."Alex tampak terkejut melihatnya."Kok lo di sini?""Nyar
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-25
Chapter: Chapter 75Malam itu sebuah bar eksklusif di pusat kota dipenuhi musik yang mengalun pelan dan lampu-lampu temaram.Carlos berjalan masuk bersama Sintia. Beberapa pegawai langsung menyapa hormat saat mengenali presiden direktur muda itu.Tanpa banyak bicara, mereka menuju salah satu sofa VIP yang berada di sudut ruangan. Carlos menjatuhkan tubuhnya ke sofa sambil melonggarkan dasinya.Hari yang panjang membuat wajahnya terlihat lelah. Sintia duduk di seberangnya lalu menuangkan minuman ke dalam gelas kristal."Pak Carlos kelihatannya benar-benar stres hari ini, sampai menghentikan aksi panas kita tadi," ucapnya pelan.Carlos mengambil gelas itu lalu menyesap sedikit."Bisa dibilang begitu." Jawabnya dingin.Sintia tersenyum tipis."Kalau begitu, apa perlu saya panggil beberapa wanita untuk menemani?"Carlos meliriknya sekilas."Tentu."Jawaban itu membuat Sintia sedikit terkejut. Meski begitu ia segera memberi isyarat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-24
Chapter: Chapter 74Carlos membanting map laporan ke atas meja rapat. Suara benturannya membuat seluruh ruangan mendadak sunyi. Para direktur yang duduk mengelilingi meja saling melirik satu sama lain."Jadi ini penjelasan kalian?" tanya Carlos dingin.Salah satu direktur berdeham pelan."Pak Carlos, kami hanya berpikir lebih baik perusahaan mundur dari proyek Bali sebelum kerugiannya semakin besar."Carlos menatap pria itu tajam."Mundur?"Direktur itu mengangguk."Situasi di lapangan nggak memungkinkan untuk dilanjutkan."Carlos menyandarkan tubuhnya ke kursi. Tatapannya satu per satu menyapu seluruh ruangan."Lalu siapa yang akan membayar kerugian puluhan miliar yang sudah keluar?"Tak ada yang menjawab. Carlos tertawa pendek. Tawa yang sama sekali tidak terdengar senang."Astaga ... klian benar-benar luar biasa."Ia membuka kembali laporan yang ada di depannya."Di sini tertulis proyek gagal."Carlos m
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-23
Chapter: Chapter 73Azalea baru saja keluar dari kelas terakhirnya ketika seseorang memanggil namanya."Azalea."Ia menoleh dan langsung menghela napas saat melihat Leon berdiri di ujung koridor."Kalau ini tentang Mike, gue nggak mau dengar," ucap Azalea tanpa basa-basi.Leon memasukkan kedua tangannya ke saku celana."Tenang aja. Bukan soal Mike."Azalea menatapnya curiga.Sejak pertemuan mereka di restoran beberapa waktu lalu, Leon selalu membuatnya tidak nyaman."Apa?""Gue cuma mau bicara berdua."Awalnya Azalea ingin menolak. Namun melihat ekspresi Leon yang tampak serius, akhirnya ia mengangguk pelan."Sebentar aja."
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-22
Chapter: Chapter 72Azalea menutup mata saat ciuman Carlos mulai membasahi tubuhnya. Carlos menarik kaki jenjang Azalea dan menciuminya dari ujung jempol kaki lalu perlahan naik hingga terdengar nyaring setiap ciuman itu berpindah.“Carlos ... Mike, nggak nyentuh gue kayak gini,” ucap Azalea lirih menahan geli yang menjalar ke seluruh tubuhnya.Carlos berhenti sesaat lalu menatap Azalea dengan tajam, “Gue nggak peduli. Bagi gue, lo harus dibersihin,” jawabnya.Ia melanjutkan ciumannya yang perlahan hingga di bagian dalam paha Azalea. Saat ciuman itu tepat berada di area kewanitaannya, Azalea menarik rambut Carlos dengan kencang. Tapi Carlos tidak berhenti.Ciuman itu semakin liar, bahkan Carlos memainkan lidahnya pada kacang Azalea membuat kepala Azalea bergerak kanan kiri tak karuan.“Ahhh, Carlos ... gue .... gue keluar....” pekik Azalea saat cairan cintanya mengalir cukup deras.Carlos tersenyum kecil lalu kembali menciumi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-21