Chapter: Chapter 32Akhir pekan Carlos membawa Azalea ke area panjat tebing outdoor yang berada di pinggir tebing batu asli.Udara terasa sejuk dengan angin yang bertiup cukup kencang. Beberapa peserta lain terlihat sedang mempersiapkan alat pengaman mereka.Sementara Azalea menatap dinding batu tinggi di depannya dengan semangat.“Gila…” Ia mendongak. “Tinggi banget coy.”Carlos yang sedang memasang sarung tangan malah tersenyum miring.“Takut?”Azalea langsung mendelik. “Enak aja.”Carlos terkekeh kecil lalu menunjuk jalur panjat di depan mereka.“Lomba yuk.”Azalea mengangkat alis. “Lomba?”Carlos mengangguk santai.“Siapa yang sampai atas duluan menang. Dan yang menang boleh minta apa pun dari yang kalah”Tatapannya penuh tantangan.Azalea langsung curiga. “Itu nggak adil.”Carlos mendekat sambil memasang harness-nya.“Kenapa?”“Lo kan lebih jago.”
Última atualização: 2026-06-11
Chapter: Chapter 31Azalea baru saja sampai di rumah saat malam sudah cukup larut. Rumah besar itu terasa sunyi. Ia berjalan cepat menaiki tangga sambil menghela napas panjang.Pikirannya masih penuh dengan ucapan Mike tadi.“Kalau itu gue… gue harus pakai cinta.”Azalea langsung menggeleng pelan seolah ingin membuang pikirannya sendiri. Namun saat pintu kamar terbuka ia langsung melihat Carlos sudah ada di atas ranjang sambil memangku laptop.Piyamanya sedikit terbuka di bagian atas, sementara layar laptop masih penuh data pekerjaan.Carlos melirik sekilas. “Kenapa baru pulang?” Nada suaranya datar.Azalea langsung meletakkan tasnya tanpa menjawab.Carlos kembali berkata, “Kan gue udah bilang kalau lo nggak boleh pulang telat.”Azalea langsung menoleh kesal. “Kok lo jadi repot?”Carlos menutup laptopnya pelan. “Karena gue nyuruh begitu. Nggak usah banyak tanya.”Azal
Última atualização: 2026-06-10
Chapter: Chapter 30Azalea langsung merasa tegang melihat tatapan Carlos. Pria itu berjalan mendekat perlahan dengan aura dingin yang langsung membuat suasana berubah tidak nyaman. Azalea buru-buru menjelaskan, “Gue cuma nemenin Mike.” Carlos tetap diam menatapnya. Azalea menelan ludah kecil lalu melanjutkan, “Tangannya terkilir karena gue.” Mike mengangkat tangan yang diperban sambil tertawa kecil. “Waktu latihan taekwondo tadi.” Carlos melirik tangan Mike beberapa detik. Lalu mengangguk kecil. “Oh.” Nada suaranya datar. Sulit ditebak apakah ia benar-benar percaya atau justru sedang menahan sesuatu. Azalea malah jadi makin gugup. Dan anehnya… Tatapan Carlos terasa berbeda saat melihatnya bersama Mike. Akhirnya Azalea balik bert
Última atualização: 2026-06-09
Chapter: Chapter 29Pagi itu Carlos baru saja tiba di kantornya. Langkahnya tenang memasuki ruangan CEO yang luas dan elegan itu sambil melepas jas mahalnya. Tatapannya jatuh pada layar laptop dan tumpukan dokumen kerja. Tok tok tok. Suara ketukan terdengar. “Masuk.” Pintu terbuka perlahan. Seorang gadis masuk sambil membawa secangkir kopi di atas nampan kecil. Carlos yang awalnya fokus pada dokumen langsung mendongak. Dan untuk sesaat tatapannya berhenti. Gadis itu terlihat sangat sederhana. Rambut hitamnya terurai sebahu dengan wajah polos tanpa makeup berlebihan. Kemeja putih dan rok hitam formal yang dipakainya juga terlihat rapi namun sederhana. Berbeda jauh dari tipe wanita kantor yang biasanya mencoba menarik perhatiannya. Carlos memperhatikan gadis itu beberapa det
Última atualização: 2026-06-08
Chapter: Chapter 28Malam sudah larut saat pintu kamar terbuka perlahan. Azalea yang sejak tadi berbaring membelakangi pintu tetap diam menatap tembok.Namun aroma alkohol langsung memenuhi ruangan. Carlos pulang. Langkahnya terdengar sedikit sempoyongan. Jelas ia mabuk.Tak lama, sisi ranjang bergerak saat tubuh Carlos jatuh rebah di sana sambil menghembus napas berat.Perlahan Carlos bergerak mendekat. Lengannya melingkar dari belakang memeluk pinggang Azalea erat.Tubuh Azalea langsung menegang.“Lo masih marah sama gue?” bisik Carlos serak di dekat telinganya.Azalea nggak menjawab. Ia hanya diam sambil menggigit bibir pelan. Namun Carlos malah makin mendekat.Hidungnya menyentuh rambut Azalea pelan sebelum bibirnya mulai mencium belakang leher gadis itu perlahan.Deg.Napas Azalea langsung tercekat. Tangannya tanpa sadar mencengkeram selimut. Carlos memeluknya semakin erat seolah takut Azalea menjauh.Sementa
Última atualização: 2026-06-07
Chapter: Chapter 27Azalea berjalan keluar dari kelas dengan langkah pelan sambil memeluk bukunya di dada. Tatapannya kosong. Bahkan sejak dosen selesai mengajar tadi, pikirannya sama sekali nggak fokus. Semua ucapan Carlos pagi tadi terus terulang di kepalanya. “Itu karena gue lagi pengen aja.” “Nggak lebih.” Azalea menggigit bibirnya pelan. Dadanya masih terasa sakit setiap kali mengingatnya. “Azalea!” Ia tetap berjalan. “Lea!” Masih nggak merespon. Beberapa mahasiswa bahkan mulai melirik bingung. Dan akhirnya seseorang berjalan cepat mendekat dari belakang lalu menepuk pundaknya. “Azalea.” Azalea langsung terkejut dan menoleh cepat. “Hah?!” Mike berdiri di belakangnya sambil mengernyit bingung. “Lea, lo kenapa?” Azalea langsung menarik napas kecil mencoba sadar. “Oh… Mike.”
Última atualização: 2026-06-06

Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya
[CERITA MENGANDUNG UNSUR 21+]
Dijual, dijadikan mesin uang, Sienna Halim, tidak pernah merasakan kebahagiaan semenjak dia lahir di keluarga konglomerat.
.
Tekanan dari orang tuanya yang selalu memaksanya mengencani anak-anak pengusaha, membuat kepribadian Sienna yang lembut, menjadi rusak.
.
Di rumah, dia adalah putri semata wayang teladan. Di sekolah, dia adalah Ratu bully yang ditakuti semua orang.
.
Semenjak Henri, ayahnya, memaksa Sienna untuk merayu ketua OSIS di sekolahnya, Sienna meluapkan kekesalannya pada satu orang.
Tak ada yang lain, lelaki cupu yang selalu dia siksa setiap hari di sekolah, Samuel Yudhistira.
.
Kehidupannya yang penuh tekanan menjadi sedikit menyenangkan semenjak 'rutinitas' wajibnya dengan Samuel di mulai.
.
Yang Sienna tidak tau, Samuel juga diam-diam merencanakan pembalasan balik untuknya.
.
Hari itu, Sienna diculik. Dan alih-alih melihat siapa penculiknya, dia tercengang dengan sosok Samuel, berdiri dengan seringai tajam di bibirnya, menjadi Samuel yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
.
"How was it, Sienna? Rasanya disetubuhi oleh lelaki yang biasa kau bully?"
***
Story by Ig & Tt @penulis_rain
***
Cover Ilustrasi by fb Rida Graphic
Ler
Chapter: Chapter 151 TAMAT“Minggir, Stacy. Sasya mau gendong juga!”“Cepetan difoto!”“Hmm… harumnyaa~”“Oh, oh! Dia senyum! Buruan difoto!”“…”“M-Mahkotanya jatuh!”Sambutan paling meriah dengan urutan:1. Classic biola Argenvale Symphony-Set2. Grand Piano Elmont Grand-Pearl Edition3. Diiringi Harpa kristal, terbaru dari Elarisse H-12 Concert SeriesPotongan pohon Sakura imitasi paling besar ditanam pada tengah lantai satu mansion Yudhistira. Ratusan kelopak merah mudanya, menutupi cetak tulisan kaca Aurelith:[Happy 1st Birthday, Mirae Yudhistira]Tak ada yang mengindahkan, sebab, seluruh atensi para tamu pesta ulang tahun jatuh pada bayi dengan senyuman penuh memesona.Semuanya berebut ingin foto dengan Mirae versi sempurna, bergaun renda-renda Étoile Diamond Baby Dress; Stacy, Bella, Aurel, Jinha, gadis-gadis tercantik dari keluarga Yudhistira saling line-up, berbaris. Menunggu giliran berfoto dengan princess cantik di atas kursi ulang tahun ber-safety khusus.Wanita yang melahirkannya, yang susah payah
Última atualização: 2026-05-31
Chapter: Chapter 150“Sie...”“...”“Hm?”“...”“...kita tadi, enggak pake kondom, ya.”“Iya.”Plafon dingin di atas mesin filter udara smart air Cryovent ZR-5 Climate Unit. Berdengung. Masih belum ada satupun suara eksternal layar monitor bayi Nestoria M4 Guardian-Cam. Bayi cantik menggemaskan—Mirae, masih tertidur pulas dengan stuffed bunny di tangannya.Tanpa tau, kedua orang tuanya hampir terkena serangan jantung.Bantal di bawah panggulnya seketika dibanting melawan karpet model Velcrona Soft-Step RX yang tak bersalah. Paling pertama panik, justru Samuel sendiri. Sienna, sudah menyadari sejak lebih awal seks mereka yang tanpa pengaman. Paniknya Samuel sampai membuatnya terpeleset piyama berserakan sendiri.“Kenapa enggak bilang, Sie.”“Hah? Kok aku?”Samuel kenakan cepat-cepat boxer hitam hingga piyama tidur lengkap. “Harusnya henti-in aku waktu kita enggak pakai kondom. For god’s love.”“Kok nyalahin aku!?” Sienna naik pitam. Walaupun paniknya juga gradually terus naik. Disaksikan sang suami cepat-c
Última atualização: 2026-05-31
Chapter: Chapter 149Separuh yang masuk.Daripada kenikmatan, yang Sienna rasakan pertama kali justru—‘Fuck! Sakit! Serius, sakit! Seriusan se-gede ini? Sumpah, sakit!Kotak putih berenda ivory berlabel Arvenix R-12 Newlywed Collection—tadinya diabaikan, Sienna paksa buka dengan posisi penis Samuel ‘tersangkut’ setengah di dalam kemaluannya.Merutuk dalam hati dan agak kesal juga. Sienna kira seks setelah punya anak akan terasa lebih ‘mudah’ dipagelarkan? Rasa sakitnya sama, dan pelumas alami vaginanya kurang cukup melubrikasi penetrasi.Sienna sempat percaya diri dengan saluran vaginanya—Ia sempat melahirkan, bukan? Perasannya atau apa? Penis Samuel terasa lebih besar dari lubang lahirnya sendiri.“Tsk. Sam! Kecil-in kemaluanmu!” geram Sienna akhirnya memutus mood romantis ‘malam pertama’ mereka. Terpaksa dibuka botol baru lubricant untuk melumasi vaginanya. Banyak, butuh banyak sekali. Sienna tak paham dimana yang salah, pahanya mulai lelah sebab terlalu lama mengangkang.Berawal dari perih dan sesak,
Última atualização: 2026-05-31
Chapter: Chapter 148Jika tidak berkat terbantingnya engsel jendela model Asteron VX-4 Panorama Glass—terhempas angin malam—Sienna mungkin akan sangat nervous dengan awkward terjatuh ke atas tubuh suaminya.T-shirt baju tidur pemuda itu tersingkap hingga ke lekuk otot abdomennya. Untung saja, Sienna cepat-cepat pindah posisi sebelum tak sengaja melihat. Terlalu sibuk menetralkan suasana penuh gugup, Sienna asal saja membuka berbagai rak dan lemari yang—jumlahnya banyak sekali di kamar super besar ini—penuh dengan barang, entah apa.Benda panjang diambil. Rak sebelah kiri dari ranjang raksasa mereka, menempel sebuah tempat yang ketika digeser pegangannya, berbagai macam botol-botol kecil warna-warni tersimpan di sana.Menyernyit sebentar, Sienna. Salah satu botol berwarna pink dengan tekstur semacam gel, diambil, diangkat ke hadapan wajah sang pemuda.“Sam,” panggil gadis itu, menoleh sebentar, “Ini apaan, deh? Botol sebanyak ini. Minuman atau apa?”Bantal berpasangan dari ranjang besar Corvessa M11 Imperi
Última atualização: 2026-05-31
Chapter: Chapter 147“SUMPAH! AKU BELUM NGELAKUIN APA-APA!”Bantal dari Elluné Cradle-Pro tiba-tiba ditendangnya. Dua lengan terangkat ke udara—pose criminal tertangkap basah. Histeris Mirae yang terbangun dengan posisi menjerit trauma, diperparah dengan Samuel yang mendadak tertular virus tantrum.“Sam, kamu itu kenapa?” bahu kanannya kram, pegal, dipakai terlalu lama menimang Mirae sendirian. Dilihatnya Samuel dengan kepala terdongak. “Kamu kenapa tiba-tiba teriak begitu? Enggak boleh main lempar-lempar barang.”“TAPI AKU KESEL!” satu lagi bantal dibalingnya dengan hembus emosi. “AKU BELUM NGAPA-NGAPAIN! LOOK, SIE. DID I TOUCH ANYTHING? NO! I WAS JUST HERE, BREATH! AND—YET,”“Iya, aku paham,” Sienna coba tenangkan suaminya sambil mencoba—juga—tenangkan bayi mereka. “Aku ngerti kamu kesel, but please, don’t throw anything. Aku trauma lihat laki-laki yang suka lempar-lempar barang. Cukup, ayahku aja—”/crash!/“SAM!”Tabung akrilik penuh dengan bubuk bedak steril Vellatrix Care Powder ditendang, Samuel ke
Última atualização: 2026-05-31
Chapter: Chapter 146Lengketnya deep-raven surai Samuel menandingi lengket dari tanah lumpur bekas guyuran hujan di lahan taman mansion Yudhistira.Cepat alat sensor Orphéline Vault-Access memindai ‘keberadaan’ Samuel—semenjak memiliki anak, keamanan di mansion-nya diubah sangat ketat. Ada Julius yang terus mengekor di belakang, sedang diperiksa barang bawaannya.Hari ini, hari terberat bagi Samuel.Meski kehidupan perkuliahan tak jauh dari sebatas ‘formalitas’, tugas dan banyak kunjungan tetap memenuhi absensi. Samuel telat sedikit, absennya merah. Ganta marah. Terhitung selesai urusan kampus, Samuel ganti seragam jadi jas hitam formal.Tanpa ampun. Sang ayah meminta Samuel memegang empat cabang Perusahaan Yudhsitira sekalipun. Usianya belum genap dua puluh tahun, client-nya berusia puluhan tahun. Bulan terbit meninggi, Samuel baru bisa menjejak pulang.Dihimpit kerasnya kewajiban sebagai anak, ayah, suami, kata ‘lelah’ tak cukup membantu Samuel. Matanya lengket sekali, Samuel berjalan cepat ingin segera
Última atualização: 2026-05-31