Chapter: Bab 57. KhawatirSetelah mendengar kabar bahwa Myli hamil. Keeiko tidak tinggal diam. Detik itu juga dirinya memaksa mengajak Istrinya keluar untuk membeli barang apapun sesukanya. Karena hingga saat ini wanita itu belum juga ada tanda-tanda mengidam. Myli sampai tidak bisa berdebat lagi. Kan bisa menunggu pas dirinya ngidam, kalau begini kan dirinya bingung harus memilih barang apa untuk dibeli. Memang tidak sabaran pria itu. “Tidak harus menunggu ngidam dulu kan? kau bisa memilih barang yang dulunya belum bisa kau beli. Pasti ada kan? Ayolah! Ingat-ingat lagi, apa yang kau inginkan namun belum kesampaian?” Itu jawaban Keeiko yang selalu keluar ketika Myli berkata tidak ada atau belum ingin satupun. “Meskipun barang receh kau mau membelikannya?” Tanya Myli. Keeiko mengangguk. “Ya, tentu saja. Aku bisa memberi apapun untukmu.” Anggapan receh bagi Myli belum tentu sama dengan Keeiko. Receh versinya sangat lah berbeda. “Aku ingin sandal harga 300ribu dan anting mainan bentuk mutiara yang mungkin s
Terakhir Diperbarui: 2026-03-26
Chapter: Bab 56. Kabar gembira“Hello, astaga Myli... Akhirnya kau menjawab telepon ku ini. Aku kepikiran denganmu. Sungguh! Sudah beberapa hari kita tidak saling berkabar kan... Pak Keeiko juga berkali-kali tidak hadir. Mau menanyakan langsung tidak bisa. Menelepon terus-terusan bisa-bisa dicurigai ada hubungan.” Kata Olive begitu panggilan langsung tersambung. Kekhawatirkan menggambarkan perasaan Olive saat ini. “Omong-omong bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja setelah difitnah Sereya?” Myli terharu, ternyata masih ada yang mengkhawatirkannya. Walau itu bukan keluarga. “Terima kasih Olive. Aku baik-baik saja, kau tahu kan aku tidak peduli dengan berita bodoh tidak berbobot itu. Hanya saja...” Myli terdiam menatap Keeiko yang tidur sembari menempelkan terasi di hidungnya yang harga 500an itu loh. Apakah ini hobi baru suaminya? Mencium bau-bauan tidak sedap nan bangkai. “Hanya saja...?” Olive mengulanginya. Myli menghembuskan napasnya lalu keluar dari kamar. Lebih tepatnya menjauh dari Keeiko. Laki-laki
Terakhir Diperbarui: 2026-03-25
Chapter: Bab 55. Makan bijinya?“Olla!”“Sudah merasa bisa hidup sendiri?! Ditelepon tidak di angkat, disms tidak dibaca sama sekali.” Pintu apartementnya terbuka secara tiba-tiba. Waktu tidurnya jadi terganggu. Ia kaget, benar-benar kaget. Olla menyesal telah memberitahu wanita itu tentang pinnya. “PADAHAL AKU SUDAH MENYIAPKAN RENCANA LAGI UNTUK KAU LAKSANAKAN!” Ujar Sereya kesal. Dia sangat butuh Olla. Tapi perempuan itu seakan menghindarinya terus menerus. “Gagal lagi. Kau memang tidak bisa diharapkan.” “Ck, sudahlah. Mending kau pergi saja dari sini.” Usir Olla yang terlihat sangat setres. “Apa katamu?!” Sereya mendelik tidak percaya mendengar kalimat buruk itu. “Kau sudah merasa tidak butuh aku lagi, makanya bersikap angkuh seperti ini. Dasar mata duitan!” Olla terpancing oleh kata-kata itu. Dia pun berteriak. “SEENAKNYA SAJA KAU! AKU KENA TIPU SEBESAR 450JUTA. BISA KAU MEMBANTU MENGEMBALIKANNYA?!” Itu bukan uang yang sedikit. Mustahil bisa dapat sebesar itu dalam waktu dekat kecuali melakukan pencur
Terakhir Diperbarui: 2026-03-19
Chapter: Bab 54. Tidak biasaKeeiko mengajaknya pulang ke rumah. Myli pun setuju, lama-lama di hotel juga tidak merasa bebas. “Kau rese sekali, tunggu saja di kasur. Kalau menempeli ku seperti ini, aku merasa gerah dan sesak.” Ini mau maju dua langkah rasanya berat. Sudah tubuh Keeiko besar mirip kingkong. Tidak biasanya seperti ini. Wajar sih sedang sakit, kelakuannya mirip toddler. “Aku merasa tidak baik-baik saja saat kau menjauhi ku.” “Setidaknya aku bergerak masih di dalam sini... Dan kau bisa memantauku langsung dengan mata terbuka. Apa yang kau resahkan...” Myli sedang memikirkan secara logika, cara membuka koper tanpa duduk tanpa jongkok. Lah ini sela-sela jari jempolnya sudah dilatih untuk membuka resleting koper itu, tapi rasanya bikin emosi karena meleset terus. Kesabarannya tidak lah setebal emas antam 1000gram. Dirinya lagi-lagi harus bersikap alay untuk membujuk laki-laki itu. Merasa malu sih. Dia itu kalau sedang sibuk tanpa diganggu, selesainya malah lebih cepat. Kalau ditempeli begini bawaa
Terakhir Diperbarui: 2026-03-13
Chapter: Bab 53. Demam“Aku... Aku tidak ingin terpisah denganmu. Tapi kalau takdir sudah menjemput, aku terpaksa akan mengikhlaskanmu.” “Kau tahu kan Myli...? Bahwa aku benar-benar dan sangat mencintaimu. Dari awal dan akhir hayatku.” Bibirnya bergetar hebat. Myli mengangguk sekaligus menatapnya seksama. Mata pria itu terpejam. Meringkuk dan menggigil secara bersamaan. Dia tidak tahu harus bagaimana selain mendengarkan terlebih dahulu hingga selesai. “Jika diambil sekarang, aku tidak ingin sama sekali. Karena masih ingin memiliki anak bersamamu dan hidup mendampingi mereka. Aku harap aku masih sempat berada di posisi itu.” Matanya berkaca-kaca saat terbuka. “Sadar lah, umurmu masih sangat panjang. Apa yang kau khawatirkan...?” Ucap Myli. “Hentikan omongan itu, Keeiko. Kau hanya tinggal Istirahat dan meminum obat.” Lanjutnya berusaha melepaskan tangannya yang dicekal erat. Kalau begini mana bisa membantu menyembuhkannya. “Kenapa tidak dari dulu-dulu saja kau ku nikahi. Andai dari dulu, pasti sekarang
Terakhir Diperbarui: 2026-03-08
Chapter: Bab 52. KesepakatanDari dalam hotel, para petugas perempuan panik hingga kalang kabut. Ya, selalunya heboh terlebih dahulu. Mendengar suara gemuruh yang mengerikan, keras dan berisik seperti dalam tanah yang sedang bergerak. “Hei cepat keluar dan lari ke tempat aman.” Semuanya berbondong-bondong ....“Pak ada apa dan bagaimana ini? Sepertinya di luaran sana sangat berbahaya. Kemungkinan kita akan terjebak!” Ujarnya pada sang pemilik hotel. “Kalian terlalu paranoid!” Balas pria itu. Akhirnya ia memutuskan keluar untuk melihat situasi di luar. Betapa terkejutnya melihat excavator dan alat lain yang sudah siap menyenggol bangunan miliknya. Airlan datang ke lokasi dengan menyewa 18 alat berat yang siap meruntuhkan dan meratakan hotel ini. Dia berdiri di depan bangunan itu dengan tertawa jahat dan terbahak-bahak. “HEI!” Orang-orang di sana langsung tertuju padanya. “Berani-beraninya kalian mengacau di sini. Dibayar oleh siapa kalian? Pergi! Atau aku panggilkan aparat agar kau ditangkap semua.” Pak H
Terakhir Diperbarui: 2026-03-06