author-banner
NN
NN
Author

Novels by NN

Sisa Rasa

Sisa Rasa

Selina Athalia Putri tak pernah menyangka hidupnya akan kembali bersinggungan dengan Rendra—laki-laki yang dulu pernah mengisi masa lalunya. Dari kebiasaannya yang bar-bar dan hidup tanpa rencana serius, ia justru dihadapkan pada perjodohan mendadak yang diatur orang tua mereka. Yang lebih mengejutkan, calon suaminya adalah Rendra—mantan yang ia tinggalkan sepuluh tahun lalu tanpa penjelasan. Pertemuan itu membuka luka lama yang belum sepenuhnya sembuh, memaksa mereka duduk berhadapan sebagai dua orang dewasa yang berpura-pura baik-baik saja. Saat gengsi, tuntutan keluarga, dan perasaan lama saling berbenturan, Selin sadar satu hal: kali ini, ia tak bisa lagi kabur tanpa harus menghadapi akibatnya.
Read
Chapter: Bab 6 : Gegar Otak Ringan
Setibanya di IGD Rumah Sakit Bandung, masuklah mama Sekar, dengan wajah pucat dan mata merah. Di belakangnya ada Kak Dika dan Pak Ardan, Papa Selin yang biasanya tenang, tapi kali ini alisnya berkerut dalam dan langkahnya cepat. Mereka berdua langsung menuju ke arah ranjang Selin.“Ya Allah Selin. . .” Mama Sekar yang melihat putrinya terbaring dengan dahi yang di perban dan selang infus di tangan kirinya langsung memeluk putrinya pelan, air matanya menetes di bahu Selin. Suaranya bergetar.Sedangkan Papa Selin yang berada di sebelahnya mengusap punggung istrinya untuk menenangkan. Dika yang berdiri di sisi lain ranjang dengan mata berkaca kaca tak kuasa melihat adiknya yang biasanya ceria kini terbaring lemah tak berdaya.Selin, yang masih setengah sadar akibat obat penghilang rasa sakit, merasakan ada tangan hangat menggenggamnya. Ia membuka mata perlahan. Bayangan kabur perlahan membentuk wajah yang sangat ia kenali.“Ma. . . ma ?” bisiknya lemah. Mama Sekar tersenyum di antara air
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Bab 5 : Musibah Datang Tiba - Tiba
Pagi itu hujan belum turun, tapi langit Jakarta masih mendung sejak subuh tadi. Selin berdiri di depan cermin, merapikan tambutnya yang di curly.Setelan abu- abu muda sudah melekat rapi di tubuhnya. Ini bukan pertama kalinya rapat di Bandung, tapi entah kenapa hari ini rasanya berbeda.Ia meraih tas kerjanya, memastikan laptop dan dokumen ada didalam. Mama sempat menyadarkan susu hangat sebelum Selin berangkat.“Hati - hati di jalan dek, Bandung lagi sering hujan,” pesan mamanya.“Iya Ma,” jawab Selin sambil mencium tangan dan pipi mamanya.Ia duduk di kursi pengemudi mobilnya, sebuah Honda Jazz putih yang sudah lima tahun menemani perjalanannya. Mobilnya melaju keluar dari rumah menuju ke rumah temannya, Dina.Di sebelahnya, Dina, rekan kerjanya yang cerewet sedang mengoceh tentang presentasi yang akan mereka sampaikan di kantor klien di Bandung.“Sel, kamu yakin bawa mobil sendiri? Kan bisa naik kereta, lebih santai,” kata Dina sambil mengunyah roti ta
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Bab 4 : Pertemuan mereka pertama tanpa orang tua
Sejak pagi, Selin sudah duduk didepan meja komputernya. Jarinya bergerak diatas keyboard, namun bayangan tentang Rendra terus berputar diotaknya, setelah 3 hari diumumkannya perjodohan itu.Wajahnya yang tenang.Sikapnya yang dingin.Seolah aku cuma orang asing.“Kenapa sih harus dia,” gumam Selin pelan, nyaris tak bersuara.Selin menghela napas, lalu menggeser duduknya. Ia mencoba fokus kembali. Ini jam kerja, bukan saatnya mengingat mantan yang tiba-tiba berubah jadi calon suami.Ia kembali mengetik. Beberapa menit berlalu, Selin berhasil menyelesaikan satu halaman penuh. Ia tersenyum kecil. Lalu membaca judul filenya. Seketika senyum itu pun hilang. Karena disudut kanan layar, tanpa disadari, ia menamai file itu :Draft - RBuru - buru ia menghapus huruf itu dan menggantinya dengan nama yang benar.“Astaga, aku udah gila ini,” bisikku pelan.Tapi jauh di dalam hati, aku tahu masalahnya bukan karena aku kepikiran Rendra.Masalahnya karen
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: BAB 3 — Setelah Makan Malam Itu
Perjalanan pulang rasanya aneh.Bukan karena macet. Bukan juga karena capek. Tapi karena kepala Selin terlalu penuh. Ia duduk di kursi belakang, menyandarkan kepala ke kaca mobil, menatap lampu jalan yang lewat satu-satu. “Papa senang banget tadi,” suara Papa memecah sunyi. “Om Ardi itu orangnya baik. Dan Rendra juga kelihatannya matang.” Selin mengangguk kecil. “Hm.” Mama ikut menimpali, nadanya ringan. “Mama kira kamu bakal lebih kaget, Lin. Tapi kamu kelihatan tenang.” Selin nyaris tertawa. Tenang apanya. Raka melirik lewat spion. “Aku juga kaget. Kirain bakal dikenalin sama orang asing, taunya teman sekolah.” “Iya. Aku juga gak nyangka.” Raka terkekeh pelan. “Ya… dunia emang sempit.” Papa berdehem kecil. “Yang penting sekarang kita pikir kedepan.” Ke depan. Kata itu bikin dada Selin agak sesak. Mobil akhirnya berhenti di depan rumah. Selin turun paling duluan, langkahnya cepat. Ia nggak nunggu siapa pun, langsung masuk dan naik ke kamar. Begitu pintu kamar tertutup,
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: BAB 2 — Gila, Ternyata Itu Kamu
Restoran itu terlalu rapi untuk suasana hati Selin malam ini.Lampu temaram yang hangat. Aroma makanan mahal. Musik yang mengalun pelan, menenangkan tapi justru bikin jantung Selin makin terdengar jelas di telinganya sendiri.Ia berjalan di belakang Papa dan Mama, sementara Raka menyusul di sampingnya. Langkah Selin melambat tanpa sadar.Ada perasaan aneh sejak tadi. Kayak mau ketemu sesuatu yang nggak siap dia hadapi.“Private room-nya sebelah sini Pak,” kata pelayan sambilmembuka pintu geser kayu.Selin menarik napas.Begitu pintu terbuka—Langkahnya berhenti.Bukan karena ruangan itu penuh orang dewasa berwibawa. Bukan juga karena suasana formal yang bikin tegang.Tapi karena satu wajah di sudut ruangan itu.Wajah yang seharusnya sudah terkunci rapi di masa lalu.Wajah yang —tidak pernah ia duga akan muncul di sini.Selin refleks mundur setengah langkah.Cowok itu juga membeku.Tatapan mereka bertemu.Hanya satu detik. Tapi cukup untuk membuat dada Selin sesak.Kenapa dia?Dari s
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Bab 1 : Tanpa Peringatan
“KAMU PULANG JAM BERAPA TADI MALAM?!”Belum lima menit Selin membuka mata, suara Mamanya, Sekar sudah naik satu oktaf dari balik pintu kamar.Selin meringkuk di bawah selimut, rambutnya acak-acakan, wajah kusut, mata masih berat. Ia mengedip dua kali. “Jam. . . dua?” Suaranya serak. “kayaknya.” “KAYAKNYA?!” Mama meledak.Selin menarik selimut lebih tinggi, seolah kain itu bisa menyelamatkannya dari ceramah pagi.“Selina Athalia Putri.” Mama melangkah masuk, berdiri di samping ranjang. “Kamu itu anak perempuan. Pulang jam dua pagi, nyetir sendiri. Kamu pikir Mama nggak capek mikir?”Selin menggaruk kepala. “Ma… itu cuma nongkrong. Bukan tawuran.”“Cuma nongkrong kok bisa pulang jam dua pagi?” Sekar bertanya cepat.“Ngumpul biasa aja,” jawab Selin mendengus kecil.Mama memijat pelipis. “Lin… Papa Mama itu capek banget ngadepin kamu. Kamu anak baik sebenarnya, tapi kelakuan kamu—susah banget diatur.”Belum sempat Selin membalas, Papa sudah muncul di ambang pintu sambil membawa gelas ko
Last Updated: 2026-02-03
You may also like
Nikah Yuk!
Nikah Yuk!
Romansa · Erna Azura
32.6K views
Istri Kedua Kaisar
Istri Kedua Kaisar
Romansa · Azura Nucifera
32.6K views
Kamu Milikku
Kamu Milikku
Romansa · Anna Sahara
32.6K views
SAYUR KENTANG LIMA RIBU
SAYUR KENTANG LIMA RIBU
Romansa · Putri putri
32.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status