LOGINSelina Athalia Putri tak pernah menyangka hidupnya akan kembali bersinggungan dengan Rendra—laki-laki yang dulu pernah mengisi masa lalunya. Dari kebiasaannya yang bar-bar dan hidup tanpa rencana serius, ia justru dihadapkan pada perjodohan mendadak yang diatur orang tua mereka. Yang lebih mengejutkan, calon suaminya adalah Rendra—mantan yang ia tinggalkan sepuluh tahun lalu tanpa penjelasan. Pertemuan itu membuka luka lama yang belum sepenuhnya sembuh, memaksa mereka duduk berhadapan sebagai dua orang dewasa yang berpura-pura baik-baik saja. Saat gengsi, tuntutan keluarga, dan perasaan lama saling berbenturan, Selin sadar satu hal: kali ini, ia tak bisa lagi kabur tanpa harus menghadapi akibatnya.
View MoreSetelah selesai sarapan, Rendra mulai merapikan barang-barang mereka. Sore harinya, mereka memutuskan untuk meninggalkan hotel dan menuju apartemen pribadi Rendra.Laju mobil melambat saat memasuki area parkir apartemen mewah di kawasan pusat kota. Rendra hanya perlu menempelkan kartu akses khusus dan petugas keamanan langsung membungkuk hormat.Selin menatap gedung tinggi di depannya dengan perasaan campur aduk.Ini adalah pertama kalinya ia akan tinggal disana sebagai isteri."Sudah sampai, Sayang," ucap Rendra lembut saat mobil berhenti di lobi privat.Mereka naik menggunakan lift yang langsung menuju unit tersebut. Begitu pintu apartemen terbuka, aroma maskulin yang elegan langsung menyambut indra penciuman Selin. Di depannya, terbentang ruang tamu yang sangat luas dengan dinding kaca setinggi langit-langit yang memperlihatkan pemandangan sunset Jakarta yang memukau."Mas... ini apartemen kamu?" tanya Selin terbata."Apartemen kita, Sayang and welcome to the home mrs. Rendra." uja
Keesokan harinya, Rendra bangun lebih dulu. Ia tidak langsung beranjak, melainkan menatap wajah istrinya yang masih terlelap disampingnya.Rendra tersenyum tipis mengingat bagaimana "pertempuran" mereka yang baru selesai hampir subuh. Ia mendekat, lalu mengecup kening istrinya."Makasih ya, Sayang," bisiknya pelan, hampir tak terdengar.Dengan hati-hati, Rendra melepaskan pelukannya agar tidak membangunkan Selin. Begitu ia bergerak, ia merasa punggungnya sedikit perih. Ia berjalan menuju cermin besar di sudut kamar dan berbalik. Di sana, terlihat beberapa bekas merah dan guratan kuku yang cukup jelas.Rendra tertawa kecil sambil menggelengkan kepala. "Ganas juga ternyata kalau lagi panik," gumamnya teringat momen saat Selin menjerit dan mencengkeramnya kuat semalam.Ia kemudian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu keluar hanya mengenakan celana pendek saja. Sebelum membangunkan istrinya, Rendra menelepon layanan kamar untuk memesan sarapan.Rendra kembali ke sisi te
Rendra menatap matanya, memastikan.“Kamu yakin?”Selin mengangguk mantap tanpa ragu sedikit pun.Dan kali ini, Rendra tak lagi menahan diri. Ia merengkuh tengkuk Selin, mencium Selin lebih dalam. Lidah mereka mulai bertautan, saling menjelajah dan membalas.Rendra kemudian berdiri sambil menggendong Selin seperti koala, membiarkan kaki jenjang istrinya melingkar erat di pinggangnya, tanpa memutuskan tautan bibir mereka. Ia membawa Selin menuju tempat tidur king size dan merebahkannya disana dengan hati-hati.Tatapan Rendra mengunci mata Selin saat jemarinya mulai menyentuh kancing piyama satin yang dikenakan istrinya. Satu per satu kancing itu terlepas, menyingkap kulit putih Selin yang halus.Setelah piyama itu tersingkap sepenuhnya, Rendra kemudian melepas piyamanya sendiri dan melemparnya ke lantai, lalu melepaskan sisa pakaiannya hingga tak ada lagi penghalang di antara mereka.Selin yang merasa tubuhnya terekspose sempurna, spontan tangannya menutupi dadanya. "Ren, jangan dilia
Pintu kamar President suite itu tertutup dibelakang mereka.Klik.Suasana langsung berubah.Tidak lagi terdengar suara musik, tawa tamu, atau sorotan lampu. Yang ada hanya kesunyian malam dan mereka berdua.Rendra menghela napas panjang, melepaskan ketegangan di bahunya. Ia segera melepas sepatu pantofelnya, lalu menyampirkan tuksedo hitamnya di sofa.Sambil melonggarkan dasi dan membuka dua kancing teratas kemejanya, matanya tak lepas dari sosok istrinya yang kini duduk di meja rias.Selin menatap pantulannya di cermin yang masih cantik, namun sorot matanya tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya.Perlahan ia mulai membersihkan makeup di wajahnya. Tangannya mulai bekerja, mencoba melepas satu per satu aksesoris rambut yang tertanam kuat di sanggulnya. Namun, sebuah jepit mungil tersangkut, membuat Selin meringis kecil sambil berusaha menariknya perlahan."Ah..." gumamnya pelan.Tiba-tiba, sepasang tangan yang hangat membantunya. Melalui cermin, Selin melihat Rendra sudah berdiri di bel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews