author-banner
Scorpio_san
Author

Novels by Scorpio_san

VALYZARYON Pedang Naga Hitam

VALYZARYON Pedang Naga Hitam

Di dunia yang retak oleh sihir dan sejarah yang dibungkam sekian lama, akhirnya kemabli memberontak. Aku, Caesar Atala Raharja, adalah satu dari sedikit remaja yang masih percaya, kalau sekolah sihir itu hanya bergulat pada mantra, atau nilai ujian semata. Tapi ternyata aku salah. Suara asing itu tiba-tiba memanggil nama ku dengan sangat lirih. Suara yang ternyata datang dari dalam darahku sendiri. Dan sejak saat itu, aku terseret kedalam pusaran rahasia tua. Sebuah garis keturunan kono, yang menyebabkan perang antara cahaya dan kegelapan. Artefak legendaris yang telah tertidur selama ratusan tahun, sebuah pedang naga hitam yang sering disebut Valzaryon, kini menyatu didalam nadi ku. Yang katanya, darah ku adalah darah yang tepat, yang membuat ia bangkit dari tidur panjangnya. "Darah mu adalah kunci yang dicari oleh para pengkhianat sihir," "Dia menginginkan mu. Para penjaga terkutuk itu, bahkan arwah yang belum selesai. Semua mengingunkan mu." Sebuah bisikan yang masih aku cari kebenarannya. Sebuah bisikan yang selalu menggema dikepala.
Read
Chapter: 122. Retakan Terakhir
BOM! Ledakan itu menghantam tepat di depanku. Tubuhku terpental beberapa meter ke belakang, menghantam lantai batu aula utama dengan keras. Retakan panjang langsung menjalar dari titik benturan, seperti jaring laba-laba yang pecah. Napas tercekat. Dadaku terasa sesak seperti diremas dari dalam. “Caesar!” suara Yuzi terdengar samar. Aku mencoba bangkit. Namun tanganku masih gemetar saat menekan lantai. Pandanganku bergetar, tapi aku bisa melihat sosok Veyron yang berdiri tegak di tengah aula. Tidak, bukan hanya berdiri. Dia bahkan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Seolah seranganku tadi tidak berarti apa-apa. “Serangan yang menarik,” gumam Veyron santai. Dia mengibaskan sedikit debu dari bahunya. “Tapi masih jauh dari cukup. Naga Hitam memang sudah berkembang sekarang, tapi dia tetap belum sepadan denganku.” Aku menggertakkan gigi dengan rahang mengeras. Mode penyatuan dengan Naga Hitam masih aktif. Energi hitam masih menyelimuti tubuhku. “Serangan kita ngg
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: 121. Raja Yang menunggu
Kami berjalan menuju kerajaan itu, awalnya dengan langkah perlahan karena takut ada yang tiba-tiba datang menyergap. Tapi anehnya, tidak ada penjaga atau pasukan satupun di tempat itu. Semuanya kosong seperti tidak ada kehidupan lain selain kami. “Kenapa sepi banget?” gumamku masih dengan langkah mengendap. “Ini beneran kerajaan, bukan kota mati?” “Stttt!” desis Yuzi. “Jangan gegabah. Tempat yang terlihat sepi, justru menyimpan banyak bahaya yang tidak kita tahu.” Belum sempat mencerna keanehan dari situasi kerajaan, kami kembali dikejutkan dengan pintu gerbang yang tiba-tiba saja terbuka saat kami mendekat. Tetap tanpa ada penjaga ataupun suara bising kain selain langkah kami bertiga. “Pelan-pelan aja masuknya,” gumamku dengan suara yang ku redam serendah mungkin. Aku sadar Arvas melirik dengan tatapan aneh, tapi mau gimana lagi, tingkat waspadaku meningkat kalau ada di tempat baru. Dan lagi, Naga Hitam terus saja berbisik hal-hal yang aneh. Tentang anak yang ikut tert
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: 120. Panggolan Dari Veyron
"Dada gue kenapa sesak gini?" gumamku pelan. Aku berdiri menatap dua gerbang yang tersisa. Langit masih tampak retak di atas sana. Cahaya merah itu seperti luka yang belum sepenuhnya sembuh. Sesekali aku melirik Yuzi dan Arvas yang masih di tempat mereka dengan napas terengah. Ucapan Veyron tadi masih terngiang di kepalaku. Tentang dia yang memintaku datang ke kerajaan Valzaryon. Aku menghela napas panjang, seraya menyeka keringat yang hampir masuk ke mata. Dibelakangku, Naga Hitam masih berdiri kokoh. Dia tidak banyak bicara, seolah sedang mengumpulkan informasi dari kemunculan Veyron sebelumnya. “Lagian walaupun nggak disuruh, kita tetap bakal kesana,” gumamku akhirnya. Yuzi dan Arvas melirik lalu menarik napas panjang. “Sebelum itu, sembuhkan dulu semua lukamu,” kata Yuzi. Dia melirik luka yang menganga di bagian tangan kiriku. "Kalau tidak, kamu hanya akan mati kehilangan banyak darah." Entah dari mana da
Last Updated: 2026-03-20
Chapter: 119. Tujuan Veyron yang Sebenarnya
Mata Veyron sedikit menyipit. “Dimana anak kecil yang kalian tolong?” Pertanyaan itu terdengar seperti mencemooh kami secara halus. Karena tak lama, gelak tawa Veyron menggema, menyatu dengan udara. “Lucu sekali. Penyihir hebat seperti kalian, tidak bisa merasakan energi Reze.”Veyron sedikit memicingkan mata. "Kalian terlalu menyepelan hal-hal kecil," katanya pelan. "Itulah mengapa, kalian selalu saja kalah dalam pertarungan." Tak lama void merah milik Yuzi melebar luas. Membungkus kami dengan perisai pelindung. “Yuzi Takahiro,” katanya. “Semua yang dikatakan Ryuka memang benar. Diantara penyihir berkelas, kamulah yang paling siaga.” Yuzi tidak menjawab. Dia kembali membaca mantra bersama dengan Arvas dibelakangnya. Tak lama, sebuah sinar kuning pekat muncul dari punggung mereka berdua. “Kita coba segel dia sekarang,” kata Yuzi akhirnya. Arava mengangguk. Dia mengalirkan energi kutukannya pada segel Yuzi.
Last Updated: 2026-03-20
Chapter: 118. Raja itu Veyron?
“Dan jangan-jangan—" Kalimat itu menggantung di udara. Yuzi langsung menoleh padaku, membuat aku ikut menoleh ke arahnya. Dada ini masih naik turun tidak beraturan, tapi pikiranku mulai berlari lebih cepat dari sebelumnya. “Dia memang sengaja,” lanjut Yuzi pelan. “Semua ini bukan kebetulan.” Angin berhembus pelan, membawa sisa debu dari medan tempur yang baru saja hancur. Aku menatap tempat dimana makhluk itu tadi berdiri. Semuanya sudah kosong tanpa sisa, ataupun jejak energi. Seolah semua yang terjadi sebelumnya hanyalah sebuah ilusi. “Ini juga bekas pertarungan nyata. Bukan ilusi,” gumamku. “Aku ngerasain sendiri serangannya. Tapi kenapa semuanya kosong?” “Karena memang itu nyata,” sahut Naga Hitam di dalam kepalaku. “Tetaplah fokus. Mungkin melawan kita bukanlah tujuan utama dari makhluk itu.” Aku mengepalkan kedua tangan dengan sangat erat. Semakin muak dengan semua siasat yang Raja berikan secara bertahap. Terutama tentang Reze. Aku sudah menganggapnya seperti ad
Last Updated: 2026-03-19
Chapter: 117. Itu Adalah Reze
“Adaptasi dimulai.” Baik suara maupun tatapannya tetap tidak berubah. Semuanya tetap sama, datar dan tanpa emosi sedikitpun. Aku masih terbaring setengah terduduk di tanah, napasku berat, dadaku terasa seperti diremas dari dalam. Pandanganku sedikit berkunang-kunang akibat benturan tadi, tapi sialnya makhluk itu justru belum tumbang. Setengah mati aku melawan, dan dia masih berdiri kokoh. Retakan di zirah putih keperakannya memang ada. Menyebar dari titik pusat di dadanya, menjalar seperti pecahan kaca yang hampir hancur. Tapi bukannya melemah, energinya justru lebih meningkat. “Dia meningkat,” gumam Naga Hitam. “Energi miliknya seperti memang bisa menyesuaikan lawan.” Aku menegakkan tubuhku perlahan, memaksa kakiku berdiri meski terasa gemetar. Di depan sana, Yuzi juga mundur beberapa langkah. Napasnya berat, dengan mata yang mulai hilang ketajamannya. Arvas di belakangnya mencoba berdiri, meski jelas tubuhnya belum pulih. Makhluk itu mengangkat kepalanya perlahan. Retakan d
Last Updated: 2026-03-19
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status