Chapter: Bab 5 - Papa Marah BesarSetelah mandi dan sarapan, Sarah merasa sedikit lebih segar. Ponselnya kini berada di genggamannya, dan rasa cemasnya perlahan kembali muncul. Ia ingin segera pergi dari tempat asing ini.Pria itu berdiri di dekat pintu utama, menatapnya lama.“Kau bisa pergi sekarang,” katanya tenang, suara rendah tapi mantap. “Jangan membuat kesalahan di jalan. Supirku akan mengantarmu."Sarah menelan ludah, hampir tidak percaya.“Kau… benar-benar membiarkanku pulang?” tanyanya, setengah lega tapi masih waspada.Pria itu hanya mengangguk singkat, tidak menambahkan apa pun. Mata gelapnya tetap menatapnya seakan menekankan satu hal, jangan sekali-kali meremehkan bahaya di luar sana.Sarah segera meraih tasnya dan melangkah keluar. Jantungnya masih berdebar, tetapi perasaan lega mulai muncul. Segera ia akan bebas dari mansion misterius ini.Begitu pintu tertutup di belakang Sarah, Bass menatap Zayn dengan mata penuh heran.“Bos… kau benar-benar membiarkan dia pergi begitu saja? Setelah semalam… setelah
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 4 - TersadarCahaya pagi menyentuh wajah Sarah, membuatnya terbangun perlahan. Kepala Sarah terasa berat, seperti baru bangun dari mimpi yang tidak jelas. Ia mengedip, mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam namun semuanya kabur.Yang ia ingat hanya suara laki-laki… hangat, tenang… seolah menuntunnya keluar dari kegelapan. Wajahnya samar, hampir tidak bisa ia rekam.Begitu sadar sepenuhnya, Sarah tersentak.Ranjang tempat ia tidur bukan miliknya. Ruangan ini… bukan tempat yang ia kenal. Saat dia membuka selimut tidak ada sehelai benangpun yang ia kenakan.“Astaga! Apa... apa yang sudah ku lakukan semalam? Di mana aku…?” bisiknya, panik mulai naik ke dadaa.Ia bangun dengan cepat, hampir tergelincir karena tubuhnya masih lemah. Pandangannya menyapu ruangan mewah itu tirai tebal, perabotan gelap, suasana yang terlalu megah untuk rumah siapa pun yang ia kenal.Dan yang paling membuat napasnya tercekat,Tidak ada seorang pun di sampingnya.Tidak ada pria yang ia dengar semalam.“Siapa di
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 3 - Malam Yang Tak TerlupakanBass menurunkan mobil di depan pintu baja ganda fasilitas. Lampu redup memantul di kaca mobil basah hujan.Zayn menahan pinggang Sarah agar ia tidak jatuh ketika keluar dari mobil. Tubuhnya gemetar hebat, napasnya tersengal, dan pandangannya kabur.“Ayo… duduk dulu,” suara Zayn tegas tapi lembut. Sarah menatapnya sebentar, mencoba mengenali wajahnya, tapi hatinya masih penuh kebingungan.Tubuhnya masih terasa panas dan bergetar. “Kalian… siapa? Kenapa… menolongku?” Suaranya pecah dan lemah.Zayn menunduk, matanya serius. “Tenang… tidak ada yang akan menyakitimu di sini. Duduk dulu dan tarik napas pelan.”Bass menutup pintu mobil dan menyandarkannya ke tembok, menatap Zayn. “Setidaknya kita aman di sini. Tidak ada yang bisa masuk.”Sarah menatap keduanya, panik tapi bingung. “Kalian… siapa? Aku harus tahu…”Zayn menatapnya sebentar, wajahnya tetap serius, tanpa ekspresi lebih. “Nama… bukan hal yang penting sekarang. Yang penting kau tetap hidup.”Sarah menelan ludah, tubuhnya lemah. “T
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 2 - Ditolong Pria AsingZayn akhirnya tiba di mobil hitamnya. Bass membuka pintu belakang, namun Sarah tiba-tiba terhuyung, lututnya nyaris menyerah. Zayn refleks meraih tubuhnya sebelum ia jatuh.“Hey, hey… jangan paksakan diri,” kata Zayn, menahan tubuh Sarah agar tetap tegak.Sarah menatap Zayn dengan mata setengah terbuka, suaranya pecah.“Aku takut…”Untuk pertama kalinya, ekspresi Zayn berubah. Keras dan dingin itu luntur, berganti sesuatu yang lebih dalam. Lebih… protektif.“Aku akan mencari tahu siapa yang melakukan ini.”Suaranya rendah, penuh janji yang bahkan Sarah tak yakin mengerti.“Sekarang… masuk ke dalam mobil. Aku akan membawamu ke tempat yang aman. Tempat di mana tidak ada yang bisa menyentuhmu.”Bass menatap Zayn heran. “Bos… kita tidak bisa bawa dia ke safehouse. Itu area paling sensitif.”“Justru karena itu,” potong Zayn tajam. “Tidak ada yang akan menduga aku membawa seorang wanita asing ke sana. Dan dia tidak bisa tetap di luar. Lihat kondisinya.”Bass terdiam. Karena Zayn benar.Sara
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 1 - Jebakan MalamLampu neon club memantul di lantai kaca, musik berdentum sampai rasanya menembus tulang. Sarah Valente berdiri di dekat bar, memegangi gelasnya sambil tersenyum tipis. Malam ini seharusnya pesta biasa, tapi firasat buruk menghantui. Bianca Moretti selalu punya rencana.Di sudut lain, Bianca menatap Sarah dengan senyum tipis, matanya berkilat licik. Di tangannya, minuman Sarah diam-diam telah dicampur dengan obat perangsang satu langkah kecil, tapi cukup untuk membuat malam ini berubah total.“Ini baru permulaan,” gumam Bianca pelan, menahan tawa. “Sarah akan hancur… dan Victor… Victor akan menjadi milikku.”Beberapa menit kemudian, Sarah menyesap minuman itu. Kepalanya terasa berat, pandangannya kabur, dan kakinya tak lagi menahan tubuhnya. Panik merayap saat ia menyadari tubuhnya mulai goyah.“Tunggu! Pegang aku, jangan jatuh!” suara tegas terdengar di sampingnya.Sarah menoleh setengah sadar. Di depannya berdiri Zayn Velasco, tinggi, tegap, dan sepenuhnya asing. Tubuhnya masih lemah
Last Updated: 2026-01-12