author-banner
Freya
Author

Novelas de Freya

Mertua yang Harus Mengalah

Mertua yang Harus Mengalah

Di usia 53 tahun, seorang ibu tunggal dihadapkan pada dilema pelik: bagaimana menjalani sisa hidupnya. Anak pertamanya telah menikah dengan wanita kaya raya, menuntut sang ibu untuk menjadi "mertua kalah" agar tak terusir, demi menjaga kesempatan tinggal sementara atau dukungan. Sementara itu, anak keduanya hidup pas-pasan di kontrakan bersama istri dan dua anaknya, dan tidak mampu menampungnya. Ibu ini berjuang untuk tetap menjadi "ibu hebat" bagi kedua anaknya yang sering salah paham, sambil menghadapi kenyataan pahit bahwa ia harus mencari jalan sendiri di tengah konflik internal dan eksternal, berbekal tekad untuk bertahan dan menemukan arti kebahagiaan dan sebuah 'rumah' yang sejati di usia senja.
Leer
Chapter: Isi Hati Nita
Tok tok.Suara ketukan itu pelan. Ragu-ragu.Di dalam kamar, Bu Ratna yang baru selesai melipat mukena menoleh ke arah pintu.“Ya, sebentar.”Ia berjalan pelan membukakan pintu.Begitu pintu terbuka, Nita berdiri di sana.Masih dengan pakaian kerja. Blazer krem mahal yang belum sempat diganti. Rambutnya sedikit berantakan, sesuatu yang jarang sekali terlihat pada dirinya. Di tangannya ada ponsel dan sebuah map tipis.Wajahnya tampak lelah.“Boleh masuk?” tanyanya pelan.Bu Ratna sedikit terkejut, tapi tetap mengangguk.“Masuklah, Nit.”Nita merasa canggung berada berdua dengan mertuanya sendiri.Biasanya selalu ada jarak.Jarak yang tidak terlihat, tapi nyata.Bu Ratna yang lebih dulu membuka suara.“Dio sudah tidur?”Nita mengangguk kecil.“Baru tadi.”“Demamnya?”“Udah turun sedikit.”Bu Ratna menghela napas lega.“Alhamdulillah.”Sunyi lagi.Nita memainkan ujung map di tangannya. Jemarinya
Última actualización: 2026-05-09
Chapter: Kalau Saja Rendy Kaya
Rendy mengantar Bu Ratna sampai ke depan kamar.Pintu kamar itu sudah terbuka sejak tadi. Lampunya menyala hangat. Di dalam, semuanya sudah rapi. Tempat tidur besar dengan seprai putih, lemari, meja kecil dengan vas bunga segar.Bu Ratna berdiri sebentar di ambang pintu sebelum masuk.Rendy memperhatikan wajah ibunya diam-diam. “Ibu capek?” tanyanya pelan.Bu Ratna tersenyum kecil.“Lumayan.”Rendy masuk menyusul. Menutup pintu pelan di belakangnya.Sunyi beberapa detik.Bu Ratna meletakkan tas kainnya di kursi.Tas yang sama. Tas lusuh yang selalu ia bawa ke kedai.Rendy menatap tas itu lama.Entah kenapa dadanya kembali sesak.“Ibu…” panggilnya.“Hm?”“Kenapa Ibu tinggal di sini?”Bu Ratna berhenti bergerak.Tangannya yang tadi hendak membuka lemari perlahan turun lagi.Rendy menatap punggung ibunya.“Aku tahu Ibu nggak betah di rumah ini.”Bu Ratna tersenyum tipis tanpa membalik badan.“Kamu sekarang
Última actualización: 2026-05-08
Chapter: Saling Menguatkan
Bu Ratna berdiri di depan gerbang rumah itu. Tangan tuanya menggenggam besi dingin. Satu langkah lagi ke dalam… dan ia tahu, hidupnya tidak akan sama. Di luar, ia adalah perempuan yang berjalan dengan kakinya sendiri. Di dalam… ia harus kembali menyesuaikan diri. Perlahan, gerbang itu ia dorong. Terbuka. Ia melangkah masuk. Halaman luas itu sunyi. Rapi. Terlalu rapi. Langkahnya pelan, seolah takut meninggalkan jejak. Pintu terbuka sebelum ia sempat mengetuk. Seorang pelayan berdiri di sana. “Ibu… kamarnya sudah disiapkan, Nyonya.” Bu Ratna hanya mengangguk kecil. “Terima kasih…” Tapi ia tidak langsung ke kamar. “Rendy sama keluarganya di mana?” Pelayan itu menunjuk ke arah lorong. “Di kamar tamu sebelah, Bu.” Bu Ratna berjalan ke sana. Setiap langkahnya terasa berat. Ia berhen
Última actualización: 2026-05-07
Chapter: Spasang Hati Yang Lengkap
Pintu kamar tertutup pelan.Suara langkah Rian menjauh di lorong. Lalu sunyi.Di dalam kamar itu, semuanya terasa terlalu rapi. Terlalu bersih. Seprai putih tanpa lipatan, lemari tertutup rapat, lantai dingin mengilap.Mira berdiri di dekat pintu, tangannya masih memegang tas kecil. Matanya menyapu ruangan itu pelan, seolah takut menyentuh apa pun.Rendy duduk di tepi ranjang.Dio sudah rebah, kepalanya yang masih dibalut perban tenggelam di bantal empuk. Rafa tertidur di sebelahnya, napasnya pelan, tubuh kecilnya meringkuk nyaman.Anak-anak itu… terlihat damai.“Mas…” suara Mira pelan, hampir seperti bisikan. “Mbak Nita… marah ya kita ke sini?”Rendy tidak langsung menjawab.Tatapannya tertuju ke Dio. Tangannya bergerak pelan, merapikan selimut anaknya.“Iya,” jawabnya akhirnya, pendek.Mira menelan ludah.“Aku takut, Mas…”Rendy menarik napas panjang.“Kamu
Última actualización: 2026-05-05
Chapter: Teman Berjuang
Kedai mulai sepi.Kursi-kursi kosong. Sisa suara sendok yang tadi riuh kini hilang. Hanya bunyi air dari keran dan gesekan piring di bak cuci.Bu Ratna berdiri di sana.Tangannya tetap bergerak—membilas, menyusun, mengelap—tapi pikirannya jauh.Air mengalir melewati jemarinya yang memerah. Ia tidak lagi merasakan perihnya.Yang terasa hanya berat di dada.“Ratna…”Suara itu pelan.Bu Ratna menoleh.Bu Rini berdiri di dekat pintu dapur kecil, memegang lap kering.“Udah sepi,” katanya lembut. “Istirahat dulu.”Bu Ratna mengangguk kecil.“Iya, Bu…”Ia mematikan keran, mengeringkan tangan seadanya, lalu duduk di bangku kecil di sudut.Bu Rini ikut duduk di depannya.Tidak langsung bicara.Hanya memandang.“Barusan… yang datang itu menantumu, ya?” tanya Bu Rini akhirnya.Bu Ratna tersenyum tipis.“Iya…”“Cantik
Última actualización: 2026-05-04
Chapter: Perjanjian Dua Wanita
Mobil hitam itu berhenti tepat di depan kedai.Mesinnya masih menyala.Nita turun tanpa tergesa, tapi jelas bukan untuk sekadar lewat. Sepatu heels-nya menyentuh lantai yang sedikit basah. Ia sempat melirik sekeliling—meja kayu, kipas tua, piring bertumpuk.Lalu matanya berhenti.Bu Ratna.Sedang mengantar sepiring nasi ke pelanggan.Untuk sesaat, Nita hanya diam.“Bu…”Suara itu cukup pelan, tapi membuat Bu Ratna menoleh.Wajahnya langsung berubah.“Nita?” Ia sedikit kaget. “Ada apa sampai ke sini, Nak?”Beberapa orang di dalam kedai ikut menoleh. Suasana mendadak terasa canggung.Nita tidak suka ditatap seperti itu.Ia merapikan tas di bahunya, berusaha tetap tenang.“Kita bisa bicara di mobil aja, Bu?”Bu Ratna melirik ke dalam, ke piring-piring yang belum selesai, ke pelanggan yang masih duduk.“Tapi Ibu lagi kerja, Nit…”“Hanya
Última actualización: 2026-05-03
También te puede gustar
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status