author-banner
Agnes Jocelyn
Agnes Jocelyn
Author

Novels by Agnes Jocelyn

Tuan Muda Tidak Akan Melepaskanku

Tuan Muda Tidak Akan Melepaskanku

"Ingat, Aurora. Kau adalah pelayanku. Jadi jangan pernah berpikir untuk pergi dariku." Bagi Aurora, menjadi pelayan di kediaman keluarga Thorne adalah satu-satunya kehidupan yang ia kenal sejak ibunya meninggal. Meski hidup di tengah kemewahan yang tak pernah bisa ia miliki, Aurora selalu bersyukur karena keluarga Thorne bahkan memberinya kesempatan untuk berkuliah di universitas elit yang sama dengan putra mereka, Orion Thorne. Pria itu adalah pewaris keluarga Thorne yang dingin, sulit didekati, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Termasuk Aurora. Awalnya, Aurora mengira perhatian Orion hanyalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai pelayan pribadi sang tuan muda. Namun sejak mereka memasuki universitas yang sama, sikap Orion berubah menjadi super posesif! Padahal, Orion adalah majikan yang harus Aurora layani sebagai seorang pelayan. Lalu mengapa sang Tuan Muda justru semakin tidak tahan melihat orang lain mendekatinya? "Kau boleh menganggap dirimu hanya pelayanku, Aurora. Tapi jangan pernah berharap aku akan membiarkanmu menjadi milik orang lain."
Read
Chapter: Dentum Di Atas Dada Bidang Itu
Dada bidang itu terasa begitu kokoh dan hangat saat tubuhku menabraknya.Napasku tercekat di tenggorokan. Aku bisa merasakan detak jantung Orion di balik kaos dalam putih tipisnya, begitu stabil, begitu tenang, berbanding terbalik dengan jantungku yang sudah berdegup tak karuan seperti hendak melompat keluar dari gaun champagne ini.Aroma kayunya yang maskulin bercampur dengan aroma sabun mahal langsung menyergap indraku. Begitu dekat."Ma-Maaf, Tuan Muda..." bisikku terbata, tanganku refleks menahan di dadanya untuk menjaga jarak, tapi sentuhan itu justru membuatku semakin panik karena aku bisa merasakan otot keras di baliknya.Orion tidak melepaskanku. Satu tangannya masih menggenggam lenganku dengan erat, sementara tangan lainnya perlahan turun dan berhenti di pinggangku, menahanku agar tidak jatuh."Kau selalu ceroboh," gumamnya rendah, suaranya tepat di atas ubun-ubunku. Dingin, tapi ada nada berat yang tidak biasa di sana.Aku mengangguk cepat, menunduk dalam-dalam, tidak berani
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: Bayangan Di Balik Gaun Pesta
Aku membeku di atas sofa, tidak berani bergerak, sementara di luar jendela besar mansion, langit sore itu mulai berubah menjadi jingga keemasan, memantulkan bayangan aku dan Orion di atas sofa kulit hitam yang besar."Tuan Muda... kita... mau apa di sini?" bisikku akhirnya, suaraku hampir tidak terdengar karena takut.Orion bersandar, tatapan birunya menatap lurus ke depan, ke arah perapian yang tidak menyala. Ia tidak langsung menjawab.Beberapa detik kemudian, ia melirik jam tangan mahalnya."Mereka akan datang sebentar lagi," jawabnya datar."Mereka?"Orion tidak menjawab lagi. Ia hanya mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu dengan singkat.Aku hanya bisa duduk diam di sampingnya, jantungku berdegup tidak karuan. Menemani Tuan Muda duduk tanpa melakukan apa pun adalah hal yang paling canggung yang pernah kurasakan.Tidak lama kemudian, bel mansion berbunyi. Mrs. Agatha bergegas membukakan pintu.Masuklah tiga orang wanita paruh baya dan satu pria muda dengan penampilan yang sanga
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Undangan Yang Tak Diinginkan
Di pintu masuk koridor, Orion berdiri tegak. Tangannya terkepal di sisi tubuh, rahangnya mengeras. Sorot tatapannya yang berubah sedingin es, menatap lurus ke arah kami tanpa berkedip.Suaranya tidak keras. Bahkan hampir pelan. Tapi dinginnya menusuk tulang dan membuat seluruh udara di koridor yang sepi itu membeku seketika.Julian yang masih menggenggam pergelangan tanganku langsung menoleh. Senyum ramahnya masih ada, tapi matanya sedikit menyipit ketika melihat siapa yang berdiri di ujung koridor.Aku bisa merasakan genggaman Julian yang tadinya lembut dan tegas kini sedikit mengendur."Ah, Orion," sapa Julian santai, melepaskan genggamannya pelan-pelan dari tanganku seolah tidak terjadi apa-apa. Ia mengangkat kedua tangannya sedikit. "Santai. Aku hanya ingin bicara sebentar dengan teman barumu. Tidak lebih."Orion tidak menjawab Julian. Ia berjalan mendekat, langkahnya pelan tapi setiap hentakannya terdengar berat di lantai koridor yang lengang.Pria itu berhenti tepat di depanku,
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: Perhatian Yang Tidak Kuinginkan
Wajah Orion masih satu jengkal dariku. Tubuhnya tak bergeser. Aku menelan ludah dengan susah payah, tanganku menggenggam ujung rok erat-erat.Aku bisa merasa sangat malu mendengar Orion mengatakannya terang-terangan. Suara jantungku yang berdegup tidak karuan itu pasti terdengar begitu keras di dalam kabin mobil sport yang sunyi ini."Ma-Maaf, Tuan Muda..." bisikku terbata, suaraku hampir hilang. Aku menunduk dalam-dalam, tidak berani menatap mata birunya yang sedalam samudra itu. "Saya... saya tidak terbiasa..."Orion tidak langsung menjawab. Ia masih menatapku. Tatapan birunya turun sekilas, bukan ke mataku, tapi ke rambutku.Tatapannya berhenti pada jepit rambut kecil dengan desain cantik yang tadi kupasang di kamar mandinya. Jepit itu menjepit sebagian rambut hitam bergelombangku ke belakang, membuat penampilanku terlihat lebih rapi.Ia menunduk lebih rendah lagi, begitu dekat hingga aku pikir bibirnya akan menyentuh bibirku.Aku menahan napas, seluruh tubuhku kaku, dan aku memeja
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: Jarak Satu Jengkal Yang Tak Terucap
Darah seketika berdesir hebat ke seluruh tubuhku, wajahku memerah panas seketika hingga ke telinga. Jantungku berdegup kencang tak beraturan di dada.Aku menatapnya tak percaya, bibirku terkatup rapat tanpa suara. Mataku yang sejak tadi berusaha kutundukkan kini membelalak, kaget dengan apa yang kudengar.Buka pakaian katanya? Kalimat itu jatuh begitu saja dari bibir Orion dengan nada datarnya. Seolah apa yang dia perintahkan adalah salah satu perintah sepelenya yang biasa."Tu-Tuan Muda..."Suaraku tercekat. Tenggorokanku kering. Tanganku yang masih berada di dalam genggamannya gemetar, sampai aku takut dia menyadarinya.Apa yang baru saja ia katakan? Apa maksudnya? Pikiran-pikiranku berlarian tak karuan, bercampur antara malu, takut, dan … sedikit rasa penasaran?Ah! Apa yang kupikirkan?! Aku hanyalah pelayannya. Dia adalah tuan mudaku. Batas itu selalu ada."Tuan Muda, saya... saya tidak bisa," ucapku dengan suara tercekat.Aku melangkah mundur satu langkah, meremas rok seragam pel
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Tawaran Itu
Aku hanya seorang pelayan yang bekerja di kediaman keluarga Thorne. Namun, pagi itu, sang tuan rumah memberiku sebuah tawaran yang tak terduga."Aurora, mulai hari ini, kamu bisa ikut Orion berkuliah di universitas yang sama dengannya," ucap Tuan Thorne, pria paruh baya itu, saat aku baru saja masuk ke dalam kediaman untuk melaksanakan pekerjaanku.Tuan Thorne duduk di sofa utama dengan setelan jas abu-abu yang rapi. Di sampingnya, Nyonya Thorne dengan gaunnya yang elegan menatapku dengan sorot mata yang teduh. Pasangan yang merupakan majikanku yang kuhormati."Saya... ikut berkuliah, Tuan?" suaraku tercekat. Aku yakin aku salah dengar.Nyonya Thorne tersenyum tipis dan mengangguk. Melihat keseriusan mereka, tampaknya ini bukan candaan."Benar, Aurora. Kau dengar sendiri. Mulai hari ini kau tidak hanya bekerja di sini, kau juga akan menjadi mahasiswi di Havenwood, sama seperti Orion."Aku berusaha mencerna informasi ini. Aku tahu Havenwood University adalah universitas elit, tempat an
Last Updated: 2026-09-05
You May Also Like
Cinta Ipar Duda
Cinta Ipar Duda
Romansa · Dean Han
87.3K views
APA KABAR MANTAN ISTRIKU?
APA KABAR MANTAN ISTRIKU?
Romansa · Evie Yuzuma
87.1K views
Mengejar Cinta Mantan Istriku
Mengejar Cinta Mantan Istriku
Romansa · Queenazalea
86.9K views
Sentuhan Cinta
Sentuhan Cinta
Romansa · Miracle
86.6K views
Istri Kesayangan Mafia
Istri Kesayangan Mafia
Romansa · Erna Azura
86.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status