MasukLivia, cleaning service cantik yang patah hati karena dikhianati calon suaminya, terpaksa menjual diri demi biaya operasi sang ayah. Takdir mempertemukannya dengan Gavin Lysandros, CEO tampan yang juga terluka karena perselingkuhan istrinya. Siapa sangka, pertemuan satu malam itu akan membawa dampak tak terduga. Saat Livia bekerja di perusahaan Gavin sebagai cleaning service, bisakah ia menyimpan rahasianya? Dan, apa yang terjadi saat identitas asli Livia terungkap?
Lihat lebih banyak"Selanjutnya, kami memiliki bukti transfer dana sebesar 500 juta rupiah dari rekening terdakwa ke rekening Bram Setiawan sebagai upah pembunuhan," Joseph menunjukkan print out rekening.Bram yang semula diam, tiba-tiba berdiri. "Yang mulia, saya ingin mengaku!""Bram!" Pak Sugeng memandang garang pada pembunuh yang diperintahkannya."Saya tidak tahan lagi. Benar, Pak Sugeng yang menyuruh saya untuk membunuh Pak Gavin. Dia bilang kalau Pak Gavin adalah penghalang bisnisnya. Jefri yang saya suruh untuk menembak," Bram berkata dengan suara bergetar.Ruang sidang menjadi ricuh. Pak Sugeng berdiri dan berteriak, "Kamu gila, Bram! Kamu tidak bisa sembarangan menuduhku!""Terdakwa, harap tenang!" ketua hakim mengetuk palu.Joseph tersenyum puas. "Yang mulia, dengan pengakuan saksi Bram dan bukti-bukti yang kami sajikan, jelas bahwa terdakwa Sugeng adalah dalang dari percobaan pembunuhan ini."Pengacara Pak Sugeng yang baru, mencoba membantah, tapi bukti-bukti yang ada terlalu kuat. Pak Sugen
Hari berganti hari, luka di tubuh Gavin kian membaik. Setelah dua minggu di rumah, kondisi fisiknya sudah hampir pulih sepenuhnya. Hanya sesekali rasa pegal yang muncul di punggungnya ketika terlalu lama duduk atau berdiri.Siang itu adalah hari pertamanya setelah kejadian penembakan datang ke perusahaan. Mobil hitam milik Gavin memasuki basement parkir gedung kantor pusat. Dika yang sudah kembali bertugas sebagai bodyguard pribadi, turun terlebih dahulu untuk memastikan keamanan."Tuan, situasi aman," Dika membuka pintu mobil untuk Gavin.Begitu Gavin melangkah keluar dari lift menuju lobi utama, seluruh karyawan yang kebetulan berada di sana langsung bersorak gembira. Mereka spontan bertepuk tangan menyambut kedatangan sang pemimpin."Selamat datang kembali, Pak Gavin!" seru salah seorang karyawan."Syukurlah Bapak sudah sembuh!" tambah yang lain.Gavin tersenyum hangat dan melambaikan tangan. "Terima kasih semuanya. Saya senang bisa kembali bekerja."Sekretaris pribadi Gavin, mende
Seminggu berlalu dengan cepat. Pagi itu, Gavin akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Kondisinya sudah sangat membaik, meski bekas luka tembak di punggungnya masih menyisakan sedikit rasa sakit jika tersentuh."Akhirnya hari ini pulang juga ya, sayang," Livia berkata sambil melipat baju-baju Gavin."Ya! Aku sudah tidak sabar ingin pulang," Gavin duduk di tepi tempat tidur dengan wajah berseri-seri. "Pasti Alaric sudah gemuk sekarang."Elena yang ikut membantu kepulangan Gavin, berdiri sambil membawa tas besar. "Pak Gavin, barang-barang sudah saya kemas semua.""Terima kasih, Elena," Gavin tersenyum tulus.Dika, sudah siap dengan kursi roda. "Tuan, ayo kita siap berangkat.""Dika, saya masih bisa jalan," Gavin protes."Tuan, ini prosedur rumah sakit. Lagipula untuk berjaga-jaga saja," Dika menjelaskan sambil membantu Gavin naik kursi roda.Perjalanan menuju lobi rumah sakit terasa seperti perjalanan kebebasan. Dika mendorong kursi roda dengan hati-hati, matanya selalu waspada
Sandra duduk meringkuk di pojok kasur dengan tatapan kosong. Rambutnya yang dulu selalu rapi kini kusut tidak terurus. Pakaian yang sama sudah ia kenakan selama tiga hari berturut-turut."Sandra ... Sandra, sayang ...." Rita, duduk di tepi kasur sambil mengelus punggung putrinya dengan lembut. "Mama sudah bawakan bubur, ayo makan sedikit."Sandra tidak menjawab. Matanya menatap tembok kosong seolah-olah ada sesuatu yang menarik di sana."Sandra, dengar Mama ...," Rita mencoba lagi dengan sabar. "Kamu belum makan dari kemarin. Badan kamu akan sakit kalau begini terus."Tiba-tiba Sandra tertawa. Tawa yang aneh, tanpa alasan, membuat Rita bergidik ngeri."Hehe ... Bayiku pasti lapar juga ya, Ma," Sandra berkata sambil terus tertawa. "Dia pasti suka makan es krim strawberry. Besok Mama belikan ya ...."Rita merasakan dadanya sesak. Air mata mengalir di pipinya yang sudah keriput karena beban hidup dan kesedihan."Sandra ... Anakmu sudah ...," Rita tidak sanggup melanjutkan kalimatnya."Ba
Pukul tujuh malam, sebuah Toyota Corolla keluaran tahun 2012 berwarna silver berhenti di depan kontrakan sempit Livia. Catnya masih mengkilap meski di beberapa bagian sudah terlihat goresan dan penyok ringan. Elena keluar dari mobil, mengenakan kemeja kerja yang sedikit kusut dan rok pensil hitam—p
Di kediaman Gavin, langit Jakarta mulai memerah. Sinar jingga matahari senja menerobos masuk melalui jendela besar ruang keluarga. Pak Hendro dan Bu Lina berpamitan pulang pada Bella. "Bella sayang," Bu Lina menggenggam kedua tangan menantunya, matanya menyiratkan harapan yang dalam. "Jangan menye
"Ada apa, Gavin?" Pak Hendro menatap putranya dengan seksama. "Tidak apa-apa, Pa. Dokter Douglas mengatakan ingin bertemu." Gavin memaksakan senyum. "Semoga kabar baik mengenai program kehamilan kalian, ya." Sudah satu tahun lebih Pak Hendro menderita penyakit jantung. Ia sangat berharap di sis
"Maafkan Livia ...." Air matanya mengalir tak terkendali, ia kembali bangkit dan memeluk tubuh kaku ayahnya. Semua pengorbanannya menjadi sia-sia. Kehormatan yang ia jual, pada akhirnya tak mampu menyelamatkan satu-satunya orang yang benar-benar menyayanginya. Livia terus menangis, mengabaikan pe






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak