author-banner
Mr. Kis
Mr. Kis
Author

Novel-novel oleh Mr. Kis

Tak Ada Istri, Pembantu pun jadi

Tak Ada Istri, Pembantu pun jadi

Adam sakit hati melihat istrinya bermain gila dengan atasannya demi harta. Istrinya selalu merendahkan dia dan mengabaikan dia karena tidak bisa memberikan banyak uang pada istrinya. Karena tak kuasa menahan sakit hati, Adam pun membalas perbuatan istrinya dengan bermain gila juga dengan sang pembantu yang lebih perhatian padanya melebihi istrinya. Tapi, tidak disangka hidup Adam berubah drastis setelah dekat dengan pembantunya yang ternyata adalah seorang bos besar yang menyamar.
Baca
Chapter: BAB 100
Usai menghadiri pemakaman dan memberikan penghormatan terakhir di rumah duka, Adam kembali ke rumah sakit untuk menjaga Adel. Sepanjang perjalanan di dalam mobil hingga duduk di sebelah ranjang perawatan putrinya, pikiran Adam sama sekali tidak bisa tenang. Perasaan ganjil yang menyengat dadanya saat berhadapan langsung dengan Diva di rumah duka terus berputar hebat di dalam kepalanya.​Setiap detail dari sosok Diva, aroma parfumnya yang halus, cara wanita itu menatap matanya, ketenangan di balik duka, hingga intonasi suaranya yang lembut namun berwibawa—sungguh membawanya pada sosok Alya. Kejanggalan itu terlalu nyata untuk sekadar dianggap sebagai ilusi atau ilusi rasa rindu.​Tak sanggup lagi menahan gejolak rasa penasaran yang menghimpit dadanya, Adam merogoh ponselnya. Jemarinya bergerak mengetik sebuah pesan singkat untuk Alya. Kali ini, untuk pertama kalinya, bukan berita perkembangan kesehatan Adel yang ingin ia bagikan, melainkan sebuah pengakuan jujur dari dalam sanubarinya.
Terakhir Diperbarui: 2026-10-08
Chapter: Bab 99
Dalam hitungan jam, berita duka mengenai tewasnya Kevin melesat cepat menembus jaringan media dan jagat bisnis ibu kota. Kabar tragis itu menjadi topik hangat di berbagai saluran berita pagi. Di kediaman utama, Orang Tua Diva dan Diva sendiri yang masih diliputi rasa syok luar biasa, langsung meluncur menggunakan iring-iringan mobil menuju Rumah Sakit Bhayangkara.​Biar bagaimanapun dendam dan kekecewaan membakar hati mereka, gugatan cerai resmi Diva belum sempat dikabulkan oleh pengadilan. Secara hukum dan lembaran negara, Kevin masih berstatus sebagai suami sah Diva. Tanggung jawab moral dan kepengurusan jenazah sepenuhnya jatuh ke tangan keluarga besar Holding Pusat.​Di kamar jenazah, tim kepolisian dan forensik memaparkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara terperinci kepada Diva dan kedua orang tuanya. Dugaan murni kecelakaan akibat kelalaian pribadi makin menguat. Petugas menemukan jejak tanah licin dan bekas geseran sepatu yang signifikan di pinggir fondasi pembata
Terakhir Diperbarui: 2026-10-06
Chapter: Bab 98
Malam makin larut tatkala kendaraan hitam yang membawa Diva akhirnya melintasi gerbang besi tinggi kediaman utamanya. Keheningan rumah megah yang biasanya menenangkan kini terasa bagaikan penjara yang dingin dan mencekam. Diva melangkah masuk dengan gontai, menaiki tangga melingkar menuju kamar utamanya dengan sisa-sisa tenaga yang terkuras habis.​Pikirannya berkecamuk hebat, saling bertabrakan bagaikan benang kusut yang mustahil diurai. Bayangan ketulusan Adam dan tatapan polos Adel di rumah sakit terus membayangi benaknya, beradu dengan kekacauan laporan keuangan Holding Pusat yang ditinggalkan Kevin dalam kondisi berantakan. Ditambah lagi dengan reruntuhan rumah tangganya yang baru saja roboh total siang tadi, beban di pundak Diva terasa begitu menghimpit dada.​Ia mendudukkan dirinya di tepi ranjang berukuran king-size, memandangi ruang kamar yang kini terasa teramat luas dan hampa. Sesuai rencana awal bersama tim pengacaranya, Diva sebenarnya berniat melaporkan Kevin ke pihak ke
Terakhir Diperbarui: 2026-10-06
Chapter: Bab 97
Begitu melangkah keluar dari area lobi utama Rumah Sakit Medika, Alya bergegas menuju sudut lorong taman yang sepi dan remang. Dengan gerakan cepat, ia merogoh ponsel khususnya, menekan tombol panggil cepat menuju satu-satunya orang yang memegang kunci rahasia kehidupannya.​"Rian, jemput aku sekarang di pintu samping rumah sakit," perintah Diva singkat, mengembalikan intonasi suaranya yang dingin dan berwibawa.​"Baik, Nyonya Diva. Saya sudah berada di area parkir luar, dua menit lagi saya tiba," jawab Rian sigap dari balik telepon.​Tak sampai tiga menit, sebuah mobil sedan hitam ber kaca gelap berhenti mulus tepat di hadapan Diva. Wanita itu membuka pintu belakang, melangkah masuk, dan menyandarkan tubuhnya yang letih di atas jok kulit yang empuk. Pintu mobil tertutup rapat, mengisolasi seluruh kebisingan dunia luar.​Saat kendaraan mewah itu mulai melaju membelah gemerlap lampu jalanan kota malam hari, Diva melepaskan kacamata tebal bertangkai hitam dan wig kusamnya. Jemarinya yan
Terakhir Diperbarui: 2026-10-05
Chapter: Bab 96
Mesin-mesin pemantau medis di dalam ruang ICU kembali berbunyi ritmis dengan nada yang stabil. Setelah melewati gejolak emosi dan rentetan rasa sakit yang menguras energinya, Adel akhirnya terlelap. Napas anak kecil itu mengalun teratur di balik masker oksigennya, membawa ketenangan tipis yang amat sangat disyukuri di dalam ruangan steril tersebut.​Adam mengusap dahi putrinya sekali lagi, memastikan selimut tebal membungkus tubuh mungil itu dengan sempurna, lalu berbalik mengajak Alya keluar secara perlahan agar tidak mengganggu tidur Adel.​Begitu pintu tebal ICU tertutup di belakang mereka, suasana koridor lantai lima kembali menyergap dengan keheningan yang dingin. Adam berdiri menghadap Alya, menundukkan kepalanya dalam-dalam dengan raut wajah yang diliputi rasa bersalah yang mendalam.​"Alya... aku sungguh-sungguh minta maaf," ujar Adam dengan suara rendah yang parau. Pria tegap itu mengepalkan tangannya di samping tubuh, menyembunyikan rasa canggung yang mendera. "Permintaan Ad
Terakhir Diperbarui: 2026-10-05
Chapter: Bab 95
Lidah Alya terasa sangat kaku, membeku di balik rongga mulutnya yang mendadak terasa amat kering. Kata-kata yang biasanya tersusun begitu rapi dan tajam saat menghadapi negosiasi bisnis tingkat tinggi kini menguap tanpa bekas.​Dua dunia yang bertolak belakang bertabrakan dahsyat di dalam benaknya. Baru beberapa jam yang lalu, di rumah utamanya, ia mengambil keputusan besar untuk menggugat cerai Kevin dan menendang pria pengkhianat itu keluar dari silsilah hidupnya. Namun kini, di dalam ruang ICU yang serba steril dan dingin ini, seorang anak kecil tak berdosa baru saja melontarkan permohonan yang tak kalah dahsyat: memintanya menikah dengan Adam dan menjadi ibunya.​Dilema hebat meremas-remas dada Diva di balik penyamarannya sebagai Alya. Ini bukan pilihan yang mudah. Jika ia menjawab ya hanya demi menyenangkan hati Adel di saat kritis, ia sadar betul risiko kebohongannya kelak. Bagaimanakah ia bisa menepati janji itu saat identitas aslinya sebagai Diva, seorang pemilik perusahaan te
Terakhir Diperbarui: 2026-10-05
Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!

Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!

Menjadi pelatih olahraga privat untuk para istri milliarder, dan dikejar kejar oleh para nyonya besar itu bukanlah cita citaku. Tapi siapa sangka, profesi itu merubah hidupku seratus delapan puluh derajat. Bahkan kehadiranku mampu menguak rahasia besar yang tidak terduga, di balik glamornya kehidupan para milliarder.
Baca
Chapter: Bab 105
Dalam kondisi fisik yang lemah dan mental yang terpuruk, Helen tidak memiliki kekuatan lagi untuk mengelak kemauan orang tuanya. Gelombang peristiwa yang menghantamnya bertubi-tubi, mulai dari perceraian yang menguras emosi, ancaman mantan suami, hingga puncaknya kehilangan janin yang sempat menjadi harapan barunya, membuat pertahanan dirinya runtuh. Bagai kapal yang kehilangan kemudi di tengah badai, Helen akhirnya hanya bisa pasrah dan menurut pada garis takdir yang telah digariskan oleh kedua orang tuanya.​Rencana kepergian itu berjalan dengan sangat senyap dan cepat. Pihak keluarga benar-benar menutup rapat semua akses informasi. Seminggu setelah akta cerai fisiknya keluar dari pengadilan agama, Helen resmi meninggalkan tanah air, terbang menuju sebuah kota di belahan bumi lain untuk memulihkan luka batinnya dan memulai lembaran hidup yang baru, jauh dari hiruk-pikuk masa lalu yang kelam di Indonesia.​Namun, rupanya takdir kepindahan ini bukan hanya milik Helen. Di tempat lain,
Terakhir Diperbarui: 2026-06-30
Chapter: Bab 104
​Berita tentang musibah yang menimpa Helen akhirnya sampai juga ke telinga Reno melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh Winda. Tanpa membuang waktu, dengan pakaian yang masih seadanya, kaus oblong hitam dan jaket jins yang biasa ia gunakan di gym, Reno langsung memacu sepeda motornya membelah jalanan kota menuju rumah sakit. Hatinya tidak tenang. Bukan karena ia kehilangan calon anak dari wanita yang dicintainya, melainkan karena rasa kemanusiaan dan tanggung jawab moralnya sebagai pria yang telah menanamkan benih di rahim Helen. Ia tahu betapa hancurnya mental Helen saat ini.​Namun, langkah kaki Reno yang tergesa-gesa mendadak terhenti tepat di area lobi utama rumah sakit, beberapa meter sebelum ia mencapai lift menuju ruang VIP.​Dua orang berwibawa dengan pakaian formal yang sangat elegan sudah berdiri di sana, seolah-olah memang sengaja menunggu kedatangannya. Mereka adalah Ayah dan Ibu Helen. Kehadiran Reno yang kontras dengan lingkungan rumah sakit mewah itu langsung menarik
Terakhir Diperbarui: 2026-06-30
Chapter: Bab 103
Prosedur kuretase itu akhirnya selesai setelah melewati satu jam yang terasa bagai selamanya. Helen perlahan-lahan sadar dari pengaruh obat bius total. Ia dipindahkan ke ruang perawatan VIP yang sepi, dingin, dan didominasi warna putih yang menyakitkan mata.​Saat matanya terbuka sempurna, hal pertama yang dilakukan Helen adalah menggerakkan tangan kanannya yang gemetar, meraba perutnya sendiri. Perut yang beberapa jam lalu masih terasa penuh dan hangat, kini terasa kosong, kempis, dan menyisakan rasa nyeri yang tumpul di bagian dalamnya.​"Len... kamu sudah sadar?" tanya Winda yang dari tadi duduk di sisi ranjang langsung menggenggam jemari Helen yang dingin. Di sebelah Winda, Ratna berdiri dengan mata yang masih sembab.​Helen menatap kedua sahabatnya dengan pandangan kosong, sebelum air matanya meluncur deras membasahi bantal hospital tersebut. "Bayiku, Win... Rat... Anakku sudah tidak ada, ya?" tanyanya dengan suara yang teramat lirih, parau, dan hancur.​"Len, tolong dengerin ka
Terakhir Diperbarui: 2026-06-25
Chapter: Bab 102
Ciiiiiittttt!​Suara lengkingan ban mobil yang bergesekan hebat dengan aspal basah seketika memecah ketegangan di dalam kabin Alphard tersebut. Tubuh Helen, Winda, dan Ratna terdorong keras ke depan akibat sang sopir yang menginjak pedal rem secara mendadak. Sebuah bayangan hitam baru saja melintas, menyeberang jalanan yang temaram secara sembarangan tanpa memperhatikan laju kendaraan.​"Ya ampun! Siapa sih itu? Kalau jalan pakai mata dong!" seru Ratna dari kursi belakang, jantungnya berdegup kencang karena terkejut.​Sang sopir segera menoleh ke belakang dengan wajah pucat pasi. "Maaf, Ibu-ibu... Maaf sekali. Tadi ada orang menyeberang tiba-tiba, hampir saja ketabrak."​"Iya, Pak, tidak apa-apa. Yang penting tidak ada yang luka," sahut Winda sambil mengelus dadanya, mencoba menenangkan diri.​Namun, di tengah kepanikan kecil itu, Winda menyadari sesuatu yang aneh. Di sampingnya, Helen sama sekali tidak mengeluarkan suara. Winda menoleh dan seketika merasakan dingin menjalar ke seluru
Terakhir Diperbarui: 2026-06-23
Chapter: Bab 101
Mobil Alphard itu terus melaju pelan membelah jalanan yang basah, sementara keheningan kembali merayap, jauh lebih pekat dari sebelumnya. Kalimat Ratna tentang pernikahan formalitas masih menggantung di udara, memaksa isi kepala Helen berputar dengan sangat kencang.​Winda, yang awalnya menentang keras ide tersebut, perlahan-lahan memperbaiki posisi duduknya. Ia melepaskan pandangannya dari jendela luar dan menatap Helen dengan helaan napas panjang.​"Len..." panggil Winda, suaranya mengalun sangat lambat dan terdengar sedikit berat. "Setelah kupikir-pikir pakai kepala dingin... saran Ratna itu sebenarnya masuk akal."​Helen menoleh, menatap Winda dengan tatapan tidak percaya. "Win? Kamu mendukung ide gila ini?"​Winda tersenyum kecut, ada sedikit riak emosi yang coba ia sembunyikan di balik sepasang matanya. Jujur saja, sejak pertama kali menginjakkan kaki di gym milik Reno, Winda-lah yang paling terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada pria muda itu. Karakter Reno yang tegas
Terakhir Diperbarui: 2026-06-22
Chapter: Bab 100
Di dalam mobil Alphard milik Helen yang bergerak membelah kemacetan jalanan kota, suasana perayaan yang tadinya direncanakan penuh tawa mendadak menguap, digantikan oleh keheningan yang cukup pekat. Musik jazz yang mengalun pelan dari pengeras suara mobil seolah tak mampu mengusir kegelisahan yang menggelayuti pikiran Helen.​Meski akta cerai sudah di depan mata dan statusnya sebagai istri Surya akan segera berakhir, ada satu kenyataan besar yang kini menghantam kesadaran Helen: perutnya kian hari kian membesar.​Anak itu adalah anak Reno. Tapi di antara dirinya dan Reno tidak ada ikatan cinta sama sekali. Bahkan, Helen tahu betul bahwa Reno tidak memiliki perasaan asmara padanya. Semua yang dilakukan Reno selama ini, mulai dari menjadi pelatih privat, menemani mereka, hingga momen malam itu yang membuat Helen hamil. Itu murni terjadi karena Reno profesional mencari uang, menghargai Helen sebagai kliennya, dan yang paling penting: semua itu terjadi atas dasar perintah dan permintaan H
Terakhir Diperbarui: 2026-06-20
Anda juga akan menyukai
Pelangkah Tanpa Syarat
Pelangkah Tanpa Syarat
Urban · El GeiysyaTin
4.8K Dibaca
Pembuktian Pria yang Terbuang
Pembuktian Pria yang Terbuang
Urban · Benang Biru
4.8K Dibaca
Madu Membawa Racun
Madu Membawa Racun
Urban · ShilaKurnia
4.7K Dibaca
Adik Ipar Terkaya
Adik Ipar Terkaya
Urban · Pemanis Aksara
4.7K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status