Chapter: Bab 80Malam itu, setelah seluruh drama sita jaminan di rumah Intan selesai, Winda kembali ke rumah utamanya dengan kawalan tim hukum. Sementara itu, Reno memilih untuk langsung kembali ke ruko barunya. Ketegangan yang terjadi belakangan ini membuat kepalanya berdenyut, namun ia tidak bisa membiarkan fokusnya teralih dari impian yang baru saja ia rintis.Keesokan paginya, suasana di dalam bangunan ruko berlantai dua itu terasa begitu tenang namun sibuk. Beberapa pekerja tampak sedang membongkar kardus-kardus besar berisi alat-alat fitness impor. Reno berdiri di dekat jendela lantai dua, mengamati sebuah mesin treadmill baru yang sedang dipasang dengan saksama. Di tangannya, selembar kertas catatan keuangan dan inventaris ia pegang erat.Langkah kaki yang tergesa-gesa dari arah tangga membuat Reno menoleh. Reni muncul dengan napas yang sedikit terengah-engah, memegang sebuah map dokumen berwarna biru."Kak, ini berkas dari dinas perizinan setempat baru saja diantar oleh kurir," ucap Reni,
Terakhir Diperbarui: 2026-06-02
Chapter: Bab 79Keheningan kembali merayap, mengisi sela-sela waktu yang berputar lambat di dalam ruang kerja itu. Reni menatap genggaman tangan kakaknya, meresapi setiap kalimat yang baru saja meluncur dari bibir Reno. Tawaran untuk pindah sekolah, memulai dari selembar kertas putih yang bersih, dan meninggalkan semua bayangan hitam di masa lalu seolah menjadi oase di tengah padang gersang traumanya.Bibir Reni bergerak tanpa suara, mencoba menimbang keberanian yang selama ini terkunci rapat. Setelah beberapa menit yang terasa begitu panjang, ia akhirnya mengangguk pelan, sangat pelan, seolah takut keputusannya akan melukai hatinya lagi."Kalau... kalau di tempat baru tidak ada yang tahu tentang masalah itu... Reni mau coba, Kak. Reni juga tidak mau selamanya jadi penakut dan merepotkan Kakak," bisik Reni, air matanya menetes satu-satu, membasahi punggung tangan Reno.Reno mengembuskan napas panjang, sebuah kelegaan yang luar biasa besar menyeruak dari dadanya. Ia berdiri, lalu membawa adiknya ke
Terakhir Diperbarui: 2026-06-02
Chapter: Bab 78Sementara Anton tenggelam dalam kehampaan di rumah yang kini terasa seperti penjara, dunia di luar sana justru mulai membuka lembaran baru bagi Reno. Kemarin, Reno membeli sebuah bangunan di pinggir jalan raya yang strategis, yang dia jadikan sebagai ladang bisnisnya. Yakni pusat gym. Cahaya matahari pagi yang masuk ke dalam ruang gym itu terasa begitu berbeda. Sangat hangat, penuh harapan, dan menjanjikan. Reno berdiri di tengah ruangan yang masih beraroma cat baru dan karet lantai yang segar. Di dinding cermin yang luas, ia melihat pantulan dirinya sendiri. Tubuh mantan atlet itu masih sekuat baja. Namun kali ini, tatapan matanya tidak lagi kosong oleh amarah atau rasa tidak berdaya. Ia memegang kunci pintu utama dengan jemari yang kokoh. Tempat gym ini bukanlah bangunan mewah bertingkat, namun bagi Reno, ini adalah istana. Bertahun tahun yang lalu, ia hanyalah seorang pria yang terpaksa menelan harga dirinya, bertahan hidup dengan menjadi tukang parkir sebuah minimarket hingga
Terakhir Diperbarui: 2026-06-01
Chapter: Bab 77Hari-hari berikutnya berjalan bagaikan roda penggilas yang bergerak lambat namun pasti, menghancurkan sisa-sisa keangkuhan yang pernah ada di dalam hidup seorang Jenderal Anton. Proses perceraian yang diajukan oleh Winda bergulir di pengadilan tanpa ada satu pun hambatan. Didukung oleh tim pengacara paling handal di ibu kota yang disewa oleh keluarga besar Winda.Semua berkas penyalahgunaan wewenang, penindasan terhadap warga sipil seperti Reno, hingga bukti perselingkuhan yang matang, tersusun rapi siap menjatuhkan vonis mati bagi karier militer Anton.Winda tidak membiarkan suaminya atau perempuan simpanannya memiliki waktu untuk bernapas, apalagi memindahkan aset-aset yang tersisa.Pagi itu, langit mendung menggantung rendah di atas klaster elite tempat rumah minimalis modern milik Intan berdiri. Sebuah mobil sedan hitam mewah berhenti tepat di depan pagar besi rumah tersebut, disusul oleh dua mobil MPV di belakangnya.Pintu mobil terbuka. Winda melangkah keluar dengan keangguna
Terakhir Diperbarui: 2026-06-01
Chapter: Bab 76Anton perlahan bangkit dari sofa, kedua lututnya terasa gemetar bukan karena takut, melainkan karena gejolak amarah yang mendidih di dalam dadanya. Ia menatap lekat-lekat wajah Intan, wanita yang selama bertahun-tahun ini selalu menyambutnya dengan senyuman paling manis, pijatan lembut, dan kata-kata sanjungan yang melambungkan egonya. Kini, di bawah sorot cahaya pagi yang makin terang, wajah itu tampak begitu asing dan mengerikan bagi Anton."Jadi...Semua yang dikatakan Winda semalam itu benar? Kamu... kamu sama sekali tidak peduli pada nasib karierku? Kamu tidak peduli kalau aku dipecat secara tidak hormat dari militer?" tanya Anton dengan nada rendah, berat, dan penuh akan kekecewaan yang teramat dalam.Intan mendengus sinis, melipat kedua tangannya di dada dengan gestur menantang. Ia tidak lagi merasa perlu berpura-pura menjadi wanita lemah lembut yang butuh perlindungan. Topengnya sudah lepas sepenuhnya."Memangnya apa yang sudah dikatakan istrimu itu? Mas Anton, tolong pakai
Terakhir Diperbarui: 2026-05-31
Chapter: Bab 75Setelah melewati pertengkaran penuh siksaan batin di rumah Winda, Anton tidak kembali ke rumah istri simpanannya. Dengan pakaian sipil yang sudah kusut dan rahang yang mengatup rapat karena sisa-sisa amarah, sang Jenderal langsung memacu mobilnya menuju rumah tempat Intan tinggal. Pikirannya kalap, hancur, dan dipenuhi kepanikan setelah Winda dengan begitu tenang menerima talak cerainya sembari mengancam akan menyita seluruh aset yang ada di sini.Di ruang tamu, Intan berdiri dengan menyilangkan kedua tangan di dada. Ia masih mengenakan piyama sutra mahalnya, namun wajah cantiknya ditekuk dalam-dalam. Ia menatap Anton yang baru saja masuk dengan pandangan yang tidak lagi ramah. Pesan singkat Anton semalam tentang ancaman hukum Winda sudah cukup membuat Intan terjaga semalaman, menyusun strategi di dalam kepalanya yang cerdik."Mas Anton, kenapa baru pulang sekarang? Bagaimana hasilnya? Mas sudah pastikan kan kalau perempuan itu cuma menggertak sambal soal semua aset?" tanya Intan
Terakhir Diperbarui: 2026-05-31