Langkah Terakhir Grand Duchess
Celina Camilla, seorang CEO muda yang tangguh dan pragmatis dari abad ke-21, terbangun di tubuh Celina Vivianne Valois, seorang Grand Duchess yang dibenci karena obsesinya yang gila pada suaminya, Grand Duke Lucien Ashford De Valois.
Celina yang asli dikenal sebagai "Mawar Berduri Cavendish" yang memalukan; ia mengejar Lucien dengan cara-cara ekstrem yang justru membuat Lucien muak. Namun, setelah jiwa Camilla masuk, Celina berubah total. Ia tidak lagi mengejar cinta; ia mengejar kebebasan dan harta.
Perubahan drastis dari wanita yang haus perhatian menjadi wanita yang "barbar", cerdas, dan acuh tak acuh mulai mengusik kewarasan Lucien. Ketika Baron Kael Vancewood muncul memberikan perhatian yang tak pernah Lucien berikan, sang Grand Duke yang dingin mulai kehilangan kendali. Di saat Celina menyodorkan surat cerai, Lucien sadar bahwa ia lebih memilih menghancurkan dunia daripada membiarkan istrinya pergi.
Read
Chapter: Bab 25 Cermin Retak MasalaluDinginnya laboratorium yang setengah hancur itu terasa menusuk tulang, bukan karena salju yang merembes masuk dari jendela yang pecah, melainkan karena kehampaan yang ditinggalkan oleh hilangnya liontin perak milik Seraphina. Celina Camilla berdiri mematung di tengah ruangan, menatap sisa-sisa pendar cahaya perak tempat Julian atau entitas yang menyerupainya menghilang. "Celina, bicaralah padaku," suara Lucien memecah keheningan. Ia tidak mencoba menyentuhnya kali ini; ia tahu istrinya sedang berada dalam fase kalkulasi mental yang sangat intens. "Kita bisa mengejar mereka. Jejak sihir perak itu masih hangat. Kuda-kuda kita sanggup menempuh jarak ke perbatasan dalam tiga hari." Celina menarik napas panjang, lalu perlahan mengembuskannya. Matanya yang tadinya kosong kini berkilat tajam. "Tidak, Lucien. Mengejar mereka secara membabi buta adalah apa yang Arsitek inginkan. Dia memancing kita keluar dari benteng Oakhaven agar kita terpapar di medan terbuka." Celina berjalan menuju meja
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 24 Diplomasi di Ujung BelatiSalju tipis mulai turun di Ibu Kota Oakhaven, menyelimuti cerobong-cerobong asap distrik Oakhaven Tech dengan lapisan putih yang kontras. Di dalam laboratorium pribadinya, Celina mengamati Julian dari balik kaca satu arah. Pemuda itu tampak tekun menyalin skema "Inti Kristal Omega" sebuah rancangan mesin yang sebenarnya adalah bom waktu termal yang telah didesain Celina untuk meledak jika dipicu oleh frekuensi sihir Aethelgard. "Dia benar-benar rajin, bukan?" suara Lucien terdengar dari balik bayang-bayang ruangan. Lucien baru saja kembali dari barak, bau besi dan udara musim dingin masih menempel di jubah bulunya. "Kerajinan yang didorong oleh pengabdian pada tuan yang salah adalah tragedi, Lucien," jawab Celina tanpa mengalihkan pandangan. "Tapi Julian hanyalah gangguan kecil. Tantangan yang sebenarnya baru saja mendarat di pelabuhan kita pagi ini." Lucien mengernyitkan dahi. "Maksudmu kapal dengan bendera putih-emas itu?" "Ya. Utusan Agung Kekaisaran Aethelgard, Duke Alistair v
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 23 Industri dan Intrik di Balik LayarKastil Cavendish yang suram akhirnya ditinggalkan, namun beban yang dibawa Celina di dalam liontin peraknya jauh lebih berat daripada emas mana pun. Penemuan bahwa Seraphina—ibu Vivianne—adalah seseorang yang mengenal nama "Camilla" mengubah segalanya. Ini bukan lagi sekadar pelarian jiwa ke tubuh lain; ini adalah sebuah misi terstruktur yang telah disiapkan bahkan sebelum Celina lahir di dunianya yang dulu. "Jika ibuku adalah bagian dari permainan ini, maka aku tidak akan membiarkan bidaknya jatuh begitu saja," gumam Celina saat kereta kuda mereka melaju kembali menuju Ibu Kota. Lucien, yang duduk di hadapannya, terus memperhatikan liontin itu. "Siapa pun 'Arsitek' yang disebutkan ibumu, dia adalah musuh yang jauh lebih berbahaya daripada Kael. Kael hanya pion yang haus kekuasaan. Arsitek ini... dia adalah pemain catur yang mengatur papan." Celina mengangguk. "Dan langkah pertama pemain catur saat melihat lawannya menguat adalah mencoba mencuri bidak terkuatnya. Lucien, kita harus
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 22 Rahasia di Balik Debu SejarahKemenangan atas pasukan Aethelgard dan tertangkapnya Kael Vancewood menyisakan keheningan yang ganjil di Ibu Kota Oakhaven. Meskipun rakyat bersorak dan fajar mulai menyapu sisa-sisa asap peperangan, Celina Camilla tidak merasa sepenuhnya tenang. Baginya, kemenangan yang terlalu bersih sering kali menyembunyikan jebakan yang belum terdeteksi. Pagi itu, Aula Pengadilan dipenuhi oleh para bangsawan yang masih tampak gemetar. Kael Vancewood, pria yang pernah menjadi simbol kelicikan dan ambisi, kini berdiri di tengah ruangan dengan rantai berat yang mengikat tangan dan kakinya. Jubahnya robek, wajahnya penuh lebam, namun matanya masih memancarkan kilatan kegilaan yang membuat para menteri memalingkan wajah. Lucien berdiri di samping singgasana Raja Alaric, tangannya tak pernah lepas dari hulu pedangnya. Sementara itu, Celina duduk di kursi penasihat agung, matanya menatap tajam ke arah tawanan di depannya. "Kael Vancewood," Raja Alaric memulai dengan suara yang masih agak lemah nam
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 21 Kilau Kematian di Langit OakhavenSuara dentuman pertama yang menghantam gerbang Solarium bukan sekadar suara kayu yang pecah, melainkan genderang perang yang menandai berakhirnya masa transisi damai bagi Celina. Mesin pengepung milik pasukan pembelot Cavendish, yang kini didukung oleh teknologi militer Kekaisaran Aethelgard, memuntahkan bola-bola api yang melesat di langit senja Oakhaven. Di atas menara kontrol tertinggi, angin bertiup kencang, menerbangkan rambut pirang Celina. Ia berdiri di depan deretan tabung logam panjang yang telah ia rancang bersama para pengrajin kristal terbaiknya selama berbulan-bulan. Di sampingnya, Mary dan beberapa asisten laboratorium tampak gugup, memegang sumbu pemantik dengan tangan gemetar. "Nyonya, mereka sudah menembus barikade pertama! Pasukan Grand Duke sedang terdesak di jembatan utama!" teriak seorang pengintai dari balkon bawah. Celina teropong ke bawah. Melalui lensa kristal buatannya, ia melihat Lucien. Suaminya tampak seperti dewa perang di tengah badai besi. Pedang bes
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 20 Pembersihan Musim Semi di Aula AgungPagi itu, atmosfer di Ibu Kota Oakhaven tidak lagi terasa mencekam seperti saat pertama kali Celina dan Lucien tiba. Sebaliknya, ada aura kegelisahan yang menyengat, layaknya listrik statis di udara sebelum badai besar pecah. Berita tentang penangkapan pelayan pribadi Permaisuri Elenora telah menyebar ke seluruh penjuru istana seperti api yang tertiup angin kencang. Para menteri yang biasanya berjalan dengan dagu terangkat, kini tampak terburu-buru, menghindari kontak mata dengan siapa pun yang mengenakan lencana Serigala Valois. Celina Camilla tidak membuang waktu. Baginya, politik adalah bentuk lain dari manajemen krisis skala besar. Jika ia bisa menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut di dunianya yang dulu, maka membersihkan dewan menteri yang korup hanyalah masalah efisiensi dan eliminasi. Ia duduk di ruang kerja sementara yang diberikan Raja, sebuah ruangan megah dengan jendela besar yang menghadap ke alun-alun istana. Di hadapannya, tertumpuk buku kas kerajaan dari lima
Last Updated: 2026-04-22