Chapter: 12“Aku terbiasa menghadapi hal seperti ini.”Suara Andrea terdengar datar, seolah apa yang baru saja terjadi bukan sesuatu yang layak dibesar-besarkan. Ia masih mengusap pergelangan tangannya yang memerah, bekas cengkeraman kasar para pria tadi. Gerakannya tenang, namun dari caranya menekan bagian yang sakit, jelas ada rasa nyeri yang ia tahan.Meski begitu, tanpa banyak bicara, ia langsung membuka pintu mobilnya dan duduk kembali di kursi kemudi, sikapnya tegas dan seolah menutup ruang bagi siapa pun untuk mengasihaninya.Namun sebelum pintu itu benar-benar tertutup, tangan Sakti menahannya. Jemarinya mencengkeram bagian atas pintu dengan santai, tapi cukup kuat untuk menghentikan gerakan Andrea.“Kau tak ingin mengucapkan terima kasih padaku?” ujarnya ringan, sudut bibirnya terangkat sedikit, setengah menggoda, setengah menantang.Andrea menoleh sekilas. Tatapannya tajam, dingin, dan penuh perhitungan.“Kita sedang berada di tengah jalan. Aku tak mau keberadaan kita memicu kemacetan.
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: 11“Apa kau tahu dia mau ke mana?” tanya Sakti saat Andrea sudah melangkah melewati pintu keluar.Nada suaranya rendah, tapi tergesa. Matanya masih mengikuti bayangan sosok wanita itu yang baru saja menghilang di balik pintu kaca.“Dia sudah menerima semua dokumen-dokumen dariku. Aku rasa ... dia akan menemui Bella dan Donny.”Sakti langsung bangkit dari duduknya, gerakannya cepat seolah tak memberi waktu bagi pikirannya untuk berubah. “Kalau begitu aku harus pergi sekarang.” ujarnya singkat, lalu bersiap melangkah menyusul ke arah pintu keluar.“Hei ... bagaimana aku menghubungimu?” seru David. Dia tidak berusaha menahan, hanya setengah berdiri dari duduknya.Sakti berhenti sejenak sambil menoleh. “Berikan saja kartu namamu. Nanti aku yang akan mencarimu.” katanya sambil menyodorkan tangan ke belakang.Tanpa banyak tanya, David merogoh dompetnya, mengeluarkan kartu nama, lalu menaruhnya di atas telapak tangan Sakti. “Thanks. Aku pergi dulu!” ucap Sakti cepat sebelum benar-benar bergegas
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: 10“David?”Sakti mengangkat wajahnya dan menoleh, matanya sedikit menyipit seolah memastikan apa yang dilihatnya bukan sekadar kebetulan biasa. Lelaki berpakaian rapi dengan setelan jas abu-abu itu berdiri tak jauh darinya, ekspresinya terkejut bercampur tak percaya.Dalam hitungan detik, ingatan Sakti langsung tersambung. David Alberto. Teman kuliahnya dulu yang bekerja sebagai sales eksekutif di perusahaan properti. Dari tangan David-lah Sakti membeli rumah mewah itu, lengkap dengan seluruh proses transaksi dan dokumen yang dulu ditangani langsung olehnya. Rumah yang kini justru berpindah kendali ke tangan Bella.Mereka saling mendekat hampir bersamaan, lalu berjabat tangan dengan erat. Genggaman itu sedikit lebih lama dari biasanya, seolah keduanya sama-sama memastikan bahwa pertemuan ini nyata.“Buset. Balik ke Indo nggak ngasih kabar nggak apa. Gue pikir lu udah kecantol bule UK dan nggak mau balik ke sini lagi.”Nada suaranya ringan, namun sorot matanya menyimpan rasa penasaran ya
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: 9“Hei ... maksudmu apa, Kalina?”Sakti mencoba menarik tangan Kalina dari selangkangannya. Namun gadis itu melawannya. Dia justru semakin agresif dan menangkupkannya di bagian yang seharusnya tak dijamahnya.“Aku tahu kau sudah lama tak melakukan itu?”“Kata siapa?”“Aku mengenalmu, Sakti. Aku selalu mencari tahu apa kegiatanmu di luar sana. Menikah saat baru lulus kuliah, lalu langsung ke luar negeri karena diminta menjadi konsultan bisnis di perusahaan internasional.”“Ya apa hubungannya dengan semua ini?” ujar Sakti sambil kembali menjauhkan tangan Kalina dari area sensitifnya.Tangan Kalina memang menjauh. Namun kini dia bangkit dari kursinya dan langsung duduk di pangkuan Sakti dengan posisi yang berhadapan. Jarak mereka sangat dekat hingga dua tonjolan besar di dada Kalina nyaris menimpa wajah Sakti.“Aku tahu kau sangat sibuk sampai kau tidak pernah melakukan hubungan seintim ini. Bahkan dengan istrimu, Bella. Aku yakin kau jarang melakukannya.”Kalina membuka kancing bajunya da
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: 8“Apakah lelaki itu terlihat seperti aku?”Sakti menatap lurus ke arah Rania setelah mengucapkan kalimat itu, nada suaranya tenang, nyaris tanpa tekanan, seolah pertanyaan itu hanyalah sesuatu yang ringan. Namun di balik ketenangan itu, ada sorot mata yang tajam, mencoba membaca reaksi sekecil apa pun dari gadis di hadapannya.Rania terdiam. Pandangannya kembali turun ke layar ponsel yang masih ia genggam. Gambar yang ditampilkan memang buram, pencahayaannya minim, dan wajah pelaku tidak terlihat jelas. Namun entah kenapa, ada sesuatu yang membuatnya ragu, sebuah firasat yang sulit dijelaskan.Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap Sakti, lalu kembali menunduk.“Kau jangan berpikir yang macam-mayam, ya. Aku mau ke bank untuk mengurus ATM dulu. Setelah selesai, baru aku mengantarmu ke universitas.”Nada suara Sakti tetap stabil, tidak memberi ruang untuk perdebatan. Ia seperti sudah menutup kemungkinan bagi Rania untuk mempertanyakan lebih jauh. Rania menggigit bibir bawahnya pelan, m
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: 7“Boleh aku bergabung di sini?”Tanpa menunggu jawaban, Sakti langsung menarik kursi kosong di antara Barjo dan teman-temannya. Gerakannya tenang, membuat suasana meja itu berubah seketika. Tawa yang sebelumnya riuh mendadak mereda. Semua kepala menoleh bersamaan, mata mereka tertuju pada sosok yang datang tanpa diundang itu.Barjo tersentak, secara refleks ia menggeser duduknya menjauh, memberi jarak seolah kursi di sampingnya tiba-tiba menjadi tempat yang berbahaya.“Nah ini, Bang. Ini orang yang tadi gue ceritain.” Barjo menunjuk-nunjuk ke arah Sakti seolah ingin memberi tahu dua lelaki bertubuh kekar yang duduk bersamanya.Handoko dan Budi, mereka adalah kaki tangan Donny. Keduanya memperhatikan Sakti dengan saksama. Tatapan mereka tajam, mencoba mengingat sesuatu yang terasa samar di benak mereka. Wajah itu tidak asing, tetapi juga tidak cukup jelas untuk langsung dikenali.“Sepertinya aku pernah melihatmu,” ujar Handoko.Sakti tidak langsung menjawab. Dengan santai ia meraih gela
Last Updated: 2026-04-29