登入Sakti memergoki Bella−istrinya−berselingkuh dengan Donny, orang kepercayaannya sendiri. Namun bukannya merasa bersalah, keduanya justru berniat membunuh Sakti dan merampas semua kekayaannya. Tubuh Sakti yang dianggap sudah mati, dibuang begitu saja oleh mereka hingga terdampar di desa terpencil. Dia diselamatkan oleh Rania, gadis desa yang lugu dan cantik, tulus. Saat Sakti siuman, bayang-bayang kejahatan dan pengkhianatan Bella terlintas dalam benak Sakti. Dia pun bertekad untuk membalas dendam. Di saat yang sama, dia menemukan sebuah topeng tua yang memberinya kekuatan sekaligus inspirasi untuk menjalankan aksi balas dendam.
查看更多Suara tepukan tangan tiba-tiba menggema di area basemen yang sejak tadi dipenuhi ketegangan.Seketika semuanya menoleh ke arah sumber suara itu. Dari lorong menuju lift khusus VIP, seorang lelaki dengan setelan jas putih melangkah santai sambil tersenyum tipis. Kalung emas besar menggantung mencolok di lehernya, sementara cincin-cincin mahal memenuhi jemarinya.Wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya menyimpan tekanan yang membuat siapa pun enggan menatap terlalu lama. Di belakangnya, belasan pengawal bertubuh kekar mengikuti dengan langkah seragam. Beberapa di antaranya langsung dikenali Andrea sebagai orang-orang yang menyerangnya kemarin sore di kawasan Bintaro.“Jadi dia yang menghalangi kalian membawa Andrea padaku?” ujarnya pada pengawal di sampingnya. Nada suaranya santai, tetapi jelas mengandung ancaman.Andrea terperangah. Wajahnya langsung berubah tegang begitu mengenali lelaki itu. Jemarinya tanpa sadar mengepal di sisi tubuhnya.“Tuan James? Kenapa Anda berada di si
“Anda seharusnya tak perlu datang ke sini, Nona Bella.”Andrea berusaha tersenyum ramah saat menghampiri Bella yang berdiri di area parkir basement gedung BPN. Langkah wanita notaris itu tetap tenang meski tatapan Bella sejak awal sudah terlihat tajam dan tidak bersahabat.Bella seketika menoleh. Dia menatap ke arah Andrea dengan wajah yang tak ramah. Kacamata hitam yang bertengger di kepalanya membuat penampilannya terlihat angkuh dan dingin.“Ini sudah terlalu lama, Nona Andrea. Aku butuh sertifikat itu,” ketusnya.Andrea mengerutkan keningnya pelan. Dia masih berusaha menjaga nada suaranya tetap profesional meski sikap Bella mulai membuatnya tidak nyaman.“Secara prosedur, memang butuh waktu paling cepat lima hari kerja setelah berkas lengkap, Nona. Sedang aku baru menerima kelengkapannya kemarin.”“Aku tidak mau tahu. Aku membayarmu. Jadi ... aku mau hari ini berkas itu selesai.”Suara Bella semakin menekan. Dia melangkah lebih dekat seolah ingin mendominasi situasi. Sopir pribadi
“Beri aku satu alasan kenapa harus membantumu. Karena sejujurnya, aku bisa melakukan balas dendam sendiri tanpa bantuanmu.”Sakti bersandar di kursinya sambil mengeluarkan sebatang rokok dari saku kemejanya. Dengan gerakan santai dia menyalakannya, lalu mengembuskan asap perlahan ke luar jendela mobil. Sorot matanya tetap mengarah lurus ke depan, namun dari nada bicaranya jelas dia sedang menguji keseriusan Reno.“Kau akan tertarik jika mendengar ini, Sakti.”Jawaban Reno membuat Sakti akhirnya menoleh. Asap tipis masih keluar dari bibirnya saat dia memperhatikan sahabat lamanya itu lebih saksama.“Apa?”Reno memiringkan tubuhnya sedikit, menumpukan satu siku di jendela mobil. “Donny, selingkuhan mantan istrimu itu juga sahabatku juga. Aku mencurigai dia terlibat dalam permainan yang besar.”Alis Sakti langsung mengerut. Nama Donny memang sudah cukup untuk membangkitkan bara dalam dadanya, apalagi jika dikaitkan dengan sesuatu yang lebih besar dari sekadar perselingkuhan.“Permainan a
“Kau tenang saja. Aku juga tak mau mengganggu bisnismu.”Sakti berdiri di depan meja kasir sambil mengeluarkan satu ikat uang dari dalam tas kecil yang tadi sempat dia bawa dari mobil. Dengan gerakan santai, dia meletakkan uang itu tepat di depan Joseph. Lembaran uang yang masih rapi terikat karet itu langsung membuat Joseph menghentikan aktivitas menghitung hasil penjualannya.“Ambillah uang ini.”Joseph hanya melirik sekilas tanpa menyentuhnya. Kerutan di dahinya terlihat jelas, seolah tidak suka dengan sikap Sakti yang tiba-tiba bertindak formal seperti orang asing.“Untuk apa?” tanyanya datar.“Anggap saja untuk biaya sewa kamar Rania dan biaya hidupnya selama satu bulan. Tolong jaga dia untukku.”Joseph akhirnya meletakkan uang yang sedang dihitungnya lalu menatap Sakti lebih serius. “Kau sendiri mau ke mana?” tanyanya dengan ekspresi penasaran. Nada suaranya terdengar lebih rendah dari sebelumnya, seolah dia sudah bisa menebak bahwa lelaki di depannya sedang bersiap melakukan se
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論