author-banner
Itsuki Akari
Author

Novel-novel oleh Itsuki Akari

Gelora Mafia, Cinta di Bayang-Bayang Peluru

Gelora Mafia, Cinta di Bayang-Bayang Peluru

Dante adalah "mesin pembunuh" utama dari geng Cavallo di Roma. Dia dikirim ke Jakarta dengan satu misi tunggal: mengeksekusi kepala keluarga Moretti guna merebut jalur distribusi senjata di Asia Tenggara. Di sisi lain, Bianca Moretti, putri bungsu yang selama ini disembunyikan, diperintahkan ayahnya untuk menjebak dan menghabisi siapapun utusan Cavallo yang berani menginjakkan kaki di wilayah mereka. Keduanya bertemu dalam sebuah pesta topeng elit dimana Bianca berencana untuk menangkap Dante dari geng Cavallo. Namun sebuah kejadian membuat Bianca terkesan pada seseorang pria bertopeng yang menyelamatkannya dari sebuah tembakan yang ternyata adalah Dante laki-laki yang dia incar. Sebuah ketertarikan instan yang intens berubah menjadi hubungan rahasia yang panas berawal hanya mendekat untuk misi terjadi rasa cinta yang mulai tumbuh. Namun, dunia mereka runtuh ketika dalam sebuah baku tembak di pelabuhan tua, mereka saling menodongkan senjata ke arah jantung masing-masing.
Baca
Chapter: BAB 11
Bianca yang mendapatkan pesan dari bosnya segera menuju markas untuk memenuhi panggilan dari bosnya untuk melapor.Bianca dan asistennya Windy mengendarai mobil pribadi Bianca melaju dengan cepat menuju markas. Bianca yang selama perjalanan hanya memegangi dahinya dan mengerutkan dahinya karena rencana yang dia susun hampir saja berantakan akibat Sofia.Sesampainya di markas besar Bianca menuju ruangan bosnya itu dan dia disambut dengan lampu ruangan kerja bosnya, Mr. Moretti, tampak temaram, hanya menyisakan satu sorot lampu meja yang menyinari tumpukan dokumen.Bianca berdiri tegak di depan meja mahoni yang besar itu, dia melihat bosnya menghisap cerutu, nafas Bianca diatur sedemikian rupa agar tetap tenang, meski dia tahu isi laporan misi kali ini tidak akan membuat orang yang ada di depannya menjadi senang.“Duduk Bianca,” suara Mr. Moretti terasa berat dan dingin.Bianca pun duduk, jemarinya bertautan di atas pangkuannya. Bianca menyerahkan tablet yang dia pegang dimana ya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-16
Chapter: BAB 10
Setelah percakapan itu Bianca terdiam sejenak melihat kegelisahan Sofia. “Ingat Sofia, jangan sekali-kali berani membocorkan siapa diriku sebenarnya kepada Dante. Dan ingat! jangan pernah mencoba menghalangi rencanaku untuk menangkap Dante hidup-hidup.”Sofia yang mendengarkan itu membuatnya sangat terkejut. Senyum sinis perlahan muncul di wajah Sofia, sehingga tawa getir berhasil lolos dari bibirnya. “Jadi itu rencanamu? Menangkapnya hidup-hidup? Kau pikir bisa menjebak pria seperti Dante Cavallo?” “Itu Urusanku,” potong Bianca tajam. “Tugasmu sederhana, tutup mulutmu dan tetaplah dalam bayang-bayang, dan ingat jangan pernah menyebut namaku di depannya. Jika kamu patuh kamu dan keluargamu akan tetap aman. Jika tidak..” Bianca menunjuk dokumen di meja yang berisi penyelidikan penggelapan uang yang dilakukan oleh ayah Sofia dan pengkhianatan keluarga. “Kamu tahu persis apa yang terjadi pada dirimu dan keluargamu kan Sofia?” Namun di luar dugaan Bianca Sofia tak gentar dengan ancaman
Terakhir Diperbarui: 2026-06-06
Chapter: BAB 9
Bianca yang sempat menghubungi asistennya untuk menjemputnya di titik yang sudah ditentukan, Bianca pun masuk kedalam mobilnya dan meminta Windy asistenya mengemudi dengan sangat cepat. Gairah itu masih membekas di pikiran dan tubuhnya. Saat mobil Bianca melaju cepat menuju arah yang berlawanan dengan arah datangnya mobil sepupu bianca, membuka Bianca berpikir ada hubungan apa sepupunya dengan Dante sehingga berusaha melukai dirinya?“Windy, coba cari tahu hubungan Dante dan Sofia.” perintah Bianca kepada Windy. Sesampainya di markas, Bianca yang masih terbawa suasana mencoba kembali ke ruangannya dan menenangkan diri. Semua detail mengenai wajah Dante terus terbayang di pikirannya, membuatnya menjadi tidak fokus. Di atas meja kerjanya sudah terdapat tumpukan dokumen yang harus dikerjakan, sebuah tumpukan dokumen mengenai klien dan musuh yang harus di musnahkan semuanya adalah tumpukan dokumen tersebut. Bianca mencoba fokus dengan apa yang di hadapannya, sehingga dapat mengalihkan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-04
Chapter: BAB 8
Suasana di dalam rumah tersebut terlihat sepi, kontras dengan kehangatan cahaya lampu ruang tengah yang termaram dan sedikit mencekap membuat Bianca menjadi waspada. Bianca duduk di tepi sofa, nafasnya masih memburu, menyisakan adrenalin dari insiden maut yang hampir saja membunuhnya. Lengan kirinya tergores cukup dalam sebuah luka yang membuatnya hampir mati terbunuh jika Dante membantunya menghindar dengan cepat. Dante bergerak tenang namun sigap, dia mengambil kotak P3k yang ada laci meja, lalu membuka kotak P3K tersebut dan berlutut di hadapan Bianca, tangan Dante sangat hangat terasa kontras dengan kulit Bianca yang putih bersih. Bianca yang sudah terbiasa dengan luka di tubuhnya tidak seberapa peduli dengan pertolongan yang dilakukan oleh Dante. “Tahan sebentar, mungkin akan sedikit perih,” ucap Dante sembari membersihkan luka tersebut dengan antiseptik. Bianaca tidak menjawab sama sekali, Matanya menatap tajam kearah Dante, namun pikiran Bianca terfokus pada apa yang te
Terakhir Diperbarui: 2026-06-03
Chapter: BAB 7
Suara dering ponsel yang ada di saku baju Dante membuyarkan segala rencana yang akan dilakukan Dante pada Bianca. Dante pun membuka pesan panggilan yang ada di handphonenya, sabil berkata “Baiklah nona, sepertinya tidak untuk hari ini. Jika ada waktu datanglah besok ke kafe sebelah gedung pameran ini.” Dante pun segera meninggalkan Bianca.“Sial aku hampir saja termakan rayuannya, lihat saja Dante lain kali aku tidak akan membalas tindakanmu barusan..!” ujar Bianca dengan penuh rasa kesal.Bianca pun kembali menuju markas, dia pun kembali menuju ruangannya namun tidak di sangka di dalam ruangannya sudah berdiri tegak dan gagah Mr. Moretti dengan ceruti yang sedang dihisapnya perlahan.“Bagaimana lukamu? Sudah membaik?” tanya Mr. Moretti mengenai keadaan Bianca.“Sudah lebih baik..” Jawab santai Bianca.“Baguslah jika sudah membaik, aku kemari hanya menanyakan lukamu. Tapi untunglah semua baik-baik saja, kali ini kamu harus lebih fokus dan jangan sampai membiarkan target kita lolos lag
Terakhir Diperbarui: 2026-06-01
Chapter: BAB 6
Bianca yang merasakan hal itu merasa jantungnya seolah berhenti berdetak. Langkah kakinya terpaku di atas lantai marmer. Udara di sekitar Bianca mendadak dipenuhi sebuah aroma yang spesifik. Campuran antara aroma kayu cedar yang pekat, tembakau mahal dan sedikit sentuhan citrus dingin.Itu bukan sekedar parfum biasa. itu adalah aroma yang sama persis dengan dihirup Bianca saat kesadarannya hampir hilang di malam pesta topeng tersebut. Aroma tubuh pria yang telah memeluknya erat, melindunginya dari kobaran api, dan menggendongnya keluar hidup-hidup. Disisi lain Bianca juga tersadar bahwa wajah pria tersebut mirip dengan target yang sedang dia cari.Bianca membalikkan badannya dengan cepat. Matanya menyisir koridor galeri yang agak lenggang. Di ujung lorong tampak punggung seorang pria tegap berambut pangkas rapi, mengenakan mantel parit (trench coat) berwarna hitam, sedang berjalan santai mengelilingi setiap sudut pameran.Pencarian yang berbulan-bulan yang menguras energi dan air mata
Terakhir Diperbarui: 2026-06-01
Anda juga akan menyukai
Maid Kesayangan Bos Mafia
Maid Kesayangan Bos Mafia
Mafia · Meistoria
2.2K Dibaca
Nona Incaran Ketua Mafia
Nona Incaran Ketua Mafia
Mafia · SanASya
2.2K Dibaca
TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH
TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH
Mafia · Shiskaco
1.9K Dibaca
Mantan Kakak Tiri
Mantan Kakak Tiri
Mafia · Silentia
1.7K Dibaca
Gadis Pemikat Hati sang Mafia Kejam
Gadis Pemikat Hati sang Mafia Kejam
Mafia · Vanilla_Nilla
1.5K Dibaca
Dalam Kuasa Tuan Mafia
Dalam Kuasa Tuan Mafia
Mafia · Rentya Karin
1.4K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status