LOGINDante adalah "mesin pembunuh" utama dari geng Cavallo di Roma. Dia dikirim ke Jakarta dengan satu misi tunggal: mengeksekusi kepala keluarga Moretti guna merebut jalur distribusi senjata di Asia Tenggara. Di sisi lain, Bianca Moretti, putri bungsu yang selama ini disembunyikan, diperintahkan ayahnya untuk menjebak dan menghabisi siapapun utusan Cavallo yang berani menginjakkan kaki di wilayah mereka. Keduanya bertemu dalam sebuah pesta topeng elit dimana Bianca berencana untuk menangkap Dante dari geng Cavallo. Namun sebuah kejadian membuat Bianca terkesan pada seseorang pria bertopeng yang menyelamatkannya dari sebuah tembakan yang ternyata adalah Dante laki-laki yang dia incar. Sebuah ketertarikan instan yang intens berubah menjadi hubungan rahasia yang panas berawal hanya mendekat untuk misi terjadi rasa cinta yang mulai tumbuh. Namun, dunia mereka runtuh ketika dalam sebuah baku tembak di pelabuhan tua, mereka saling menodongkan senjata ke arah jantung masing-masing.
View MoreMalam itu di Gudang daerah distrik 4 yang bertempat di Jakarta mengalami kebakaran hebat, dalam sekejap gudang tersebut berubah menjadi lautan api. Gudang itu berisi senjata-senjata milik geng mafia Moretti yang telah banyak di pesan para pejabat elit.
Bianca yang telah sampai di lokasi melihat gudangnya yang telah habis terbakar terlihat sangat syok dan kesal atas kejadian kebakaran tersebut, “Oh, shit!! berapa kerugian yang kita dapatkan?” Windy pun mulai menghitung kerugian yang dia dapatkan atas kebakaran yang terjadi. “sekitar 500 juta Nona..” Ujar Asistennya yang berada di belakangnya, Bianca terkejut atas nominal yang telah di sebut asistennya tersebut Bianca pun hanya bisa terdiam. “Bagaimana kita akan melaporkannya pada Tuan Besar, Nona?” Asisten dari Bianca pun juga tampak kebingungan, “Biar aku saja yang mengurusnya.” “Baik Nona” ujar asisten Bianca yang mengiyakan perintah Bianca dan segera melanjutkan tugasnya untuk mengurus kejadian yang ada di kebakaran, Bianca melajukan mobil sport miliknya bak pembalap dengan cepat dan menghentikan mobilnya pada sebuah area pertokoan elektronik di daerah distrik 4, dia pun menuju salah satu toko elektronik dan kabel-kabel yang ada di toko. Dia pun membuka pintu toko dan segera masuk lebih dalam ke sudut toko dan menyebutkan sandi untuk mendapatkan izin memasuki ruangan tersebut “Bi” ujar Bianca, mereka pun mempersilahkan Bianca masuk ke dalam ruangan rahasia tersebut. “Silahkan Nona.” seorang yang menjaga pintu tersebut pun menyambut Bianca. Di dalam ruangan tersebut banyak komputer dan CCTV yang tampak di layar komputer yang ada. Dia pun mendekati salah satu layar komputer yang terhubung dengan CCTV di distrik 4, “Ah nona, apa yang perlu saya lakukan?” ujar ahli komputer yang ada disana. “Tolong cek CCTV yang berada dekat gudang penyimpanan Moretti” Bianca pun menugaskan suruhannya tersebut. Tanpa banyak bicara orang tersebut pun melakukan perintah yang dikatakan Bianca. Setelah menunggu beberapa menit Bianca pun mendapatkan foto pelaku yang telah membakar Gudangnya, “Cavallo!” Bianca pun mengetahui itu ulah seseorang dari geng Cavallo dimana korek yang dia pegang melambangkan sebuah logo dari geng Cavallo. “Tolong ambil gambar pelaku tersebut lalu cetak” Perintah Bianca. Mereka Pun segera mencetak foto yang diminta oleh Bianca dan segera memberikannya pada Bianca. “Ini Nona Bianca, apakah ada yang bisa saya bantu lagi nona?” ujar utusan Bianca. “Sudah Cukup aku akan kembali ke markas utama, sisanya akan ku transfer ke rekeningmu.” “Baik Nona, senang dapat berbisnis denganmu.” Bianca Pun segera menghubungi asistennya untuk mengutusnya mengurus kejadian kebakaran di gudang dan Bianca segera mengendarai mobilnya untuk kembali ke markas besar dan melaporkan pada ayahnya Mr. Moretti. Malam itu juga Bianca segera kembali ke markas besar untuk melaporkan apa yang telah terjadi pada gudang yang ada di area Distrik 4, dengan mengendarai mobil sportnya Bianca menancapkan gas untuk segera sampai ke markas besar. “Sial kerugian ini sungguh besar, aku harus segera menangkap orang gila tersebut!” gumam Bianca sambil mengendarai mobilnya. Perjalanan tidak memakan waktu cukup lama dengan kecepatan yang tinggi akhirnya Bianca telah sampai di kantor markas besar seseorang telah menantinya Bianca telah disambut oleh seorang asisten yang berada di lobby “Silahkan Nona” Asisten Mr. Moretti pun mempersilahkan Bianca untuk menuju ruangan pribadi Mr. Moretti. “Apa Boss sudah mengetahui hal ini?” Ujar Bianca bertanya pada asisten Mr.Moretti. “Sudah Nona, Boss sudah menunggu anda.” Bianca pun segera masuk ke dalam ruangan Mr. Moretti, Bianca pun merasakan aura kekesalan Mr. Moretti hingga tidak ingin menyapanya namun Mr. Moretti yang mengetahui kehadiran Bianca mulai bertanya “Berapa kerugiannya?” Ujar Mr. Moretti “500 juta.” Ujar Bianca, Mr. Moretti yang mengetahui hal tersebut membalikan badan dan menggebrak meja yang ada di hadapannya. “Apa!!?? Jika pejabat-pejabat kepercayaanku tau habislah kita.” Mr. Moretti Pun tampak khawatir. “Sepertinya pelakunya anggota Cavallo.” Bianca mencoba memberikan sedikit informasi. “Cavallo!?? Memang dia manusia biadab Sialan!!” Mr. Moretti pun mengepalkan tangannya dan kembali menggebrakan tangannya di atas meja. “Ini Foto yang Bianca dapatkan dari anggota Bianca” Memberikan foto-foto pelaku pembakaran gudang. “Dante !” ungkap Mr. Moretti ketika melihat foto yang diberikan oleh Bianca. “Dante ?” Bianca pun terkejut dan sedikit bingung dengan ucapan Mr. moretti “Dante, pemimpin geng Cavallo Distri 1 dan 2 yang da di roma terkenal bengis dan licik serta haus darah, mereka kemari pasti karena ingin merebut distrik 4 yang ada di jakarta. Ternyata jiwa pembunuh itu mendarah daging.” Ucap Mr. Moretti kesal dan penuh amarah. Mr. Moretti setelah melihat foto yang diberikan oleh Bianca tersebut segera memberikan kembali pada Bianca, “Bianca! Dekati orang tersebut buat dia tertarik denganmu dan bunuh dia atau kau bawa dia hidup-hidup di hadapanku.” Mr Moretti pun memanfaatkan kecantikan dan kecerdasan Bianca untuk membunuh Dante. “Baik Boss” Ujar Bianca tegas. Mr. Moretti pun berjalan menuju Bianca dan memeluknya, “Aku yakin kamu pasti bisa, maafkan kali ini aku memberikanmu tugas berat yang seharusnya tidak dilakukan anak perempuan sepertimu.” Mr. Moretti pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Bianca pergi untuk melakukan tugas yang telah diberikan oleh Mr. Moretti tersebut. Bianca yang sudah mendapatkan tugas dari Mr. Moretti segera menugaskan Asistennya Windy untuk menyelidiki lokasi Dante, dan mencari seluruh informasi mengenai Dante. “Kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan, Win ?”Disisi lain Vito yang semakin panik kembali bersama Windy ke kamar mandi tempat dimana Bianca menunggunya, namun setelah sampai di kamar mandi Windy yang masuk kamar mandi mengatakan tidak ada siapa pun di dalam kamar mandi tersebut.“Vito, kamu mempermainkanku ya? disini tidak ada nona Bianca.”“Hah?! Jangan bercanda, dia yang menyuruhku membawamu ke kamar mandi ini.”“Jangan bilang kamu salah kamar mandi..”“Tidak Win, ini kamar mandi yang bener, tadi Bianca ada di kamar mandi ini.”“Yaudah coba kita cari kamar mandi yang lain..”Windy dan Vito pun mulai panik mencari Bianca, karena Bianca tiba-tiba menghilang entah kemana. Setelah berkeliling di setiap koridor yang terdapat kamar mandinya mereka tetap tidak menemukan Bianca.“Vit, nona gak ditemukan dimana-mana ini..” ujar Windy panik.“Coba, kamu hubungi Bianca..”“Bagaimana bisa orang dengan keadaan seperti itu dapat mengangkat telepon?”“Haduhh coba saja, barangkali di angkat.” perintah Vito yang juga panik karena kehilangan b
Di tengah kondisi Bianca yang tidak stabil, Bianca mendengar suara langkah kaki yang berat, dan ritmis yang terdengar seperti ingin mendekatinya. Bianca yang masih sedikit setengah sadar mencoba siaga dengan memegang pistol yang ada di balik dressnya.Langkah itu semakin dekat terdengar oleh Bianca, bukan suara langkah kaki seorang wanita, melainkan langkah pria yang penuh percaya diri. Dante yang mencoba mendatangi Bianca memastikan kamar mandi wanita itu kondisi sepi dan hanya terdapat Bianca disana, setelah memastikan kamar mandi sepi. Dante mencoba membuka pintu kamar mandi tersebut satu persatu namun terlihat kosong ada satu kamar mandi paling ujung yang masih tertutup rapat.Setelah mencoba mendorong dengan pelan tetapi pintu tidak bisa terbuka, Dante yakin disana ada Bianca. Dante mencoba memanggil namanya “Bianca?,” panggil dante pelan. “Windy?” jawab Bianca terlihat melantur.Setelah Dante yakin dengan jawaban itu, dante mencoba membuka pintu kamar mandi itu secara pak
Hari dimana pesta pun telah tiba, aula pesta itu terasa megah, namun bagi Dante tempat itu kini terasa seperti labirin yang menyesakkan. Cahaya lampu kristal yang memantul di gelas-gelas kristal membuatnya sulit untuk fokus terhadap pandangannya untuk mencari targetnya. Dari tempat sudut ruangan yang teduh, dia meminum whisky dengan tenang, sementara matanya tak lepas dari Mr. Moretti yang sedang tertawa lebar bersama klien-kliennya.Tangan Dante siap melancarkan tembakannya, dan berharap semua akan segera berakhir. Target sudah di depan matanya. Hanya beberapa langkah lagi.Namun, saat tepat tangannya ingin mengambil pistol yang terselip di balik jasnya, pandangannya teralihkan ke meja yang hanya berjarak beberapa meter dari target utamanya.Disana, Bianca terlihat sedang melangkah masuk dengan pakaiannya yang terlihat serasi, “Bodoh ! ” umpat Dante dalam Hati. “Mengapa mereka harus berada disana?” ujar dante dalam hati.Posisi Bianca dan Vito kini hanya berjarak beberapa meter d
Sofia yang mengetahui bahwa Bianca dan Vito hanya bersandiwara menimbulkan rasa Amarah dan rasa penasaran yang menghantui Sofia yang seketika berubah menjadi senyuman kemenangan.Sofia yang sempat kalah dan tidak berdaya akibat telah dipermalukan Bianca di depan Dante, kini telah memegang kartu AS yang kuat untuk melawan Bianca.Sofia yang sedari tadi mendengarkan percakapan Bianca dan Vito diam diam mencoba mengendalikan dirinya, sofia mencengkeram tas tangannya hingga kuku jarinya memutih.Sebuah ide jahat mulai berkecambah di benaknya, jika yang barusan hanyalah hubungan sandiwara maka Sofia akan membongkar kebohongan itu di depan Dante. Sofia ingin Bianca di permalukan di depan Dante.“Baiklah Bianca, sekarang aku memegang kartu AS mu dan kita lihat sejauh mana kamu akan mempertahankan itu semua.” Setelah percakapan itu Sofia melihat Bianca dan Vito kembali dengan menggunakan kendaraan yang berbeda, Sofia yang juga sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan percakapan Bian
Bianca yang merasakan hal itu merasa jantungnya seolah berhenti berdetak. Langkah kakinya terpaku di atas lantai marmer. Udara di sekitar Bianca mendadak dipenuhi sebuah aroma yang spesifik. Campuran antara aroma kayu cedar yang pekat, tembakau mahal dan sedikit sentuhan citrus dingin.Itu bukan se
Setelah kejadian itu Windy membawa Bianca kembali untuk mendapatkan pertolongan atas luka yang didapatnya, di rumah sakit pribadi pribadi miliki geng Moretti Bianca mendapatkan perawatan. Bianca yang telah banyak kehabisan darah akibat tembakan itu masih belum sadarkan diri, “Bianca??Bianca?? kemar
Tepat pukul sembilan hari dimana pesta yang dinanti pun tiba, Bianca hadir dengan gaun merahnya yang indah dan topeng putih yang elegan. Musik Orkestra mulai mengalun lembut, namun tatap Bianca tidak lepas dari para tamu berharap segera menemukan orang yang ingin dia tangkap.“Apakah kau mend
“Dorr!!..” Suara peluru melesat keluar meninggalkan laras tepat mengenai titik yang ditargetkan Bianca sedang melatih keahliannya dalam menembak, Bianca tidak gentar dengan terlatih Bianca memposisikan diri, mengatur keseimbangan, dan membidik. Bianca adalah anak tunggal dari keluarga Morett






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.