Chapter: 530. Membawa mereka untukmu.Keadaan kembali tenang. Setelah menangis cukup lama, Mia mulai bisa mengendalikan dirinya meskipun matanya masih bengkak. Siera kembali memperhatikan buku di atas meja.Ia membuka halaman tentang pengulangan waktu. Awalnya, Siera mengira semua itu hanya mitos. Namun setelah mengalaminya sendiri, ia tidak bisa lagi menganggapnya sebagai cerita.Siera kemudian melihat sebuah pola sihir yang terasa familiar. Ia pernah melihat pola yang sama dalam catatan lama. Pola sihir orang-orang gipsi."Mia."Mia yang masih duduk di seberangnya menatapnya."Ya, Nona?""Menurutmu, apakah kita harus mencari orang gipsi?"Mia langsung terdiam. Ia tampak sedikit ragu, kemudian akhirnya menjawab,"Saya pernah mendengar ucapan Duke Muda. Beliau mengatakan bahwa orang gipsi bukan orang yang baik."Siera tidak mengatakan apa-apa."Apakah Nona benar-benar yakin ingin mencari mereka?" Lanjut Mia.Siera mengalihkan pandangan ke arah jendela. Cahaya matahari sore mulai masuk semakin rendah ke dalam kamar, membua
Terakhir Diperbarui: 2026-09-20
Chapter: 529. Mati karena anda.Mia kembali terdiam karena pertanyaan itu justru terasa lebih mengejutkan daripada pengakuan sebelumnya. Karena Siera tidak mengatakannya sambil bercanda. Tidak ada senyum di wajahnya. Tidak ada tanda bahwa ia sedang menguji Mia dengan sebuah lelucon.Siera benar-benar sedang bertanya. Apakah Mia akan percaya jika ia mengatakan bahwa semua yang mereka baca di buku itu bukan sekadar teori baginya?Mia menatap Siera lama sekali. Mia perlahan meletakkan tangannya di atas buku."Kalau Nona mengatakan itu..." suaranya terdengar ragu. "Saya tidak tahu harus percaya atau tidak."Siera menundukkan pandangan."Bukan karena saya tidak percaya kepada Nona." Lanjut Mia.Ia menarik napas pelan."Tapi karena hal seperti itu terlalu sulit dipercaya."Siera mengangguk kecil."Aku tahu.""Jadi..." Mia menatapnya lagi. "Nona benar-benar pernah mengalami kehidupan sebelumnya?"Siera tidak langsung menjawab, tatapannya berubah. Ada sesuatu yang dalam di matanya, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan hanya d
Terakhir Diperbarui: 2026-09-20
Chapter: 528. Bagaimana jika benar.Pertanyaan itu membuat tubuh Siera seketika kaku, ia hanya diam sambil menatap Mia. Suasana di dalam kamar yang sebelumnya terasa tenang mendadak menjadi sedikit canggung. Bahkan suara lembaran buku yang sesekali bergeser karena hembusan angin dari jendela terdengar lebih jelas daripada sebelumnya.Mia sendiri tampaknya baru menyadari bahwa pertanyaannya terdengar terlalu jauh. Ia segera menggeleng kecil dan menurunkan pandangannya pada buku di atas meja."Bukan begitu maksud saya.""Tidak apa-apa."Siera menjawab dengan tenang, meskipun jemarinya perlahan menutup halaman buku yang sedang dibacanya. Ia kemudian menundukkan wajah, seolah ingin kembali memusatkan perhatian pada tulisan di hadapannya.Mia masih belum sepenuhnya puas."Saya hanya..." Mia berhenti sebentar, mencari cara yang tepat untuk menjelaskan apa yang membuatnya merasa aneh. "Cara Nona membicarakannya tadi membuat saya berpikir seperti itu."Siera tidak menjawab.Ia tahu apa yang dimaksud Mia.Sejak tadi, tanpa sadar
Terakhir Diperbarui: 2026-09-20
Chapter: 527. Pengulangan waktu.Siera kembali ke kamarnya setelah makan. Meski masih lelah, ia tidak tidur dan langsung duduk di meja dekat jendela. Tumpukan buku yang dibacanya semalam masih berserakan. Ia mengambil salah satunya dan kembali membaca dari halaman yang sudah ditandai. Setelah berbicara dengan Dregory, pertanyaannya justru semakin banyak. Ia ingin menemukan jawabannya sebelum membuat kesimpulan sendiri.Tak lama kemudian, Mia masuk membawa teh dan makanan ringan. Ia meletakkan nampan di meja, lalu memperhatikan tumpukan buku di hadapan Siera."Nona, apakah Anda masih ingin melanjutkan membaca semua ini?"Siera tidak langsung mengangkat wajah. Matanya masih tertuju pada halaman yang sedang dibacanya."Ya."Mia menatapnya beberapa saat, kemudian melihat kembali buku-buku tersebut. Ia sebenarnya sudah terbiasa melihat Siera membaca, tetapi jumlah buku yang dikumpulkan kali ini jauh lebih banyak dari biasanya. Bahkan sebagian besar membahas hal-hal yang sebelumnya hampir tidak pernah disentuh Siera.Mia a
Terakhir Diperbarui: 2026-09-19
Chapter: 526. Isi kepala kaisar.Sunyi.Benar-benar sunyi.Tangan Dregory yang tadi hendak mengambil gelas berhenti di udara. Yelian bahkan tidak sempat menyembunyikan keterkejutannya. Ia menatap Siera dengan mata sedikit melebar, seolah baru saja mendengar sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan akan keluar dari mulut adiknya.Siera sendiri justru mengambil sendoknya kembali. Ia menyendok makanan dengan tenang, kemudian mulai makan seperti tidak ada sesuatu yang aneh baru saja terjadi di meja makan itu.Dregory perlahan menurunkan tangannya, tatapannya masih tertuju pada Siera.“Sejak kapan kau memutuskan ini?”“Aku sudah memikirkannya.”“Itu bukan jawaban.”Siera berhenti makan dan menatap ayahnya.Dregory menghela napas. “Ayah tidak melarangmu menikah dengannya. Tapi pikirkan baik-baik. Dior sekarang adalah Kaisar. Kalau kau menikah dengannya, hidupmu juga akan berubah.”“Aku tahu.”“Setiap keputusanmu akan diperhatikan. Kau juga akan menjadi Permaisuri.”Yelian ikut menimpali, “Dan semua orang akan men
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: 525. Tidak akan menikahi kaisar.Tatapan Dregory kembali kepadanya."Mimpi yang sebelumnya kau ceritakan kepadaku?"Siera mengangguk."Benar, Ayah."Dregory tidak langsung menjawab. Siera juga tidak tahu harus berkata apa lagi.Mereka berdiri berhadapan di lorong yang mulai diterangi cahaya lampu. Dari kejauhan terdengar suara para pelayan yang sedang mempersiapkan makan malam, tetapi di antara mereka berdua justru tercipta keheningan yang terasa cukup panjang."Apa ada sesuatu, Siera?" Tanya Dregory dengan nada pelan.Siera mengangkat wajah."Kau bisa mengatakan apa pun kepada Ayah."Siera terdiam dan Dregory menatapnya dengan tenang."Apa pun."Siera menundukkan pandangan. Sebenarnya, ia sudah lama ingin menceritakan semuanya kepada seseorang, tentang kehidupan sebelumnya dan hal-hal yang masih ia ingat.Namun ia selalu takut tidak dipercaya atau dianggap hanya berkhayal. Bahkan kepada Dregory pun, Siera masih ragu untuk mengatakannya."Kalau aku katakan..." suaranya pelan, "apakah Ayah akan percaya?"Dregory tidak
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: 820 Akhir dari segalanyaPemakaman itu berlangsung tanpa kemewahan.Tidak ada kerumunan pelayat, tidak ada doa panjang yang dilantunkan dengan suara khidmat. Hanya tanah yang digali, peti yang diturunkan perlahan, dan suara sekop yang menimbun kembali lubang itu dengan ritme yang sunyi.Segalanya terasa cepat.Seolah kehidupan seseorang benar-benar bisa berakhir begitu saja tanpa jejak selain nama yang tertinggal di atas batu nisan.Viviene dimakamkan di samping makam ibunya.Itu adalah permintaan Selene.Tidak ada yang mempertanyakannya.Dan kini, tiga makam berdiri sejajar dalam satu garis yang sama Count Moreau, Countess Wendy Moreau, dan Viviene. Tiga nama yang terukir rapi, namun menyimpan kisah yang jauh dari kata damai.Selene berdiri di hadapan mereka.Diam.Tatapannya tertuju pada deretan nisan itu tanpa berpindah, seolah mencoba memahami sesuatu yang tidak pernah benar-benar selesai di dalam dirinya.Di sampingnya, Sylar menghela napas pelan.“Benar-benar… keluarga yang rukun,” ucapnya dengan nada ya
Terakhir Diperbarui: 2026-03-31
Chapter: 819. Lebih dari sebuah penghinaanTidak ada seorang pun yang bisa mendekati Viviene.Ia berdiri di tengah lapangan eksekusi dengan tubuh terantai, kedua tangannya terikat, dan tubuhnya yang rapuh tampak hampir tidak mampu berdiri tegak. Para penjaga membentuk lingkaran rapat di sekelilingnya, membatasi jarak antara dirinya dan kerumunan yang datang berbondong-bondong hanya untuk menyaksikan akhir hidupnya.Bukan karena aturan semata.Melainkan karena terlalu banyak orang yang menginginkan momen itu.Terlalu banyak yang datang untuk melihat seorang pendosa menghadapi kematiannya.Sorakan mulai terdengar dari segala arah, menggema keras dan kasar, menyesakkan udara yang sudah dingin. Tuntutan demi tuntutan dilontarkan tanpa ampun, bercampur dengan hinaan yang tidak lagi disaring.“Cepat lakukan!”“Dia pantas mati!”“Jangan beri dia waktu lagi!”Suara-suara itu membentuk gelombang kebencian yang nyaris terasa nyata, menghantam tanpa henti ke arah sosok yang berdiri tak berdaya di tengahnya.Namun di antara semua itu, Sel
Terakhir Diperbarui: 2026-03-31
Chapter: 818. Terakhir kali melihat VivieneDirian menarik napas panjang, lalu menatap Selene dengan sorot mata yang lebih dalam dari biasanya.“Sudahlah, Selene,” ucapnya pelan namun tegas. “Kau sendiri yang mengatakan Sylar berhak melakukan apa pun sekarang.”Ia berhenti sejenak, memastikan wanita di hadapannya memahami maksudnya.“Ayo masuk. Sidangnya akan dimulai.”Selene tidak menjawab. Ia hanya menatapnya sesaat, lalu mengalihkan pandangan dan melangkah lebih dulu. Tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan di luar sana.Bersama Dirian dan Sylar, ia memasuki ruang sidang.Ruangan itu sudah dipenuhi banyak orang. Deretan kursi dipadati bangsawan, pejabat, hingga mereka yang datang sebagai saksi atau korban. Udara di dalam terasa berat, dipenuhi ketegangan yang tidak disembunyikan.Di kursi tertinggi, Kaisar telah duduk.Wajahnya dingin dan tatapannya tajam. Tidak ada ruang untuk keraguan dalam dirinya hari ini.Sidang dimulai tanpa basa-basi.Dakwaan dibacakan satu per satu dengan suara lantang. Pembunuhan. Penipuan. Penggela
Terakhir Diperbarui: 2026-03-31
Chapter: 817. Wanita yang sejak kecil kejamSaat tandu itu menghilang di balik gerbang luar, pelataran kastil tidak serta-merta kembali tenang. Orang-orang masih berdiri di tempat mereka, sebagian berpura-pura merapikan pakaian, sebagian lagi saling bertukar pandang dengan bisikan yang belum sepenuhnya reda. Udara malam terasa lebih dingin, seolah peristiwa barusan meninggalkan sesuatu yang menggantung dan belum benar-benar selesai.Di tengah suasana itu, Dirian dan Selene melangkah keluar dari dalam kastil.Cahaya obor menerangi wajah mereka yang kontras Dirian tetap tenang seperti biasa, sementara Selene terlihat lebih sunyi, lebih tertahan. Mereka bahkan belum sempat mengatakan apa pun ketika suara lain lebih dulu memecah keheningan.“Kau menyembunyikan wanita itu selama ini?”Kaisar berdiri tidak jauh dari mereka, tatapannya langsung tertuju pada Dirian. Tidak ada basa-basi, tidak ada nada halus dalam ucapannya. Pertanyaan itu terdengar seperti tuduhan yang sudah ia yakini sejak awal.Dirian tidak menunjukkan reaksi berarti
Terakhir Diperbarui: 2026-03-31
Chapter: 816. Mendapatkan karmanyaNama itu jatuh begitu saja, namun dampaknya terasa seperti sesuatu yang runtuh di dalam keheningan.Bisik-bisik kembali muncul, kali ini lebih jelas dan lebih cepat, menyebar di antara para tamu yang saling bertukar pandang. Tidak ada yang benar-benar berani bersuara keras, tetapi kegelisahan itu terasa mengalir di antara tatapan dan napas yang tertahan.Selene tidak bergerak.Tatapannya tertuju pada surat di tangan kepala keamanan itu, seolah berusaha memastikan bahwa apa yang ia dengar barusan bukanlah kesalahan. Namun di dalam dirinya, sesuatu yang sempat tenang kini kembali retak. Bukan dengan suara keras, melainkan perlahan, dalam diam yang justru lebih menyakitkan.Dirian akhirnya bergerak.Ia mengambil surat itu dengan tenang, tanpa tergesa. Jari-jarinya membuka segel dengan satu gerakan ringan, lalu matanya langsung menelusuri isi di dalamnya. Tidak ada perubahan ekspresi yang mencolok, namun semakin lama ia membaca, semakin jelas bahwa isi surat itu bukanlah sesuatu yang sede
Terakhir Diperbarui: 2026-03-31
Chapter: 815. PenahananPesta itu berlangsung dengan kemegahan yang nyaris sempurna, namun keindahannya bukan hanya terletak pada cahaya lampu kristal atau deretan hidangan yang tersaji rapi di sepanjang aula. Ada sesuatu yang lebih dalam mengisi ruangan itu sesuatu yang tidak terlihat, namun bisa dirasakan oleh setiap orang yang hadir.Aula utama kastil Leventis dipenuhi para bangsawan dan tamu undangan dari berbagai wilayah. Gaun-gaun indah berkilauan, jas-jubah formal tertata sempurna, dan suara musik mengalun lembut, menyatu dengan percakapan yang mengisi setiap sudut ruangan. Namun perlahan, semua itu mereda. Suara-suara mulai turun, percakapan terhenti satu per satu, hingga akhirnya perhatian seluruh aula terpusat ke bagian depan.Di sanalah mereka berdiri.Dirian berdiri tegap, seperti biasa tenang, dingin, dan tidak tergoyahkan. Wajahnya tidak menunjukkan banyak emosi, namun kehadirannya saja sudah cukup untuk menahan seluruh ruangan dalam kendali tanpa perlu sepatah kata pun. Di sampingnya, Selene b
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30
Chapter: 496. SelesaiKalimat itu membuat udara pagi terasa semakin sunyi.Jester tetap diam.Namun kali ini diamnya bukan karena dingin atau penolakan, melainkan karena kata-kata itu menyentuh sesuatu yang bahkan sejak tadi belum sempat ia hadapi.Memaafkan Ivanka.Jester menghela napas panjang. Perlahan, ia mengalihkan pandangannya dari makam lalu menoleh ke samping dan tatapannya jatuh pada Azalea.Wanita itu berdiri di sisinya dengan tenang, wajahnya lembut, matanya memandang Jester dengan pengertian yang dalam.Tanpa berkata apa-apa, Jester mengulurkan tangan dan merengkuh Azalea ke dalam pelukannya.Pelukan itu erat.
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30
Chapter: 495.Akhir dari segalanya.Pagi itu langit tampak kelabu.Awan tipis menggantung rendah di atas tanah pemakaman keluarga Bristov, membuat suasana terasa lebih dingin dan muram daripada biasanya. Embun masih menempel di ujung rerumputan, sementara tanah yang baru digali mengeluarkan aroma lembap yang khas, menegaskan bahwa hari ini benar-benar menjadi akhir bagi seseorang.Pemakaman Ivanka diadakan dengan sederhana.Tidak ada kemegahan seorang bangsawan. Tidak ada barisan panjang kereta keluarga terpandang. Tidak ada pula kerumunan besar yang datang membawa bunga dan belasungkawa.Ivanka bukan lagi bangsawan.Statusnya telah lama hilang bersama kehancuran keluarganya, dan kematiannya pun hanya menarik segelintir orang mereka yang mengenalnya, mereka yang pernah terliba
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30
Chapter: 494. Tidak merasa puasKalimat itu jatuh seperti batu ke dalam air yang tenang sunyi, namun gelombangnya terasa menyebar ke seluruh halaman.Albert mengangkat wajah sedikit, keterkejutan samar terlihat di matanya. Bukan karena ia tidak tahu apa yang terjadi, tetapi karena mendengar Jester sendiri mengucapkannya membuat semuanya terasa jauh lebih nyata.Ia segera kembali menunduk.“Baik, Yang Mulia.” Namun sebelum Albert berbalik, Jester kembali berbicara. “Tidak perlu menyembunyikan apa pun.”Suaranya datar, namun kelelahan yang dalam terdengar jelas.“Katakan apa adanya. Dia melompat setelah perdebatan kami.”Albert terdiam sesaat, lalu mengangguk lebih dalam.
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30
Chapter: 493. Akhir yang tragisSuasana kastil yang tadi sunyi mendadak berubah kacau.Langkah kaki berlari dari segala arah, suara perintah para pengawal bercampur dengan kepanikan para pelayan yang mendengar teriakan Jester dari atas menara.Sementara di puncak sana, Jester masih berdiri membeku di dekat jendela.Dadanya naik turun.Napasnya terasa tercekat.Untuk sesaat, bayangan Ivanka kecil gadis yang dulu menggenggam tangannya di taman kastil, gadis yang dulu tertawa sambil memanggil namanya bercampur dengan sosok wanita yang baru saja menjatuhkan dirinya ke dalam kegelapan.Semuanya berbaur menjadi satu.Masa lalu dan kenyataan malam ini.
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30
Chapter: 492. Tidak lagi mencintaimuJester membeku.Untuk sepersekian detik, bahkan udara di menara itu terasa berhenti bergerak.Ivanka menatapnya lurus, air matanya masih jatuh, namun kini ada kegilaan yang jelas di balik matanya.“Aku bisa menjadi istrimu,” lanjutnya, suaranya bergetar oleh obsesi yang selama ini ia sembunyikan. “Aku bisa kembali ke tempat yang seharusnya menjadi milikku.”Keheningan yang mengikuti terasa begitu berat.Jester memandang wanita di hadapannya seolah sedang melihat orang asing.Bukan Ivanka yang dulu pernah ia lindungi.Bukan gadis yang dulu menangis di balik punggungnya.
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30
Chapter: 491. Aku bisa menggantikanyaLangkah Jester bergema berat di sepanjang tangga batu menara paviliun. Satu demi satu anak tangga ia naiki tanpa ragu, sementara angin malam yang masuk dari jendela-jendela sempit membawa hawa dingin yang menusuk. Semakin tinggi ia melangkah, semakin sunyi suasana di sekitarnya, seolah seluruh kastil menahan napas menunggu apa yang akan terjadi di puncak sana.Tidak ada lagi keraguan dalam dirinya.Tidak ada lagi penundaan.Yang tersisa hanya satu hal jawaban.Jawaban atas semua kebohongan, semua kekacauan, dan luka yang baru saja hampir merenggut nyawa Azalea.Saat ia akhirnya mencapai lantai paling atas, langkahnya melambat. Cahaya bulan yang jatuh dari jendela besar di ujung menara membentuk siluet seorang wanita yang berdiri membelakan
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30