author-banner
Raisaa
Raisaa
Author

Novel-novel oleh Raisaa

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Aku memilih mati dengan cara paling tragis setelah tahu lima kali keguguranku bukan karena tubuhku lemah, melainkan ulah suamiku yang menolak memberiku anaknya. Bangkit dari kematian, aku bersumpah: aku akan pergi darinya — namun ternyata dia masih menghantuiku dengan janin miliknya yang tumbuh didalam diriku .
Baca
Chapter: 405. Penjaga
Dirian terdiam.Ia tidak langsung menjawab. Bukan karena tersentuh melainkan karena tidak mengerti. Dirian merasa dia tidak melakukan apapun.Namun ia tidak mengatakan itu.Morvena melanjutkan, suaranya sedikit lebih lembut, hampir seperti bisikan kepercayaan.“Kepala pelayan berkata… aku mendapat perlakuan istimewa karena aku adalah wanitamu.”Kata itu wanitamu menggantung di udara.Dirian akhirnya meletakkan penanya. Ia bersandar di kursi, menatap Morvena lebih lama dari sebelumnya. Ia tidak melihat kebohongan di sana. Tidak ada sihir dan idak ada manipulasi. Hanya… keyakinan yang tumbuh terlalu cepat.“
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 404. Wanita yang tidak tahu apapun
Pagi itu, ketika ia baru saja selesai menyisir rambutnya sendiri kebiasaan lama yang belum sempat ia lepaskan ketukan pelan terdengar di pintu kamar tamu yang kini ditempatinya.Tok. Tok.“Masuk,” ucapnya.Pintu terbuka, dan untuk pertama kalinya sejak ia menginjakkan kaki di Kastil Leventis, bukan satu atau dua pelayan yang masuk melainkan enam orang sekaligus.Mereka membawa kotak-kotak besar berlapis kain beludru. Ada yang berwarna biru tua dengan segel emas, ada yang putih mutiara, ada pula yang hitam pekat dengan bordiran lambang Leventis.Morvena berdiri perlahan.“Apa… ini?”Pelayan paling depan menunduk dalam-dalam
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 403. Aku percaya suamiku
Selene menoleh lebih dulu ke arah Ilard.Tatapan itu singkat, namun cukup untuk membuat pria itu menegakkan punggungnya tanpa sadar, seolah ia kembali menjadi ksatria muda yang menerima perintah pertamanya.“Ilard,” ucap Selene pelan, suaranya tenang namun mengandung ketegasan yang tak bisa dibantah, “dan Sven. Aku ingin kalian mulai menyusun apa saja yang harus dilakukan oleh para pelayan juga seluruh orang di kastil untuk menangani situasi ini.”Ilard terdiam sesaat.Bukan karena ragu, melainkan karena ia memahami betul makna di balik kalimat itu. Ia menunduk hormat, lalu tanpa berkata apa pun, segera mengeluarkan lembar catatan dari balik mantel.Ujung bulu pena menyentuh permukaan kasar kertas, mulai bergera
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 402. membuatnya jatuh cinta.
Dirian tidak segera menjawab. Kereta terus melaju, roda-roda besinya berderak teratur di atas jalan batu, seolah tak peduli pada percakapan yang perlahan mengoyak sesuatu di antara dua manusia di dalamnya.“Aku tidak mempermainkanmu,” akhirnya ia berkata.Morvena tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai ke matanya. Ada kelelahan di sana. Ada luka yang baru saja disadari.“Lalu apa ini sekarang?” suaranya lembut, nyaris berbisik, namun sarat tuntutan. “Aku pikir… kau akan bersamaku. Hanya denganku. Aku pikir kau akan meninggalkan istrimu.”Dirian menoleh, menatap wajahnya sesaat sebelum kembali memalingkan pandangan ke depan.“Aku tidak pernah mengatakan hal itu.”
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 401. istri atau selir
Selene cukup terkejut dengan ucapan Morvena itu. Ia menatap wanita berambut merah yang kini tersenyum seolah taruhan itu hanyalah permainan ringan, bukan sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang.“Bagaimana?” tanya Morvena sekali lagi, nadanya ringan, penuh keyakinan.Selene terdiam sesaat. Ada banyak hal yang bisa ia katakan, amarah, sindiran, bahkan tantangan. Namun semua itu terasa melelahkan. Terlalu murah untuk harga dirinya.“Aku tidak ingin menyia-nyiakan diriku,” ucap Selene akhirnya, suaranya tenang namun tegas, “pada sesuatu yang tidak perlu.”Tanpa menunggu reaksi, ia berbalik pergi. Tidak ada tatapan terakhir. Tidak ada kata penutup. Ia melangkah menjauh seolah percakapan itu tak pernah layak mendapat tempat lebih di pikirann
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 400. cinta yang murahan
Odet dan nenek berangkat keesokan paginya, tepat setelah sarapan selesai. Udara pagi masih dingin, kabut tipis menggantung di halaman kastil seolah enggan membiarkan perpisahan itu terjadi begitu saja. Kereta sudah menunggu, pengawal berdiri rapi, dan suasana terasa lebih sunyi dari biasanya.Selene berdiri di beranda depan bersama Dagny dan Divrio. Tangannya menggenggam tangan kedua anak itu dengan erat, seolah ia sendiri takut kehilangan keseimbangan jika dilepaskan. Odet memeluk Dagny lama, membelai rambutnya berkali-kali, sementara nenek menepuk bahu Divrio dengan senyum yang dipaksakan, matanya berkaca-kaca.“Aku ingin tinggal lebih lama dengan nenek…” gumam Dagny lirih, suaranya nyaris tenggelam oleh bunyi langkah para pengawal.“Iya,” sambung Divrio, bibirnya mengerucut kesal. &ldquo
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Setelah mengetahui kekasihku, sang Duke menikahiku hanya untuk memberikan posisiku sebagai Ratu kepada sahabat masa kecilnya, aku membatalkan pernikahan kami. Kini aku kembali merebut takhta—untuk menghancurkan Duke dan wanita yang mengkhianatiku.
Baca
Chapter: 126. peran
Jawaban Elyse menggantung di udara lebih lama dari yang seharusnya.Tak ada yang langsung menanggapi. Tak ada sanggahan, tak ada pujian. Namun Elyse bisa merasakannya sesuatu telah bergeser. Pandangan tuan Levric padanya tidak lagi sama seperti sebelumnya. Bukan lagi sekadar menilai calon menantu, melainkan menimbang sebuah aset.Sampai makan malam berakhir, tidak ada satu pun yang membuka suara. Sendok dan garpu bergerak dalam keheningan yang rapi, terlalu rapi untuk terasa nyaman. Elyse menyelesaikan makanannya dengan sikap yang sama tenangnya seperti saat ia berbicara tadi, seolah ia tidak baru saja mengubah cara keluarga Levric memandang dirinya.Ketika mereka berdiri dari meja, Jester mendekatinya dengan senyum tipis yang dibuat-buat.“Minum teh sebentar sebelum pulang?&rd
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 125. Bagaimana jika kau diposisinya?
Elyse mematung sempurna.Kata-kata itu tidak terdengar seperti lelucon. Tidak ada kesan dramatis berlebihan hanya pernyataan sederhana, jujur, dan terlalu tenang untuk dianggap main-main.“Mati?” ulang Elyse pelan.Ivanka menghela napas pendek, seolah percakapan itu telah menyentuh batas yang tidak boleh dilewati.“Sudahlah, Elyse. Aku harus pergi.”Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik. Langkahnya cepat, terlalu cepat untuk seseorang yang biasanya selalu menjaga wibawa. Pintu tertutup di belakangnya, meninggalkan keheningan yang terasa jauh lebih berat daripada suara apa pun.Elyse tetap berdiri di tempatnya, menatap pintu yang sudah tertutup rapat itu.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 124. Bisa saja mati
Count dan Countess saling berpandangan, lalu menatap Elyse dengan raut yang jelas menyimpan kegelisahan yang selama ini tak pernah mereka ucapkan.“Elyse,” suara Countess bergetar tipis, “jika kau menikah dengan Duke Levric… apa kau tidak akan meninggalkan kami bila suatu hari terjadi masalah?”Pertanyaan itu jatuh begitu saja, jujur dan rapuh. Count menatap putrinya dengan mata yang sama bukan mata seorang bangsawan, melainkan seorang ayah yang takut kehilangan sandaran terakhirnya.Elyse terdiam sesaat. Bukan karena ia tak tahu jawabannya, melainkan karena ia tahu betul betapa pahitnya kebenaran itu.“Aku tidak bisa menjamin,” katanya akhirnya, datar namun jujur. “Apa yang diinginkan seorang duke bukanlah perasaan, melainkan keuntu
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 123. Bukan hidup untuk orang lain
Pagi itu udara masih dingin ketika Elyse menerima map tebal dari tangan Marco. Matahari baru saja naik, sinarnya menembus jendela kamar dan jatuh miring di lantai, membuat debu-debu halus tampak melayang perlahan. Elyse belum berganti pakaian untuk pergi ke Kastil Levric, rambutnya masih tergerai, wajahnya tenang, tetapi matanya tajam saat membuka dokumen itu.Satu per satu halaman ia baca dengan cermat.Nama-nama keluarga bangsawan faksi lama tertera jelas di sana. Tidak banyak hanya tiga keluarga namun Elyse tahu betul, jumlah tidak pernah menjadi penentu kekuatan. Mereka yang tersisa justru biasanya adalah mereka yang paling berhati-hati, paling keras kepala, dan paling sulit dipatahkan. Setiap keluarga memiliki wilayah, pengikut, dan sejarah panjang yang tidak bisa dihapus hanya dengan satu keputusan politik.Elyse menu
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 122. Fondasi dan dukungan yang dibangun
Ivanka menarik napas. Ada keraguan di matanya, tapi ia mengangguk juga.“Mungkin justru itu yang kubutuhkan sekarang,” katanya jujur. “Aku tidak tahu harus bagaimana. Jester jelas marah besar. Kau melihat sendiri wajahnya tadi. Aku belum pernah melihatnya semurka itu.”Elyse menyandarkan punggungnya ke kursi. Nada suaranya tetap tenang, hampir datar, tapi setiap kata yang keluar terasa terukur.“Kau menghindari satu pertanyaan paling penting,” katanya. “Bukan soal Jester. Bukan soal keluarga Levric.” Ia menatap Ivanka lurus-lurus. “Kau sendiri. Kau ingin bertemu dengan Yang Mulia Kaisar atau tidak?”Ivanka terdiam sesaat, lalu menjawab tanpa ragu, terlalu cepat, bahkan. “Aku ingin,” katanya. “Aku&helli
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 121. Ego mengalahkan gengsi
Suasana di dalam rumah kaca itu berubah perlahan, nyaris tanpa suara, namun dampaknya terasa jelas. Udara yang semula sejuk dan ringan kini terasa menekan, seolah setiap tarikan napas membawa beban yang tak terlihat. Cahaya matahari yang menembus kaca justru membuat bayangan di wajah mereka semakin tegas tak ada lagi kehangatan, yang tersisa hanya ketegangan.Elyse melirik Jester. Ia menangkap perubahan itu dalam sekejap. Wajah pria itu yang biasanya tenang dan terkontrol mendadak mengeras, senyum tipis yang tadi sempat muncul menghilang tanpa sisa. Rahangnya mengatup, sorot matanya meredup, seperti seseorang yang baru saja dipaksa menelan kenyataan pahit.“Jadi…” Jester akhirnya membuka suara. Nadanya terdengar tertahan, terlalu tenang untuk sebuah pertanyaan yang jelas mengguncangnya. “Kau dan Kaisar akan makan malam berdua saja?”
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status