author-banner
Raisaa
Raisaa
Author

Novels by Raisaa

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Aku memilih mati dengan cara paling tragis setelah tahu lima kali keguguranku bukan karena tubuhku lemah, melainkan ulah suamiku yang menolak memberiku anaknya. Bangkit dari kematian, aku bersumpah: aku akan pergi darinya — namun ternyata dia masih menghantuiku dengan janin miliknya yang tumbuh didalam diriku .
Read
Chapter: 410. Tidak pernah lahir kedunia ini
Morvena mengangguk dengan senyuman mengembang. “Terima kasih, Dirian.”Ia berbalik dan melangkah keluar ruangan dengan langkah ringan. Begitu pintu terbuka, Sven yang sejak tadi menunggu langsung menegakkan tubuhnya.“Ayo,” kata Morvena padanya. “Temani aku.”Sven menunduk patuh dan mengikutinya pergi.Dirian bangkit dari tempat duduknya.Langkahnya keluar dari ruang kerja terasa lebih berat dari biasanya. Lorong kastil yang panjang menyambutnya dengan bisik-bisik yang tak lagi disembunyikan. Nama itu Viviene mengalir dari mulut ke mulut, dari pelayan ke penjaga, seperti bayangan lama yang dipaksa bangkit kembali.Dirian mendengarnya. Namun ia memilih meng
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 409. Penyelamat
Morvena menatap Viviene lebih lama dari yang ia sadari.Wanita itu kini terlihat benar-benar kosong seolah setelah kalimat terakhirnya terucap, sesuatu di dalam dirinya runtuh sepenuhnya. Bahunya tetap tegak, tatapannya masih tajam, tetapi ada kehampaan yang menganga di balik mata biru itu. Kehampaan yang tidak lahir dalam semalam, melainkan terbentuk oleh waktu, oleh ketakutan yang berulang, oleh harapan yang dipatahkan berkali-kali.Morvena mengenal Dirian Leventis.Ia tahu pria itu adalah sosok yang mampu melawan bahkan membantai para penyihir tanpa gentar. Sosok yang kehendaknya tidak mudah digoyahkan oleh siapa pun. Namun kegelapan yang membungkus Viviene jauh lebih dalam dari sekadar rasa takut pada seorang duke. Ini adalah kegelapan yang telah melekat pada hidupnya seperti bayangan yang tidak akan hilang ke mana pun ia
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 408. Cinta pertama
Ia bersandar kembali di kursinya, seolah keputusan itu hanyalah bagian kecil dari pagi yang biasa.Ilard menunduk hormat. “Baik, Nyonya.”Ilard pergi tanpa menoleh lagi.Langkahnya tenang, terukur seperti seseorang yang tahu betul bahwa apa yang sedang ia lakukan akan menimbulkan riak, dan riak itu memang diinginkan. Tidak ada perintah tertulis, tidak ada suara lantang. Hanya bisikan yang diarahkan dengan tepat, ke telinga yang tepat.Dan kastil pun berubah.Dalam waktu singkat, nama itu mulai hidup kembali.Viviene.Ia muncul di antara desir rok para pelayan, di sela denting piring dapur, di balik pilar-pilar batu tempat orang-orang berhent
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 407. Cemburu
Dirian menatap Morvena dengan sorot yang tenang, nyaris datar. Tidak ada tantangan di sana hanya keyakinan yang dingin dan terukur.“Rasa penasaran seorang laki-laki,” ucapnya akhirnya, suaranya rendah dan mantap, “bukan berasal dari apa yang mereka lihat.”Morvena tidak langsung menjawab. Ia menatap Dirian, mencoba membaca celah apa pun yang bisa ia genggam sebagai peluang. Namun wajah lelaki itu tetap sulit ditembus.Dirian lalu mengalihkan pandangan. Matanya menangkap sosok Annie yang berdiri tak jauh, menunggu dengan sikap hormat.“Annie,” panggilnya singkat. “Antar Lady Morvena ke kamarnya. Sudah malam. Ia perlu beristirahat.”Annie menunduk. “Baik, Yang Mulia.”
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 406. Hanya rasa penasaran
Malam itu, Kastil Leventis tidak pernah benar-benar tidur.Jerit pelayan berlari dari lorong ke lorong, suara langkah tergesa memecah keheningan, dan lampu-lampu dinyalakan satu per satu seperti ada sesuatu yang hendak disembunyikan dari gelap.Viviene.Nama itu berbisik di antara dinding batu, dibawa angin malam yang dingin dan basah. Viviene kembali mencoba mengakhiri hidupnya.Ia ditemukan di ruang bawah tanah ruang sempit yang selama ini menjadi penjaranya, terkapar dengan napas tersengal, wajahnya pucat kebiruan. Sebuah sendok plastik, yang telah lama menggantikan alat makan besi demi mencegah hal semacam ini, patah dan berlumur darah di dekat bibirnya.Ia memaksakan benda itu masuk ke tenggorokannya sendiri. Entah sudah percobaan b
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 405. Penjaga
Dirian terdiam.Ia tidak langsung menjawab. Bukan karena tersentuh melainkan karena tidak mengerti. Dirian merasa dia tidak melakukan apapun.Namun ia tidak mengatakan itu.Morvena melanjutkan, suaranya sedikit lebih lembut, hampir seperti bisikan kepercayaan.“Kepala pelayan berkata… aku mendapat perlakuan istimewa karena aku adalah wanitamu.”Kata itu wanitamu menggantung di udara.Dirian akhirnya meletakkan penanya. Ia bersandar di kursi, menatap Morvena lebih lama dari sebelumnya. Ia tidak melihat kebohongan di sana. Tidak ada sihir dan idak ada manipulasi. Hanya… keyakinan yang tumbuh terlalu cepat.“
Last Updated: 2026-01-07
Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Setelah mengetahui kekasihku, sang Duke menikahiku hanya untuk memberikan posisiku sebagai Ratu kepada sahabat masa kecilnya, aku membatalkan pernikahan kami. Kini aku kembali merebut takhta—untuk menghancurkan Duke dan wanita yang mengkhianatiku.
Read
Chapter: 130. Termakan umpan
Elyse menoleh padanya, lalu kembali menatap paviliun itu sekali lagi sebelum akhirnya mengangguk pelan.Ia tahu Pan benar.Namun saat ia berbalik meninggalkan jendela kecil itu, satu hal menjadi jelas di benaknya di Kastil Levric, tidak ada kebetulan. Dan apa pun yang bergerak di balik paviliun itu, cepat atau lambat… akan berhubungan dengannya.Elyse menarik napas pelan.Ia tidak perlu khawatir. Setidaknya, tidak sekarang.Apa yang ia lihat memang aneh, namun bukan sesuatu yang menuntut jawaban segera. Seperti yang Pan katakan, terburu-buru hanya akan membuatnya ceroboh. Lagipula, Elyse akan terus datang ke kastil ini karena ia bukan tamu yang singgah sekali lalu pergi.Cepat atau lambat
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 129. Bayangan Paviliun
Elyse lalu berbalik, memberi isyarat kecil pada Marco. Pintu kereta dibuka.Tanpa menoleh lagi, Elyse naik ke dalam kereta. Roda-roda besi segera bergerak, meninggalkan Ivanka berdiri sendiri di halaman mansion, dengan amarah, kecurigaan, dan rumor yang belum memiliki bentuk.Di dalam kereta, Elyse menyandarkan punggungnya, menutup mata sesaat.Di Kastil Levric, Elyse tidak menyangka langkahnya akan berhenti di depan sebuah pintu tinggi berukir lambang keluarga. Pintu itu jarang dibuka, ia tahu itu dari naluri seorang yang sudah lama tinggal di rumah bangsawan. Namun pagi itu, nyonya Levric sendiri yang mendorongnya terbuka.“Masuklah,” ucapnya tenang.Elyse melangkah masuk dan seketika ia terdiam.
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 128. Bukti
Elyse berjalan ke tepi ranjang, duduk perlahan. Gaunnya berdesir saat ia menarik napas dan menjatuhkan diri setengah berbaring. “Lagipula,” lanjutnya pelan, “aku hanya bertanya. Itu bukan ajakan aneh.”Ia menutup wajahnya dengan satu tangan. “Dia yang menggoda,” gumamnya cepat, seolah ingin membela diri. “Jelas-jelas dia.”Keheningan kembali menyelimuti ruangan. Elyse membuka tangan itu, menatap langit-langit, lalu tertawa kecil tawa pendek yang lebih mirip keluhan.“Dasar menyebalkan,” katanya lirih, namun sudut bibirnya terangkat tanpa bisa dicegah.Di luar sana, Dyall mungkin sedang sibuk mengurus urusannya. Namun Elyse yakin akan satu hal, pria itu tahu persis apa yang ia lakukan.
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 127. Salah Lihat
Elyse dan Dyall sempat berhenti sejenak ketika tatapan Ivanka kembali tertuju ke arah mereka. Mata Ivanka berkilat aneh, terlalu basah, terlalu liar dan baru saat angin danau berembus lebih dekat, Elyse menyadari sesuatu yang membuat dadanya menegang.Aroma alkohol.Tipis, tapi jelas. Tidak mungkin salah.Ivanka berdiri tidak stabil, tubuhnya sedikit miring, seolah tanah di bawah kakinya bergeser pelan. Tatapannya menembus mereka, namun fokusnya goyah, seperti berusaha mencengkeram sesuatu yang terus lolos.Dyall menundukkan suara. “Dia mabuk.”Elyse tidak menjawab. Ada perasaan aneh di dadanya namu bukan simpati, bukan pula kemenangan. Hanya kesadaran pahit bahwa sesuatu sedang retak, dan Ivanka berdiri tepat di atas pecahanny
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 126. peran
Jawaban Elyse menggantung di udara lebih lama dari yang seharusnya.Tak ada yang langsung menanggapi. Tak ada sanggahan, tak ada pujian. Namun Elyse bisa merasakannya sesuatu telah bergeser. Pandangan tuan Levric padanya tidak lagi sama seperti sebelumnya. Bukan lagi sekadar menilai calon menantu, melainkan menimbang sebuah aset.Sampai makan malam berakhir, tidak ada satu pun yang membuka suara. Sendok dan garpu bergerak dalam keheningan yang rapi, terlalu rapi untuk terasa nyaman. Elyse menyelesaikan makanannya dengan sikap yang sama tenangnya seperti saat ia berbicara tadi, seolah ia tidak baru saja mengubah cara keluarga Levric memandang dirinya.Ketika mereka berdiri dari meja, Jester mendekatinya dengan senyum tipis yang dibuat-buat.“Minum teh sebentar sebelum pulang?&rd
Last Updated: 2026-01-07
Chapter: 125. Bagaimana jika kau diposisinya?
Elyse mematung sempurna.Kata-kata itu tidak terdengar seperti lelucon. Tidak ada kesan dramatis berlebihan hanya pernyataan sederhana, jujur, dan terlalu tenang untuk dianggap main-main.“Mati?” ulang Elyse pelan.Ivanka menghela napas pendek, seolah percakapan itu telah menyentuh batas yang tidak boleh dilewati.“Sudahlah, Elyse. Aku harus pergi.”Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik. Langkahnya cepat, terlalu cepat untuk seseorang yang biasanya selalu menjaga wibawa. Pintu tertutup di belakangnya, meninggalkan keheningan yang terasa jauh lebih berat daripada suara apa pun.Elyse tetap berdiri di tempatnya, menatap pintu yang sudah tertutup rapat itu.
Last Updated: 2026-01-07
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status