Chapter: 360. Maaf pertama dan terakhirHari itu, seluruh kekaisaran seakan menahan napas.Tanah lapang di luar ibu kota kembali dibuka setelah lebih dari dua puluh tahun tertutup debu dan rumput liar. Di sanalah, pada masa lalu, hukuman penggal sering dijalankan tempat di mana keadilan dan ketakutan pernah berdiri berdampingan. Bertahun-tahun lamanya, tempat itu dibiarkan sunyi, seolah dunia ingin melupakan darah yang pernah meresap ke tanahnya.Namun pagi itu, altar penggal kembali berdiri.Kayunya baru, tetapi bentuknya sama seperti dulu. Tinggi, kaku, dan tanpa belas kasihan.Tiang bendera berkibar di sekeliling lapangan. Pasukan berdiri berbaris rapi dengan tombak terangkat, membentuk lingkaran besar yang memisahkan rakyat dari panggung eksekusi. Di balik barisan itu, manusia berkumpul seperti lautan bangsawan dengan jubah panjang, rakyat dengan pakaian sederhana, semuanya menyatu dalam satu ketegangan yang sama: menunggu akhir dari Duke Levric dan Riaven.Bisik-bisik mengalir seperti angin.“Hari ini mereka mati…”“Pe
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 359. Memilih disisi ibuAlun-alun itu telah kembali sunyi.Debu masih melayang tipis di udara, sisa dari ribuan langkah kaki yang beberapa saat lalu memenuhi tempat itu dengan sorak dan teriakan. Tiang-tiang bendera berdiri tegak, kainnya berkibar pelan diterpa angin sore, seolah belum menyadari bahwa hari penghakiman telah berakhir.Jester belum bergerak dari tempatnya berdiri.Ia seperti patung yang tertinggal di tengah ruang kosong, sementara dunia perlahan melanjutkan hidupnya tanpa menunggunya.Di tempat itulah Ivanka terakhir berdiri. Di tempat itulah rantai besi berbunyi saat tubuh perempuan itu ditarik pergi.Jester menatap tanah yang kini kosong, matanya tidak benar-benar melihat apa pun. Yang ada hanyalah bayangan masa lalu yang muncul satu per satu, tanpa ia undang.Ia melihat Ivanka kecil, berlari di taman istana dengan rambut terurai dan tawa yang terlalu keras untuk seorang putri bangsawan. Ia mendengar suaranya memanggil namanya dengan nada ceroboh, tanpa jarak, tanpa takut pada gelar atau dar
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 358. Lebih baik menjadi tawananDyall terdiam cukup lama sebelum akhirnya mengikuti arah pandang Elyse.Dari balkon istana, alun-alun tampak seperti lautan manusia yang terus bergelombang oleh sorak dan bisikan. Di tengah kerumunan itu, barisan tawanan kembali bergerak. Pengawal menarik rantai besi yang terikat di tangan Ivanka, dan suara logam yang bergesekan dengan batu terdengar nyaring, menembus hiruk-pikuk rakyat yang bersorak kemenangan.Ivanka berjalan dengan kepala tegak.Tidak ada perlawanan, tidak ada air mata dan tidak ada jeritan.Ia tidak menoleh ke arah ayahnya yang dipaksa berjalan beberapa langkah di belakangnya. Ia tidak memandang rakyat yang dulu pernah ia rayu dengan senyum dan kebanggaan dan ia tidak mengangkat wajahnya ke balkon tempat Elyse berdiri sebagai ratu.Seolah dunia itu telah selesai baginya.Elyse memperhatikan punggung perempuan itu hingga sosoknya perlahan menghilang di balik gerbang besar istana. Tangannya yang terlipat di depan dada tanpa sadar mengencang. Ada sesuatu yang menekan
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 357. Tidak cukup kuat untuk dihentikanSeorang pengawal mengencangkan genggaman pada rantai besi yang melilit pergelangan tangan Ivanka. Bunyi besi bergesekan terdengar nyaring di antara sorak rakyat yang belum juga reda.“Perintah Kaisar adalah membawa mereka semua ke tempat hukuman.”Suaranya tegas, namun matanya sempat melirik ke arah Jester, seolah menyadari bahwa pria yang berdiri di depannya bukan orang sembarangan.“Aku tahu,” jawab Jester pelan. “Tapi satu menit saja. Aku bertanggung jawab.”Kalimat itu tidak diucapkan dengan keras, namun cukup untuk membuat beberapa pasang mata menoleh. Bisik-bisik mulai menjalar di antara kerumunan rakyat.“Itu Jester…”“Duke Bristov…”“Dia bersama para jenderal menyelamatkan Ratu…”Nama itu bukan nama kecil. Ia adalah saksi hidup runtuhnya kekaisaran lama dan lahirnya yang baru.Pengawal itu ragu. Tangannya mengencang di rantai Ivanka, seolah takut kehilangan kendali atas tahanan itu. Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang menekan, sebelum akhirnya ia mengangguk pelan.Ia
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 356. Kenanagan yang tak bisa dibiarkanTanpa terasa, satu minggu berlalu sejak keputusan Kaisar diumumkan. Kota tidak pernah benar-benar tidur selama tujuh hari itu. Bisikan menyusup di lorong-lorong pasar, doa-doa dipanjatkan di kuil-kuil, dan ketakutan merayap di balik dinding-dinding rumah bangsawan. Semua orang tahu, hari peradilan akan datang dan tidak ada seorang pun yang bisa lari darinya.Pagi itu, langit ibu kota tertutup awan kelabu, seolah sengaja menahan cahaya matahari agar dunia tampak lebih muram. Lapangan besar di depan istana kekaisaran telah dipenuhi rakyat sejak fajar. Para prajurit berjajar membentuk barisan kokoh, tombak mereka berkilau pucat di bawah cahaya pagi. Panji-panji kekaisaran berkibar tinggi, lambang hukum dan kekuasaan yang tak bisa digugat.Di atas panggung pengadilan, singgasana emas telah disiapkan.Kaisar Dyall berdiri tegak, mengenakan jubah hitam berhias lambang matahari kekaisaran. Di sisinya, Ratu Elyse duduk dengan punggung lurus dan wajah tenang. Namun hanya Dyall yang tahu betapa
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 355. Penolakan karena kehormatanIvanka membuka matanya perlahan.Tatapannya jatuh pada dinding batu yang lembap di hadapannya dinding yang dingin, kasar, dan tak memiliki warna selain abu-abu kusam. Api obor di lorong luar memantulkan bayangan samar ke dalam sel, membuat guratan-guratan retak di batu tampak seperti luka lama yang tak pernah sembuh.Suaranya keluar lirih, nyaris seperti hembusan napas.“Bukan sekutu.”Count Velcross yang berdiri beberapa langkah darinya mendengar bisikan itu, namun tak memahami maknanya. Ia menoleh cepat, matanya dipenuhi kecemasan.“Apa maksudmu?” tanyanya perlahan, suaranya serak oleh usia dan ketakutan. “Apa yang Elyse katakan padamu?”Ivanka tidak segera menjawab. Ia hanya menggeleng pelan. Rambutnya yang kusut bergerak sedikit, menutupi sebagian wajahnya.“Tidak ada,” katanya pendek.Namun kalimat itu bohong.Kebohongan yang terasa pahit bahkan di lidahnya sendiri. Karena di ruangan itu di hadapan Elyse terlalu banyak yang telah diucapkan tanpa perlu suara.Tentang kesempatan ya
Huling Na-update: 2026-03-02
Chapter: 680. Dalam genggamankuJayreth mengangguk pelan. “Bukan sekadar menyebut namanya,” katanya hati-hati. “Cara dia berbicara terlalu sering, terlalu rinci. Seolah setiap percakapan, cepat atau lambat, kembali pada satu titik yang sama.”Sylar menghembuskan napas panjang. Jemarinya yang menggenggam tangan Mona mengencang tanpa ia sadari.“Itu… tidak masuk akal,” katanya akhirnya. “Tidak setelah semua yang terjadi.”“Pikiranku juga begitu,” sahut Jayreth lirih. “Grand duke bukan orang yang mudah teralihkan. Jika perhatiannya menetap, selalu ada alasan.”Sylar menunduk. Pandangannya jatuh pada wajah Mona yang pucat dan tak bergerak, lalu perlahan tanpa ia inginkan pikirannya melayang pada sosok lain. Kakaknya, Selene yang adalah Duchess Leventis.“Kakakku…” ucapnya pelan, seperti berbicara pada dirinya sendiri. “Dia bukan seseorang yang mencari perhatian. Dia bahkan sering menghindarinya.”Kalimatnya terhenti. Ada jeda yang berat di antara mereka.“Dan justru itu,” lanjut Sylar dengan nada bingung, “yang membuatk
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 679. Kebetulan atau peringatanKeheningan kembali turun.Bjorn dan Jay mundur beberapa langkah, memberi ruang bukan karena diperintah, melainkan karena mereka tahu jika ada pertempuran yang tidak bisa disaksikan siapa pun.Dirian tetap berdiri di sana, sendirian di tengah aula kastil yang luas. Untuk pertama kalinya sejak lama, dinding-dinding yang biasanya memberinya rasa aman terasa seperti penjara.Dan di suatu tempat di dalam kastil yang sama, Selene berjalan menjauh membawa kelelahan, muak, dan keinginan yang samar namun berbahaya yaitu keinginan untuk merasakan hidup yang berbeda, meski ia harus melakukannya sendirian.Sementara itu,Ruang rawat itu sunyi, terlalu sunyi untuk ukuran sebuah tempat yang menahan hidup seseorang di batas tipis antara sadar dan tidak. Tirai putih tergantung rapi, aroma obat masih menggantung di udara, dan suara detak alat medis menjadi satu-satunya irama yang berani memecah keheningan.Mona terbaring di ranjang, wajahnya pucat namun damai terlalu damai, seolah dunia di luar sana t
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 678. Menyembuhkan atau melukaiDirian menutup matanya sesaat. Dadanya terasa sesak. Jika aku melangkah mendekat, aku melanggarmu.Jika aku mundur, aku kehilanganmu.Ia membuka mata kembali. “Berapa lama?” tanyanya akhirnya. “Jika aku menjauh… berapa lama kau membutuhkannya?”Selene menggeleng pelan. “Aku tidak tahu,” jawabnya jujur. “Dan mungkin itu yang paling menakutkan.”Keheningan kembali turun di antara mereka, berat dan tak terhindarkan.Langkah kaki Bjorn dan Jay terdengar mendekat terlalu cepat, terlalu tiba-tiba memotong ruang hening yang baru saja terbentuk antara Dirian dan Selene. Keduanya jelas tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Tidak tahu bahwa kata-kata barusan bukan sekadar percakapan, melainkan retakan.Jay yang pertama berbicara, nadanya serius seperti biasa. “Kami tidak menemukan jejak Viviene di mana pun.”Dirian tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertinggal pada punggung Selene, seolah sebagian dari dirinya belum kembali sepenuhnya ke tempat ia berdiri.Dan sebelum ia sempat membuka
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 677. MenjauhlahDagny dan Divrio masih berdiri di dekat Selene, wajah mereka penuh rasa ingin tahu yang belum terjawab. Selene menatap kedua anak itu sejenak, lalu menarik napas pelan. Ia tersenyum senyum tipis yang lebih ditujukan untuk menenangkan daripada menunjukkan perasaan.“Kalian kotor,” katanya lembut sambil menepuk bahu Dagny dan merapikan lengan baju Divrio yang penuh debu. “Pergi mandi dan bersihkan diri. Ganti pakaian, lalu makan.”Dagny mengerjap. “Tapi—”“Sekarang,” potong Selene halus, namun tegas. Nada yang tidak biasa dibantah.Divrio menatap Selene beberapa detik, lalu mengangguk pelan. Ia menarik tangan Dagny. “Ayo,” katanya. “Ibu benar.”Keduanya berlari kecil menjauh, suara langkah mereka perlahan menghilang di lorong panjang kastil.Begitu mereka pergi, aula itu terasa jauh lebih sunyi.Selene berdiri diam beberapa detik, memastikan anak-anak benar-benar tidak lagi di sekitar. Lalu ia berbalik menghadap Dirian.Tatapan Selene tenang bahkan terlalu tenang namun justru di sanalah
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 676. Tidak ada pertengkaranBeberapa prajurit menundukkan kepala, berpura-pura sibuk merapikan barisan, mengatur ulang tali sarung pedang, atau sekadar meluruskan postur. Yang lain berdiri kaku, pandangan lurus ke depan, seolah disiplin bisa menjadi tameng dari kecanggungan yang tiba-tiba menyelimuti lapangan.Mereka mengenal Duke Leventis sebagai lelaki yang mengendalikan perang, wilayah, dan keputusan besar seorang pemimpin yang tak pernah goyah di hadapan darah dan kematian.Namun urusan hati… itu wilayah yang tak seorang pun berani sentuh. Terlalu rapuh. Terlalu manusiawi.Dirian mengepalkan tangannya perlahan. Buku-buku jarinya memucat, lalu ia melepaskannya lagi, seakan menyadari bahwa tenaga dan kendali yang selalu ia banggakan tak berarti apa-apa di sini.“Semalam,” katanya akhirnya, suaranya lebih rendah dari biasanya lebih seperti pengakuan daripada perintah—“dia bertanya apakah aku mencintainya.”Kata-kata itu jatuh pelan, namun bobotnya terasa berat. Tidak ada yang menyela. Tidak ada yang berani. Bah
Huling Na-update: 2026-03-03
Chapter: 675. BerulangSelene memejamkan mata. Napasnya bergetar.“Aku lelah menjadi kuat,” katanya. “Aku hanya ingin dicintai… tanpa harus terluka lebih dulu.”Keheningan kembali turun. Tidak ada pelukan. Tidak ada sentuhan. Hanya dua orang yang saling berdiri, terlalu dekat untuk pergi, terlalu terluka untuk langsung berdamai.Dirian menunduk sedikit, bukan sebagai penguasa, bukan sebagai duke melainkan sebagai suami.“Jika kau masih memberiku kesempatan,” ucapnya pelan, “aku ingin belajar mencintaimu tanpa melukaimu.”Selene tidak langsung menjawab.Pagi itu datang tanpa membawa kelegaan.Selene terjaga lebih lama dari biasanya, berbaring dengan mata
Huling Na-update: 2026-03-02