author-banner
Raisaa
Raisaa
Author

Novel-novel oleh Raisaa

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Aku memilih mati dengan cara paling tragis setelah tahu lima kali keguguranku bukan karena tubuhku lemah, melainkan ulah suamiku yang menolak memberiku anaknya. Bangkit dari kematian, aku bersumpah: aku akan pergi darinya — namun ternyata dia masih menghantuiku dengan janin miliknya yang tumbuh didalam diriku .
Baca
Chapter: 400. cinta yang murahan
Odet dan nenek berangkat keesokan paginya, tepat setelah sarapan selesai. Udara pagi masih dingin, kabut tipis menggantung di halaman kastil seolah enggan membiarkan perpisahan itu terjadi begitu saja. Kereta sudah menunggu, pengawal berdiri rapi, dan suasana terasa lebih sunyi dari biasanya.Selene berdiri di beranda depan bersama Dagny dan Divrio. Tangannya menggenggam tangan kedua anak itu dengan erat, seolah ia sendiri takut kehilangan keseimbangan jika dilepaskan. Odet memeluk Dagny lama, membelai rambutnya berkali-kali, sementara nenek menepuk bahu Divrio dengan senyum yang dipaksakan, matanya berkaca-kaca.“Aku ingin tinggal lebih lama dengan nenek…” gumam Dagny lirih, suaranya nyaris tenggelam oleh bunyi langkah para pengawal.“Iya,” sambung Divrio, bibirnya mengerucut kesal. &ldquo
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 399. Sampai akhir hidupku
Dirian masih duduk di tempatnya, menatap pintu yang telah tertutup rapat, tempat Selene menghilang beberapa detik lalu. Seakan pintu itu tidak hanya menutup sebuah ruangan, tetapi juga sesuatu yang selama ini ia anggap tak akan pernah pergi.Ia tidak bergerak lama. Hanya menatap. Lalu perlahan menurunkan pandangannya kembali ke dokumen di meja, seolah huruf-huruf di atas kertas itu mampu mengembalikan kendali yang barusan retak.Morvena mengamati semuanya dari sofa. Tatapannya tajam, penuh perhitungan, namun ada sesuatu yang hampir menyerupai rasa ingin tahu.“Kau tahu,” ucapnya akhirnya, memecah keheningan, “kau menyakitinya.”Dirian tidak mengangkat kepala. Suaranya terdengar datar, dingin dan terlalu terlatih untuk menunjukkan apa pun. “Membiarkanny
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 398. Keputusan yang tidak perlu dipertanyakan
Kembali kewaktu sekarang,Disaat semua orang merasakan ketegangan dan kesunyian karena Dirian Leventis membawa pulang wanita cantik dengan rambut merah itu, Odet adalah orang pertama yang kehilangan kendali.“Apa ini, Dirian?!” teriaknya, suaranya menggema di halaman kastil yang tadinya sunyi. “Apa yang kau lakukan? Siapa wanita yang kau bawa pulang ke rumah ini?!”Nada suaranya bukan sekadar marah namun itu kemarahan seorang ibu yang merasa keluarganya diinjak-injak.Nenek pun maju selangkah, tongkatnya menghentak lantai batu. “Dirian,” suaranya bergetar namun tajam, “kau benar-benar berniat menghancurkan rumah tanggamu sendiri?”Semua mata tertuju pada Dirian.Namun lelaki itu tidak menjawab mereka.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 397. Zurine
Kikikan Morvena terhenti begitu saja.Bukan karena perintah, bukan karena ancaman melainkan karena satu pertanyaan sederhana yang seharusnya tidak pernah Dirian ucapkan.Morvena berdiri mematung di tempatnya. Tubuhnya kaku, jemarinya yang tadi bergerak luwes kini terdiam di udara sebelum perlahan ditarik kembali. Api di matanya seolah membeku, menyisakan kilau rapuh yang jarang bahkan mungkin tidak pernah ditunjukkannya pada siapa pun.Dirian tetap diam.Ia tidak mendesak, tidak mengulang pertanyaan. Tatapannya lurus dan tenang, namun justru itulah yang membuat udara di antara mereka terasa semakin berat. Diam Dirian bukanlah kebingungan melainkan kesungguhan.Morvena menarik napas perlahan.&l
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 396. Siapa namamu?
Sebelumnya,Pergulatan batin dan pikiran terjadi sepanjang perjalanan, membuat Dirian terjebak dalam kebimbangan yang menyesakkan. Ia harus menentukan apa yang seharusnya ia lakukan atas semua kekacauan ini. Kepalanya terasa kosong, namun dadanya penuh oleh perasaan yang saling bertabrakan amarah, keraguan, rasa bersalah, dan ketakutan yang tak ingin ia akui.Satu hal yang pasti, apa pun keputusannya nanti, itu akan menjadi keputusan yang rumit dan berbahaya, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang.Mobil itu akhirnya terparkir di depan biara. Seperti biasa, orang-orang yang mengikutinya telah lebih dulu berkumpul. Lima orang berdiri dalam barisan rapi, lalu berlutut di hadapannya begitu Dirian turun dari mobil. Suasana hening, hanya angin yang berdesir di antara bangunan batu tua itu.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 395. Badai baru yang datang
Sylar dan Mona cukup kaget dengan ucapan Selene.Selene berdiri perlahan. Gerakannya tenang, namun auranya berubah. Ia tidak mendekat untuk mengancam, tidak pula menjauh untuk menghindar. Ia hanya berdiri, seorang kakak, seorang bangsawan, seorang wanita yang terluka namun masih berpikir jernih.“Aku tidak pernah berkata kau harus berhenti mencintai siapa pun,” ucap Selene. “Dan aku tidak pernah berniat mengurungmu dalam aturan yang bahkan aku sendiri sering melanggarnya.”Ia menatap Mona, tatapan itu membuat Mona gemetar, namun Selene tidak mengandung kebencian. Hanya kelelahan dan kejujuran.“Yang kupersoalkan,” lanjut Selene sambil kembali menatap Sylar, “adalah kebohongan. Jarak yang kau ciptakan. Dan fakta bahwa kau membiar
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Setelah mengetahui kekasihku, sang Duke menikahiku hanya untuk memberikan posisiku sebagai Ratu kepada sahabat masa kecilnya, aku membatalkan pernikahan kami. Kini aku kembali merebut takhta—untuk menghancurkan Duke dan wanita yang mengkhianatiku.
Baca
Chapter: 122. Fondasi dan dukungan yang dibangun
Ivanka menarik napas. Ada keraguan di matanya, tapi ia mengangguk juga.“Mungkin justru itu yang kubutuhkan sekarang,” katanya jujur. “Aku tidak tahu harus bagaimana. Jester jelas marah besar. Kau melihat sendiri wajahnya tadi. Aku belum pernah melihatnya semurka itu.”Elyse menyandarkan punggungnya ke kursi. Nada suaranya tetap tenang, hampir datar, tapi setiap kata yang keluar terasa terukur.“Kau menghindari satu pertanyaan paling penting,” katanya. “Bukan soal Jester. Bukan soal keluarga Levric.” Ia menatap Ivanka lurus-lurus. “Kau sendiri. Kau ingin bertemu dengan Yang Mulia Kaisar atau tidak?”Ivanka terdiam sesaat, lalu menjawab tanpa ragu, terlalu cepat, bahkan. “Aku ingin,” katanya. “Aku&helli
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 121. Ego mengalahkan gengsi
Suasana di dalam rumah kaca itu berubah perlahan, nyaris tanpa suara, namun dampaknya terasa jelas. Udara yang semula sejuk dan ringan kini terasa menekan, seolah setiap tarikan napas membawa beban yang tak terlihat. Cahaya matahari yang menembus kaca justru membuat bayangan di wajah mereka semakin tegas tak ada lagi kehangatan, yang tersisa hanya ketegangan.Elyse melirik Jester. Ia menangkap perubahan itu dalam sekejap. Wajah pria itu yang biasanya tenang dan terkontrol mendadak mengeras, senyum tipis yang tadi sempat muncul menghilang tanpa sisa. Rahangnya mengatup, sorot matanya meredup, seperti seseorang yang baru saja dipaksa menelan kenyataan pahit.“Jadi…” Jester akhirnya membuka suara. Nadanya terdengar tertahan, terlalu tenang untuk sebuah pertanyaan yang jelas mengguncangnya. “Kau dan Kaisar akan makan malam berdua saja?”
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 120. Dua kubu
Ivanka pergi tanpa menoleh kembali, meninggalkan udara yang terasa lebih dingin dari sebelumnya. Elyse tidak lagi memedulikannya. Ancaman Ivanka hanyalah suara bising yang penting sekarang adalah apa yang tersembunyi di balik tumpukan kertas ini.Elyse menarik dokumen yang tadi disinggung Ivanka, membukanya perlahan. Matanya menyapu baris demi baris dengan cermat. Di sana tergambar jelas dua kubu besar yang selama ini menjadi fondasi rapuh kekaisaran.Faksi kaisar.Isinya adalah mereka yang secara terang-terangan mendukung Dyall, keluarga lama yang tidak terlalu menonjol namanya, namun setia. Ujung tombaknya adalah keluarga Eoghan, keluarga ibu kandung Dyall. Mereka tidak banyak bicara, tidak banyak bergerak, tetapi berdiri tepat di belakang takhta.Dan yang kedua faksi lama.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 119. Permainan belum selesai
“Apa—?”Elyse tertegun. Matanya membesar, napasnya tersendat, seolah pikirannya butuh waktu lebih lama untuk mengejar makna kalimat itu. Wajahnya memerah seketika, campuran kaget, malu, dan sesuatu yang tidak ingin ia akui terlalu cepat.Dyall mengamati reaksinya dengan tenang, nyaris terhibur, namun sorot matanya tetap serius. Bukan lelucon, bukan godaan kosong.Elyse menelan ludah, jantungnya berdegup terlalu cepat. “Yang Mulia…” suaranya terdengar sedikit goyah, “itu… pertanyaan yang terlalu mendadak.”Dyall menyunggingkan senyum tipis. “Aku hanya ingin tahu,” jawabnya ringan, meski nadanya menyimpan niat yang jelas. “Di dunia seperti ini, masa depan sering kali harus dipikirkan lebih awal.&rdq
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 118. Memiliki bayi
Orang spesial itu terus berputar di kepala Elyse, seperti bayangan yang menolak menghilang bahkan ketika mata terpejam. Nama itu, atau ketiadaannya cukup mengganggu lebih dari yang ingin ia akui. Selama beratus tahun kekaisaran berdiri, satu hal tak pernah berubah: keluarga Levric selalu menjadi pilar kedua setelah keluarga kekaisaran. Tidak tertulis, namun mutlak. Diakui, ditaati, dan diwariskan dari generasi ke generasi.Ia tahu sejarah itu terlalu baik.Biasanya, ratu akan dipilih dari keluarga Levric. Dan jika tidak, maka wanita yang terpilih akan dipilihkan, diberi dukungan, dijaga, dan dibentuk oleh keluarga Levric. Seperti Ivanka. Seperti yang sedang dipersiapkan dengan telaten dan penuh perhitungan. Bahkan pemilihan kandidat ratu yang tampak adil itu, pada akhirnya selalu bermuara ke satu nama besar yang sama.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Chapter: 117. Orang Spesial
Ia mendekat kembali ke meja, jaraknya kini cukup dekat. “Itu bukan perilaku orang awam. Itu bukan naluri keberuntungan.”Elyse mengangguk pelan, seperti sedang mencerna pelajaran penting. “Jadi Anda mencurigai bahwa lady itu memiliki informasi lebih dulu?”“Bukan mencurigai,” Nyonya Levric membetulkan. “Aku yakin.”Senyum tipis muncul di bibirnya. Bukan senyum ramah, melainkan senyum seseorang yang menikmati teka-teki.“Dan aku ingin tahu,” lanjutnya, “apakah ia hanya pion yang cerdas… atau tangan yang menggerakkan papan.”Elyse menunduk sedikit, jemarinya menyentuh tepi dokumen dengan ringan. “Jika ia cukup berani melakukan itu,” katan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status