author-banner
Bella ayu
Author

Novelas de Bella ayu

Sidang Terakhir Sebelum Menjadi Ibu

Sidang Terakhir Sebelum Menjadi Ibu

Nadira tidak pernah membayangkan hidupnya berubah secepat itu. ia justru harus menyembunyikan kenyataan pahit bahwa dirinya hamil oleh lelaki yang pernah berjanji akan bertanggung jawab. Namun semua janji itu hilang begitu saja. Lelaki yang menghamilinya memilih menikah dengan perempuan lain. Hidupnya tetap tenang, bahagia, dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Sementara Nadira harus menanggung sendiri rasa malu, cibiran, kehilangan mimpi, dan beban menjadi seorang ibu di usia yang belum siap. Di tengah sidang kuliah terakhirnya, Nadira berdiri di antara pilihan: menyerah pada keadaan atau memperjuangkan hidup untuk dirinya dan bayi yang tidak pernah salah dilahirkan. Ini bukan hanya tentang pengkhianatan. Ini tentang seorang perempuan yang dipaksa menjadi kuat karena kesalahan seseorang yang hidupnya masih bisa damai sampai hari ini. *“Dia melanjutkan hidupnya tanpa rasa bersalah. Sedangkan aku harus bertahan dengan luka yang dia tinggalkan.”*
Leer
Chapter: Malam yang membuat Nadira lelah
Hujan turun sejak sore.Suara rintiknya memukul genteng kontrakan kecil tempat Nadira tinggal bersama tujuh perempuan lain yang sama-sama merantau untuk kuliah di kota itu. Malam biasanya menjadi waktu paling tenang bagi Nadira. Setelah seharian kuliah, ia hanya ingin mandi air hangat, memakai piyama longgar, lalu berbaring sambil menonton drama dari ponselnya.Namun beberapa bulan terakhir, malam tidak lagi terasa menenangkan.Semenjak berpacaran dengan Gerry, hidup Nadira perlahan berubah.Awalnya semuanya terlihat normal.Gerry perhatian, lucu, dan selalu membuat Nadira merasa dibutuhkan. Lelaki itu sering menjemputnya pulang kuliah, membawakan makanan favoritnya, bahkan menghafal jadwal menstruasi Nadira agar bisa mengingatkannya membeli obat saat perutnya sakit.Nadira pikir ia menemukan seseorang yang tulus.Seseorang yang bisa menjadi tempat pulang.Tetapi semakin lama, perhatian Gerry berubah menja
Última actualización: 2026-05-21
Chapter: Bab 3 — Awal yang Tak Disangka
Malam di kota itu turun perlahan. Lampu-lampu jalan mulai menyala, memantulkan warna kekuningan di aspal yang masih basah setelah hujan sore. Nadira duduk di teras kos sambil memegang gelas kopi hangat. Angin malam membawa aroma tanah basah yang entah kenapa selalu membuatnya merasa tenang.“Dir, kenalin dong sama temanku,” suara zayn memecah lamunannya.Nadira menoleh. Di samping zayn berdiri seorang laki-laki dengan jaket hitam dan senyum tipis di wajahnya.“Ini Gery. Satu kampus sama kita, anak fakultas teknik,” kata zayn santai.“Eh, halo,” ucap Nadira sambil sedikit canggung.“Halo juga,” jawab Gery. “Kayaknya aku sering lihat kamu di kampus deh.”Nadira tersenyum kecil. “Mungkin aja.”Obrolan singkat malam itu ternyata terasa menyenangkan. Gery tidak banyak bicara, tapi setiap kalimatnya terasa hangat dan mudah membuat Nadira nyaman. Sampai akhirnya Rani baru menyadari sesuatu.“Eh iya! Kos kalian tuh
Última actualización: 2026-05-21
Chapter: BAB 2 Kota Baru, Langkah Baru
Bus yang ditumpangi Nadira akhirnya memasuki Jakarta saat langit masih berwarna abu pucat.Matanya langsung terpaku ke luar jendela.Gedung-gedung tinggi berdiri memenuhi sisi jalan. Kendaraan bergerak tanpa henti. Lampu kota masih menyala meski pagi mulai datang.Jakarta terasa hidup.Terlalu hidup.Nadira menggenggam tas ranselnya erat di pangkuan. Perasaannya campur aduk antara kagum, takut, dan tidak percaya.Ia benar-benar sampai di kota impiannya.Kota yang selama ini hanya ia lihat lewat televisi dan internet.“Neng, terminal terakhir.”Suara kernet membuyarkan lamunannya.Nadira buru-buru berdiri sambil membawa koper kecil berwarna biru tua miliknya. Koper itu sudah cukup tua karena sebenarnya barang bekas pemberian tetangga.Namun Nadira tetap menjaganya baik-baik.Begitu turun dari bus, udara Jakarta langsung terasa berbeda. Panas, padat, dan bising.Orang-o
Última actualización: 2026-05-21
Chapter: BAB 1 Gadis Kecil dan Kota yang Terlalu Besar
Hujan turun pelan di kota kecil itu. Bukan hujan deras yang membuat orang berlarian mencari tempat berteduh, melainkan gerimis panjang yang membuat udara terasa dingin dan sepi. Dari jendela kamar sempitnya, Nadira memandangi jalanan depan rumah yang mulai basah. Beberapa anak kecil masih bermain bola tanpa peduli pakaian mereka penuh lumpur. Nadira tersenyum kecil. Kadang ia rindu menjadi anak-anak seperti mereka. Tidak memikirkan uang sekolah. Tidak memikirkan masa depan. Tidak memikirkan bagaimana caranya keluar dari hidup yang serba kekurangan. Namun hidup tidak pernah benar-benar memberi Nadira kesempatan untuk menjadi anak kecil terlalu lama. Sejak ayahnya pergi dengan memilih menikah lagi, semuanya berubah. Ibunya harus bekerja sendiri. Dan Nadira belajar memahami bahwa hidup bisa sangat kejam bahkan sebelum seseorang cukup dewasa untuk mengerti dunia.
Última actualización: 2026-05-21
También te puede gustar
KILLER MASK
KILLER MASK
Lainnya · Degitarius
15.8K vistas
Korban Perceraian
Korban Perceraian
Lainnya · Rias Ardani
15.4K vistas
Identity ( Indonesia )
Identity ( Indonesia )
Lainnya · Cleo Petra
15.3K vistas
The Rich Man Passion
The Rich Man Passion
Lainnya · Maria Goreti
14.8K vistas
Suamiku Lebih Memilih Pelakor
Suamiku Lebih Memilih Pelakor
Lainnya · Muninggar88
14.4K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status