
Suamiku Sang Miliarder Memilih Cinta Pertamanya Daripada Aku
Pada hari jadi pernikahan mereka yang kelima, Amelia Hart menerima hadiah yang tidak pernah ia bayangkan: surat cerai dari suaminya sendiri.
Alexander Kingston, CEO muda sekaligus miliarder paling berpengaruh di kota, memilih mengakhiri pernikahan mereka demi kembali bersama cinta pertamanya yang baru pulang dari luar negeri.
Setelah bertahun-tahun berjuang menjadi istri yang sempurna, Amelia akhirnya menyerah. Ia menandatangani surat cerai itu dan pergi tanpa memberi tahu satu rahasia yang akan mengubah segalanya.
Ia sedang mengandung anak Alexander.
Tiga tahun kemudian, Amelia kembali sebagai wanita yang berbeda. Bukan lagi istri yang selalu mengalah dan hidup di bawah bayang-bayang suaminya, melainkan pendiri perusahaan fashion mewah yang sukses dan ibu dari sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.
Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Alexander terkejut melihat dua anak yang memiliki wajah yang sangat mirip dengannya. Semakin banyak rahasia yang terungkap, semakin ia menyadari kesalahan terbesar dalam hidupnya adalah melepaskan Amelia.
Kini, pria yang dulu menceraikannya mulai mengejar kembali cinta yang pernah ia abaikan.
Namun Amelia telah membangun hidup baru tanpa dirinya.
Ketika cinta lama, rahasia keluarga, pengkhianatan, dan perebutan hak atas anak-anak mereka mulai terungkap, Alexander harus berjuang membuktikan bahwa penyesalannya bukan sekadar terlambat.
Bisakah Amelia memaafkan pria yang pernah menghancurkan hatinya? Ataukah kali ini sang miliarder harus menerima bahwa tidak semua kesalahan bisa diperbaiki?
Read
Chapter: Bab 260 – Rumah (Tamat)Jalan cahaya itu membentang tanpa ujung.Alexander melangkah perlahan.Di belakangnya, suara runtuhnya Sanctum semakin samar, seolah dunia yang selama ribuan tahun berdiri mulai melepaskan dirinya dari sejarah.Tidak ada lagi rasa sakit.Tidak ada lagi suara Genesis.Hanya keheningan.Di ujung jalan, sebuah pohon berdiri sendirian.Bukan pohon raksasa seperti Genesis.Bukan pula bibit kecil yang pernah dilihat Alexander.Hanya sebuah pohon sederhana.Daunnya hijau.Akarnya menembus tanah.Dahan-dahannya bergoyang pelan diterpa angin.Di bawah pohon itu berdiri seorang wanita.Ia mengenakan gaun putih yang sangat dikenalnya."Evelyn..."bisik Alexander.Wanita itu tersenyum.Namun kali ini Alexander tidak berlari.Ia hanya berjalan hingga berdiri beberapa langkah di depannya."Aku tahu..."katanya pelan."Kau bukan Ibu."Wanita itu tersenyum semakin hangat."Benar.""Lalu siapa?""Aku...""...adalah rumah yang selama ini kau cari."Alexander memejamkan mata.Ia akhirnya mengerti.Rumah
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: Bab 259 - Pilihan TerakhirCahaya putih yang menyelimuti tubuh Alexander semakin terang. Mula-mula hanya berupa kilatan lembut yang keluar dari telapak tangannya, tetapi dalam hitungan detik cahaya itu berkembang menjadi lautan sinar yang memenuhi seluruh Sanctum. Dinding-dinding batu yang telah berdiri selama ribuan tahun memantulkan kilau putih keemasan hingga setiap sudut ruangan tampak seolah berubah menjadi langit yang dipenuhi bintang.Semua orang refleks menutup mata.Bahkan Samuel yang sejak tadi berdiri paling dekat terpaksa mengangkat lengannya untuk melindungi penglihatannya."Apa ini...?"gumamnya.Daniel tidak menjawab.Tatapannya tidak pernah lepas dari tablet di tangannya. Jari-jarinya bergerak cepat menelusuri setiap perubahan data yang muncul hampir setiap detik.Status sistem berubah dengan kecepatan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.FINAL TRANSFER : 12%MEMORY ARCHIVE : ACTIVEHOST STABILITY : UNKNOWNDaniel mengernyit."Host Stability?"Ia belum pernah menemukan parameter itu di seluruh
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: Bab 258 – Pengorbanan TerakhirCahaya putih yang menyelimuti tubuh Alexander semakin terang hingga seluruh Sanctum dipenuhi kilatan yang hampir membuat semua orang tidak dapat membuka mata.Daniel terus memantau tablet.Status sistem berubah sangat cepat.> **FINAL TRANSFER : 12%**> **MEMORY ARCHIVE : ACTIVE**> **HOST STABILITY : UNKNOWN**Tidak ada seorang pun yang mengerti arti "Host Stability".Namun satu hal mulai terlihat.Semakin banyak akar Genesis yang menyatu ke tubuh Alexander, semakin pucat wajahnya.Edward mencoba mendekat, tetapi sebuah dinding cahaya menghalanginya.Samuel memukul penghalang itu berkali-kali, tetapi tidak berhasil menembusnya.Elias akhirnya menyadari apa yang sedang terjadi.Genesis bukan sedang memilih pemimpin baru.Genesis sedang mengembalikan seluruh tanggung jawab terakhir kepada manusia yang dianggap paling layak.---Di tengah proses transfer, sebuah rekaman lama muncul di udara.Rekaman itu berasal dari hari ketika Genesis pertama kali diaktifkan.Seluruh orang menyaksikan
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: Bab 257 - Pohon KenanganAlexander berdiri di depan bibit pohon pertama yang kini menjadi pusat Sanctum. Cahaya putih yang keluar dari batangnya terus berdenyut mengikuti detak jantung semua orang yang berada di ruangan itu. Sistem kembali mengajukan pertanyaan yang sama, tetapi kali ini dengan suara yang jauh lebih lembut, seolah memahami bahwa keputusan berikutnya akan menentukan nasib Genesis untuk selamanya.> **"Apakah seluruh kenangan manusia akan dikembalikan kepada pemiliknya?"**Alexander menoleh ke arah semua orang. Ia melihat Edward, Samuel, Daniel, Noel, Orion, Cael, Amon, Elias, dan yang lainnya. Mereka tidak mengatakan apa pun. Tidak ada lagi nasihat atau perdebatan. Semua menyerahkan keputusan itu kepadanya.Alexander akhirnya menjawab, "Ya."Sistem meminta konfirmasi kedua dan memperingatkan bahwa proses tidak dapat dibatalkan. Setelah Alexander kembali mengiyakan, seluruh Sanctum mulai berubah. Hitung mundur yang sebelumnya hampir satu jam langsung meloncat menjadi empat puluh lima menit. Itu
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: Bab 256 - Satu Jam Terakhir# Bab 256 – Satu Jam TerakhirDaniel berdiri di depan semua orang dengan tablet yang masih menyala di tangannya. Sejak Genesis aktif, belum pernah ia melihat tampilan seperti ini. Seluruh kode yang selama ini memenuhi layar telah menghilang. Tidak ada lagi grafik energi, tidak ada lagi jalur sinkronisasi ataupun peringatan merah yang terus berkedip. Yang tersisa hanyalah sebuah penghitung waktu.**00:59:17**Ruangan mendadak menjadi sunyi.Samuel mendekat sambil mengerutkan dahi."Itu apa?"Daniel menelan ludah sebelum menjawab."Hitung mundur.""Hitung mundur buat apa?"Daniel menghela napas panjang."Genesis sedang menutup dirinya sendiri."Semua orang saling berpandangan.Alexander mengambil tablet itu dari tangan Daniel dan membaca keterangan kecil yang berada di bawah penghitung waktu.> **SELF CLOSURE PROTOCOL INITIATED**> **TIME REMAINING : 59 MINUTES**Di bawah tulisan itu muncul penjelasan lain.**Apabila proses selesai tanpa tindakan:*** Seluruh jaringan Genesis akan runtu
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: Bab 255 – Warisan yang Tidak Pernah Hilang"Dia...""...Sophia."Suara Dr. Elias hampir tidak terdengar.Selama seribu tahun, tidak ada seorang pun yang pernah melihat pria tua itu menangis. Namun kini, air mata mengalir tanpa dapat ia hentikan.Anak perempuan kecil yang berdiri di hadapannya tidak bergerak.Gaun putihnya berkibar pelan tertiup angin.Matanya yang merah tidak dipenuhi kebencian.Hanya kesedihan.Kesedihan yang terlalu lama menunggu untuk diakui.Alexander memandang Elias."Selama ini...""...kau tidak pernah bercerita."Elias tertawa lirih."Bahkan aku...""...tidak berani mengingatnya."---Sanctum kembali berubah.Dinding batu memudar.Lantai putih berubah menjadi sebuah taman tua yang dipenuhi bunga lili.Di tengah taman berdiri sebuah pohon kecil.Jauh lebih kecil dibanding Genesis.Alexander memperhatikan pohon itu."Apa ini?"Orion menjawab pelan."Pohon pertama.""Pohon yang ditanam sebelum Genesis ada."Elias mengangguk."Dulu...""...Sophia sakit.""Aku seorang ilmuwan.""Aku percaya semua penyakit bi
Last Updated: 2026-08-11