Chapter: 96Ruangan yang tidak terlalu terang, juga tidak terlalu luas. Hanya ada kasur berukuran queen dan lemari besar tiga pintu. “Aku pulang, aku membawakanmu pizza yang kau mau.”Eleanor menatap sengit Eric. “Berikan padaku. Kau keluar lah, aku akan makan ini sendiri.”Eric membelai wajah Eleanor. “Aku akan menemanimu makan, aku tidak akan meminta pizzamu. Aku janji.”Eric mendekatkan wajahnya ke wajah Eleanor. Dia masih sangat mencintai wanita yang ada di hadapannya saat ini. Dia menyesal karena selama ini telah menyia-nyiakan cinta setulus Eleanor. “Maafkan aku, Eleanor. Aku benar-benar bodoh dulu. Aku tidak pernah melihat bagaimana cintamu menyelimutiku dengan tulus. Aku ingin kita kembali seperti dulu. Aku sangat merindukan masa-masa itu.”Eleanor tersenyum. “Kau hanya menginginkan hartaku dan posisi jabatan penting di perusahaanku, Eric.”“Dulu iya, sekarang tidak lagi. Aku ingin memulai hidup dari awal denganmu. Hanya denganmu saja. Jadi, tolonglah Eleanor. Percaya padaku. Aku akan m
Última atualização: 2026-11-02
Chapter: 95“Itu, itu kan orang-orangnya Violence. Mereka sedang apa di sini?” tanya Loui pada Jetro. Jetro terdiam, dan masih memperhatikan gerak-gerik orang-orang Violence. “Mereka merencanakan sesuatu di sini.”“Itu sudah jelas, tapi apa tujuannya, dan siapa?”“Eleanor, tujuannya adalah menyakiti Eleanor. Aku sangat tau bagaimana cara berpikir Violence. Eric mungkin memberikan laporan tentang diriku dan Eleanor yang satu kelompok, dan terus bersama, dan itu membuat Violence marah.”Jetro menyuruh Loui memfoto orang-orang Violence itu dengan kamera handphone. Box yang mereka bawa itu berisi barang mencurigakan, dan itu membuat Jetro takut. “Kita harus membawa Eleanor pulang dan pergi dari sini. Kita harus menyembunyikan Eleanor sekarang. Kita kembali.”“Tidak kita lawan?” tanya Loui. “Tidak perlu, yang terpenting saat ini, biarkan Violence tetap menganggap rencananya berhasil, dan kita tidak tahu. Sekarang prioritas adalah keselamatan Eleanor.”Jetro dan Loui kembali ke perkemahan dengan ber
Última atualização: 2026-10-25
Chapter: 94Leon langsung berlari menuju tenda dan mengambil beberapa selimut. Eleanor ikutan panik karena bagaimanapun Agnes adalah adik sepupunya.Masih saja Eleanor peduli dengan Agnes, padahal dia sendiri tahu apa yang telah dilakukan wanita itu, sampai akhirnya Eleanor terlepas dari nyawanya. “Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Eleanor pada Leon. Karena pria tampan itu malah berdiri di samping Eleanor.“Ya menjagamu.”“Antar Agnes ke rumah sakit. Aku tidak perlu kau jaga. Di sini banyak orang dan teman-teman.”“Aku tidak bisa melepaskanmu di sini sendirian, Eleanor.”Eleanor mendorong tubuh Leon.“Biar dia diantar panitia.”“Dia membutuhkan wali, Leon.” Mata Eleanor seperti akan keluar. Tetapi Leon tetap pada pendiriannya.Eleanor mencengkram lengan Leon begitu erat. “Aku mohon padamu, cepat antar dia ke rumah sakit. Temani dia, kau adalah walinya.”Leon menghembuskan nafas besar. “Aku akan baik-baik saja di sini. Aku tidak akan ke mana-mana, aku berjanji padamu.”Leon menatap lekat kedu
Última atualização: 2026-10-12
Chapter: 93Leon menarik tangan Eleanor yang ingin berlari bersama Jetro dan Loui. Eleanor menoleh ke belakang, Leon menggelengkan kepalanya. “Jangan.”Eleanor mengendur, dia menurut pada Leon. “Nanti kita akan tau apa yang dia kejar.”Eleanor dan Leon duduk bersama yang lain, kecuali Agnes yang tetap berada di dalam tenda, karena masih syok dengan tebakan Leon pada dirinya. Leon menoleh ke kanan dan ke kiri. Eleanor bertanya, “Cari apa?”“Eric, aku mencari Eric, ke mana bajingan itu pergi?” Leon sampai berdiri untuk melihat sekitar. “Untuk apa kau mencarinya?”“Aku hanya berjaga agar dia tidak mendekatimu lagi. Orang itu akan menghamilimu, kalau aku tidak menjagamu. Aku tidak mau takdir itu berulang kepadamu. Aku tidak mau kau mati lagi, Eleanor.”Eleanor masih menatap Leon yang celingak celinguk terus. “Aku tidak akan dihamili Eric.”“Kenapa kau percaya diri sekali? Kau selalu dekat-dekat dengan dia terus. Bahkan kau mau menjadikan dia kerja di perusahaanmu.”“Tujuanku cuma satu, mengeluarka
Última atualização: 2026-09-30
Chapter: 92Leon menghampiri Eleanor yang masih bersama dengan Eric. Hati Leon begitu resah melihat gelagat Eric. Leon meninggalkan dirigennya, dan berlari ke arah Eleanor. Wanita itu terkejut saat pinggangnya ditarik oleh Leon, dan Eleanor otomatis berada di pelukan pria itu. “Jangan lama-lama bicara dengannya. Kau harus bersama Jetro, dia kelompokmu.”Leon menatap sengit kedua mata Eric. Eric hanya tersenyum tipis melihat tingkah Leon. “Oke baiklah.”“Nantikan aku ya Eleanor,” ucap Eric seolah-olah ada sesuatu yang dijanjikan. Lalu Eric berjalan menuju tendanya, dia membiarkan Leon membawa Eleanor. Leon merapikan rambut Eleanor. “Aku peringati ya, jangan dekat dengan Eric. Kau sudah kuberitahu tentang dia, dan kau juga paham itu. Mengapa kau masih saja nekat bersama dia?” tanya Leon dengan nada kesal. “Di sini banyak orang, aku rasa tidak masalah. Kau dan Jetro juga mengawasiku.”“Lalu apakah dengan begitu, kau bisa seenaknya begitu saja? Kau tau ada presiden yang mati tertembak, padahal d
Última atualização: 2026-09-26
Chapter: 91Leon menghampiri Eleanor yang sedang berdiri sendirian di depan tendanya. Dia berjalan perlahan sambil membawa roti panggang buatannya sendiri. “Eleanor, aku bawakan roti panggang untukmu. Aku buat penuh cinta dan perlindungan kuat.” Mata Leon menyipit karena bibirnya tertawa.“Ah benarkah, aku mau kalau begitu.”Eleanor segera memakan roti panggang itu dengan antusias. Jetro kesal sekali dengan Leon, tapi dia tidak mungkin menyingkirkan Leon saat ini, karena akan menjadi pusat perhatian kalau dia mencoba marah.“Mana Jetro?” tanya Leon. “Aku tidak tau, katanya dia mau ambil air.” Eleanor menatap sekeliling, dan dia menunjuk pada satu titik. “Ah itu dia.”Leon menoleh ke belakang. Jetro membawa air dua dirigen di tangan kanan dan kirinya secara bersamaan. “Aku akan membantunya.”“Tidak usah, dia bisa sendiri,” ucap Eleanor. Jetro menurunkan dua dirigen air itu di depan tenda. “Ini air bersih, kau bisa mandi dengan ini.”“Apa? Ini untukku mandi?” tanya Eleanor sambil menunjuk dua d
Última atualização: 2026-09-25