LOGINHidup lagi dalam situasi berbeda, bertemu dengan orang-orang yang membunuhku lagi dalam keadaan berbeda juga. Aku harus apa? Aku sudah kehilangan anakku, dan kembali ke dunia ini lagi. Tetapi banyak hal yang telah berubah, tapi takdirku tetap sama. Bagaimana caraku mengubah takdirku?
View MoreLeon menarik tangan Eleanor yang ingin berlari bersama Jetro dan Loui. Eleanor menoleh ke belakang, Leon menggelengkan kepalanya. “Jangan.”Eleanor mengendur, dia menurut pada Leon. “Nanti kita akan tau apa yang dia kejar.”Eleanor dan Leon duduk bersama yang lain, kecuali Agnes yang tetap berada di dalam tenda, karena masih syok dengan tebakan Leon pada dirinya. Leon menoleh ke kanan dan ke kiri. Eleanor bertanya, “Cari apa?”“Eric, aku mencari Eric, ke mana bajingan itu pergi?” Leon sampai berdiri untuk melihat sekitar. “Untuk apa kau mencarinya?”“Aku hanya berjaga agar dia tidak mendekatimu lagi. Orang itu akan menghamilimu, kalau aku tidak menjagamu. Aku tidak mau takdir itu berulang kepadamu. Aku tidak mau kau mati lagi, Eleanor.”Eleanor masih menatap Leon yang celingak celinguk terus. “Aku tidak akan dihamili Eric.”“Kenapa kau percaya diri sekali? Kau selalu dekat-dekat dengan dia terus. Bahkan kau mau menjadikan dia kerja di perusahaanmu.”“Tujuanku cuma satu, mengeluarka
Leon menghampiri Eleanor yang masih bersama dengan Eric. Hati Leon begitu resah melihat gelagat Eric. Leon meninggalkan dirigennya, dan berlari ke arah Eleanor. Wanita itu terkejut saat pinggangnya ditarik oleh Leon, dan Eleanor otomatis berada di pelukan pria itu. “Jangan lama-lama bicara dengannya. Kau harus bersama Jetro, dia kelompokmu.”Leon menatap sengit kedua mata Eric. Eric hanya tersenyum tipis melihat tingkah Leon. “Oke baiklah.”“Nantikan aku ya Eleanor,” ucap Eric seolah-olah ada sesuatu yang dijanjikan. Lalu Eric berjalan menuju tendanya, dia membiarkan Leon membawa Eleanor. Leon merapikan rambut Eleanor. “Aku peringati ya, jangan dekat dengan Eric. Kau sudah kuberitahu tentang dia, dan kau juga paham itu. Mengapa kau masih saja nekat bersama dia?” tanya Leon dengan nada kesal. “Di sini banyak orang, aku rasa tidak masalah. Kau dan Jetro juga mengawasiku.”“Lalu apakah dengan begitu, kau bisa seenaknya begitu saja? Kau tau ada presiden yang mati tertembak, padahal d
Leon menghampiri Eleanor yang sedang berdiri sendirian di depan tendanya. Dia berjalan perlahan sambil membawa roti panggang buatannya sendiri. “Eleanor, aku bawakan roti panggang untukmu. Aku buat penuh cinta dan perlindungan kuat.” Mata Leon menyipit karena bibirnya tertawa.“Ah benarkah, aku mau kalau begitu.”Eleanor segera memakan roti panggang itu dengan antusias. Jetro kesal sekali dengan Leon, tapi dia tidak mungkin menyingkirkan Leon saat ini, karena akan menjadi pusat perhatian kalau dia mencoba marah.“Mana Jetro?” tanya Leon. “Aku tidak tau, katanya dia mau ambil air.” Eleanor menatap sekeliling, dan dia menunjuk pada satu titik. “Ah itu dia.”Leon menoleh ke belakang. Jetro membawa air dua dirigen di tangan kanan dan kirinya secara bersamaan. “Aku akan membantunya.”“Tidak usah, dia bisa sendiri,” ucap Eleanor. Jetro menurunkan dua dirigen air itu di depan tenda. “Ini air bersih, kau bisa mandi dengan ini.”“Apa? Ini untukku mandi?” tanya Eleanor sambil menunjuk dua d
Jetro mengerjapkan matanya beberapa kali, dia seperti orang yang baru mendapatkan lotre pergi ke bulan. Udara di dalam tenda tiba-tiba terasa sangat hangat sekali. Jetro terdiam mematung mendengar ucapan dari Eleanor yang begitu membuatnya bahagia. Jetro mendengar sendiri dari mulut Eleanor, bahwa wanita itu mencintainya. Saking terlalu bahagianya, Jetro sampai tidak bisa mengatakan apapun. Dia memeluk Eleanor erat sekali tanpa kata. Rasa ingin melindungi Eleanor semakin menjadi-jadi. Entah keberanian dari mana, tapi Jetro merasa kalau harus bergerak cepat. Agar Eleanor segera menjadi bagian dari hidupnya secara resmi. “Aku selalu begitu tulus saat mencintai seseorang, Jetro. Sekalipun orang itu yang akan membuatku jatuh ke dalam bara neraka, aku tetap mencintainya. Aku baru bisa melupakan bayang-bayang Eric setelah kepergianmu, Jetro.”Jetro memeluk Eleanor semakin erat, sampai wanita itu terasa sesak. “Aku masih istrimu, Jetro, mengapa kau menikah dengan Violence?” Pipi Eleanor b












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.