Chapter: 118Chef Aris tersenyum tipis, menggeleng pelan sambil menepuk bahu Andre."Nggak usah repot-repot, Ndre. Lagian muka kalian berdua udah pucat begitu, jelas banget masih teler gara-gara jetlag belasan jam di udara. Mending biar saya aja yang antar kalian balik atau carikan makanan yang gampang dicerna, habis itu kalian langsung istirahat," ujar Chef Aris menolak tawaran makan malam di luar secara halus.Mayang yang berdiri di samping Andre hanya bisa mengangguk setuju, merasa matanya memang sudah teramat berat untuk diajak berputar-putar mencari restoran."Bener kata Chef Aris, Ndre. Badanku rasanya udah kayak pohon mau roboh," sahut Mayang sambil mengusap tengkuknya yang kaku.“Oke deh, kapan-kapan aja kalo gitu. Tapi aku lapar, tau sendiri kan laki-laki itu ga bisa tahan lapar.” Andre tertawa kecil.Akhirnya Chef Aris memutuskan untuk memesan makanan sederhana yang hangat dan langsung menyantapnya di area santai ruko sebelum benar-benar berpisah. Rasa gurih sup hangat sedikit mengembal
Huling Na-update: 2026-09-11
Chapter: 117"Berdasarkan bukti laboratorium yang tidak bisa dibantah lagi, panitia resmi mencabut hak kepesertaan negara kalian dan memblokir seluruh perwakilannya dari kompetisi kuliner internasional ini selamanya," tegas Juri Kepala dengan tegas, mengetukkan palunya keras-keras di atas mimbar.Pria berjas hitam dan rombongannya, diseret keluar aula oleh petugas keamanan dengan kepala tertunduk malu, diiringi sorak sorai cemoohan penonton, sementara Juri Kepala mengumumkan kembali dengan lantang bahwa Andre adalah juara yang sangat layak memegang piala tersebut."Kemenanganmu bukan cuma soal cita rasa yang sempurna, Andre, tapi juga tentang kejujuran dan martabat seorang koki sejati," puji Juri Kepala seraya menyerahkan kembali piala emas itu ke dalam genggaman Andre penuh rasa bangga.Mayang yang menyaksikan momen itu, merasa sangat bahagia dan penuh haru.Sangat jarang dari negaranya yang sukses di kancah internasional, terlebih hanya mengandalkan rempah dan makanan tradisional tanpa dimodifik
Huling Na-update: 2026-09-11
Chapter: 116"Bagus sekali permainan kalian, tapi kalian salah memilih lawan," bisik Andre seraya memamerkan senyuman tipis yang sangat tenang, menyembunyikan siasat besar yang mulai dirancangnya.Pria berjas hitam itu melangkah lebih dekat, menatap Andre dengan raut menghina. "Kenapa kau melamun? Apa kau baru sadar kalau kemampuan memasak dari negaramu itu tidak akan ada apa-apanya di sini? Cih, negara kecil terbelakang … tidak pantas ada di panggung internasional,* cemooh lelaki itu."Oh, begitu, ya. Setauku … pecundang yang tidak bisa menerima kekalahan, manusia sepertimu membuat malu negaramu saja.”“Aku cuma sedang menikmati kualitas ikan segar yang kalian bawa ini, luar biasa sekali perhatian kalian padaku," balas Andre lantang dengan bahasa internasional yang tegas, memancing tawa puas dari rombongan musuhnya yang mengira Andre benar-benar masuk ke dalam perangkap.Mayang yang berdiri di pinggir panggung mengepalkan tangannya cemas, menatap pergerakan Andre dengan dada berdegup kencang."A
Huling Na-update: 2026-09-11
Chapter: 115Suara gemuruh tepuk tangan yang memenuhi aula megah itu mendadak terhenti saat pintu kaca utama didorong kasar oleh lima pria tinggi berjas hitam.Pria paruh baya yang berada di paling depan melangkah lebar mendekati panggung utama dengan raut wajah merah padam, mengacungkan jarinya lurus ke arah Andre."Penilaian ini cacat hukum dan harus dibatalkan sekarang juga!" teriak pria berjas hitam itu dengan bahasa internasional yang tegas dan dipenuhi nada keangkuhan.Juri kepala yang masih memegang piala emas langsung berdiri tegap dari kursinya, menatap rombongan itu dengan pandangan mata yang sangat dingin. "Atas dasar apa Anda berani menginterupsi acara resmi ini dan menyebut keputusan para juri profesional tidak sah, Tuan?" tanya juri tersebut."Budaya kuliner dari negara terbelakang seperti tempat asalnya, tidak mungkin bisa mengalahkan masakan para koki Eropa tanpa ada kecurangan di balik meja!" bentak pria itu seraya menunjuk ke arah bendera yang melingkar di bahu Andre.‘Cih, ini
Huling Na-update: 2026-09-10
Chapter: 114Saat sesi penilaian Tiga Besar berlangsung, hidangan Ayam Betutu Rempah milik Andre menjadi satu-satunya masakan yang dihabiskan tanpa sisa oleh kelima juri utama.Tekstur dagingnya yang sangat lembut berpadu sempurna dengan letupan rasa pedas, gurih, dan hangat rimpang yang meresap hingga ke dalam tulang."Pemenang Juara Utama Ajang Cipta Rasa Kuliner Nusantara tahun ini jatuh kepada ... Andre!" seru pembawa acara disambut gemuruh tepuk tangan riuh dari ribuan penonton.Kemenangan dalam ajang kuliner tersebut, tidak membuat Andre menjadi tinggi hati dan merendahkan orang lain.Begitu menerima piala penghargaan, dia langsung menginstruksikan seluruh tim operasionalnya untuk merilis menu Ayam Betutu Rempah sebagai menu spesial baru di seluruh cabang usahanya.[Andre, menu baru Ayam Betutu Rempah ke seluruh cabang ruko di desa benar-benar laris manis! Pembeli ngantri bahkan sebelum ruko dibuka,] kata Bu Ram melalui sambungan telepon dengan nada suara penuh kebanggaan.[Syukurlah. Semua
Huling Na-update: 2026-09-10
Chapter: 113“Sudahlah, yang penting anak ini selamat. Aku sudah melepaskan rasa dendamku,” celetuk Bang Jago.“Terima kasih, Bang. Abang sama Ki Jaga pulang aja duluan ke ruko, aku sama Mayang mau anter Egi ke rumah Pak Jendral,” sahut Andre.“Kenapa ga langsung ke rumah orang tuanya?” tanya Mayang.“Egi itu latar belakangnya orang kaya, gimana kalo orang tuanya pengabdi Durji? Aku bisa kena fitnah lagi.“Kalo Mas Jaya yang serahan ke orang tua Egi, mereka ga berani ngomong apapun. Aku ini … cuma orang biasa, cuma semut bagi orang kaya raya.”Mayang mengangguk setuju, tidak bisa dipungkiri uang memang bisa membeli apa saja. Termasuk nyawa, bagi kaum kaya … uang bukan masalah. Asalkan mereka puas, dan mereka juga bisa membeli hukum.Mereka akhirnya berpisah, sesuai dengan permintaan Andre. Di perjalanan, Andre menghubungi Jenderal Wijaya, koneksi dari Mayang berhasil mendapatkan nomor ponsel lelaki berpengaruh tersebut. Kini mereka sudah berada di rumah sakit, menyerahkan Egi kepada Wijaya.“Mas
Huling Na-update: 2026-09-10