Chapter: Bab 82. Pemilik Kantong Wangi“Panglima!” panggil Mo Tianyu. Sambil menyandera Cao Yanshi, Wang Yue berbalik. Dia melihat Mo Tianyu datang bersama Fang Jue dan Bai Shuo. “Lapor, Panglima. Pasukan Serigala Utara sudah mengepung tempat ini bersama pasukan Istana,” kata Mo Tianyu. Di depan orang lain, Wang Yue dan orang-orangnya tetap menyembunyikan identitas mereka. Dengan begitu, Zhou Chen akan mengira hubungan mereka hanyalah sebagai atasan dan bawahan.“Wakil Komandan Han Lie memimpin pasukan mengumpulkan bukti-bukti, saksi dan orang-orang yang terlibat,” sambung Fang Jue. Sesuai dugaan Wang Yue, Pasukan Elite Serigala Utara datang tepat waktu. “Lakukan sesuai perintahku sebelumnya. Tangkap hidup-hidup sekelompok orang yang bertopeng dan interogasi mereka. Sisanya, bunuh tanpa ampun,” kata Wang Yue, tegas. Zhou Chen tanpa sadar terus menatap Wang Yue. Hatinya tergerak oleh rasa penasaran. ‘Dengan kecerdasan dan ketegasannya, dia memang pantas menyandang jabatan Panglima Perbatasan Utara,’ puji Zhou Chen da
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Bab 81. Mantan Tabib Istana“Dari ciri-cirinya, dia sudah pasti seorang tabib,” kata Pangeran Zhao Chen. Wang Yue tidak memedulikannya. Karena tanpa Zhao Chen bilang pun, dia sudah tahu identitas lelaki tua itu. Lelaki tua berambut putih itu berdiri membelakangi mereka, sibuk mengaduk cairan kental yang mendidih di dalam kuali perunggu besar. Dari aroma uap yang membumbung tebal, Wang Yue langsung mengenali ramuan racun pekat yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.Mata Wang Yue melotot. “Ramuan Penguat Darah?”Di sebelahnya, Zhou Chen tercengang. Telinganya terasa panas mendengar nama ramuan yang tidak asing itu. “Panglima, kamu bilang apa? Ramuan Penguat Darah?”Wang Yue mengangguk. Lalu, dia mulai menjelaskan. “Dari aromanya, aku tahu. Di dalam kuali itu adalah Akar Ginseng Darah Seribu Tahun, Bunga Lotus Jiwa Merah dan Buah Embun Salju Merah.”“Jika tebakanku benar, Tabib tua itu akan mencampurkannya dengan Cendana Jiwa Merah dan Rumput Pengikat Roh.”Ketika Zhou Chen hendak membalas, dia melihat tabi
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 80. Di Sisi Dipan KayuSensasi dingin yang tajam menjalar di leher Wang Yue. Ujung pedang Pangeran Zhou Chen menekan lebih dalam, menembus kulit tipis dan meninggalkan goresan tipis yang mengalirkan tetesan darah segar. Srett!Rasa perih menyengat kulit leher Wang Yue. Akan tetapi, dia tidak berani bergerak sedikit pun. Pangeran di belakangnya ini memancarkan aura membunuh yang sangat dingin dan tidak memberi ruang sedikit pun untuk bernegosiasi.“Jangan membuang waktuku,” bisik Pangeran Zhou Chen tegas. “Cepat buka mekanismenya atau lehermu akan kutebas sekarang juga.”Wang Yue menggertakkan gigi, menahan kejengkelannya dalam hati. ‘Hmm, sialan!’Menghadapi orang yang tidak bisa diajak kompromi seperti ini, dia tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perintahnya.Wang Yue kembali mengarahkan jemarinya pada deretan pasak besi di dinding batu. Dia menekan dan memutar pasak batu tersebut secara berurutan dengan sangat hati-hati.Tidak lama, sebuah dentakan mekanis berbunyi nyaring dari dalam dinding. Gem
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: Bab 79. Aku Akan Membiarkanmu HidupNamun, sebelum Han Lie benar-benar melangkah jauh, Wang Yue memanggilnya.“Tunggu sebentar,” bisik Wang Yue menahan langkah Han Lie.Han Lie menghentikan geraknya dan menoleh. “Ada perintah lain, Panglima?”Wang Yue menatap Han Lie dan Fang Jue secara bergantian. “Kalian berdua, ulur waktu sebisa mungkin sampai bala bantuan tiba. Jangan sampai orang-orang di luar menyadari rencana pengepungan ini.”Fang Jue mengangguk paham. “Kami akan menutup akses jalan dan menghambat pergerakan mereka di lorong luar.”“Bagus. Bergeraklah sekarang dan tetap hati-hati,” kata Wang Yue tegas.Han Lie membungkuk. Mereka berdua segera berbalik dan menghilang di balik keremangan lorong goa yang gelap.Setelah mereka pergi, Wang Yue menoleh pada Mo Tianyu.“Sekarang, kita periksa area yang belum sempat kamu dan Fang Jue telusuri sebelumnya,” bisik Wang Yue rendah.Mo Tianyu mengangguk cepat. “Ruang rahasia yang terlewat ada di ujung goa sebelah timur.”Wang Yue dan Mo Tianyu berjalan mengendap-endap menelu
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 78. Iblis Sembilan NerakaTidak lama kemudian, dua sosok bertopeng muncul dari balik kegelapan dan berhenti beberapa langkah di hadapan mereka.Han Lie langsung memasang kewaspadaan. Tangannya bergerak mendekati gagang pedang. Wang Yue segera mengangkat tangan untuk menghentikannya. “Tenang. Mereka orang-orangku.”Han Lie menatap kedua sosok itu dengan penuh kecurigaan. Dia tidak pernah melihat mereka sebelumnya. Maka, tidak heran jika dia mencurigai keduanya. “Mulai malam ini, kita akan bekerja bersama,” lanjut Wang Yue. Han Lie akhirnya mengerti setelah menerima penjelasan tersebut. “Baik, Panglima.”Mo Tianyu dan Fang Jue mengangguk. Wang Yue menjelaskan rencananya dengan suara rendah.“Begitu melihat orang-orang dari dalam Goa Qingmu keluar, ikuti mereka. Pastikan tidak ada seorang pun yang melarikan diri.”Han Lie memahami maksudnya. “Lalu setelah itu?”“Kita singkirkan mereka tanpa membuat keributan.” Tatapan Wang Yue berubah tajam. “Setelah keadaan aman, kita akan menyamar sebagai orang-orang yang b
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 77. Goa QingmuWang Yue mengangguk setuju. Mo Tianyu dan Fang Jue segera memakai topeng. Di balik gugusan batu hitam, Wang Yue menemukan jejak roda samar yang mengarah ke sebuah jalan menanjak.Dia berjongkok dan menyentuh tanah di sekitar jejak tersebut. “Jejak roda?”Fang Jue segera mendekat. “Ya.” Fang Jue berdiri dan mengikuti arah jejak itu dengan pandangan. “Jalur ini tidak menuju jalan utama.”Mereka kemudian menyusuri jalan sempit tersebut. Jalurnya tersembunyi di antara tebing dan pepohonan, sehingga sulit terlihat dari jalan utama.“Adik, jalur ini menuju ke pegunungan,” kata Fang Jue. “Kamu yakin, kita harus masuk sekarang?”Wang Yue melangkah tanpa ragu. “Ya.”Semakin tinggi mereka berjalan, semakin jelas bahwa jalur itu sengaja dibuat untuk melewati bagian belakang pegunungan. Tidak lama kemudian, Wang Yue menemukan sebuah batu besar dengan tanda ukiran sederhana di permukaannya.Wang Yue memperhatikan tanda itu beberapa saat. Dia terbelalak. “I-ini… Goa Qingmu.”Fang Jue tertegun me
Last Updated: 2026-09-17