MasukDikhianati keluarga sendiri dan dibuang ke medan perang, Wang Yue bangkit kembali untuk merebut segalanya. Dengan membawa ingatan masa depan, dia menyelamatkan calon Putra Mahkota Zhou Chen dan merebut jasa perang. Saat Putra Mahkota naik takhta, dia menjadi Permaisuri yang paling disayang. Tapi pernikahan mereka hanyalah titah istana. Di hati Wang Yue, tidak ada cinta, hanya ada kewajiban. Meskipun begitu, Zhou Chen tidak pernah memaksanya. Selangkah demi selangkah, dia membuktikan ketulusannya hingga perlahan meluluhkan hati Wang Yue yang telah lama membeku. Kaisar menangkap Wang Yue dan menggendongnya menuju kamar. “Kamu mau melarikan diri lagi? Jangan mimpi! Aku akan membuatmu kelelahan hingga tidak bisa turun dari ranjang.”
Lihat lebih banyak“Penyelamatku adalah Wang Yue. Benar. Penyelamatku adalah Wang Yue.”
Itu suara laki-laki. Wang Yue, seorang gadis yang mengenakan Zirah burung Vermilion berdiri. Dia melototi laki-laki yang berjongkok di sudut gudang perkemahan militer. Lelaki itu adalah Zhou Chen, putra sulung Kaisar yang bodoh. Meskipun bodoh, Kaisar selalu berusaha mencarikan tabib hebat untuk mengobati Zhou Chen. Kaisar berharap, suatu hari dia sembuh. Sebab, Zhou Chen adalah calon Putra Mahkota sekaligus penerus takhta Kekaisaran Sheng. Wang Yue menyentuh dagu Zhou Chen dengan ujung pedangnya. “Bagus. Ulangi lagi sampai kamu benar-benar hapal. Kalo kamu lupa lagi, aku akan membunuhmu. Ingat itu, Yang Mulia.” Hujan deras disertai angin kencang dan petir membuat suasana di dalam gudang perkemahan militer perbatasan Utara semakin mencekam. Zhou Chen ketakutan hingga seluruh tubuhnya gemetar. Sambil menggeleng, Zhou Chen menatap Wang Yue yang menakutkan. Dia terus mengulangi kalimat yang sama. “Wang Yue. Kamu adalah Penyelamatku. Penyelamatku adalah Wang Yue.” Kedua mata Wang Yue berkilat tajam. Dia memang memaksa Zhou Chen mengingat namanya. Ketika potongan memori di kehidupan sebelumnya muncul, api dendam di dalam dirinya langsung membara. Di kehidupan lalu dan di malam hujan seperti ini, Wang Yue menyelamatkan Putra sulung Kaisar. Berkat jasanya, keluarga Jenderal Besar Wang Shixiong semakin makmur dan berjaya. Kaisar memberikan kediaman Jenderal yang baru, lebih luas dan megah. Kakek Wang Shixiong yang sebelumnya adalah Jenderal Besar Perbatasan Utara Pangkat 4, dianugerahi gelar Jenderal Agung Penakluk Utara Pangkat 1. Ayah yang sebelumnya hanyalah pejabat kecil, langsung naik jabatan menjadi Pejabat Senior Kementerian Ritus Pangkat 6. Wang Yue tersenyum sinis saat mengingatnya. “Semua anggota keluarga Wang naik pangkat. Bahkan Nenek kejam itu diberikan gelar kehormatan sebagai Nyonya Agung pangkat 1.” Kemudian, memori Wang Yue yang terkutuk memunculkan dua wajah yang sangat dibencinya. Mereka adalah Ibu dan Adik tirinya. “Cihh! Ibu tiri dan Adik tiriku juga mendapatkan gelar. Cuma aku yang tidak mendapatkan apapun.” Bukan hanya itu. Sesuai ingatan masa depan Wang Yue, Zhou Chen sembuh dan menikahi Adik tirinya. Kemudian, Zhou Chen naik takhta dan Adik tirinya menjadi Permaisuri Agung. Ketika Wang Yue kembali ke ibukota, dia baru tahu bahwa adik tirinya—Wang Yi, telah merampas jasanya menyelamatkan Zhou Chen. Namun saat Wang Yue menanyakan hal ini pada ayahnya, semua orang malah berbalik menuduhnya. Bukankah ini sama saja menipu Kaisar? Wang Yue bergumam pelan, “Di kehidupan lalu Ayah berkata, menipu Kaisar adalah kejahatan besar.” “Jika aku mengungkapkan kebenaran ini di hadapan Kaisar, maka seluruh anggota keluarga Wang akan binasa.” Benar! Dosa menipu Kaisar akan dijatuhi hukuman penggal sembilan generasi keluarga. Wang Yue berdecak sinis. Belakangan dia baru tahu, semua ini adalah rencana licik ibu dan adik tirinya. Wang Yue mengingat nasehat ibu tiri di kehidupan sebelumnya. “Su Yan bilang, meskipun Pangeran bodoh seperti Zhou Chen bisa sembuh, tapi belum tentu dia akan memperlakukan aku dengan baik. Menyelamatkannya bagaikan buah simalakama.” Wang Yue menertawakan dirinya yang bodoh. “Jadi, Kakek dan Ayah setuju membiarkan Wang Yi menggantikan aku menikah dengan Zhou Chen. Dengan begitu, aku bisa terhindar dari masalah.” Sambil menuang arak, Wang Yue menaikkan kaki kanannya ke atas kursi. Lalu, menenggaknya dengan rakus. Brakk! Wang Yue meletakkan gelas dengan kasar. Pandangannya kosong. Potongan ingatan masa depan kembali menyerbu benak Wang Yue. “Saat aku kembali ke kediaman Jenderal, semuanya sudah terlambat. Wang Yi merebut paviliun tempat tinggalku.” “Mereka sekeluarga mengurung dan menyiksa ku di paviliun belakang satu tahun lamanya sampai aku menjadi gila.” Bukan hanya itu, Wang Yue juga dipaksa minum obat yang dapat merusak rahim. Merasa belum puas, mereka menghancurkan beladiri Wang Yue. Akibatnya, dia menjadi bodoh. “Bahkan tunanganku bilang, kalau orang-orang sampai tahu aku berduaan dengan Pangeran di malam hari, akan muncul banyak fitnah. Dia juga bilang… sebagai perempuan, aku harus mementingkan reputasi.” Di era Kaisar Zhou Hong, perempuan dan laki-laki berduaan di malam hari adalah hal yang tabu. Jika kepergok, mereka akan diarak keliling dan dihukum 80 kali pukulan hingga mati. Lalu, terdengar kabar bahwa keluarga ibunya dituduh berkhianat dan bekerja sama dengan kerajaan musuh. Seluruh anggota keluarga Lin dijatuhi hukuman penggal. Akibatnya, Wang Yue menjadi gila. Lalu, ibu dan adik tiri memaksanya meminum arak beracun. Wang Yue mengepalkan tangan erat-erat. “Sialan!” Semua ingatan masa depan Wang Yue memang benar! Setelah meminum arak racun, Wang Yue mengira dirinya mati. Namun ternyata, langit berbelas kasih memberikan kesempatan kedua padanya. Ketika tersadar Wang Yue telah kembali ke satu tahun yang lalu, tepat pada tengah malam dia menyelamatkan Zhou Chen. Dengan berbekal ingatan dari masa depan, Wang Yue bersumpah akan hidup menjadi dirinya sendiri. Dia juga akan menyelamatkan keluarga ibunya, membalaskan dendam dan merampas haknya kembali. Wang Yue memanggil pengawal pria. “Han Lie, cepat ke sini! Bawakan kertas dan tinta.” Han Lie adalah Wakil Komandan Pasukan Elite Serigala Utara yang berusia 26 tahun. Dia ditugaskan oleh Kakek Wang Shixiong untuk mengawasi Wang Yue. Karena sudah lama berada di perbatasan Utara, Wang Yue dan Han Lie menjadi akrab. Bahkan Han Lie mendukung penuh Wang Yue. “Ini, Nona.” Wang Yue menuliskan surat untuk Kaisar yang memberitahu bahwa dia menemukan Pangeran Zhou Chen. “Cepat antar surat ini ke Kaisar. Jangan sampai ada yang tahu.” “Baik.” Usai memberikan hormat, Han Lie langsung pergi. …. Dua Minggu kemudian. Wang Yue memberikan Zhou Chen sekeranjang bakpao isi daging yang masih hangat. Zhou Chen makan dengan lahap tanpa mengkhawatirkan apapun. Wang Yue duduk berhadapan dengan Zhou Chen. “Makanlah pelan-pelan. Aku tidak akan merebut makananmu, Yang Mulia.” Dayang Nie Yunran berdiri di belakang Wang Yue, memperhatikan mereka. Setiap hari, Wang Yue akan menguji kemampuan mengingat pangeran Zhou Chen. Walaupun Yang Mulia sudah berusaha keras mengingat nama Wang Yue, tetapi tetap saja pikirannya tidak utuh. Pada akhirnya, Wang Yue tetap akan menghukum Zhou Chen dengan memukul telapak tangannya menggunakan papan kayu kecil. Pada saat itu, Han Lie datang bersama seorang Kasim. “Nona Besar, Kasim Agung Gao Dehai datang menjemput Pangeran Zhou Chen,” kata Han Lie. Kasim Agung merasa lega saat melihat Zhou Chen makan. Dia bergembira. “Yang Mulia, syukurlah kamu selamat. Kaisar sangat mengkhawatirkanmu sampai tidak nafsu makan,” ujar Kasim Agung. “Hamba ke sini untuk menjemputmu kembali ke istana.” Wang Yue berdiri, menyapa Kasim Agung. “Kasim Agung Gao, kamu pasti lelah di perjalanan.” Kasim Agung mendongakkan kepala, menatap Wang Yue. Gadis itu menjulang hampir dua kepala lebih tinggi darinya. “Kamu… putri sulung keluarga Jenderal Besar Wang, kan?” tanya Kasim Gao.Setelah melalui perjalanan panjang, Wang Yue akhirnya tiba di Perbatasan Utara pada tengah malam. Saat dia baru saja memasuki tenda dan melepas topeng, seorang perempuan memanggil. “Nona Besar!”Dia adalah dayang Nie Yunran. Rupanya, Nie Yunran telah kembali dari Kerajaan Beiyuan. Setelah terpaku sebentar, Wang Yue segera berteriak, “Masuklah!”Nie Yunran membuka tirai tenda. Ketika melihat sosok majikannya, wajah Nie Yunran sumringah. Nie Yunran membungkuk hormat. “Hamba memberi hormat, Nona Besar.”Sambil melepaskan pakaian, Wang Yue bertanya, “Bagaimana kabarmu? Kapan kamu kembali?”“Jawab, Nona. Aku sampai di sini dua hari lalu. Utusan Kaisar Sheng sudah datang ke Ibu Kota Beiyuan. Jadi, aku diutus pulang.”Wang Yue mengangguk. Karena keterbatasan informasi, dia bahkan tidak tahu jika Kaisar sudah mengirimkan utusan kenegaraan. Dengan begini, beban Wang Yue sudah berkurang sebagian. “Aku sudah mendengar semuanya, Nona. Aku—”Nie Yunran belum selesai bercakap-cakap dengan Wang
Wang Yue menyapu pandangan ke meja dengan cekatan. Dengan gerakan kilat, dia menggeser mangkuk serta sumpit bekas tempat makan Fang Jue ke sudut tersembunyi.Wang Yue memberi isyarat mata yang tajam pada pelayan kedai yang melintas di dekatnya. “Bersihkan ini sekarang!”Pelayan segera mengangguk patuh dan menyapu bersih sisa makanan di meja. Bekas keberadaan Fang Jue lenyap tanpa sisa sebelum Han Lie sempat mengendus jejaknya.Langkah kaki tegap terdengar mendekati meja Wang Yue. Han Lie berdiri tegak tepat di hadapan Wang Yue, lalu membungkuk memberikan hormat.“Panglima,” sapa Han Lie tegas.Wang Yue mengisyaratkan kursi kosong di depannya. “Duduklah.” Han Lie menarik kursi kayu itu lalu duduk di depan Wang Yue. Matanya menyapu sekeliling ruangan kedai yang masih dipenuhi gelak tawa dan sorak-sorai para pengunjung.“Kedai ini sangat bising dan ramai,” ujar Han Lie penuh rasa ingin tahu. “Ada apa, Panglima?”Wang Yue menuangkan teh hangat ke cangkirnya dengan tenang. “Hanya seorang
Setelah urusan di Desa He'an selesai, Wang Yue segera pamit dan kembali ke Pos Awan Putih. Seperti biasa, Han Lie tertinggal jauh di belakangnya. Sesuai kesepakatan sebelumnya dengan Han Lie, Wang Yue berhenti di kedai teh. Dia berencana memberikan makan kudanya di sini. “Kakak seperguruan, keluarlah!”Pada saat itu, Fang Jue muncul dari balik semak-semak. Di mulutnya, terdapat rumput yang masih menghijau. “Ada kabar apa dari Pos Awan Putih?” tanya Wang Yue. Fang Jue mengunyah rumput. “Lu Beichen telah menangkap salah satu orang yang bekerja sama untuk meracuni warga.”“Lalu?”“Adik, kamu jangan banyak berharap pada mereka. Karena orang-orang itu adalah Pasukan Berani Mati,” ujar Fang Jue. Wajah Wang Yue langsung berubah suram. “Sialan!”Pasukan Berani Mati? Mereka adalah pasukan yang terlatih untuk dibunuh atau memilih bunuh diri saat tertangkap demi menjaga rahasia tuannya.Bagi mereka, membocorkan informasi adalah pengkhianatan terbesar. Mereka lebih rela menelan racun atau m
“Tuan Chu, sudah tertangkap basah begini, kamu masih saja gigih berpura-pura buta dan tuli di hadapan semua orang?” sindir Wang Yue dingin.Wang Yue terkekeh pelan sambil melipat kedua tangannya di dada. Matanya menatap Chu Shaoqi seolah sedang melihat lelucon yang sangat menyedihkan.Wang Yue teringat pepatah leluhur keluarga ibunya. Bahwa hidup Chu Shaoqi bagaikan batu yang dia lempar menghantam wajahnya sendiri.“Tuan Chu, sebaiknya kamu cepat-cepat bertobat,” celetuk seorang warga. “Betul. Tipu muslihat yang kamu rancang untuk mencelakai Tabib dan warga malah berbalik menimpa dirimu sendiri,” sambung warga lain. Mendengar semua seruan warga, Chu Shaoqi terpaku dengan bibir terkunci. Wajahnya semakin pucat pasi bagaikan mayat yang kehilangan seluruh darahnya.“Karma memang tidak pernah salah alamat,” ujar Wang Yue. “Inilah balasanmu karena berniat mencelakaiku dan warga yang tidak berdosa.”Tubuh Chu Shaoqi mendadak gemetar hebat saat menyadari posisinya makin terdesak. Keringat


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak