author-banner
HAYYPER GAMING
Author

Nobela ni HAYYPER GAMING

Sang Miliarder Yang Terlahir Kembali

Sang Miliarder Yang Terlahir Kembali

Arkan Renata,pria berusia 80 tahun sekaligus konglomerat nomor satu pemilik Renata Group,meninggal dunia dalam kesendirian di ruang VVIP rumah sakit. Di balik kekayaannya yang melimpah, hidup Ren dipenuhi penyesalan mendalam atas dosa masa lalunya ia pernah menjadi suami yang kasar, pemabuk, dan penjudi yang menganiaya serta merampas uang berobat istrinya, Alya, hingga wanita itu mengakhiri hidupnya 50 tahun lalu. ​Namun, saat hembusan napas terakhirnya berembus, sebuah keajaiban terjadi. Ren tersentak dan mendapati jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, terbangun di tubuh mudanya yang berusia 22 tahun di sebuah rumah kontrakan kayu yang sederhana. ​Begitu bertemu kembali dengan Alya yang masih hidup dan bernapas, Ren menyadari bahwa ia kembali ke titik waktu sebelum dirinya terjerumus ke dalam lingkaran pergaulan buruk dan penderitaan. Mengantongi memori penyesalan, mentalitas baja, serta penguasaan ilmu bisnis tingkat tinggi dari kehidupan masa depannya, Ren bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Ia bertekad untuk melindungi Alya sepenuh hati dan membangun kembali kejayaannya tanpa pernah mengorbankan wanita yang paling dicintainya.jadi mampukah Ren kembali berdiri di posisinya yang sebelumnya?.
Basahin
Chapter: Bab 5: Transaksi yang berhasil
​Deru mesin diesel truk engkel Bang Jarwo bergetar konstan, beradu dengan gesekan roda pada aspal kasar menuju pusat Kota Kabupaten. Angin pagi yang kian menghangat berembus menembus celah kaca depan yang retak sehalus benang. ​Di dalam kabin, kesunyian yang tegang perlahan melunak. Bang Jarwo sesekali melirik Ren dari sudut matanya, seolah-olah pria muda di sampingnya ini bisa berubah menjadi monster kapan saja. ​"Ren..." Jarwo akhirnya memecah keheningan, suaranya parau seraya membetulkan posisi topi rimbanya. "Soal cerita Pak Broto, Charoen Pokphand, denda penalti puluhan juta... itu semua benar-benar gertakan kosong?" ​Ren yang sejak tadi memandangi hamparan sawah di luar jendela menoleh pelan. Sebuah senyum tipis terukir di sudut bibirnya. "Delapan puluh persen kebohongan, dua puluh persen fakta, Bang." ​"Hah? Maksudmu bagaimana?" Jarwo mengerutkan dahi, tangan kekarnya memegang erat lingkar kemudi. ​"Krisis pasokan pakan ternak dan nama PT Charoen Pokphand itu nyata," jawa
Huling Na-update: 2026-08-10
Chapter: Bab 4: Konfrontasi di Batas Desa
Kabut tipis masih menggantung rendah di atas atap-atap daun rumbia Desa Karangrejo ketika semburat merah fajar mulai merekah di ufuk timur. Udara pagi terasa menggigit kulit, membawa aroma embun yang bercampur dengan wangi tanah basah sisa hujan semalam. ​Di dalam dapur kecilnya, Ren berdiri di dekat meja kayu sambil mengancingkan kemeja flanel pudar miliknya. Di depannya, Alya sedang sibuk membungkus beberapa potong singkong rebus dan sambal terasi ke dalam daun pisang. ​"Sayang, singkongnya jangan lupa dimakan nanti kalau kamu lapar di jalan, ya," ucap Alya lembut. Tangannya yang cekatan mengikat bungkusan itu dengan tali serat pelepah pisang, lalu memasukkannya ke dalam tas anyaman bambu kecil. ​Ren tersenyum, melangkah mendekat dan melingkarkan lengannya di pinggang ramping Alya dari belakang. Ia menyandarkan dagunya di bahu istrinya, menghirup aroma sabun mandi yang menenangkan. ​"Singkong buatanmu selalu jadi menu bintang lima untukku," bisik Ren, membuat Alya terkekeh pelan
Huling Na-update: 2026-08-08
Chapter: BAB 3: Negosiasi Di Warung Kopi
​Sengatan matahari siang di atas ladang jagung Pak Karsa mulai meredup, berganti pendar jingga yang membakar ufuk barat. Bau tanah hangat yang mengepulkan sisa panas berpadu dengan aroma manis kulit jagung basah yang menumpuk di tepi ladang.​Ren menyapu keringat di dahinya menggunakan lengan kaus oblong birunya. Otot-otot lengan dan bahunya yang berusia dua puluh dua tahun terasa pegal, namun ada kehangatan yang memuaskan di dalam dadanya. Tubuh muda ini masih prima, belum digerogoti oleh penuangan sel, dahak rokok mahal, atau penyakit akibat stres bertahun-tahun di ruangan ber-AC.​"Dua puluh delapan karung..." Pak Karsa menghela napas panjang sambil mengikat simpul serat jerami pada karung goni terakhir. Tangannya yang dipenuhi kapalan tebal gemetar pelan. Pria tua itu terduduk di atas tanah, memegangi lututnya yang mulai ngilu. "Kalau digabung dengan panen besok pagi, totalnya bisa mencapai empat puluh karung lebih. Sekitar dua setengah ton..."​Jono dan Didik ambruk di rumput
Huling Na-update: 2026-08-06
Chapter: BAB 2 : Ladang Jagung
​Asap tipis dari tungku kayu bakar membumbung pelan, membawa aroma khas jelaga yang bercampur dengan uap air mendidih. Di dalam dapur berukuran tiga kali empat meter itu, Ren berdiri kaku di depan sebuah talenan kayu yang sudah menipis di bagian tengahnya.​Di tangannya, sebuah pisau dapur bersarung kayu dengan mata pisau yang sedikit terkelupas lapisan hitamnya terasa begitu asing.​Sebagai pria yang selama lima puluh tahun terakhir hanya perlu menjentikkan jari untuk menikmati hidangan kualitas bintang lima dari koki pribadi berpaspor Prancis, memegang pisau dapur karat untuk mengiris bawang merah adalah sebuah ujian keterampilan yang tak terduga.​"Sayang, memotong bawangnya jangan terlalu tebal. Nanti saat ditumis bersama tempe rasanya jadi aneh," bisik Alya dari balik punggungnya. Ia sedang sibuk mengaduk adonan tepung terigu encer di dalam mangkuk seng. ​Ren berkedip, memfokuskan pandangannya pada biji bawang merah kecil di atas talenan. Otaknya yang memuat rumus kalkulus eko
Huling Na-update: 2026-08-05
Chapter: Bab 1: kembali untuk menebus semuanya
​Suara derit konstan dari monitor detak jantung berdengung lemah di dalam ruangan VVIP Rumah Sakit Grand Medika. Bau antiseptik yang tajam menyeruak, menusuk indra penciuman seorang pria tua yang terbaring kaku di atas ranjang bermotor paling canggih. Seprai sutra yang menyelimutinya terasa begitu dingin, dingin yang sama seperti jiwanya selama puluhan tahun terakhir.​Di usianya yang ke delapan puluh, Arkan Renata,pria yang dikenal dunia sebagai 'Ren', orang terkaya nomor satu di kota itu, pemilik konglomerasi raksasa Renata Group meratapi kesendirian di hari tuanya.​Di luar pintu kaca yang kedap suara, belasan pengacara berjas tebal, manajer aset, dan jajaran direksi berkumpul seperti burung pemakan bangkai. Mereka menantikan napas terakhirnya demi memperebutkan kekayaan yang nilainya sanggup membeli beberapa negara kecil. Namun, di dalam ruangan ini, tidak ada satu orang pun yang menangisinya dengan tulus.​Ren memejamkan mata. Otaknya yang menyusut tidak lagi memikirkan saham
Huling Na-update: 2026-08-03
Maaari mong magustuhan
Tertawan Pesona Mantan Papa Tiri
Tertawan Pesona Mantan Papa Tiri
Romansa · Masrie Napitupulu
16.4K views
Between Two Loves
Between Two Loves
Romansa · Silla Defaline
16.4K views
SUAMI ONLINE
SUAMI ONLINE
Romansa · Kenong Auliya Zhafira
16.4K views
My Possessive Bad Guy
My Possessive Bad Guy
Romansa · Hilmiath
16.4K views
Re-Wedding (Indonesia)
Re-Wedding (Indonesia)
Romansa · FebyNelson
16.3K views
Cintai Aku Suamiku
Cintai Aku Suamiku
Romansa · Ria Wijaya
16.3K views
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status