author-banner
Hisa NK
Hisa NK
Author

Novelas de Hisa NK

Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Satria Wisesa hanyalah kuli panggul rabun yang miskin dan selalu dicaci maki di Pasar Antik Triwindu Solo. Nasibnya berbalik 180 derajat setelah menemukan Liontin Giok Naga yang membangkitkan kemampuan legendaris: Netra Kawaskithan. Bukan cuma menyembuhkan matanya, kekuatan kuno ini membuat Satria mampu melihat aura pusaka sakral, menembus ilusi waktu, hingga menyembuhkan penyakit dalam. Bersenjatakan mata yang tak pernah salah, Satria melangkah masuk ke dunia elit. Dari emperan pasar loak, ia merajai lantai pelelangan internasional beromzet miliaran rupiah, menghancurkan musuh bisnis yang sombong, dan memaksa para konglomerat bertekuk lutut. Namun, bukan hanya harta yang berhasil ia taklukkan. Karisma liar sang naga diam-diam menjerat hati beberapa wanita cantik yang tak berdaya menahan pesona agresif Satria. “Di bawah Netra Kawaskithan milikku, tak ada harta yang bisa bersembunyi, dan tak ada wanita yang bisa menolak untuk ditaklukkan.”
Leer
Chapter: Bab 192
Di lantai atas, Nagendra baru selesai latihan pagi ketika Satria memanggilnya ke ruang kerja.“Masuk.”Nagendra masuk dan berdiri di depan meja. Wajahnya masih datar, tapi ada ketegangan di bahunya.“Ayah sudah mendengar keterangan Hendra,” kata Satria. “Raka benar-benar dipaksa. Adiknya dijadikan sandera. Mereka memakai anak-anak itu untuk mematahkan Hendra dan Raka.”Nagendra tidak menjawab.Satria menatapnya. “Ayah tidak meminta kamu langsung memaafkan. Tapi ayah meminta kamu tidak membiarkan luka itu mengendalikan keputusanmu ke depan. Trah Sangkala masih di luar. Mereka akan datang lagi. Dan lain kali, mereka mungkin tidak hanya menyerang nama baik.”Nagendra mengangguk pelan. “Aku ngerti, Yah.”“Raka minta bertemu denganmu lagi,” lanjut Satria. “Ayah bilang keputusan ada di tanganmu.”Nagendra terdiam beberapa detik. “Nanti. Belum saatnya, Yah.”Satria mengangguk. “Baik. Pergi istirahat. Wajahmu masih pucat.”Nagendra keluar. Di koridor, ia bertemu Aurelia yang sedang membawa na
Última actualización: 2026-09-07
Chapter: Bab 191
Raka baru saja selesai diobati ketika Nagendra masuk ke ruang pengobatan.Tabib yang sedang mengganti perban langsung menyingkir tanpa banyak kata. Pintu ditutup pelan di belakang Nagendra. Hanya tersisa bunyi mesin monitor yang berdetak stabil dan napas Raka yang masih lemah.Raka membuka mata. Saat pandangannya jatuh pada sosok di kaki ranjang, tubuhnya menegang."N-Nagendra.”Nagendra tidak menjawab. Ia berdiri diam, tangan di saku celana, wajah datar. Tapi matanya—matanya sudah berubah. Dingin. Dalam. Seperti seseorang yang sudah memutuskan untuk tidak lagi percaya.Raka mencoba bangkit, tapi rasa sakit langsung membuatnya mengerang dan jatuh kembali ke bantal. “Gue tahu lo marah. Lo berhak marah.”Nagendra melangkah mendekat satu langkah. Suaranya rendah, hampir tanpa emosi.“Lo pengkhianat, padahal dah kasih percaya. Lo hancurin nama gue di depan publik. Dan lo lakuin itu sambil senyum di depan muka gue.”Raka menelan ludah. Air mata sudah menggenang di sudut matanya, tapi ia me
Última actualización: 2026-09-07
Chapter: Bab 190
Satria tidak membuang waktu.Dengan Raka di satu lengan dan adiknya di lengan yang lain, ia menembus hutan kembali menuju batas kota. Aura pelindung yang ia sebarkan membuat kedua anak itu tertidur lelap di tengah perjalanan. Luka di tubuh Raka cukup banyak, tapi tidak langsung mengancam nyawa. Adiknya lebih parah—kurang gizi, aura terkuras, dan bekas segel penghisap tenaga masih terlihat di dada.Di tengah perjalanan, Raka sempat membuka mata sebentar. Saat pandangannya jatuh pada wajah Satria, rasa bersalah langsung menyelimuti matanya.“Pak Satria…” suaranya parau. “Aku… aku tahu aku tidak pantas diselamatkan.”Satria tidak menoleh. “Bagaimanapun kalian itu anak-anak Hendra. Kau hanya ikut hanyut dalam tekanan mereka.”Raka menunduk dalam. Ia tahu betul apa yang dimaksud Satria. ***Mansion Himawan sudah dalam keadaan siaga penuh ketika aura Satria terdeteksi mendekat dari langit yang cerah. Sinar matahari siang menyinari pelataran, menerangi setiap sudut taman yang hijau dan rimb
Última actualización: 2026-09-06
Chapter: Bab 189
Aurelia mencubit pelan pinggang Nagendra. “Jangan gitu.”Mereka saling menatap, lalu tertawa kecil bersama. Tawa itu pelan, lelah, tapi tulus. Untuk pertama kalinya sejak mereka masuk ke kamar, suasana terasa sedikit lebih ringan.Nagendra menarik selimut yang tersampir di pojok ranjang, menutupi tubuh mereka berdua. Aurelia menempel lebih dekat, kaki saling berjalin. Kelelahan akhirnya datang menghampiri.“Tidur,” bisik Nagendra. “Gue jagain.”Aurelia mengangguk, memejamkan mata. “Kamu juga tidur.”“Iya. Bentar lagi.”Tapi Nagendra tidak langsung tidur. Ia tetap terjaga beberapa saat, menatap wajah Aurelia yang sudah terlelap di dadanya. Jemarinya mengusap rambut gadis itu pelan.Di dalam dadanya, rasa bersalah masih ada. Janji yang dilanggar masih terasa berat. Tapi di samping rasa itu, ada kelegaan yang nyata dan sesuatu yang lebih hangat, yang belum berani ia sebutkan namanya.Perlahan, matanya ikut terpejam.Malam terus berjalan. Di luar kamar, mansion Himawan tenang. Di ruang ba
Última actualización: 2026-09-06
Chapter: Bab 188
“Aahh… Nagendra…”Nagendra membeku sejenak di dalam tubuh Aurelia, menikmati kelegaan yang langsung terasa. Panas yang membakar organ dalamnya berkurang drastis begitu menemukan jalan keluar. Tapi ia masih belum bergerak. Matanya menatap Aurelia, penuh rasa bersalah.“Maaf…” bisiknya lagi.Aurelia meraih wajahnya, menariknya turun. “Gerak. Sekarang.”Nagendra mulai bergerak. Awalnya pelan, penuh kontrol. Lalu semakin cepat seiring Energi yang terus mengalir keluar dari tubuhnya. Setiap hentakan melepaskan sedikit demi sedikit racun yang menumpuk. Aurelia mengerang di bawahnya, kuku-kukunya mencengkeram bahu Nagendra, menerima setiap aliran energi dengan sadar.“Aahh… aahh… lebih dalam…” desah Aurelia.Nagendra menurut. Ia menghentak lebih dalam, lebih cepat. Suara basah pertemuan tubuh mereka memenuhi kamar yang sunyi. Cahaya emas redup mulai muncul di sekitar tubuh mereka—tanda penyelarasan akhirnya berjalan.Nagendra menunduk, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Aurelia. “Gue ben
Última actualización: 2026-09-06
Chapter: Bab 187
Pendar merah di matanya menyala makin terang. Gelombang Energi Yang yang tertahan tidak menemukan jalan keluar, mulai membalik arah—menyerang balik jantung dan otak Nagendra sendiri. Darah segar menetes deras dari kedua lubang hidungnya, membasahi karpet.Nagendra merangkak mundur menjauhi Aurelia. Ia menyudutkan dirinya di balik pilar kamar, menancapkan kuku-kukunya ke daging pahanya sendiri hingga berdarah—menggunakan rasa sakit fisik demi mengalihkan siksaan gairah dan energi jahat yang membakar dadanya."Jauhi gue, Rell... gue mohon!" bisik Nagendra terengah-engah, matanya merah padam menatap gadis itu. "Kalau gue ngelanggar janji ini cuma selamatin diri gue... gue nggak ada bedanya, gue monster Sangkala... gue nggak mau, AURELIA!"Aurelia meremas dadanya sendiri yang terasa sesak luar biasa melihat pemandangan itu. Di depan matanya, seorang pemuda tidak bertarung melawan musuh luar, melainkan bertarung mati-matian menundukkan naluri paling liar di dalam tubuhnya sendiri demi sebu
Última actualización: 2026-09-05
Rahim Pinjaman

Rahim Pinjaman

"Apa, Mas? Kamu menikah denganku hanya untuk dijadikan wanita kedua? Supaya kalian bisa memiliki keturunan!" pekik Anilla. "Ya! Dan aku pun, tidak pernah mencintai kamu, Anilla Prameswari!" Bariton Bagas terdengar tegas. Perkenalan singkat antara Anilla Prameswari dan Bagas Surya Mahardika menumbuhkan benih cinta di hati seorang gadis cantik dan mandiri ini. Sampai akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah. Bagas, membawa hantaran dan mahar yang super wah. Semua orang menyangka, Anilla adalah gadis yang beruntung telah dinikahi oleh seorang CEO muda. Namun, ketika kebahagian merajainya. Dia baru mengetahui bahwa dia hanya dijadikan istri kedua setelah menyerahkan kesuciannya. Anilla merasa gagal menjadi seorang wanita. Akankah Anilla bertahan dalam drama hidup bersama Bagas?
Leer
Chapter: 20. Kegilaan Adisti!
Empat orang suster membawa Adisti masuk ke ruangan UGD. Sedangkan, Bagas, dan Anilla bergegas mengikuti dari belakang.Setelah sampai di UGD, mereka segera memberikan pertolongan pada Adisti. Karena luka Adisti tidak terlalu serius, dokter menyarankan agar Adisti dipindahkan ke ruang rawat inap. Dengan cepat Bagas menyetujuinya. Untuk Adisti, dia tidak pernah memikirkan keuangan yang akan dia keluarkan.Setelah memasuki ruang inap, Anilla main mengkhawatirkan kondisi Bagas yang terlihat kusut, dan lelah."Mas." Anilla mendekati Bagas. Sebelum menjawab, Bagas menoleh pada Anilla sembari mengulas senyuman. "Kenapa, Ann?" "Istirahat dulu!" titah Anilla sembari menyimpan tangan di bahu Bagas.Bagas hanya menggelengkan kepala. Kemudian dia menunduk di atas ranjang Adisti, dan melipat kedua tangannya sebagai tumpuan."Aku harus nunggu Adisti!" jawab Bagas tanpa menatap Anilla.Rasa sakit dalam hati Anilla kembali me
Última actualización: 2022-03-29
Chapter: 19. Kenapa Seperti Ini?
"Aku gak tau dengan semua rasa ini, Ann! Tolong jangan desak aku!" teriak Bagas. Dadanya terengah karena emosi yang semakin tak terkendali.Netra Anilla terus menatap Bagas tanpa berkedip. Dia berpikir apa yang terjadi pada Bagas benar-benar tak masuk akal. Sebesar apa cintanya pada Adisti, hingga dia sendiri pun tidak tahu apa yang tengah menimpanya? Pertanyaan terus berputar dalam benak Anilla."Aku sadar diri, Mas. Mungkin Mas Bagas bersikap seperti ini ... karena kamu terlalu cinta pada Adisti!" lirih Anilla sembari membalikkan tubuhnya ke depan dengan tatapan kosong."Jangan bersikap seperti ini, Ann! Aku juga mencintai kam...," ucapan Bagas terhenti ketika jari telunjuk Anilla menempel di atas bibirnya."Jangan diteruskan! Aku tau, kamu berkata hanya untuk mengobati rasa cintaku yang tak pernah terbalas," keluh Anilla seraya menurunkan jarinya.Tanpa berkata, mata elang Bagas terus menatap Anilla menyaratkan seribu bahasa yang tak b
Última actualización: 2022-03-16
Chapter: 18. Kenapa Sikapmu Selalu Berubah?
"Kamu masih gak sadar, juga?!" bentak Inggrid setelah menampar Bagas. Netra Bagas turun ke bawah, tak berani menatap Inggrid yang tengah dikuasai amarah."Maafkan Bagas, Bu! Bagas gak bisa nolak permintaan Adisti, apalagi sekarang dia sendirian," jawab Bagas.Inggrid kembali mendengkus kesal, dia mendekati kursi yang diduduki Bagas. "Kenapa kamu selalu melakukan apa yang Adisti minta? Apa karena empat tahun yang lalu dia menyelamatkan kamu?!" Suara Inggrid masih naik satu oktaf, terlihat dadanya turun naik. Terkadang dia mendengkus kesal sembari melipat tangannya di atas dada."Ya, Bu! Dan kalau waktu itu, Adisti gak datang ... aku pasti udah mati, Bu! Walaupun, aku sadar saat itu seharusnya aku mengeluarkan ayah dari dalam mobil!" tegas Bagas sembari mengeluarkan air mata. Dia membayangkan kembali pertemuan dengan Adisti. Kala itu, mobil yang dikemudikan Bagas terjun ke dalam jurang. Keberuntungan masih ada dalam takdir Bagas, karena A
Última actualización: 2022-03-12
Chapter: 17. Kemarahan Inggrid
"Nilla belum tau, Bu ... kenapa Mas Bagas jadi seperti ini?" Dalam cemas Anilla menjawab pertanyaan Inggrid sembari menangis.Mata Inggrid masih membulat, menatap tajam pada Anilla. Netra Anilla tertunduk ketika Inggrid menatapnya seperti ini. Dia semakin merasa bersalah, tapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa?"Bu, apa gak sebaiknya kita bawa saja, Mas Bagas ke rumah sakit?" saran Anilla."Gak perlu, kamu temani saja dia!" titah Ingrid, sembari berlalu meninggalkannya.Kini Anilla bingung sendiri, apa yang harus dia lakukan? Sedangkan, dia tidak tahu harus berbuat apa? "Mas, bangun! Kenapa jadi gini?" tanya Anilla, dia mencoba menggoyangkan lengan Bagas. Tapi, tubuh Bagas masih saja tidak merespon.Hati Anilla semakin cemas, membayangkan kondisi Bagas. Dia menyimpan tangan Bagas yang lemah di pipinya. "Kamu kenapa, Mas? Aku gak mau kayak gini, jangan bikin aku khawatir?" Wajah Anilla makin memucat karena Bagas tak kunjung b
Última actualización: 2022-03-11
Chapter: 16. Bertepuk Sebelah Tangan
Bibir Bagas bergerilya di antara kaki Anilla, peluh membasahi kedua insan yang terus bergumul menyatu, dan menyalurkan hasrat kerinduan mereka.Mungkin cerita mereka masih sama seperti novel benci jadi cinta yang masih gengsi menyampaikan bahwa sebenarnya mereka saling menyukai dan mencinta. Tetapi, kita tidak tahu kedepannya terpaan apa yang akan menimpa mereka? Karena sekarang pun keadaan memaksa mereka harus menyimpan segala cinta dan rindu."Mas! Jangan curang!" pekik Anilla ketika Bagas kembali menyesap dan memainkan daerah sensitif Anilla."Aku gak curang, Ann! Aku hanya ingin membawamu pada kenikmatan surga dunia, walau sesaat!" ujar Bagas di sela buaiannya. Untuk saat ini mereka sepakat melepaskan dulu semua masalah yang terjadi, biarlah segala kecewa terganti dengan sentuhan yang memabukkan."Mas! Jujur, aku menyukai dan mencintai kamu!" kata Anilla keluar begitu saja dari bibirnya ketika Bagas makin membuatnya tidak berdaya.Ba
Última actualización: 2022-03-09
Chapter: 15. Cemburukah?
"Siapa yang selingkuh? Itu Fikra, Pak. Tolong jangan bikin semua orang curiga pada kita!" tegas Anilla sembari menarik lengannya dari cengkeraman Bagas.Tanpa pamitan, Anilla langsung meninggalkan Bagas begitu saja. Tapi, bukan Bagas namanya kalau urusannya tidak terselesaikan."Ann! Aku mau bicara!" Bagas memekikkan suaranya. Sontak beberapa karyawan yang baru memasuki gerbang utama langsung fokus pada Bagas dan Anilla. Mereka seakan berbisik membicarakan atasannya.Walaupun, Bagas meneriakinya tetap saja Anilla terus berjalan tanpa menoleh padanya.Bagas berlari mengejar kemudian menarik tangan Anilla, dan membenamkan seluruh tubuh Anilla dalam pelukannya.Setelah tubuhnya menempel pada Anilla, Bagas berbisik, "Setelah meeting, datanglah ke ruanganku. Ada yang ingin aku tanyakan!" titah Bagas dengan wajah datar.Bagas melepaskan pelukannya ketika tamu dari Singapura, keluar dari mobil sedan mewah. "Nice to meet you, M
Última actualización: 2022-03-08
También te puede gustar
 GOLOK SETAN
GOLOK SETAN
Fantasi · Darsono AD
9.7K vistas
Betelgeuse
Betelgeuse
Fantasi · Daes Eag
9.6K vistas
Kembalinya Sang Penyihir Hitam
Kembalinya Sang Penyihir Hitam
Fantasi · waktu rebahan
9.6K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status