author-banner
Hisa NK
Hisa NK
Author

Novels by Hisa NK

Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Satria Wisesa hanyalah kuli panggul rabun yang miskin dan selalu dicaci maki di Pasar Antik Triwindu Solo. Nasibnya berbalik 180 derajat setelah menemukan Liontin Giok Naga yang membangkitkan kemampuan legendaris: Netra Kawaskithan. Bukan cuma menyembuhkan matanya, kekuatan kuno ini membuat Satria mampu melihat aura pusaka sakral, menembus ilusi waktu, hingga menyembuhkan penyakit dalam. Bersenjatakan mata yang tak pernah salah, Satria melangkah masuk ke dunia elit. Dari emperan pasar loak, ia merajai lantai pelelangan internasional beromzet miliaran rupiah, menghancurkan musuh bisnis yang sombong, dan memaksa para konglomerat bertekuk lutut. Namun, bukan hanya harta yang berhasil ia taklukkan. Karisma liar sang naga diam-diam menjerat hati beberapa wanita cantik yang tak berdaya menahan pesona agresif Satria. “Di bawah Netra Kawaskithan milikku, tak ada harta yang bisa bersembunyi, dan tak ada wanita yang bisa menolak untuk ditaklukkan.”
Read
Chapter: Bab 271. ENDING
Langkah kaki Satria Wisesa bergema di atas lantai pualam koridor utama. Di usianya yang makin matang, tak ada satu pun jejak kelemahan pada tubuhnya. Bahu tetap lebar, dada bidang, dan garis rahang yang tegas dengan jambang tipis memancarkan ketampanan yang membuat siapa pun menunduk. Binar Netrakwaskitan di matanya berkilat dingin, menekan seluruh atmosfer Mansion Himawan dengan aura dominasinya.Di belakangnya, empat wanita paling berpengaruh di Nusantara berjalan mengiringi.Liana Himawan berjalan tepat di sisi kanannya, gaun marun jatuh sempurna di tubuhnya. Larasati di sisi kiri, berbaju hitam, tangan bertumpu pada gagang pedang. Vanya Cedric dan Ratu Pramudya berjalan satu langkah di belakang, memandang punggung tegap Satria dengan binar yang sama: cinta, kekaguman, dan kepatuhan yang tidak pernah pudar.Bagi mereka berempat, Satria bukan sekadar suami atau sang penguasa. Ia adalah pria yang merebut jiwa mereka, melindungi mereka dari kehancuran, dan menguasai hati mereka sepenu
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Bab 270
“Perasaan cintamu tidak pernah menyusahkanku,” lanjut Satria, membiarkan kehangatan suaranya menenangkan jiwa Larasati yang lelah. “Aku menghormati cintamu, sebagaimana aku menghargai nyawa yang kamu pertaruhkan untuk rumah ini. Kamu tidak pernah sendirian menanggungnya, Laras.”Larasati memejamkan mata, ia membiarkan bahunya turun. Ia membiarkan Satria menopang seluruh beban batinnya, meski hanya untuk beberapa detik di koridor malam yang sepi. Di balik kelopak matanya, bayangan-bayangan lama muncul: malam pertama ia berdiri di gerbang Himawan dengan pedang yang masih baru, pagi-pagi ketika ia menemani Nagendra kecil belajar memegang pedang, senyum Liana yang selalu lembut meski tahu ada seseorang yang selalu berdiri di bayangan.Pengakuan itu, dan balasan hangat dari Satria, membakar habis rasa dahaga dan keputusasaan yang merayapi hatinya selama ini. Ia tidak minta dimiliki; ia hanya butuh cintanya diakui dan dihargai oleh sang penguasa. Dan malam ini, ia mendapatkannya.Satria mer
Last Updated: 2026-10-20
Chapter: Bab 269
Koridor sayap barat sudah sepi saat Satria keluar dari ruang kerja. Langkahnya pelan, menyusuri selasar pualam yang sunyi. Lampu dinding yang berjejer di sepanjang dinding memancarkan cahaya keemasan redup, seolah enggan mengganggu keheningan malam. Di luar jendela besar, angin malam berembus lembut, membawa aroma tanah basah dari taman dalam yang baru saja diguyur hujan sore tadi. Daun-daun pohon jati tua bergoyang pelan, bayangannya menari-nari di lantai batu pualam yang dingin.Di ujung lorong, dekat jendela besar yang menghadap taman dalam, Larasati berdiri mengawasi malam. Posturnya tegap, bahu lurus, satu tangan menggenggam erat gagang pedangnya. Rambutnya yang biasanya diikat rapi kini sedikit berantakan di pelipis, beberapa helai putih yang mulai muncul terlihat jelas di bawah cahaya lampu. Ia tidak bergerak, hanya menatap gelap di balik kaca, seolah bisa melihat ancaman yang belum datang.“Laras.”Wanita itu berbalik cepat, tubuhnya langsung tegang dalam posisi siap. Namun sa
Last Updated: 2026-10-20
Chapter: Bab 268
Malam sudah semakin larut ketika Nagendra menutup pintu ruang makan di belakangnya. Aurelia sudah kembali ke kamar di lantai utama, meninggalkan keheningan yang lembut di sepanjang koridor. Langkahnya membawa dirinya menuju sayap barat, ke ruang kerja kecil yang jarang digunakan kecuali untuk percakapan yang tidak ingin terdengar orang lain. Lampu meja hanya menyinari separuh ruangan, menyisakan sudut-sudut gelap yang menelan sebagian besar perabot. Satria duduk di kursi kayu dengan tablet di tangan, wajahnya setengah tenggelam dalam bayangan, garis rahang tegas terlihat lebih tajam di bawah cahaya kuning yang redup.Nagendra menutup pintu pelan, seolah takut mengganggu keheningan yang sudah mengendap di antara dinding. “Belum tidur?” tanya Satria tanpa menoleh, suaranya rendah dan tenang, seolah sudah mengetahui siapa yang masuk hanya dari bunyi engsel.“Belum. Ada yang ingin aku tanyakan.” Nagendra berdiri di depan meja, jari-jarinya sedikit menggenggam ujung lengan kemejanya. “Tent
Last Updated: 2026-10-19
Chapter: Bab 267
Dari balik bayangan pilar pualam di selasar taman, langkah kaki Larasati berjalan dengan postur tegap yang memancarkan ketangguhan khas kepala pengawal pribadi. Pakaian hitam elegannya tampak begitu pas membingkai tubuhnya yang anggun, sementara gagang pedang pusaka di pinggangnya tetap bersiap siaga melindungi seluruh anggota keluarga inti Faksi Himawan.Larasati menghentikan langkahnya di jarak yang sopan dari tempat Nagendra dan Aurelia berdiri. Matanya yang tajam dan terlatih sempat melirik ke arah jendela lantai dua—tempat Satria Wisesa dan Liana berdiri mengawasi—sebelum akhirnya menatap kedua sejoli di depannya dengan binar kehangatan yang jarang ia perlihatkan di luar tugas."Nagendra... Aurelia," sapa Larasati dengan senyuman. Aurelia perlahan merenggangkan pelukannya dari Nagendra, wajahnya bersemu merah muda. Namun, melihat raut wajah Larasati yang tenang dan penuh perlindungan, kehangatan segera menggantikan rasa malu."Bi Laras," balas Aurelia dengan senyum tulus. "Latih
Last Updated: 2026-10-18
Chapter: Bab 266
Pagi hari menyingsing di atas langit Jakarta. Udara bersih berkabut tipis membalas hangatnya pendar keemasan pagar ghaib yang memagari seluruh kompleks Mansion Utama Himawan.Di ruang keluarga privat lantai dua, suasana berhias keceriaan yang jarang terlihat. Kain-kain sutra, renda impor berwarna gading, dan patung manekin tampak memenuhi sudut ruangan. Aurelia berdiri anggun di tengah podium kecil, mengenakan gaun pengantin fitting terakhirnya yang sudah dijahit sempurna. Potongan gaun itu membingkai tubuhnya dengan begitu presisi, memperlihatkan keanggunan matang seorang calon pendamping Pangeran Mahkota.Liana duduk di sofa seraya menyesap teh hangat, menatap Aurelia dengan tatapan penuh keharuan. Di samping Liana, Satria Wisesa duduk tegap. Kemeja hitam berpola naga emas yang dikenakannya mempertegas postur tubuh bidang dan wibawa matangnya yang tak pudar oleh zaman."Bagaimana, Pak Satria?" tanya Aurelia pelan. Wajah cantiknya merona manis, ada sedikit rasa gugup saat menantikan
Last Updated: 2026-10-17
Sistem Pengali Kekayaan: OB Jadi Triliuner

Sistem Pengali Kekayaan: OB Jadi Triliuner

Daren hanya seorang Office Boy berpenghasilan pas-pasan yang saban hari dijadikan keset kaki oleh atasannya. Diinjak-injak, dihina, hingga diludahi sudah menjadi makanan sehari-harinya di Gedung Astra Plaza. Namun, sebuah glitch misterius di ponsel murahnya mengubah segalanya dalam semalam. ​[SISTEM KONSUMSI AJAIB DIBANGKITKAN!] Aturan Utama: Setiap kali Anda membelanjakan uang, Sistem akan memberikan cashback tunai hingga 100x lipat langsung ke rekening Anda! ​Dari seorang OB yang tidak punya harga diri, Daren bertransformasi menjadi penguasa finansial yang mampu membeli gedung tempatnya dulu dihina, membalas dendam pada orang-orang yang merendahkannya. ​Di kota di mana uang adalah hukum tertinggi, Daren memegang cheat code tak terbatas. Siapa pun yang berani menghalanginya, hanya perlu dibeli sampai hancur.
Read
Chapter: Bab 7
“A-apa maksudnya, Mas?” Pak Perkasa mulai berdiri dari kursinya, wajahnya memucat.“Rekening si Daren itu terdaftar di bawah proteksi Enkripsi Khusus Tingkat Tinggi! Statusnya Investor VIP Internasional yang dilindungi hukum perbankan global! Tadi direksi bank pusat langsung nelepon saya, bilang kalau kita berani sentuh atau usik orang itu lagi, bukan cuma saya yang dipenjara, tapi SELURUH izin bisnis milik keluargamu bakal dicabut dan dibekukan hari ini juga!”Brak!Sambungan telepon diputus secara kasar dari seberang.Ponsel di tangan Pak Perkasa hampir terjatuh. Wajah pria paruh baya yang tadi begitu angkuh kini pucat pasi.Rendy membelalakkan mata, lidahnya kelu. “P-Papa, i-ini nggak mungkin, kan? Daren itu cuma mantan OB!”Belum sempat Pak Perkasa menjawab, sekretaris pribadinya menerobos masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu. Wajah wanita itu panik luar biasa.“Bapak! Gawat, Pak!” teriak sekretaris itu seraya menyodorkan sebuah tablet. "Kolega kita di Astra Group baru saja
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: Bab 6
“Masih berani angkat telepon dari aku, Ren?”Daren melepas jaket kulit cokelatnya lalu melemparnya ke atas tempat tidur king-size kamar hotel. Telepon masuk dari nomor Rendy yang baru saja ia dapatkan dari pesan gertakan beberapa menit lalu, langsung ia angkat tanpa rasa ragu.“Jangan belagu kamu, Daren!” Suara Rendy di seberang sana terdengar tertahan, tapi sarat dengan ancaman. “Ayahku udah telepon kenalannya di Polda sama direksi bank. Besok pagi, rekening kamu bakal dibekukan. Kamu punya waktu sampai besok buat ngaku dari mana uang itu, atau kamu bakal dijemput paksa!”Daren menatap pantulan dirinya di jendela kaca hotel. “Bagus. Berarti kamu punya waktu sampai besok pagi buat nikmatin rasa bangga jadi anak pejabat. Jangan sampai malam ini kamu nggak bisa tidur nyenyak, Ren.”“Bangsat! Kamu—”Tut.Daren mematikan panggilan secara sepihak. Tanpa membuang waktu, ia membuka layar Sistem yang masih memancarkan cahaya merah peringatan.[MISI BARU: BUKTIKAN KEKUASAAN!]Batas Waktu: 11 J
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: Bab 5: Tuduhan Tanpa Bukti
“Kamu mencuri uang kantor? Atau kamu ikut jaringan uang haram? Atau ada tante girang kaya raya yang lagi biayai hidupmu?”Daren tidak membalas tuduhan sampah itu. Dia hanya berdiri tegap, menatap Rendy dengan mata yang dingin. Tidak ada kemarahan di wajahnya. Tidak ada rasa takut. Hanya ketenangan yang justru membuat suasana semakin berat. Cahaya lampu showroom yang putih dan terang jatuh tepat di wajahnya, memperlihatkan garis rahang yang mengeras tanpa emosi. Beberapa staf di kejauhan pura-pura sibuk, tapi mata mereka sesekali melirik ke arah kedua pria itu.Melihat Daren yang tak terpancing, Rendy menyunggingkan senyum penuh ancaman. Sudut bibirnya terangkat, tapi matanya tetap tajam. Ia menggeser badannya. “Oke. Kalau kamu mau main rahasia-rahasiaan, saya akan cari tahu sendiri. Keluarga saya punya banyak kenalan pejabat di kepolisian dan pihak direksi perbankan. Kalau uang yang kamu pakai ini uang kotor atau hasil kejahatan, cepat atau lambat kamu bakal membusuk di penjara.”“Sil
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Bab 4: Kecurigaan di Showroom
“Daren, jangan ungkit masa lalu lagi, Nak,” terisak pelan. “Itu semua salah Mama. Mama yang bodoh dan terlalu percaya sama orang bule brengsek itu.”Daren mengepalkan tangan kirinya. Bayangan masa kecilnya yang selalu dihina sebagai anak haram dan dinistakan tetangga kembali berputar. “Iya, Ma. Daren minta maaf,” bisik Daren. “Daren janji bakal terus kerja keras, biar Mama bahagia.”Di seberang sana, terdengar suara ibunya yang masih terisak. “Ya, Nak. Mama percaya sama kamu. Jangan lupa sholat.”“Iya, Ma. Daren pamit. Assalamu'alaikum.”“Waalaikumsalam, Nak…”Panggilan berakhir. Daren menatap layar ponselnya sejenak. Saldonya berkurang menjadi Rp257.557.400. Sebuah senyuman tulus akhirnya terukir di wajahnya. Untuk pertama kalinya, dia bisa mengirimkan uang tanpa harus pusing memikirkan sisa beras dan tunggakan kontrakan. Daren bangkit berdiri, lalu berjalan menyeberangi jalan raya menuju sebuah dealer sepeda motor.Begitu melangkah masuk, seorang salesman muda yang berdiri di deka
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Bab 3: Memberi yang Tersisa
Daren keluar dari Executive Menswear dengan langkah yang jauh lebih ringan. Di tangan kanannya tergantung tas belanja mewah berwarna hitam mengkilap. Di tangan kiri, dua kantong plastik minimarket yang berisi sembako yang sudah terasa berat. Di belakangnya, manajer toko masih membungkuk-bungkuk. Rendy dan kekasihnya berdiri kaku di dekat etalase, wajah mereka pucat. Tak ada yang berani membuka mulut. Daren tidak menoleh. Ia terus berjalan menuju koridor mal yang ramai.Di dekat eskalator, pandangannya melihat seorang pria kurus berbaju seragam abu-abu kusam. Office Boy mal. Usianya mungkin tidak jauh berbeda dengan Daren. Pria itu sedang membungkuk menyapu tumpahan minuman di lantai, sementara beberapa pengunjung lewat tanpa menoleh. Seorang ibu-ibu bahkan menggeser tasnya seolah takut tersentuh.Daren berhenti. Bayangan dirinya sendiri di pantry lantai 4 muncul jelas—kepala tertunduk, tangan gemetar, suara yang hanya bisa berbisik kata maaf apabila mendengar cemoohan. Ia mendekat.
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Bab 2: Membeli Kesombongan
“Daren! Kau kabur ke mana, Bangsat?!”Suara teriakan Pak Wisnu menggema dari speakerphone ponsel Daren. Pria berbadan tambun itu membentak tanpa jeda, mengancam akan memecat Daren secara tidak hormat karena meninggalkan piring kotor di pantry lantai 4. Suaranya kasar, penuh amarah, seolah dunia akan runtuh hanya karena beberapa piring kotor.Daren yang masih berdiri di dalam minimarket yang ber-AC dingin, menatap botol kopi di tangan kirinya. Dingin botol itu meresap ke telapak tangannya. Dulu, gertakan itu akan membuatnya gemetar, lututnya lemas, dan lidahnya kelu. Namun sekarang, setelah melihat saldo rekeningnya bertambah menjadi Rp142.400 hanya karena membeli kopi Rp10.000, rasa takut itu lenyap.“Pak Wisnu,” panggil Daren pelan, suaranya sangat tenang. “Potong saja gaji saya. Atau pecat saya sekalian. Saya tidak akan kembali.”Tut.Daren mematikan panggilan dan langsung memblokir nomor pria yang selalu merendahkannya. Ia menghela napas panjang. Terasa sangat lega. Selama tiga tah
Last Updated: 2026-09-09
Rahim Pinjaman

Rahim Pinjaman

"Apa, Mas? Kamu menikah denganku hanya untuk dijadikan wanita kedua? Supaya kalian bisa memiliki keturunan!" pekik Anilla. "Ya! Dan aku pun, tidak pernah mencintai kamu, Anilla Prameswari!" Bariton Bagas terdengar tegas. Perkenalan singkat antara Anilla Prameswari dan Bagas Surya Mahardika menumbuhkan benih cinta di hati seorang gadis cantik dan mandiri ini. Sampai akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah. Bagas, membawa hantaran dan mahar yang super wah. Semua orang menyangka, Anilla adalah gadis yang beruntung telah dinikahi oleh seorang CEO muda. Namun, ketika kebahagian merajainya. Dia baru mengetahui bahwa dia hanya dijadikan istri kedua setelah menyerahkan kesuciannya. Anilla merasa gagal menjadi seorang wanita. Akankah Anilla bertahan dalam drama hidup bersama Bagas?
Read
Chapter: 20. Kegilaan Adisti!
Empat orang suster membawa Adisti masuk ke ruangan UGD. Sedangkan, Bagas, dan Anilla bergegas mengikuti dari belakang.Setelah sampai di UGD, mereka segera memberikan pertolongan pada Adisti. Karena luka Adisti tidak terlalu serius, dokter menyarankan agar Adisti dipindahkan ke ruang rawat inap. Dengan cepat Bagas menyetujuinya. Untuk Adisti, dia tidak pernah memikirkan keuangan yang akan dia keluarkan.Setelah memasuki ruang inap, Anilla main mengkhawatirkan kondisi Bagas yang terlihat kusut, dan lelah."Mas." Anilla mendekati Bagas. Sebelum menjawab, Bagas menoleh pada Anilla sembari mengulas senyuman. "Kenapa, Ann?" "Istirahat dulu!" titah Anilla sembari menyimpan tangan di bahu Bagas.Bagas hanya menggelengkan kepala. Kemudian dia menunduk di atas ranjang Adisti, dan melipat kedua tangannya sebagai tumpuan."Aku harus nunggu Adisti!" jawab Bagas tanpa menatap Anilla.Rasa sakit dalam hati Anilla kembali me
Last Updated: 2022-03-29
Chapter: 19. Kenapa Seperti Ini?
"Aku gak tau dengan semua rasa ini, Ann! Tolong jangan desak aku!" teriak Bagas. Dadanya terengah karena emosi yang semakin tak terkendali.Netra Anilla terus menatap Bagas tanpa berkedip. Dia berpikir apa yang terjadi pada Bagas benar-benar tak masuk akal. Sebesar apa cintanya pada Adisti, hingga dia sendiri pun tidak tahu apa yang tengah menimpanya? Pertanyaan terus berputar dalam benak Anilla."Aku sadar diri, Mas. Mungkin Mas Bagas bersikap seperti ini ... karena kamu terlalu cinta pada Adisti!" lirih Anilla sembari membalikkan tubuhnya ke depan dengan tatapan kosong."Jangan bersikap seperti ini, Ann! Aku juga mencintai kam...," ucapan Bagas terhenti ketika jari telunjuk Anilla menempel di atas bibirnya."Jangan diteruskan! Aku tau, kamu berkata hanya untuk mengobati rasa cintaku yang tak pernah terbalas," keluh Anilla seraya menurunkan jarinya.Tanpa berkata, mata elang Bagas terus menatap Anilla menyaratkan seribu bahasa yang tak b
Last Updated: 2022-03-16
Chapter: 18. Kenapa Sikapmu Selalu Berubah?
"Kamu masih gak sadar, juga?!" bentak Inggrid setelah menampar Bagas. Netra Bagas turun ke bawah, tak berani menatap Inggrid yang tengah dikuasai amarah."Maafkan Bagas, Bu! Bagas gak bisa nolak permintaan Adisti, apalagi sekarang dia sendirian," jawab Bagas.Inggrid kembali mendengkus kesal, dia mendekati kursi yang diduduki Bagas. "Kenapa kamu selalu melakukan apa yang Adisti minta? Apa karena empat tahun yang lalu dia menyelamatkan kamu?!" Suara Inggrid masih naik satu oktaf, terlihat dadanya turun naik. Terkadang dia mendengkus kesal sembari melipat tangannya di atas dada."Ya, Bu! Dan kalau waktu itu, Adisti gak datang ... aku pasti udah mati, Bu! Walaupun, aku sadar saat itu seharusnya aku mengeluarkan ayah dari dalam mobil!" tegas Bagas sembari mengeluarkan air mata. Dia membayangkan kembali pertemuan dengan Adisti. Kala itu, mobil yang dikemudikan Bagas terjun ke dalam jurang. Keberuntungan masih ada dalam takdir Bagas, karena A
Last Updated: 2022-03-12
Chapter: 17. Kemarahan Inggrid
"Nilla belum tau, Bu ... kenapa Mas Bagas jadi seperti ini?" Dalam cemas Anilla menjawab pertanyaan Inggrid sembari menangis.Mata Inggrid masih membulat, menatap tajam pada Anilla. Netra Anilla tertunduk ketika Inggrid menatapnya seperti ini. Dia semakin merasa bersalah, tapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa?"Bu, apa gak sebaiknya kita bawa saja, Mas Bagas ke rumah sakit?" saran Anilla."Gak perlu, kamu temani saja dia!" titah Ingrid, sembari berlalu meninggalkannya.Kini Anilla bingung sendiri, apa yang harus dia lakukan? Sedangkan, dia tidak tahu harus berbuat apa? "Mas, bangun! Kenapa jadi gini?" tanya Anilla, dia mencoba menggoyangkan lengan Bagas. Tapi, tubuh Bagas masih saja tidak merespon.Hati Anilla semakin cemas, membayangkan kondisi Bagas. Dia menyimpan tangan Bagas yang lemah di pipinya. "Kamu kenapa, Mas? Aku gak mau kayak gini, jangan bikin aku khawatir?" Wajah Anilla makin memucat karena Bagas tak kunjung b
Last Updated: 2022-03-11
Chapter: 16. Bertepuk Sebelah Tangan
Bibir Bagas bergerilya di antara kaki Anilla, peluh membasahi kedua insan yang terus bergumul menyatu, dan menyalurkan hasrat kerinduan mereka.Mungkin cerita mereka masih sama seperti novel benci jadi cinta yang masih gengsi menyampaikan bahwa sebenarnya mereka saling menyukai dan mencinta. Tetapi, kita tidak tahu kedepannya terpaan apa yang akan menimpa mereka? Karena sekarang pun keadaan memaksa mereka harus menyimpan segala cinta dan rindu."Mas! Jangan curang!" pekik Anilla ketika Bagas kembali menyesap dan memainkan daerah sensitif Anilla."Aku gak curang, Ann! Aku hanya ingin membawamu pada kenikmatan surga dunia, walau sesaat!" ujar Bagas di sela buaiannya. Untuk saat ini mereka sepakat melepaskan dulu semua masalah yang terjadi, biarlah segala kecewa terganti dengan sentuhan yang memabukkan."Mas! Jujur, aku menyukai dan mencintai kamu!" kata Anilla keluar begitu saja dari bibirnya ketika Bagas makin membuatnya tidak berdaya.Ba
Last Updated: 2022-03-09
Chapter: 15. Cemburukah?
"Siapa yang selingkuh? Itu Fikra, Pak. Tolong jangan bikin semua orang curiga pada kita!" tegas Anilla sembari menarik lengannya dari cengkeraman Bagas.Tanpa pamitan, Anilla langsung meninggalkan Bagas begitu saja. Tapi, bukan Bagas namanya kalau urusannya tidak terselesaikan."Ann! Aku mau bicara!" Bagas memekikkan suaranya. Sontak beberapa karyawan yang baru memasuki gerbang utama langsung fokus pada Bagas dan Anilla. Mereka seakan berbisik membicarakan atasannya.Walaupun, Bagas meneriakinya tetap saja Anilla terus berjalan tanpa menoleh padanya.Bagas berlari mengejar kemudian menarik tangan Anilla, dan membenamkan seluruh tubuh Anilla dalam pelukannya.Setelah tubuhnya menempel pada Anilla, Bagas berbisik, "Setelah meeting, datanglah ke ruanganku. Ada yang ingin aku tanyakan!" titah Bagas dengan wajah datar.Bagas melepaskan pelukannya ketika tamu dari Singapura, keluar dari mobil sedan mewah. "Nice to meet you, M
Last Updated: 2022-03-08
You May Also Like
Abysswalker: Darah Membara
Abysswalker: Darah Membara
Fantasi · The Red Lotus
674 views
Bayangan Sang Panglima
Bayangan Sang Panglima
Fantasi · HK.ANDVARA
665 views
Kebangkitan Rank Terendah
Kebangkitan Rank Terendah
Fantasi · Noobunagi
664 views
Kakak Kelas dari Mimpiku
Kakak Kelas dari Mimpiku
Fantasi · Asri Lestari
663 views
Tabib Desa, Pemikat Para Pria
Tabib Desa, Pemikat Para Pria
Fantasi · Wysta Luminarrai
662 views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status