author-banner
Rentya Karin
Rentya Karin
Author

Rentya Karinの小説

Dalam Kuasa Tuan Mafia

Dalam Kuasa Tuan Mafia

Satu malam hujan mengubah hidup Clarissa Anindya menjadi neraka. Ia menyaksikan pembunuhan brutal yang dilakukan organisasi kriminal paling ditakuti di Asia—De Luca Syndicate. Leonardo De Luca, sang Tuan Mafia berdarah dingin, seharus nya membungkam Clarissa selamanya. Namun tatapan rapuh gadis itu justru menyalakan obsesi yang berbahaya. “Kau tidak boleh pergi. Kau milikku.” Clarissa dikurung di dunia gelap penuh darah, senjata, dan rahasia kelam. Antara ketakutan dan ketertarikan terlarang, ia terjebak dalam pelukan pria yang seharusnya ia benci. Cinta di bawah bayang-bayang kematian.
読む
Chapter: 137 selama aku ada
Pagi datang dengan suara langkah kecil di koridor rumah.Clarissa terbangun bukan karena mimpi buruk, melainkan karena aroma roti panggang yang samar masuk ke kamarnya.Ia membuka mata perlahan.Tidak ada Leo di kursi dekat jendela.Jantungnya langsung berdebar.“Leo…?” panggilnya pelan.Tidak ada jawaban.Clarissa bangkit dari ranjang dan membuka pintu kamar, kemudian ia melangkah keluar dan menuruni anak tangga. Di dapur, Leo berdiri dengan celemek sederhana yang jelas tidak cocok dengan tubuh tinggi dan wajah dinginnya. Tangannya sibuk membalik roti di atas wajan.Clarissa terpaku beberapa detik.Ketua De Lucas Syndicate… memasak sarapan.“Kamu sudah bangun, sayang," kata Leo tanpa menoleh. “Aku hampir selesai.”Clarissa mendekat pelan.“Kamu… masak?”Leo mengangkat bahu.“Aku mencoba.”Clarissa tersenyum kecil.“Ini pertama kalinya
最終更新日: 2026-02-20
Chapter: 136 apakah kita bergerak
Pagi datang dengan langkah pelan.Tidak membawa suara sirene. Tidak membawa pesan ancaman. Tidak membawa darah atau jeritan.Hanya cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai dan aroma kopi dari dapur.Clarissa membuka mata perlahan.Hal pertama yang ia lihat adalah punggung Leo di kursi dekat jendela. Seperti biasa, laki-laki itu terjaga lebih dulu. Jaket hitamnya tergantung di sandaran kursi, kemejanya sedikit kusut karena semalaman tidak benar-benar tidur.“Leo…” panggil Clarissa lirih.Leo langsung menoleh.“Kamu sudah bangun?” tanyanya lembut. Clarissa mengangguk sambil duduk di ranjang. “Kamu lagi-lagi tidak tidur.”Leo berjalan mendekat.“Aku tidur sedikit, sayang. Itu sudah cukup."Clarissa menyentuh wajahnya.“Kamu bohong. Matamu lelah.”Leo menangkap tangan Clarissa dan menempelkannya ke dadanya.“Aku baik-baik saja selama kamu di sini.”Clarissa terd
最終更新日: 2026-02-17
Chapter: 135 kau tidak cocok di dunia normal
Malam turun dengan cepat, membawa udara yang terasa lebih berat dari biasanya.Clarissa duduk di sofa rumahnya, kedua tangannya saling menggenggam erat. Matanya menatap pintu depan, seolah berharap Gio masuk kapan saja sambil tersenyum dan berkata semuanya hanya salah paham.Namun pintu itu tidak pernah terbuka.Leo berdiri di dekat jendela, ponsel di telinganya, suaranya dingin dan terkontrol.“Cari semua kamera di sekitar kampus. Jangan ada satu sudut pun yang terlewat.”Ia memutus sambungan, lalu menoleh ke arah Clarissa.“Kita akan menemukan Gio.”Clarissa berdiri.“Jangan dengan cara lama, Leo.”Leo menatapnya.“Aku belum melakukan apa pun.”“Tapi aku tahu matamu,” ucap Clarissa lirih. “Kalau kamu marah seperti itu… dunia di sekitarmu bisa hancur.”Leo berjalan mendekat.“Mereka menyentuh orangku.”Clarissa mengangkat wajah.“Dan aku takut mereka ingin kamu kembali jadi seperti dulu.”Leo terdiam.“Aku tidak mau kamu kehilangan dirimu karena aku,” lanjut Clarissa.Leo memegang ba
最終更新日: 2026-02-17
Chapter: 134 benar-benar di mulai
Pagi itu terasa berbeda.Bukan karena hujan, bukan karena langit, tapi karena udara di sekitar Clarissa terasa… waspada.Ia berdiri di depan cermin, merapikan rambutnya, sementara Leo duduk di kursi dekat pintu kamar. Sejak kejadian di kampus kemarin, Leo tidak lagi menyembunyikan kegelisahannya."Kamu benar-benar mau kembali ke kampus hari ini?" tanya Leo untuk ketiga kalinya.Clarissa menghela napas kecil."Leo… kalau aku berhenti sekarang, mereka menang."Leo menatapnya lama."Aku tidak peduli siapa yang menang. Aku hanya peduli kamu pulang hidup-hidup."Clarissa berjalan mendekat dan berdiri di antara kedua lutut Leo."Kamu tidak bisa melindungiku dengan cara mengurungku lagi."Leo mengangkat wajahnya."Aku tidak mengurungmu lagi.""Kamu menjagaku seperti dunia ini hanya milikmu."Leo terdiam sesaat."Karena memang begitu."Clarissa tersenyum tipis."Itu manis… tapi juga menakutkan."Leo menarik Clarissa ke dalam pelukan."Dengarkan aku. Mulai hari ini, kamu belajar menjaga dirimu
最終更新日: 2026-02-16
Chapter: 133 bab baru sudah di mulai
Hujan turun sejak subuh.Langit abu-abu menggantung rendah di atas rumah Clarissa, seolah ikut menyimpan sesuatu yang tidak diucapkan.Clarissa berdiri di depan cermin, mengenakan jaket tipis dan merapikan rambutnya. Hari ini ia tidak merasa setenang kemarin. Ada perasaan aneh di dadanya… seperti sedang diawasi.Ia melirik ke jendela.Kosong.Namun perasaan itu tidak hilang.Pintu kamar diketuk."Clarissa," suara Leo terdengar dari luar. "Sarapan sudah siap."Clarissa membuka pintu.Leo berdiri dengan kemeja hitam dan mantel panjang. Wajahnya terlihat serius, jauh lebih dingin dari biasanya."Kamu mimpi buruk?" tanya Clarissa.Leo menggeleng pelan. "Tidak. Aku cuma tidak suka hujan."Clarissa tersenyum kecil. "Mafia takut hujan?""Hujan membuat semua jejak jadi samar," jawab Leo datar. "Dan aku tidak suka hal yang tidak bisa kulihat."Clarissa mena
最終更新日: 2026-02-15
Chapter: 132 tidak berjalan mulus
Pagi berikutnya datang dengan udara yang lebih sibuk dari biasanya.Clarissa berdiri di depan cermin, merapikan rambutnya dengan sedikit gugup. Seragam kampusnya kembali melekat di tubuhnya setelah sekian lama hanya mengenakan pakaian rumah.Ia menarik napas panjang."Hari pertama lagi…" gumamnya.Pintu kamar diketuk pelan."Masuk," ucap Clarissa.Leo muncul di ambang pintu. Ia mengenakan kemeja hitam sederhana, tanpa jas mafia, tanpa aura mengintimidasi seperti biasanya. Tapi tatapannya tetap tajam… hanya saja lembut saat melihat Clarissa."Kamu cantik," katanya datar tapi jujur.Clarissa tersenyum kecil. "Aku cuma mau ke kampus.""Justru itu," jawab Leo. "Dunia luar tidak pantas melihatmu sembarangan."Clarissa memutar bola mata. "Tuan mafia posesif banget."Leo mendekat, berdiri tepat di belakangnya, menatap pantulan mereka di cermin."Kau tahu apa yang paling kutakutkan?"Clarissa menoleh. "Apa?""Kau menemukan dunia yang tidak membutuhkanku lagi."Clarissa terdiam sesaat, lalu me
最終更新日: 2026-02-14
Obsesi Cinta Sang Mafia

Obsesi Cinta Sang Mafia

Warning!!!! Cerita ini mengandung banyak adegan 21++. Harap bijak dalam memilih bacaan. Seorang bos mafia yang berusia 35 tahun, lelaki tampan dan kaya, jatuh cinta kepada gadis berusia 19 tahun, dimana ia di pertemukan di dalam sebuah kecelakaan yang tanpa sengaja membuat laki-laki tersebut terus menerus memikirkan gadis cantik itu. Obsesi dan juga cinta datang bersamaan kepada dirinya, maka apapun caranya ia harus mendapatkannya.
読む
Chapter: 92. dan saat itu tiba
Gedung Rahasia. "Kau terlalu lama untuk bergerak, Arsen! Itu akan membuat kita semakin sulit membawanya pergi dari rumah itu." Kata Arnold yang saat ini sedang berada di sebuah gedung rahasia, bersama Arsen, dan juga Bastian. Arsen menatapnya datar, di tangannya terdapat sebatang rokok yang menyala. "Kita tidak perlu terburu-buru. Ketika ingatan Assa kembali, kita akan sangat mudah untuk bertindak. Aku yakin, Assa pasti akan memilihku nanti," ucap Arsen dengan penuh percaya diri. "Kita hanya perlu menunggu, sampai waktu itu tiba. Arnold mendengus kesal. " Seandainya aku tahu kau lambat seperti ini. Aku tidak akan mengajak kerja sama denganmu. Aku akan melakukannya sendiri, dan aku tidak perduli, ingatan wanita itu pulih atau tidak. Karena yang aku mau adalah kehancuran Leo!""Kalau begitu, kau lakukan saja sendiri! Tapi ingat, jangan coba-coba untuk menyakiti Assa ku, karena aku tidak akan membiarkanya." Kata Arsen dingin dan tegas. Arnold terdiam beberapa saat, kemudian ia berkat
最終更新日: 2026-01-18
Chapter: Perasaan tidak enak
Sementara itu, Amara masih duduk di ruang tengah rumah keluarga Dewantara. Tatapannya kosong menatap pintu yang baru saja ditutup oleh Kirana. Ia menggigit bibir bawahnya pelan, perasaannya tidak enak. "Kenapa tatapan kak Kirana aneh banget hari ini? Biasanya dia memang suka menyuruh-nyuruh aku, tapi tidak pernah segitu... menyeramkannya." Gumam Amara di iringi dengan helaan nafas kasarnya. Disaat Amara sedang bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba saja ponselnya bergetar di atas meja. Sebuah pesan masuk dari Vino. Vino [Aku udah di rumah, kamu baik-baik aja kan baby? Kirana gak ngomel banyak kan?] Amara menghela napas. Ia tersenyum kecil lalu membalas. Anda [Aman, cuma tatapannya hari ini kayak tatapan pembunuh. Gak ngerti juga dia kenapa.] Setelah mengirim pesan itu, Amara menatap ke sekeliling ruangan. Tiba-tiba tubuhnya menggigil pelan. Ia merasakan ada sesuatu yang akan terjadi. Sesuatu yang buruk. Tapi ia tidak tahu dari mana datangnya perasaan itu. "Sial! kenap
最終更新日: 2025-07-21
Chapter: Apa kamu mencintai Vino
Amara menatap kakak sepupunya bingung, ia tidak mengerti mengapa Kirana menatapnya dengan tatapan tajam seolah_olah Amara sudah melakukan kesalahan yang besar."Kenapa kak Kirana menatapku seperti itu? Apa aku sudah melakukan kesalahan yang besar terhadap kak Kiran? Tapi kayaknya enggak deh, aku kan cuma minta izin pulang malam doang. Dan tadi kak Kiran juga udah menyetujuinya."Cerocos Amara sambil menatap Kirana meminta jawaban. "Kamu memang sudah melakukan kesalahan besar Amara. Kamu sudah membuat Alex mencintaimu dan berusaha untuk menggagalkan pernikahan ini. Kenapa Alex harus jatuh cinta padamu Amara, kenapa? Kenapa?" Kirana berucap dalam hatinya, tatapannya yang tajam tidak pernah lepas dari wajah cantik Amara. "Hellooo... Kak Kirana, aku lagi bertanya loh. Kenapa kakak diam saja?"Amara kembali mengeluarkan suaranya. Ia semakin penasaran dengan tatapan mata Kirana yang semakin menjam bagaikan pisau belati. Mengerikan.
最終更新日: 2021-08-11
Chapter: Aku menicintainya
Dasar nyebelin, masa cuma balas ok doang."Gerutunya pelan, namun masih dapat di dengar oleh Alex. "Siapa?"Tanya Alex tanpa menoleh ke arah Kirana. "Emm itu Amara, dia bilang, dia akan pulang malam, jadi dia minta ..." "Terus kamu izinkan?"Potong Alex dengan tangan yang menggenggam erat setir kemudinya. "Iya, aku izinkan dong sayang, katanya dia mau kumpul sama sahabatnya." "Kenapa kamu izinkan? Kalau terjadi sesuatu sama dia bagaimana?" "Eh tapi dia bilang mau kumpul sama sahabatnya, jadi a..." "Kalau sahabatnya jahat bagaimana?"Potong Alex dingin membuat Kirana seketika diam membeku di tempatnya."Sekarang ini, banyak manusia jahat yang menyerupai sebagai sahabat, kamu sebagai sepupunya, harusnya kami melarang dia Kirana, bukan malah mengizinkannya."Ucapnya kembali dengan nada yang lebih dingin di bandingkan sebelumnya. "Tapi aku sudah kenal kok sama sahabat_sahabatnya Amara sayang, aku yakin mereka bukan or
最終更新日: 2021-08-09
Chapter: Izin pulang malam
Vino membawa Amara ke salah satu mall yang ada di kota Jakarta. Sepanjang perjalanan masuk ke dalam mall tersebut, Vino tidak pernah melepaskan genggaman tangannya barang sedetikpun, meskipun Amara mencoba untuk melepaskan genggamannya, namun tangan itu tetap tidak mau lepas dan mau tidak mau, Amara pun membiarkan tangannya di genggam oleh kekasihnya itu "Yang, lepas dulu ih."Pinta Amara ketika dirinya akan mengambil ponsel di dalam tas miliknya. "Gak mau."Jawab Vino membuat Amara memutar kedua bola matanya malas. "Sayang, aku mau ambil ponselku dulu sebentar. Sepertinya ada yang menelpon ku." "Kan ada tangan kamu satunya lagi sayang." "Ish gak bisa yang, udah ah lepas dulu tanganku sebentar sih." "Biar aku ambilkan saja."Ucap Vino tanpa mengindahkan permintaan kekasihnya tersebut. Vino meraih tas kecil miik sang kekasih dengan satu tangannya, ia membuka resleting tas tersebut, kemudian ia mengambil ponse
最終更新日: 2021-08-08
Chapter: Sangat Geram
Setelah memberikan skripsinya kepada dosen, Amara langsung meluncur ke butik tempat dimana Kirana berada, ia di antar oleh kekasihnya Vino menggunakan mobil sportnya yang mewah. "Sayang." Panggil Vino dengan lembut. "Apa yang?"Sahut Amara sambil menatap sang kekasih dari samping. "Kamu sangat cantik hari ini." Ucap Vino dengan senyuman di wajah tampannya. "Hah? Aku ini memang sudah cantik dari orok yang, kamu aja baru menyadarinya hmm." Vino terkekeh dengan pelan, ia mengacak rambut sang kekasih dengan gemas." Aku tau baby, tapi hari ini kamu sangat-sangat cantik."Ucapnya membuat semu merah di kedua pipi Amara. "Sejak kapan kamu jadi pintar menggombal seperti itu?" "Fakta sayang, bukan gombalan semata." "Terserah deh, yang penting kamu seneng aja." "Kamu tuh ya bukannya seneng, malah cemberut begitu. Jelek b
最終更新日: 2021-08-07
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status