Share

Sangat Geram

Author: Rentya Karin
last update Last Updated: 2021-08-07 11:40:01

Setelah memberikan skripsinya kepada dosen, Amara langsung meluncur ke butik tempat dimana  Kirana berada, ia di antar oleh kekasihnya Vino menggunakan mobil sportnya yang mewah.

"Sayang." Panggil Vino dengan lembut.

"Apa yang?"Sahut Amara sambil menatap sang kekasih dari samping.

"Kamu sangat cantik hari ini." Ucap Vino dengan senyuman di wajah tampannya.

"Hah? Aku ini memang sudah cantik dari orok yang, k

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
marlaina marliana
ihh si alex aneh main claim aja. nyatakan perasaannya sj gk.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   92. dan saat itu tiba

    Gedung Rahasia. "Kau terlalu lama untuk bergerak, Arsen! Itu akan membuat kita semakin sulit membawanya pergi dari rumah itu." Kata Arnold yang saat ini sedang berada di sebuah gedung rahasia, bersama Arsen, dan juga Bastian. Arsen menatapnya datar, di tangannya terdapat sebatang rokok yang menyala. "Kita tidak perlu terburu-buru. Ketika ingatan Assa kembali, kita akan sangat mudah untuk bertindak. Aku yakin, Assa pasti akan memilihku nanti," ucap Arsen dengan penuh percaya diri. "Kita hanya perlu menunggu, sampai waktu itu tiba. Arnold mendengus kesal. " Seandainya aku tahu kau lambat seperti ini. Aku tidak akan mengajak kerja sama denganmu. Aku akan melakukannya sendiri, dan aku tidak perduli, ingatan wanita itu pulih atau tidak. Karena yang aku mau adalah kehancuran Leo!""Kalau begitu, kau lakukan saja sendiri! Tapi ingat, jangan coba-coba untuk menyakiti Assa ku, karena aku tidak akan membiarkanya." Kata Arsen dingin dan tegas. Arnold terdiam beberapa saat, kemudian ia berkat

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Perasaan tidak enak

    Sementara itu, Amara masih duduk di ruang tengah rumah keluarga Dewantara. Tatapannya kosong menatap pintu yang baru saja ditutup oleh Kirana. Ia menggigit bibir bawahnya pelan, perasaannya tidak enak. "Kenapa tatapan kak Kirana aneh banget hari ini? Biasanya dia memang suka menyuruh-nyuruh aku, tapi tidak pernah segitu... menyeramkannya." Gumam Amara di iringi dengan helaan nafas kasarnya. Disaat Amara sedang bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba saja ponselnya bergetar di atas meja. Sebuah pesan masuk dari Vino. Vino [Aku udah di rumah, kamu baik-baik aja kan baby? Kirana gak ngomel banyak kan?] Amara menghela napas. Ia tersenyum kecil lalu membalas. Anda [Aman, cuma tatapannya hari ini kayak tatapan pembunuh. Gak ngerti juga dia kenapa.] Setelah mengirim pesan itu, Amara menatap ke sekeliling ruangan. Tiba-tiba tubuhnya menggigil pelan. Ia merasakan ada sesuatu yang akan terjadi. Sesuatu yang buruk. Tapi ia tidak tahu dari mana datangnya perasaan itu. "Sial! kenap

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Apa kamu mencintai Vino

    Amara menatap kakak sepupunya bingung, ia tidak mengerti mengapa Kirana menatapnya dengan tatapan tajam seolah_olah Amara sudah melakukan kesalahan yang besar."Kenapa kak Kirana menatapku seperti itu? Apa aku sudah melakukan kesalahan yang besar terhadap kak Kiran? Tapi kayaknya enggak deh, aku kan cuma minta izin pulang malam doang. Dan tadi kak Kiran juga udah menyetujuinya."Cerocos Amara sambil menatap Kirana meminta jawaban. "Kamu memang sudah melakukan kesalahan besar Amara. Kamu sudah membuat Alex mencintaimu dan berusaha untuk menggagalkan pernikahan ini. Kenapa Alex harus jatuh cinta padamu Amara, kenapa? Kenapa?" Kirana berucap dalam hatinya, tatapannya yang tajam tidak pernah lepas dari wajah cantik Amara. "Hellooo... Kak Kirana, aku lagi bertanya loh. Kenapa kakak diam saja?"Amara kembali mengeluarkan suaranya. Ia semakin penasaran dengan tatapan mata Kirana yang semakin menjam bagaikan pisau belati. Mengerikan.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Aku menicintainya

    Dasar nyebelin, masa cuma balas ok doang."Gerutunya pelan, namun masih dapat di dengar oleh Alex. "Siapa?"Tanya Alex tanpa menoleh ke arah Kirana. "Emm itu Amara, dia bilang, dia akan pulang malam, jadi dia minta ..." "Terus kamu izinkan?"Potong Alex dengan tangan yang menggenggam erat setir kemudinya. "Iya, aku izinkan dong sayang, katanya dia mau kumpul sama sahabatnya." "Kenapa kamu izinkan? Kalau terjadi sesuatu sama dia bagaimana?" "Eh tapi dia bilang mau kumpul sama sahabatnya, jadi a..." "Kalau sahabatnya jahat bagaimana?"Potong Alex dingin membuat Kirana seketika diam membeku di tempatnya."Sekarang ini, banyak manusia jahat yang menyerupai sebagai sahabat, kamu sebagai sepupunya, harusnya kami melarang dia Kirana, bukan malah mengizinkannya."Ucapnya kembali dengan nada yang lebih dingin di bandingkan sebelumnya. "Tapi aku sudah kenal kok sama sahabat_sahabatnya Amara sayang, aku yakin mereka bukan or

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Izin pulang malam

    Vino membawa Amara ke salah satu mall yang ada di kota Jakarta. Sepanjang perjalanan masuk ke dalam mall tersebut, Vino tidak pernah melepaskan genggaman tangannya barang sedetikpun, meskipun Amara mencoba untuk melepaskan genggamannya, namun tangan itu tetap tidak mau lepas dan mau tidak mau, Amara pun membiarkan tangannya di genggam oleh kekasihnya itu "Yang, lepas dulu ih."Pinta Amara ketika dirinya akan mengambil ponsel di dalam tas miliknya. "Gak mau."Jawab Vino membuat Amara memutar kedua bola matanya malas. "Sayang, aku mau ambil ponselku dulu sebentar. Sepertinya ada yang menelpon ku." "Kan ada tangan kamu satunya lagi sayang." "Ish gak bisa yang, udah ah lepas dulu tanganku sebentar sih." "Biar aku ambilkan saja."Ucap Vino tanpa mengindahkan permintaan kekasihnya tersebut. Vino meraih tas kecil miik sang kekasih dengan satu tangannya, ia membuka resleting tas tersebut, kemudian ia mengambil ponse

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Sangat Geram

    Setelah memberikan skripsinya kepada dosen, Amara langsung meluncur ke butik tempat dimana Kirana berada, ia di antar oleh kekasihnya Vino menggunakan mobil sportnya yang mewah. "Sayang." Panggil Vino dengan lembut. "Apa yang?"Sahut Amara sambil menatap sang kekasih dari samping. "Kamu sangat cantik hari ini." Ucap Vino dengan senyuman di wajah tampannya. "Hah? Aku ini memang sudah cantik dari orok yang, kamu aja baru menyadarinya hmm." Vino terkekeh dengan pelan, ia mengacak rambut sang kekasih dengan gemas." Aku tau baby, tapi hari ini kamu sangat-sangat cantik."Ucapnya membuat semu merah di kedua pipi Amara. "Sejak kapan kamu jadi pintar menggombal seperti itu?" "Fakta sayang, bukan gombalan semata." "Terserah deh, yang penting kamu seneng aja." "Kamu tuh ya bukannya seneng, malah cemberut begitu. Jelek b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status