author-banner
Sagara Wisesa
Sagara Wisesa
Author

Novel-novel oleh Sagara Wisesa

Sistem Kekayaan: Menantu Hina Menjadi Penguasa Kota

Sistem Kekayaan: Menantu Hina Menjadi Penguasa Kota

Selama tiga tahun, Arga Pratama hidup sebagai menantu yang dihina dan dianggap tidak berguna oleh keluarga Wijaya. Bahkan istrinya sendiri tak pernah benar-benar membelanya. Namun, setelah tiga tahun penuh penghinaan, sebuah sistem kekayaan misterius akhirnya aktif dan memberinya akses pada kekayaan luar biasa. Kini Arga bukan lagi pria miskin yang bisa diinjak-injak. Dengan identitas tersembunyi, kekayaan, dan rahasia masa lalu yang belum terungkap, ia mulai membangun kekuasaannya sendiri. Saat keluarga Wijaya menyadari siapa Arga sebenarnya, apakah semuanya sudah terlambat?
Baca
Chapter: Misi Kuasai Tiga Sektor Bisnis
Sinar matahari pagi membias murni menembus dinding kaca tebal di lantai empat puluh Pratama Tower Ibu Kota. Pukul 08.30 WIB, atmosfer di dalam Ruang Kerja Utama Arga Pratama dipenuhi oleh ketenangan dan aura kejayaan yang amat pekat. Berita kemenangan telak entitas bisnis Arga atas Konsorsium Lima Keluarga Besar serta penangkapan Darmawan Soedibyo oleh Kejaksaan Agung kemarin malam mendominasi seluruh halaman depan surat kabar bisnis nasional dan saluran televisi berita utama.Gedung Menara Nusantara yang dulu menjadi simbol keangkuhan oligarki ibu kota kini resmi tenggelam dalam pengawasan kurator perbankan dan aparat penegak hukum. Seluruh struktur pengaruh lama yang menindas bursa nasional selama puluhan tahun hancur total di tangan Arga Pratama.Keira Maheswari melangkah mendekati meja kerja kaca Arga dengan membawa komputer tablet terenkripsi. Dibalut blazer gading yang melekat anggun di tubuhnya, wajah cantik Keira memancarkan binar kebanggaan dan rasa hormat yang amat mendalam
Terakhir Diperbarui: 2026-11-06
Chapter: Penyelamatan di Gedung Tertinggi
Malam merambat makin pekat di atas lanskap pencakar langit ibu kota. Gerimis tipis yang mengguyur kawasan pusat keuangan membiaskan keemasan cahaya lampu kota di atas kaca jendela Menara Tertinggi—pencakar langit seratus lantai yang menjadi benteng pertahanan terakhir Darmawan Soedibyo. Pukul 20.00 WIB, suasana di pelataran parkir VIP lantai dasar gedung tersebut diselimuti ketegangan yang amat membeku.Tiga kendaraan taktis kepolisian bersama armada pengamanan Maheswari Capital berhenti secara presisi di depan pintu masuk privat gedung.Arga Pratama melangkah turun dari kabin kendaraan dengan gerakan tegap dan anggun. Setelan jas kustom berwarna hitam pekat membungkus tubuh tinggi tegapnya dengan sempurna. Tidak ada riak kecemasan di paras tampannya, hanya pendar mata pekat yang membias aura dingin mematikan dari seorang penguasa sejati. Di belakangnya, Komandan Bima mendampingi personel pengamanan taktis yang bergerak sigap membantu aparat penegak hukum mengamankan perimeter sesuai
Terakhir Diperbarui: 2026-11-06
Chapter: Keira dalam Bahaya
Hawa dingin di lantai empat puluh Pratama Tower Ibu Kota mendadak berubah mencekam. Pukul 16.35 WIB, pancaran cahaya merah berkedip cepat di layar komputer tablet Keira Maheswari memantulkan sinyal ancaman bahaya tingkat tinggi. Pesan terenkripsi dari tim pengamanan internal mengonfirmasi bahwa konvoi kendaraan Keira yang bergerak menuju kediamannya di kawasan elit ibu kota sedang dibuntuti oleh empat kendaraan taktis tanpa plat nomor resmi.Darmawan Soedibyo, yang tersudut setelah izin operasi perwakilan sekuritas Swiss miliknya ditangguhkan Otoritas Jasa Keuangan seraya menunggu proses verifikasi audit internasional, memilih melancarkan aksi nekat dengan mengerahkan eksekutor bayaran pasar gelap untuk menyergap Keira."Pak Arga, sinyal penjamming frekuensi sudah mulai aktif di sepanjang jalur Jalan Layang Utama," bisik Keira dengan intonasi rendah yang berusaha tetap tenang, meskipun raut wajah cantiknya dipenuhi ketegangan yang amat pekat. "Mereka berniat memutus jalur komunikasi s
Terakhir Diperbarui: 2026-11-05
Chapter: Musuh Sejati Muncul
Hawa dingin pendingin udara di lantai empat puluh Pratama Tower Ibu Kota menyelimuti keheningan di dalam Ruang Kendali Eksekutif. Pukul 11.30 WIB, pendar sinar matahari siang memantul kaku di atas meja kaca mahoni. Baru beberapa jam pasca-kembalinya Arga Pratama dari KTT Ekonomi Nasional di Istana Negara, gelombang ancaman baru yang jauh lebih mengerikan resmi menerjang.Keira Maheswari melangkah mendekati meja kerja Arga dengan komputer tablet terenkripsi yang terus bergetar memancarkan nada peringatan khusus. Blazer gading yang melekat di tubuhnya tampak anggun, namun raut wajah cantiknya dipenuhi ketegangan yang amat pekat."Pak Arga, laporan intelijen kami terkonfirmasi," bisik Keira dengan suara rendah yang sarat kewaspadaan tinggi. "Pria yang baru saja mendarat dengan jet pribadi di pelataran VIP bandara adalah Darmawan Soedibyo—mantan Pejabat Tinggi Keuangan Negara sekaligus Patron Finansial Utama di balik Konsorsium Lima Keluarga Besar!"Arga Pratama tetap duduk tenang di kurs
Terakhir Diperbarui: 2026-11-05
Chapter: KTT Ekonomi Nasional
Sinar matahari pagi membias murni di atas pilar-pilar marmer putih Kompleks Istana Negara Ibu Kota. Pukul 08.30 WIB, atmosfer di pelataran utama kediaman kepresidenan diselimuti penjagaan ketat Pasukan Pengamanan Presiden dan pengawalan kepolisian. Ratusan jurnalis dari berbagai media massa nasional dan koresponden kantor berita bisnis internasional telah memadati jalur karpet merah.Langkah roda empat kendaraan sedan berlapis baja buatan Jerman berhenti secara sempurna di depan tangga utama. Pintu mobil dibuka oleh petugas protokol kepresidenan berparas tegap.Arga Pratama melangkah keluar dari dalam kabin kendaraan. Dibalut setelan jas kustom berwarna hitam pekat dengan kemeja putih bersih dan dasi bernuansa perak, postur tubuh Arga yang tinggi tegap memancarkan aura kepemimpinan yang begitu menekan sekaligus anggun. Di samping kanannya, Keira Maheswari melangkah mendampingi berblazer gading elegan, memegang komputer tablet terenkripsi yang terus memantau dinamika pasar.Deretan kil
Terakhir Diperbarui: 2026-11-04
Chapter: Sabotase Bursa Internasional
Hawa dingin pendingin udara di lantai empat puluh Pratama Tower Ibu Kota beradu dengan deru ketegangan yang kian memuncak. Pukul 14.15 WIB, di dalam Ruang Kendali Eksekutif, belasan monitor raksasa memancarkan pergerakan bursa modal internasional dan berita kilat dari jaringan keuangan global.Keira Maheswari berdiri di samping meja kerja Arga Pratama dengan raut wajah yang amat serius. Jemari tangannya bergerak lincah di atas layar komputer tablet terenkripsi, membedah alur transaksi siber yang baru saja menyusup ke pasar modal Singapura."Pak Arga, serangan siber musuh telah tereksekusi," ujar Keira dengan suara rendah yang sarat kewaspadaan. "Keluarga Mahendra dan Harimurti menyewa peretas internasional untuk mengunggah dokumen pemalsuan gugatan gagal bayar obligasi bernilai seratus juta dolar Amerika Serikat atas nama anak perusahaan logistik kita di bursa Efek Singapura."Keira menunjukkan layar tabletnya yang menampilkan berita kilat dari beberapa portal media bisnis luar negeri
Terakhir Diperbarui: 2026-11-04
Anda juga akan menyukai
Kebangkitan Pendekar Amnesia
Kebangkitan Pendekar Amnesia
Urban · Darrel Gilvano
92.3K Dibaca
King of Bosses
King of Bosses
Urban · ARCELYOS
86.8K Dibaca
Suara Desahan Suami Saat Aku Telepon
Suara Desahan Suami Saat Aku Telepon
Urban · Lovia Wibinia
85.8K Dibaca
Aku Bukan Istri Bodoh
Aku Bukan Istri Bodoh
Urban · Gilva Afnida
84.1K Dibaca
Suamiku Pewaris Kaya Raya
Suamiku Pewaris Kaya Raya
Urban · Ahong
83.7K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status