LOGINMabuk di pangkuan sang jelita, terjaga menggenggam pedang pembunuh. Yang dicarinya bukanlah harta kekayaan, melainkan kekuatan absolut. Saat Jimmy yang mengalami amnesia selama lima tahun bangkit sepenuhnya, semua yang pernah meremehkannya akan sujud di bawah kakinya!
View MoreSaat masih berbicara melalui telepon dengan Sabrina, Jimmy menerima panggilan dari Yasmin. Setelah mengakhiri percakapannya dengan Sabrina, Jimmy langsung menelepon Yasmin kembali.Begitu panggilan tersambung, Yasmin langsung menyampaikan tujuannya. "Aku ingin ketemu dan bicara sama kamu. Kamu lagi di mana sekarang?"Jimmy juga menjawab dengan lugas dan memberitahukan alamat hotel tempat mereka menginap. Setelah berbicara singkat, keduanya pun mengakhiri panggilan.Baru menjelang tengah malam, Yasmin tiba dari Lotara.Mendengar ketukan dari luar kamar, Jimmy bangkit dan membuka pintu. Sesuai dugaan, yang berdiri di luar memang Yasmin. Jimmy tersenyum dan bertanya, "Jadi, kita mau bicara di luar atau di kamarku saja?""Di kamarmu saja." Sambil menjawab, Yasmin langsung melangkah masuk.Jimmy menutup pintu, lalu menoleh ke arahnya sambil bercanda, "Kamu masuk ke kamar pria tengah malam begini. Nggak takut aku macam-macam sama kamu?"Yasmin melemparkan tatapan kesal kepadanya. "Kalau mema
Saat hari mulai gelap, Jimmy membawa Yunan tiba di Keluarga Riyardi. Setelah menekan Keluarga Riyardi dengan kekuatan mutlak, Jimmy juga menyampaikan syaratnya kepada mereka. Karena tidak mampu melawan tekanannya, Keluarga Riyardi akhirnya terpaksa menyetujui untuk berada di bawah komando Yasmin.Setelah itu, Jimmy dan Yunan meninggalkan tempat tersebut dan mencari hotel untuk beristirahat. Informasi yang dia peroleh dari Keluarga Riyardi hampir sepenuhnya sama dengan informasi dari dua keluarga lainnya.Semua petunjuk pada akhirnya mengarah kepada Purbaloka dan Ervon.Dari Keluarga Riyardi, Jimmy juga mengetahui bahwa mereka sebenarnya sudah mendengar tentang hadiah buronan yang berkaitan dengan Sabrina. Namun, mereka tidak berani bertindak. Mereka khawatir Nara masih hidup.Atau mungkin ada seseorang yang sengaja ingin memancing mereka keluar untuk membantu Nara balas dendam.Setelah kembali ke hotel, Yunan terus mendesaknya dengan berbagai pertanyaan. Jimmy pun menceritakan semua in
Yasmin hanya merasa kepalanya berdengung tanpa henti. Pikirannya benar-benar kosong. Bahkan dia sendiri tidak tahu ke mana kesadarannya melayang.Satu Keluarga Gutawa saja sudah membuatnya merasa seperti sedang bermimpi. Sekarang Keluarga Riyardi dan Keluarga Saif juga akan diberikan kepadanya? Kalau benar begitu, bukankah dia akan memiliki begitu banyak petarung kuat di bawah komandonya?Mungkin jika dipilih secara acak, siapa pun di antara mereka bisa mengalahkannya yang hanya seorang petarung tingkat tujuh! Apa sebenarnya yang ingin dilakukan bajingan ini? Apa yang telah dilakukan ketiga keluarga itu hingga membuatnya begitu marah?Jimmy bahkan ingin menyerahkan tiga keluarga bela diri kuno terkuat di wilayah dataran tengah ke bawah komandonya! Jimmy tidak memedulikan keterkejutan Yasmin. Tatapan dinginnya kembali jatuh pada Wiko."Katakan jawabanmu. Jangan menguji kesabaranku."Perkataan Jimmy itu jelas merupakan ultimatum terakhir bagi Wiko.Dalam hatinya, tentu ada seratus alasan
"Aku akan memberimu tiga keluarga besar!"Mendengar perkataan Jimmy, Yasmin dan Ibnu langsung tertegun bersamaan.Apa maksudnya? Jangan-jangan Keluarga Gutawa adalah salah satu dari tiga keluarga yang ingin dia berikan kepada Yasmin?"Tiga ... keluarga besar?" Sudut wajah Yasmin sedikit berkedut. "Termasuk ... Keluarga Gutawa?""Ya." Jimmy mengangguk ringan. Lalu, dia mengangkat pandangannya ke arah Wiko dan berkata dengan nada yang tidak memberi kesempatan untuk dibantah, "Mulai sekarang, seluruh Keluarga Gutawa berada di bawah komando Jenderal Yasmin. Semua orang harus mematuhi perintahnya."Apa?!Mendengar perkataan Jimmy, napas Wiko langsung menjadi berat.Seluruh anggota Keluarga Gutawa juga menunjukkan ekspresi terkejut. Mereka seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Bahkan putra bungsu Wiko yang sedang bertarung dengan Yunan langsung menghentikan pertarungannya.Setelah beberapa detik terdiam, tatapan penuh kemarahan langsung tertuju kepada Jimmy dari segal
Keduanya berjalan keluar dari Restoran Sanusi. Begitu sampai di luar, Laura langsung menepis tangan Jimmy dengan kesal."Sekarang kamu puas banget ya?" Laura menatap Jimmy dengan jengkel.Jimmy menggeleng sambil tersenyum. "Cuma beresin dua sampah, nggak ada yang perlu dibanggakan.""Kamu ...." Laur
Melisa mengirim foto itu kepadanya, bukankah memang untuk memancingnya datang?Hanya Laura yang masih polos, mengira Melisa benar-benar mau memperkenalkan "orang penting" kepadanya!Wajah Laura menunjukkan sedikit kebingungan, lalu dia menatap Melisa dan Heston, meminta penjelasan."Ternyata kamu ng
Dua tamparan Jimmy tadi sama sekali tidak ringan. Begitu dua tamparan mendarat, kepala Melisa langsung berdengung. Dari sudut bibirnya mengalir sedikit darah.Saat Jimmy melepaskan tangannya, Melisa bahkan tidak bisa berdiri tegak. Tubuhnya oleng, lalu dia jatuh terduduk di lantai."Melisa!" Laura t
Saat melihat wajah asli Jimmy dengan jelas, kelopak mata Izzul langsung berkedut keras. Rasa takut yang luar biasa langsung menyerang, hampir membuatnya jatuh terduduk di lantai.Izzul masih bisa memaksakan diri untuk berdiri, tetapi beberapa orang yang masuk bersamanya tidak punya ketenangan sepert


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore