Chapter: 20.Bella harus mengabari sang suami kalau dirinya akan mengajak teman temannya makan makan, sebagai farewell party. Keinginannya untuk resign sudah disetujui langsung oleh sang bos, juga ingin disampaikan secara langsung kepada sang suami. Oleh karena itu, ia segera mengabari suaminya, melalui panggilan telepon. “Halo, sayang?”Suara Harold terdengar sangat menggoda Bella saat ini, membuat Bella harus melegakan tenggorokannya yang tiba tiba saja kering.Sedangkan teman temannya yang sudah menunggunya malah ikutan salting melihat Bella malu malu kucing garong. Banyak yang ber cie cie mendengar apa yang selanjutnya dikatakan oleh Bella.“Sayang …” Padahal Bella baru saja ngomong sepenggal kata itu saja.Mendengar banyak orang yang ada di sekitar Bella membuat Harold tersenyum sambil bertanya, “Memangnya kamu lagi dimana sih?”“Itu … ehm …itu surat permohonan resign ku sudah langsung disetujui sama bos, jadi besok aku sudah bisa pindah.”“Wah, bagus sekali sayang …”Ini menjadi berita yang
Terakhir Diperbarui: 2025-10-20
Chapter: 19.Di sepanjang perjalanan menuju ke kantornya, Bella sudah diberitahu oleh suaminya kalau dirinya juga harus berhati hati dengan Jasper and the gank, karena mereka takkan senang mendengar pernikahan Bella dan juga Harold.Jadi, Bella merasa tak yakin apakah ia harus senang atau menyesal menikah dengan Miliarder.Sesampainya Bella di ruangan tempat ia berkumpul bersama dengan teman teman designernya yang lain, ia langsung di berondong oleh teman temannya yang bertanya tentang kejadian Bella di Cafe yang sudah viral di grup kantornya itu.“Ya ampun Bella, siapa laki laki yang hendak melecehkan kamu itu?” Tanya Sofie salah satu temannya, yang duduk di sampingnya. Teman temannya tentu sudah tahu dari satpam dan juga pegawai cafe, tempat kemarin Bella dan Harry bertemu.“Ehm, teman sih … dia ngajak kencan dan nembak aku,tapi aku tolak.” Bella sedikit beralibi, jadi ia mengatakan seperti itu.“Lha bukannya kamu jomblo?” Tanya Sandy, temannya yang duduk di depan meja si Sofie.“Aku sudah menik
Terakhir Diperbarui: 2025-10-20
Chapter: 18.Keesokan harinya, tanpa menunggu lebih lama lagi, Bella langsung saja mengajukan surat resign kepada bosnya. Bella langsung menemui pimpinan dari perusahaan di mana selama ini dia bekerja, tapi Sang bos langsung saja menyemprotnya dengan kata kata mutiara. Belum juga sarapan, karena Harold ada meeting pagi, jadi ia mengantar sang istri terlebih dahulu ke kantor dengan sedikit terburu buru. Malahan dapat siraman rohani dari sang bos.“Surat Resign? Apa apaan ini, Bella? Kita lagi dikejar banyak deadline dan klien mu itu yang paling banyak. Kamu tidak bisa seenaknya resign seperti ini.” sergah Rico sang bos dengan nada tinggi, baru saja dirinya datang ke kantor tiba-tiba anak buah kesayangannya mengajukan surat pengunduran diri. Padahal tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba saja Isabella mengundurkan diri, padahal wanita itu sudah bekerja dengan dirinya cukup lama dan memiliki klien yang kadang tak mau kalau diberikan designer lain. “Maaf pak, saya terpaksa mengajukan surat resig
Terakhir Diperbarui: 2025-10-20
Chapter: 17.“Apa? Kamu nge-prank aku ya?” Tanyanya dengan nada tidak suka yang terlihat jelas, bahkan wajahnya pun memerah seolah menahan marah. Bella jadi sedikit takut juga dengan Hary. “Tidak, aku memang sudah menikah. Dan pernikahan kami dilakukan secara sah dan mendapatkan surat resmi dari catatan sipil.” Jelas Bella dengan nada yang rendah, ia tidak ingin memprovokasi laki laki di hadapannya itu.“Tapi kita baru saja melakukan kencan buta, lalu tiba tiba kamu bilang kalau kamu sudah menikah. Apakah kamu mempermainkan aku? Apakah jangan jangan, ini adalah cara kamu menolak secara halus?” Tanya Hary dengan nada tinggi.Bella menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perkataannya, “Tidak ada niatan mempermainkan! Tidak juga untuk nge-prank, atau menolak kamu, tidak ada alasan itu. Bukankah kita juga baru kenal? Belum bisa menolak seseorang apabila kita belum mengenal orang itu lebih dalam, bukankah itu adalah tujuan dari kencan buta? Tapi kondisinya, kemarin ada orang yang langsun
Terakhir Diperbarui: 2025-09-11
Chapter: 16.Keesokan harinya, Bella ke kantor diantar oleh suaminya. Dan untuk sekedar informasi buat para netizen yang mungkin penasaran dengan pernikahan dan moment unboxing mereka, maka moment unboxing mereka belum terjadi, karena mereka sibuk, saling curhat dan bercerita tentang diri mereka. Setelah itu, di hari berikutnya mereka tinggal di rumah besar, dimana ada nenek dan kakek. Jadi, mereka belum sempat melakukan kegiatan yang bisa membuat bahagia itu. Lagian, rencananya Harold akan mengajak istrinya untuk berbulan madu, short escape, mungkin disebut begitu soalnya rencana perginya cuman ke tempat yang tidak jauh dari ibukota, karena jadwalnya yang cukup padat. Kemungkinan juga akan disesuaikan dengan jadwal kerjanya.“Aku akan turun dulu ya, sayang!” Sekarang Bella sudah sangat lancar memanggil suaminya dengan kata ‘sayang’.“Oke, Aku akan menjemputmu sore nanti.”“Kamu gak usah menjemputku, bukankah pekerjaan CEO jauh lebih banyak dari seorang desainer kayak aku?” Tanya Bella dengan na
Terakhir Diperbarui: 2025-09-11
Chapter: 15.“Aku sudah tidak pernah lagi mengikuti berita tentang wanita itu.” kilah sang suami dengan nada sedikit gugup, tapi memang benar bahwa Harold sudah tidak ingin mengetahui berita-berita yang menyangkut wanita itu“Tapi seandainya dia ingin balik lagi kepadamu, gimana?” Bella mengatakan semuanya itu dengan nada menggoda, mencoba mengetahui apakah sang suami benar-benar tegas dan memilih mempertahankan pernikahan mereka atau tidak.“Penyesalan itu memang selalu ada di akhir, kalau berada di awal itu namanya pendaftaran.Jadi kamu yang pasti tahu kalau aku tidak akan mengulangi jatuh ke tempat yang sama. Kalau peribahasa mengatakan, kembali sama mantan itu, seperti kamu mengambil tisu yang sudah kamu pakai menghapus ingus, lalu kamu pakai untuk membersihkan bibirmu lagi.” kata Harold dengan nada bersungguh sungguh. “Dih, jorok banget peribahasa mu, sayang.” Bella tertawa ngakak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sang suami. “Pokoknya kamu harus tahu aku gak akan mungkin balikan sa
Terakhir Diperbarui: 2025-09-11
Chapter: 20.Sohib KoplakSesampainya Calista di apartemen Shania, ia langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri.Kerjaannya hari ini cukup melelahkan, dan beban moral yang ia terima dari para pejabat tinggi perusahaan saat pernikahannya dengan mas Erwin diumumkan, juga makin menambah pemikirannya.Sebenarnya Erwin tidak rela berpisah dengan Calista tadi, entah kenapa si duda dingin itu malah kepinginya nempel terus sama Calista.Bahkan tadi niatnya ingin mengajak Caca makan malam dan menikmati waktu bersamanya dan baru pulang. Namun wajah lelah, letih, lesu, dan lunglai milik Caca yang membuat Erwin akhirnya merelakan kalau Caca pulang ke apartemen Belleza milik Shania.Mungkin Erwin harus lebih berusaha untuk mengajak Caca tinggal di apartemennya sedang ia akan tidur di rumah saja seperti saran ibunya."Loh Ta? Kamu udah pulang?" tanya Shania dengan nada bingung. Bahkan ia melihat wajah Calista yang pucat dan lemas." Kamu sakit?" tanya Shania lagi. Shania sendiri juga baru saja pulang dari kantor,
Terakhir Diperbarui: 2025-11-24
Chapter: 19.Pengen NimpukMereka berdua tiba di ruang meeting terlalu awal, sehingga ruangan meeting itu masih sepi dan belum terlihat adanya orang yang menunggu di sana. "Kita mau tunggu disini atau di ruangan ku saja?" tanya Erwin dengan nada lembut gak seperti waktu ada orang lain bersama dengan mereka. Mungkin ini yang dimaksud profesionalitas oleh Erwin. Lagian Calistanya sendiri juga tidak mau menunjukkan kepada semua orang tentang hubungan dan kedekatan mereka."Di sini aja lah, kan sebentar lagi juga bakalan mulai?" kata Calista dengan nada santai, ia langsung mengambil posisi duduk terbaiknya.Sedangkan Erwin mengambil posisi duduk di samping Calista."Emang kamu bakal duduk disini? " tanya Calista dengan raut wajah heran."Ya iyalah!" sahut Erwin dengan nada santai juga."Kamu duduknya tuh di depan, kalau aku emang harusnya duduk di sini." sahut Calista sambil mendorong tubuh Erwin agar maju ke depan."Ya ampun Ca! Ini kan belum mulai juga. Nanti biar papa aja yang atur kita duduk dimana. Sementara
Terakhir Diperbarui: 2025-11-24
Chapter: 18. Wajah datar vs wajah ramahSesampainya mereka di area Lobby wajah Erwin berubah. Ia menjaga imagenya dengan tidak banyak tersenyum seperti tadi.Ia sudah terbiasa terlihat datar dan dingin sama sekali tidak seperti ketika dia bersama dengan Calista. Emang itu adalah profil Erwin ketika berada di perusahaan. Seorang laki-laki yang berdedikasi tinggi dan serius di dalam pekerjaannya.Banyak wanita yang mengidolakan laki-laki seperti Erwin. Jadi memang Erwin banyak sekali fans-fansnya. Sekalipun laki-laki yang berstatus duda tidak pernah menghiraukan wanita-wanita yang memujanya itu, tapi masih saja tetap banyak wanita yang terpesona dengan Erwin. Tapi Erwin malah jatuh cinta dan terperangkap pada sosok wanita lebih polos dan selalu memakai pakaian seadanya namun masih terlihat chic dan modern, yaitu Calista.Erwin berlagak mengantar dan menunjukan kepada Caca cara untuk absen dan mengantarnya ke kantornya yang lama, supaya Caca tidak bingung.Padahal Caca-nya sendiri terlihat santai, karena jangan lupa Caca jug
Terakhir Diperbarui: 2025-11-24
Chapter: 17.Be profesional "Kamu belum merasakan kalau kamu juga sudah jatuh cinta sama aku!" kata Erwin dengan yakin. Membuat Calista menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan. Bagaimana menjelaskan ya? Calista masih belum bisa mendefinisikan perasaan hatinya."Mungkin!" katanya dengan ragu. Erwin menoleh ke arah Calista yang terdiam menatap jalanan di depan."Loh, kok gitu?" tanya Erwin dengan nada tidak puas."Kemarin Shania juga nanya hal yang sama. Sebenernya ia masih gak setuju 100 persen kalau aku sama kamu, katanya kamu itu bisa jadi hanya mempermainkan aku..." kata Caca dengan lirih,tapi suaranya masih bisa di dengar oleh Erwin.Kemudian Caca berusaha melanjutkan argumen dari sahabatnya itu. Caca ini wanita yang polos dan jujur, jadi ia menceritakan apa saja yang kemarin diperbincangkan oleh Calista dan sahabatnya itu."Menurut Shania kamu menyukai aku mungkin karena aku mirip dengan istrimu, jadi kamu mengkhayalkan aku seperti pengganti dari istri kamu yang sudah tidak ada!" kata Calista dengan l
Terakhir Diperbarui: 2025-11-24
Chapter: 16. Saking Nafsunya Calista hanya mengangguk, dia gak tahu kalau kelakuannya membuat Erwin semakin panas. Ia cemburu. Ia terbakar!! Ia panass!!" Jadi? Alasan kamu belum bisa suka sama aku, dan menolak aku itu karena DIA???" tanya Erwin dengan suara meninggi sambil memukul mukul setir kemudinya dengan bar bar.Ini membuat Calista sedikit ketakutan, emang salahnya dia berteman dekat dengan Rein apa? Kan Rein itu kekasih Shania? Sedang Shania sahabat dekatnya, lalu salahnya dimana? pikir Calista dalam hati."Mas? Kamu apa apaan sih? Dari tadi marah marah melulu, kalau kamu merasa keberatan kalau mengantar jemput aku, bilang dong! Berhenti disini! Aku mau ke kantor sendiri saja." sergah Calista dengan nada marah. Ia tidak mengerti dengan kelakuan Erwin yang menurutnya aneh dan menakutkan, serta marah marah tidak jelas. Tiba tiba Erwin meminggirkan mobilnya. Calista semakin yakin kalau Erwin emang tidak ingin mengantar jemput Calista. Calista tanpa banyak bicara langsung membuka kaitan seat belt nya dan me
Terakhir Diperbarui: 2025-11-24
Chapter: 15.Jadi, ini karena dia?Calista memutar bola matanya dengan kesal saat Erwin mengusak rambutnya dengan sayang, rambutnya yang tergerai rapi dan indah, malah jadi morat marit ketika tangan Erwin mengacaukan rambutnya. " Mas, rambutku berantakan nanti." cebiknya kesal. Calista menata kembali rambutnya yang dibuat berantakan oleh Erwin. " Gimana? Kamu mau berangkat sekarang apa nanti? Biar mas bayar makanan kamu dan teman kamu dulu." kata Erwin sambil mengeluarkan dompetnya. Calista semakin bingung, ini masih pagi, tapi Calista teringat betapa berdedikasinya seorang Erwin. Sehingga pada akhirnya Calista hanya bisa pasrah dengan pengaturan Erwin. " Gak usah mas, biar saya saja yang bayar. Cuman semangkok bubur doang." kata Reino menolak dengan sopan. Reino sih santai, sedang Erwin terlihat kalau panas dan terbakar, terkesan sok keras. " Jangan, biar saya saja yang bayar, hitung hitung sebagai perkenalan. Lagian enggak enak kan kalau calon istri saya makannya sampai dibayarin sama laki laki lain." kata Erwin
Terakhir Diperbarui: 2025-11-18