Chapter: Bab 85Tap... tap... tap...Terdengar langkah kaki melangkah masuk ke dalam kamar rumah sakit.Lia langsung menoleh saat mendengar suara itu, dan seketika ia terperanjat melihat sosok Darma yang datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.Darma berjalan perlahan mendekati ranjang Aisya yang lagi tertidur."Aku mendengar kabar tentangmu, dan aku langsung datang ke sini," ucap Darma tenang."Untuk apa kau datang ke sini? Dan dari mana kau tahu aku ada di sini?" tanya Lia dengan nada yang jelas terlihat tidak senang.Darma tersenyum tipis. "Ayolah... segala hal tentangmu pasti aku tahu. Aku tidak pernah berhenti mencari tahu segala urusanmu.""Gila..." umpat Lia merasa muak melihat suami kakaknya yang tak henti-henti mengganggu hidupnya."Tolong pergilah dari sini! Lihat, sekarang sudah jam sembilan malam, seharusnya Anda tidak ada di sini. Jangan ganggu hidup aku!"Lia langsung mengusir Darma agar segera pergi. Bukannya menuruti permintaannya, pria itu justru melangkah semakin dekat ke arahnya
آخر تحديث: 2026-07-29
Chapter: Bab 84"Nak Arkan, untuk sementara waktu sampai beberapa hari ke depan, mungkin Ibu akan tinggal di rumah sakit saja menemani Aisya. Ibu tidak mungkin membiarkan Aisya sendirian di sana. Semua yang terjadi padanya itu semata-mata hanya untuk menyelamatkan nyawa Ibu. Jadi tolong antar Ibu saja ke rumah sakit," ucap Lia saat mereka sedang berada di dalam mobil berniat kembali. "Ibu yakin tidak ingin beristirahat sebentar dulu di vila?" Arkan melirik sekilas ke arah mertuanya melalui kaca spion. "Tidak, Ibu langsung saja ke rumah sakit. Di sana pun Ibu tetap bisa beristirahat." Arkan akhirnya mengangguk setuju. "Kiana..." "Iya, Bu?" "Tolong kalau kamu ada waktu, belikan Ibu beberapa helai baju dan perlengkapan seadanya, lalu antarkan ke rumah sakit. Kalau kamu tidak sibuk..." "Tentu saja tidak, Bu. Kiana pasti punya waktu untuk itu." "Terima kasih banyak ya, Nak." "Iya, Bu." Arkan pun menuruti permintaan mertuanya, mengantar mereka ke rumah sakit. Setelah itu, hanya tinggal mereka b
آخر تحديث: 2026-07-28
Chapter: Bab 83"Ada apa, Bu?" tanya Kiana segera berjalan menghampiri ibunya.Air mata wanita tua itu mulai meluncur deras."Kiana... rumah kos-kosan tempat Ibu tinggal hangus terbakar... tidak menyisakan apa-apa.""Apa?! Bagaimana bisa terjadi, Bu?""Ibu sendiri tidak tahu, tiba-tiba saja sudah jadi begini..."Ting!Ponsel di tangan Kiana bergetar menerima pesan masuk. Kiana langsung membuka pesan itu, dan seketika matanya menatap layar dengan tatapan penuh amarah.Soraya ternyata mengirim pesan ke ponselnya, di mana memperlihatkan rumah kos-kosan ibunya yang sudah habis dilahap api.Kiana mengepalkan tangannya erat."Keterlaluan..." geram Kiana pelan mencengkram ponselnya.Soraya benar-benar sudah melampaui batas. Tidak hanya mengancam, memaksa, hampir membunuh teman baiknya, sekarang dia kembali membuat ulah membuat ibunya kehilangan tempat tinggal beserta semua isi dalam rumah itu.Tanpa Kiana sadari, Arkan melihat dengan jelas apa yang terpampang di layar ponsel itu.Dari kejauhan, dengan panda
آخر تحديث: 2026-07-27
Chapter: Bab 82"Kebakaran!""Astagfirullah! Bagaimana bisa terjadi? Kok bisa kontrakan itu terbakar? Ayo, cepat panggil pemadam kebakaran!"Warga sekitar saling bantu-membantu berusaha memadamkan api yang melahap rumah kos-kosan tak jauh dari pinggir jalan itu. Dan ternyata, salah satu orang yang menyewa di kos-kosan itu adalah ibunya Kiana."Siapa saja yang tinggal di sini?" tanya salah satu warga pada ibu pemilik kos yang sedari tadi tak henti menangis melihat segala usahanya hangus terbakar."Sekitar lima orang yang menempati kos ini," jawab Bu Kos terisak."Coba hubungi mereka dulu, Bu. Apakah Ibu punya nomor telepon mereka? Sampaikan kalau tempat tinggal mereka sedang terbakar!""Pasti mereka sangat sedih... di dalam sana pasti masih banyak barang-barang berharga milik mereka," ucap seseorang lagi.Bu Kos yang masih menangis tersedu-sedu pun segera berusaha menghubungi satu per satu penghuni kos tersebut.Di rumah sakit, Kiana langsung bergegas menuju ruangan Aisya, disusul oleh Arkan.Saat pin
آخر تحديث: 2026-07-27
Chapter: Bab 81"Ini milikmu, kan?"Untuk sesaat, Kiana benar-benar tidak bisa mengembuskan nafas. Dia tidak menyangka Arkan benar-benar bisa menebak bahwa wanita malam itu adalah dirinya sendiri.Kiana kembali teringat ancaman Soraya: "Apapun yang terjadi dan bagaimanapun juga, jangan sampai dia ketahuan. Kalau sampai mereka ketahuan, maka hancurlah dirinya dan keluarganya."Kiana menarik nafas, memejamkan mata sejenak lalu kembali membukanya.Bergerak tiba-tiba menarik kasar pergelangan tangannya yang dipegang Arkan, mengeluarkan gelang itu dari tangannya dan langsung menghempas gelang itu di atas meja—sehingga mengeluarkan dentingan yang keras."Saya tidak tahu siapa pemilik gelang ini, tapi saya mohon dengan Anda, jangan sering mengaitkan saya dengan masa lalu Anda!" ujar Kiana dengan nada tegas, menatap Arkan sambil berusaha menenggelamkan rasa takutnya."Saya di sini bekerja, dan saya juga tidak pernah ingin menjadi istri Anda. Saya bisa menikah dengan Anda itu juga karena paksaan dari Oma saya
آخر تحديث: 2026-07-26
Chapter: Bab 80"Sudah kuduga, mana mungkin aku salah lihat. Bahkan Gilang saja melihatnya berada di Grand Tower malam itu. Wanita itu terlalu pintar berpura-pura." Arkan mengepalkan tangannya erat. Rasa penasarannya terhadap istrinya semakin dalam dan ingin terus menggali semua yang sudah disembunyikan Kiana. "Apa lagi yang kau temukan?" "Sebelumnya Tuan pernah meminta saya mencari tahu kapan tepatnya kejadian saat nona melakukan transaksi penjualan.... maaf, tubuh nona. Tapi, sampai saat ini saya belum mendapatkan kepastiannya. Saya sudah mengorek segala informasi, namun sepertinya ada pihak yang sengaja melindunginya." Leo berhenti sejenak, lalu melanjutkan. "Tapi soal pelunasan utang Nona, saya sudah tahu, Tuan. Itu terjadi tepat sebelum Nona Kiana hadir di hari pernikahan Tuan dengan Nona Sarah yang gagal itu. Nona terlambat waktu itu karena dia pergi menemui para rentenir dan melunasi seluruh utang-utangnya. Setelah urusan itu selesai, Nona langsung menuju kediaman Nona Sari." Arkan
آخر تحديث: 2026-07-26
Chapter: Mimpi "Menikahlah denganku." "Tidak! Aku tidak mau menikah denganmu! Kau itu laki-laki yang paling aku benci! Lalu untuk apa aku mau menikah denganmu!" Jawab Belia menatap Elvan yang mengajaknya menikah. "Karena apa? Karena alasan seperti apa? Dan apa yang membuatmu begitu membenciku? Aku merasa sebelumnya kita tidak pernah ada masalah di antara satu sama lain, hingga bisa membuat kau membenci ku.." ucap Elvan. Belia langsung menarik cadar yang menutupi wajahnya selama ini memperlihatkan siapa dia yang sesungguhnya. "Apa kau masih mengingat wajahku?" DEG "K-kau..." "Argh!" Belia langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah. "Belia? Ada apa?" Rosa menyentuh bahu wanita itu yang terbangun tiba-tiba dari tidurnya. Belia langsung melihat wajah Rosa, "T-tidak, a-aku tidak apa-apa." Belia mengedar pandangan, ternyata mereka berdua masih ada di halte bus. Semasa diusir tadi, mereka berdua tak tahu mau ke mana. Dan akhirnya mereka berakhir istirahat di halte b
آخر تحديث: 2024-08-07
Chapter: Aku Menyukaimu "Karena hatiku yang menginginkan untuk mengeluarkan mu dari semua bentuk penderitaan. Hatiku tidak suka melihat penderitaanmu... Dan apa yang aku lakukan itu, karena hatiku yang menginginkannya." Elvan berkata terang-terangan pada Belia, kalau dia memang memiliki rasa pada wanita itu.Sejenak kemudian Belia kaget, ia tidak mengerti kenapa Elvan berkata demikian.Apakah pria itu menyukainya? Atau hanya bentuk simpati? Belia tertawa miris saat mengingat perbuatan Elvan yang sudah merenggut kesuciannya."Apa Anda sedang bercanda? Apa yang ingin Anda katakan? Anda ingin bilang kalau saya itu sangat memprihatinkan begitu? Cih! Tidak usah sok kasihan sama saya!" Air mata bercucuran jatuh dari kedua matanya."Tidak, bukan karena prihatin." Jawab Elvan menatap Belia tanpa berkedip."Tapi karena aku menyukaimu." Tambah Elvan membuat Belia membeku.Mereka berdua sama-sama diam dengan kontak mata tanpa diputuskan. Masing-masing sibuk dengan perasaan.Cukup lama keduanya saling diam dan tatap m
آخر تحديث: 2024-08-06
Chapter: Yang Mana Satu Dia?DEGBelia membeku melihat Alvan yang memakai pakaian dinas. Sedangkan Elvan memakai baju putih di dalam yang di lapisi jas berwarna silver di luar.Rosa tak beda jauh seperti Belia, dia juga kaget melihat kedua laki-laki yang begitu mirip itu.Jadi mereka kembar? Lalu? yang mana satu kemarin membeli Belia dari suaminya? Pikir Rosa pusing sendiri.Sedangkan Belia menatap kedua pria itu silih berganti dengan perasaan bingung dan benar-benar tidak tahu mana satu laki-laki malam itu?"Belia?" Sapa Elvan pada wanita itu.Belia tak menjawab, tapi terlihat jelas dari tatapan matanya. Kalau dia sedang keliru membedakan antara kedua laki-laki kembar di hadapannya.Dokter Alvan mengerutkan kedua alis."Belia? Belia putri paman Rama?" Tanya Alvan pada kakaknya.Elvan mengangguk tanpa mengalih pandangannya dari mata Belia. Belia sampai menunduk tak sanggup menatap mata Elvan yang seperti mengandung makna mendalam. Lalu yang mana satu laki-laki malam itu? Ayah biologis dari janin yang ada dala
آخر تحديث: 2024-08-05
Chapter: DEG"Bagaimana mungkin dia punya uang sebanyak ini? Dari mana dia mendapat lima miliar itu?" Lion bergumam, tak percaya melihat saldo rekeningnya. "Aku kaya! Aku kaya!" Lion berteriak kegirangan, lalu terdiam. "Tapi... kalau begini, aku tidak dapat uang lagi dari Belia! Cih! Bagaimana kalau uang ini habis kujadikan modal judi?" Lion berpikir keras. Matanya kemudian berbinar. "Ah! Gadis cerewet itu... sepertinya dia masih perawan." Lion menyeringai, sebuah ide licik terlintas di benaknya. "Aku tahu apa yang akan kulakukan!" Tiba-tiba, ponsel Lion berdering. Drrt drrt. Lion segera mengangkatnya, ekspresinya berubah menjadi heran. "Halo? Siapa?" Tak terdengar suara dari seberang. Lion melihat layar ponselnya yang ternyata masih hidup. "Hel----" ucapan Lion terputus mendengar suara bariton dari seberang sana. "Ceraikan istri mu. Kalau tidak, aku tidak akan segan-segan menunaikan ucapanku kemarin." Ucap Elvan dari seberang panggilan langsung menutup panggilan itu. Tangan Lion berg
آخر تحديث: 2024-08-05
Chapter: Kaget "Sakit!" Kaget Rosa ketika ia memeriksa suhu tubuh Belia yang terasa begitu panas."Aku harus segera membawanya ke rumah sakit." Gumam Rosa berusaha memesan gojek melalui online.Usai gadis itu memesan gojek, ia pun memakaikan Belia jilbab dan juga cadar dengan hati-hati.Belia benar-benar seperti tak bisa menggerakkan tubuhnya. Suhu panas dalam diri wanita itu membuat Belia seperti tak sadarkan diri."Kenapa kau panas sekali seperti ini, Belia. Kau membuat aku benar-benar mengkhawatirkan kamu." Ucap Rosa berusaha memapah tubuh sahabatnya dengan air mata menitik.Rosa sangat menyayangi Belia, karena baginya Belia adalah satu-satu sahabat yang dia anggap sebagai keluarga. Rosa anak yang tumbuh di keluarga broken home. Kedua orang tuanya masing-masing sudah menikah. Dan dia memilih bekerja sendiri di minimarket serta hidup di kontrakan.Sebelumnya Rosa hidup bersama ibunya. Akan tetapi dia tidak suka dengan kakak laki-laki tirinya yang seperti menyukainya. Dan sering masuk ke dalam ka
آخر تحديث: 2024-08-05
Chapter: 5 Miliar Senyuman merekah terukir dari bibir Lion, ketika Elvan bertanya berapa harga yang Lion inginkan untuk membeli Belia.Tes tes tesTetes bening berjatuhan dari kedua kelopak mata Belia. Sungguh dia merasa, kalau ia tidak punya harga diri sama sekali. Di mana-mana semua laki-laki suka menghargakan dirinya dengan sejumlah uang.Apa begitu murahnya ia di mata semua orang? Apa menurut semua orang yang ada di sekelilingnya dia begitu tidak berharga? Apa orang-orang menilainya semurahan itu? Sungguh sangat tragis nasib hidupnya."Sungguh Anda yakin mampu membelinya? Karena saya menjual istri saya, tidak dengan uang sedikit.." ucap Lion lagi tak sabar ingin menyebutkan nominal uang yang sudah terbayang-bayang di otaknya."Berapapun itu, sama sekali bukan masalah bagiku, asalkan kau tidak akan pernah lagi munculkan dirimu di hadapan Belia, karena dengan kau menjualnya padaku, itu tandanya kau sudah tidak punya hak apa-apa lagi sebagai seorang suami untuknya.""Dan setelah kau menjualnya, mak
آخر تحديث: 2024-08-04