FAZER LOGINKiana dibayar 500 juta untuk merusak reputasi Arkan, pria yang esok akan menjadi pamannya. Namun, semuanya tidak berjalan sesuai rencana--dan bahkan Kiana berakhir harus menikah dengan Arkan karena bibinya tidak datang. Namun, bagaimana jadinya jika Kiana tetap dituntut untuk menghancurkan hidup Arkan karena uangnya sudah dia terima? Lalu ... jika sudah seperti itu, bagaimana nasib janin dalam perutnya?
Ver mais“Aku apa?” tanya Arkan. Jarak di antara mereka semakin terkikis habis. Posisi Arkan yang terlalu dekat membuat Kiana kembali teringat pada malam panas yang pernah mereka lalui bersama. Malam di mana Arkan terkena obat perangsang sehingga ia menggempurnya habis-habisan pada saat itu. Tanpa Arkan mengetahui sedikit pun bahwa wanita yang selama ini dicarinya sedang berdiri tepat di hadapannya dan sudah menjadi istrinya beberapa hari ini. Secara refleks, Kiana bergerak hendak mendorong dada bidang Arkan. Namun, Arkan bergerak lebih cepat. Pria itu menangkap tangannya, lalu menariknya kuat hingga tubuh Kiana membentur dada tegapnya. Posisi mereka semakin intim, nyaris seperti sepasang kekasih yang sedang berpelukan erat. Tak memberi celah untuk berontak, Arkan langsung mengunci pinggang Kiana dari samping. Setengah memaksa, ia menuntun Kiana untuk melangkah keluar bersamanya dari sudut anak tangga—tempat persembunyian Kiana tadi. “Arkan…” ucap Sarah tertahan. Kalimat Sarah mend
“Bu, beli kuenya, Bu.”Tiba-tiba terdengar suara seorang pembeli yang menghentikan pertanyaan Lia kepada putrinya yang dicurigai itu.Kiana langsung bernapas lega, karena dengan begitu ia terselamatkan dari pertanyaan sang ibu.Alhamdulillah, syukurlah, batin Kiana dalam hati.Tak lama kemudian, ia pun berpamitan untuk pulang, takut ibunya akan kembali melontarkan pertanyaan yang sulit ia jawab.Sementara itu, di tempat lain…Di kediaman keluarga Maya, Sarah dan ibunya sudah bersiap-siap untuk mendatangi rumah keluarga Arkan, dengan maksud membahas kembali soal pernikahan.“Ibu sudah menghubungi Kak Sari?” tanya Sarah kepada Maya.Mereka berdua memang berniat mengajak Sari ikut serta.“Iya, Ibu sudah hubungi. Katanya kita bertemu saja di rumah Tante Ratna,” jawab Maya.“Ya sudah, kalau begitu. Ayo kita berangkat, Bu. Soalnya sudah pukul enam lewat tiga puluh menit.”“Iya, ayo.”Mereka pun segera berangkat bersama.Sementara itu, Arkan juga masih dalam perjalanan pulang dari kantor.Ta
Setelah memeriksa rekaman CCTV, ternyata kamera yang mengarah ke ruangan manajer itu rusak, sehingga tidak dapat diketahui apakah Kiana bersalah atau tidak.Karena tidak memiliki bukti apa pun, akhirnya Kiana hanya diberi hukuman skors dari tempat kerjanya.Sebenarnya manajer berniat memecatnya, namun karena takut kepada Arkan, ia memilih menjatuhkan hukuman skors saja.Mengenai kartu eksklusif yang dimiliki Kiana, tidak ada lagi yang berani membahasnya.Banyak orang mulai bertanya-tanya, ada hubungan apa sebenarnya yang dimiliki karyawan supermarket itu dengan seorang pengusaha yang namanya sangat tersohor di kota, yaitu Arkan.Namun, tidak ada satu pun yang berani menanyakannya langsung.Kiana dan Arkan sudah berada di dalam mobil menuju kediaman keluarga Arkan setelah kejadian di dalam supermarket tadi.“Aku sudah memberimu uang dalam jumlah yang cukup banyak, tapi kau masih saja terlibat masalah memalukan tadi! Apa kau tidak punya rasa malu? Apakah uang yang kuberikan itu masih k
“Maafkan saya, Kiana, tapi saya terpaksa harus memecatmu,” ujar manajer dengan nada tegas.Wanita itu sama sekali tidak mau mendengar penjelasan apa pun, dan tidak juga bersedia menerima permohonan belas kasihan dari Kiana.“Padahal dia berhijab, lho. Siapa sangka kelakuannya justru sangat memalukan begitu?”“Benar juga katamu. Wajahnya memang cantik, tapi ternyata dia seorang pencuri.”Terdengar jelas bisik‑bisik dari para pembeli yang ada di dekat situ.Merasa manajer tidak berniat memberinya kesempatan kedua, apalagi memberi ruang untuk membela diri atau menjelaskan apa pun, akhirnya Kiana pasrah jika memang harus dipecat.Segera ia ingin mengambil tasnya yang sudah teracak‑acak setelah digeledah tadi oleh Bu Manajer.Namun, belum sempat tangannya menjangkau, Nita langsung menarik tas itu dengan keras hingga beberapa barang miliknya berserakan di lantai—termasuk sebuah kartu ATM yang baru saja diberikan Arkan kepadanya.Melihat kartu itu tergeletak di lantai, Nita segera berjongkok












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações