Chapter: Bab 30"Apa yang kau inginkan?" tanya wanita yang sekarang telah mabuk berat namun ia masih berusaha menahan dada laki-laki yang saat ini tengah menatapnya lapar. "Jangan belaga Sienna, bukankah ini tujuanmu datang menemuiku disini?" Xander menyeringai, senang melihat wajah ketakutan istrinya. Perempuan yang sedang ditindihnya pun menggeleng, bergerak resah, berusaha mendorong tubuhnya tapi gagal, sia sia saja Sienna melawan, tenaga laki-laki itu jelas bukan tandingannya. Xander mendekatkan kepalanya, ia memejamkan mata, hidungnya menarik nafas panjang saat mencium wangi sampo beraroma mawar yang manis dari rambut wanita itu. "Wangimu sangat lezat Sienna," bisiknya serak, kemudian mulai membubuhkan kecupan ringan di telinga lalu merambat turun pada sepanjang batang leher Sienna yang mulus. Lidahnya menjulur, mengecap, kemudian memberikan ciuman keras hingga meninggalkan tanda merah di permukaan kulit wanita itu. "Engh.." Perempuan itu semakin menggeliat, sentuhan Xander membuat tubu
Terakhir Diperbarui: 2026-04-14
Chapter: Bab 28Butuh waktu sekitar tiga puluh menit, Mobil yang ditumpangi Sienna pun akhirnya sampai di tempat tujuan. "Kita sudah sampai nona, itu mobil tuan Xander. Dugaanku benar, dia memang ada disini." Pierre menunjuk mobil milik tuannya yang terparkir di depan halaman sebuah bangunan rumah megah yang saat ini ada di hadapannya. Sienna ikut menatap ke arah yang sama, ia menarik nafas panjang, berusaha mengumpulkan semua keberanian dalam dirinya. Entah apa yang akan terjadi ke depan, dia hanya ingin memastikan suaminya baik-baik saja. "Aku akan masuk sendiri ke rumah itu, kau kembali lah ke mension, ini sudah larut dan terima kasih sudah mengantarku." "Aku akan menunggu disini nona," imbuh Pierre. Merasa berat harus meninggalkan Sienna sendirian. "Tidak perlu Pierre, aku mungkin akan pulang dengan tuan Xander." Pierre tampak ragu, tapi akhirnya ia tetap menuruti keinginan perempuan itu. Setelah Sienna turun dan melangkah ke depan teras rumah besar bercat putih, mobil Pierre pun mengh
Terakhir Diperbarui: 2026-04-13
Chapter: Bab 27Makan malam tiba, berbagai hidangan tersaji rapih di atas meja makan persegi panjang yang ada di ruang tengah. "Sienna, soup apa ini? aromanya begitu sedap." Jack yang pertama kali membuka percakapan di antara keluarga Lauther yang lain. Dia melirik antusias ke arah adik iparnya itu yang tengah menuangkan soup ke dalam wadah mangkuk yang berjejer rapih di depannya. Sienna tersenyum riang, tangannya kemudian menyodorkan salah satu mangkuk yang sudah terisi soup ke hadapan Jack. "Soup daging domba, cicipi lah tuan." "Ah, kau masih saja memanggilku tuan, panggil lah aku dengan sebutan kak, sekarang kau adalah adikku juga kan," pinta Jack sembari menerima soup yang Sienna berikan. Dia langsung mengambil satu suap dan memasukkan makanan itu ke dalam mulut. "Ya ampun enak sekali, apa kau yang memasak ini Sienna?" Xander yang sejak tadi diam, akhirnya melirik ke arah istrinya, begitu mangkuk berisi soup diberikan, aroma rempah dan daging yang menggugah selera memang langsung membangkitka
Terakhir Diperbarui: 2026-04-13
Chapter: Bab 26Menjelang malam, kesibukan tampak di dapur milik keluarga Lauther. "Apa yang kau lakukan disini Sienna?" Sienna yang sedang sibuk mengaduk sesuatu di depan panci besar seketika menoleh saat mendengar suara perempuan yang menyapa di sebelahnya. "Nona Sherly.." Sienne sedikit terkejut melihat kedatangan perempuan itu. Menyandarkan tubuh ke lemari pendingin di dekatnya. Sherly memindai penampilan Sienna dari ujung ke ujung, ia tersenyum sinis saat matanya berhenti tepat di apron motif bunga yang sedang Sienna pakai. "Kau memang sangat cocok berada di dapur, mengapa aku bisa lupa dimana tempatmu seharusnya." Sherly kembali menaikkan pandangannya, menatap angkuh ke arah wanita yang sekarang telah resmi menjadi istri sahabat baiknya itu. Sienna tak menggubris perkataan wanita itu, dia tahu Sherly hanya sedang berusaha mengejeknya. Tapi itu bukan sesuatu yang bisa mengganggu Sienna. Dia memilih abai dan meneruskan kegiatannya. "Apa yang sedang kau masak?" Wanita berambut pir
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 25Malam itu Xander menepati janjinya, memanjangkan malam pengantinnya bersama Sienna. Tak terhitung berapa kali Xander menumpahkan segalanya di dalam tubuh istrinya, yang jelas aktivitas berat itu akhirnya membuat keduanya bangun lebih siang dari biasanya. "Enghh.." Sienna mengerjapkan mata saat cahaya matahari yang masuk dari celah jendela kamar datang dan membelai lembut wajah cantiknya. "Aku mengerti Frank, siapkan saja semua berkas yang diperlukan untuk rapat siang ini. Hari ini aku mungkin akan sedikit terlambat datang ke kantor." Deg. Suara bass Xander terdengar samar-samar di sekitar. Sienna menahan nafas, mencoba menetralkan degup jantungnya yang tiba tiba bertalu hebat saat matanya akhirnya berani melirik ke arah sosok laki laki yang saat ini tengah berdiri menjulang membelakanginya. Dengan hanya mengenakan handuk putih yang dililit asal di pinggangnya, laki laki itu terlihat sibuk dengan ponsel di telinganya. "Hmm.. handel semua sebelum aku sampai di kantor, past
Terakhir Diperbarui: 2026-04-09
Chapter: Bab 24 Mengabaikan rintik hujan yang mulai turun di luar jendela. Xander masih terus bergerak memacu diri. Tubuh Sienna adalah tempat melepas segudang emosi yang tengah menumpuk di kepala. Teringat kembali perkataan Jack di ruang makan tadi tentang rencananya untuk segera menikahi Sherly, dada Xander kembali bergemuruh sesak, wajahnya memerah dan tumbukan pinggulnya pada Sienna di bawah sana menjadi semakin kasar. "Tuan.. ah.." Tubuh Sienna terhimpit, semakin tersudut, bahkan kepala wanita itu kini sudah menyentuh ujung kasur. "Engh.." Lenguhan merdu yang terus keluar dari bibir istrinya justru menjadi cambuk yang berhasil membawa Xander bergerak lebih tangkas. Suara pertemuan dua tubuh bahkan mulai riuh memenuhi ruangan itu. "Cukup tuan, sakit," mohon Sienna di tengah isak tangisnya yang semakin parau. Dia tahu Xander berhak atas dirinya, bagaimanapun laki laki itu telah menjadi suaminya, tapi haruskah Xander melakukannya dengan sangat kasar seperti ini? "Hentikan!" Sienna m
Terakhir Diperbarui: 2026-04-08