Share

Bab 30

Author: Lela W.Y
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-15 18:16:55

Malu, itulah satu perasaan yang melingkupi Sienna keesokan paginya. Setelah ingat apa yang telah terjadi padanya semalam, wajah wanita itu langsung berubah, merah seperti tomat yang baru diangkat dari dalam panci rebus.

"Ya Tuhan Sienna.., apa yang telah kau perbuat semalam, bodoh!" rutuknya sambil memukul pelan kepalanya sendiri, menyalahkan kenekatannya yang teramat fatal. Sienna melihat sekelilingnya, ruangan besar yang semalam menjadi saksi pergumulan panasnya dengan Xander itu sudah miri
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (7)
goodnovel comment avatar
Haniubay
ya ampun Xander, pemanasan aja belum maen srudak sruduk aja kamu hhh
goodnovel comment avatar
Semesta 88
kecanduan yaa bang xander..hahaa
goodnovel comment avatar
Siti Zumiatul Asyuro Asyuro
xander ketagihan ini mau lagi mau lg wkwkwk
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 32

    "Cerai?" Mendengar jawaban Sienna yang di luar prediksi, membuat Xander sempat terbelalak, lalu detik berikutnya kemarahan pekat mulai menyelimuti wajah tampannya. "Ya, cerai saja. Jangan membuang waktu terlalu lama. Jika tuan gagal melupakan wanita itu, lebih baik nanti kita akhiri saja pernikahan ini,” tukas wanita di hadapannya tak kalah sengit. Sienna sendiri tak tahu dari mana datangnya keberanian ini. Tapi yang jelas ia tidak ingin hidup selamanya dengan laki-laki yang bahkan masih menyimpan nama perempuan lain dalam hatinya. ”Jaga ucapanmu nyonya Lauther," desis Xander. Tatapan mengerikan laki-laki itu mengikat Sienna tanpa kelembutan. "Jangan pernah sekalipun berpikir bisa bercerai denganku!" Entah kenapa emosi Xander begitu tersulut mendengar kata 'perceraian' meluncur bebas dari bibir wanita yang saat ini tengah menatapnya sendu. Membayangkan Sienna meminta cerai, Xander sendiri tidak tahu, mendadak ada bagian hatinya yang tidak rela. "Kenapa?" Sienna bangkit sambi

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 31

    ”Tuan.." Sienna akhirnya protes ketika hujaman keras yang diberikan suaminya di belakang sana seakan ingin menghancurkan miliknya. Sudah hampir setengah jam berlalu, dan Xander masih belum mau berhenti. ”Heum.” Namun protesnya justru hanya disambut deheman berat. Xander mengumpulkan rambut Sienna, menariknya dalam satu genggaman tangan yang kuat. Ia pun membungkuk, lalu membubuhkan ciuman-ciuman panas di sekitar leher wanita itu. Sienna hanya bisa melenguh tak karuan, tangannya berniat mendorong tubuh Xander di belakang, tapi dengan cepat laki-laki itu menahan pergerakan Sienna. "Aku belum selesai," ucapnya sambil mencengkeram dagu Sienna agar menoleh ke arahnya. "Tap___" Protes Sienna kembali disumpal dengan pagutan yang jauh lebih panas. "Kita teruskan di sofa," bisiknya, lalu Xander akhirnya melepaskan miliknya, tapi bukan untuk membiarkan Sienna pergi, melainkan ia mengangkat tubuh wanita itu yang sudah sangat kacau, menelentangkannya pasrah di atas sofa panjang d

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 30

    Malu, itulah satu perasaan yang melingkupi Sienna keesokan paginya. Setelah ingat apa yang telah terjadi padanya semalam, wajah wanita itu langsung berubah, merah seperti tomat yang baru diangkat dari dalam panci rebus. "Ya Tuhan Sienna.., apa yang telah kau perbuat semalam, bodoh!" rutuknya sambil memukul pelan kepalanya sendiri, menyalahkan kenekatannya yang teramat fatal. Sienna melihat sekelilingnya, ruangan besar yang semalam menjadi saksi pergumulan panasnya dengan Xander itu sudah mirip kapal pecah, bajunya dan milik lak-laki itu berserakan dimana-mana dan ranjang tempat ia tidur bahkan sudah tidak berbentuk. Sienna ingat dalam kesadarannya yang timbul-tenggelam, ia sudah berbuat sangat berani. Telapak tangannya pun di angkat, terkejut bahwa semalam ia sudah jadi gadis yang sangat liar. Tangan ini.. astaga.. ia tak menyangka apa yang sudah dilakukan oleh tangan ini semalam, memegang area terlarang suaminya. Sienna bahkan masih ingat betul betapa kerasnya benda itu ketika be

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 29

    "Apa yang kau inginkan?" tanya wanita yang sekarang telah mabuk berat namun ia masih berusaha menahan dada laki-laki yang saat ini tengah menatapnya lapar. "Jangan belaga Sienna, bukankah ini tujuanmu datang menemuiku disini?" Xander menyeringai, senang melihat wajah ketakutan istrinya. Perempuan yang sedang ditindihnya pun menggeleng, bergerak resah, berusaha mendorong tubuhnya tapi gagal, sia sia saja Sienna melawan, tenaga laki-laki itu jelas bukan tandingannya. Xander mendekatkan kepalanya, ia memejamkan mata, hidungnya menarik nafas panjang saat mencium wangi sampo beraroma mawar yang manis dari rambut wanita itu. "Wangimu sangat lezat Sienna," bisiknya serak, kemudian mulai membubuhkan kecupan ringan di telinga lalu merambat turun pada sepanjang batang leher Sienna yang mulus. Lidahnya menjulur, mengecap, kemudian memberikan ciuman keras hingga meninggalkan tanda merah di permukaan kulit wanita itu. "Engh.." Perempuan itu semakin menggeliat, sentuhan Xander membuat tubu

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 28

    Butuh waktu sekitar tiga puluh menit, Mobil yang ditumpangi Sienna pun akhirnya sampai di tempat tujuan. "Kita sudah sampai nona, itu mobil tuan Xander. Dugaanku benar, dia memang ada disini." Pierre menunjuk mobil milik tuannya yang terparkir di depan halaman sebuah bangunan rumah megah yang saat ini ada di hadapannya. Sienna ikut menatap ke arah yang sama, ia menarik nafas panjang, berusaha mengumpulkan semua keberanian dalam dirinya. Entah apa yang akan terjadi ke depan, dia hanya ingin memastikan suaminya baik-baik saja. "Aku akan masuk sendiri ke rumah itu, kau kembali lah ke mension, ini sudah larut dan terima kasih sudah mengantarku." "Aku akan menunggu disini nona," imbuh Pierre. Merasa berat harus meninggalkan Sienna sendirian. "Tidak perlu Pierre, aku mungkin akan pulang dengan tuan Xander." Pierre tampak ragu, tapi akhirnya ia tetap menuruti keinginan perempuan itu. Setelah Sienna turun dan melangkah ke depan teras rumah besar bercat putih, mobil Pierre pun mengh

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 27

    Makan malam tiba, berbagai hidangan tersaji rapih di atas meja makan persegi panjang yang ada di ruang tengah. "Sienna, soup apa ini? aromanya begitu sedap." Jack yang pertama kali membuka percakapan di antara keluarga Lauther yang lain. Dia melirik antusias ke arah adik iparnya itu yang tengah menuangkan soup ke dalam wadah mangkuk yang berjejer rapih di depannya. Sienna tersenyum riang, tangannya kemudian menyodorkan salah satu mangkuk yang sudah terisi soup ke hadapan Jack. "Soup daging domba, cicipi lah tuan." "Ah, kau masih saja memanggilku tuan, panggil lah aku dengan sebutan kak, sekarang kau adalah adikku juga kan," pinta Jack sembari menerima soup yang Sienna berikan. Dia langsung mengambil satu suap dan memasukkan makanan itu ke dalam mulut. "Ya ampun enak sekali, apa kau yang memasak ini Sienna?" Xander yang sejak tadi diam, akhirnya melirik ke arah istrinya, begitu mangkuk berisi soup diberikan, aroma rempah dan daging yang menggugah selera memang langsung membangkitka

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 5

    Sienna masih mengumpat meski mobil Xander telah menghilang dari pandangannya. Dia menatap sekeliling dengan wajah bingung."Bagaimana ini?" gumamnya sambil mengusap pipi basahnya. Kepanikan mulai melanda saat Sienna sadar kini ia tengah berada di tempat asing yang sama sekali tak ia kenal.Sialan p

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 4

    "Duduklah, dia sudah pergi. Kenapa terus menatap ke arah pintu?" Jack menepuk bahu adiknya yang terus termenung setelah kepergian Sienna. Xander tersadar. "Aku tidak sedang memperhatikannya!" Xander menolak tuduhan tersebut. Jack menghela napas. "Bersikaplah lebih lembut pada orang lain. Kenapa

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 3

    Sienna berjalan lesu menuju ke arah pintu. Xander masih memperhatikan wanita itu sambil sesekali mengusap wajah dengan gusar.Sial, harusnya dia bisa lebih mengontrol dirinya semalam. Tapi yang terjadi dia malah membuat kesalahan yang sangat sangat fatal.Sienna akhirnya masuk ke kamarnya, membersi

  • Dekapan Hangat sang Majikan   Bab 6

    Xander menendang udara dengan kakinya. Dadanya saat ini bergemuruh hebat menahan luapan emosi yang siap meledak ke permukaan. "Sial!" desisnya sambil berlalu meninggalkan kamar kakaknya Jack. Hatinya tak suka melihat kemesraan Sherly dan kakaknya tadi. Tapi Xander bisa apa? Dia tak punya wewenang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status