LOGINAleya memutuskan menikah dengan Harun, laki-laki yang pernah menjadi kekasih sekaligus mantan terindahnya sewaktu kuliah. Pertemuan mereka setelah tujuh tahun berpisah terasa seperti takdir yang sengaja mempertemukan kembali dua hati yang belum selesai. Awalnya, Aleya mengira semua bermula dari kebetulan setelah ia bertemu Mama Rieta, ibu Harun, yang masih tampak sangat mendukung hubungan mereka. Sikapnya begitu hangat, begitu meyakinkan, sehingga Aleya percaya bahwa ini benar-benar restu dan merasa menjadi salah satu wanita beruntung. Namun ternyata, dibalik dukungan itu memiliki tujuan lain. Mama Rieta menginginkan keturunan laki-laki, sesuatu yang belum ia dapatkan dari menantu pertama. Semua rahasia mulai terungkap ketika Aleya hamil. Di saat ia seharusnya bahagia, kenyataan pahit justru menghantamnya bertubi-tubi. Harun sudah menikah lebih dulu. Ia memiliki seorang putri. Dan lebih buruk lagi, pernikahannya dengan wanita itu belum berakhir. Terjebak pada situasi itu, memaksa Aleya harus menghadapi fakta bahwa dirinya bukan istri utama, melainkan istri kedua yang tidak punya posisi.
View MoreSepulang kuliah, Ayu langsung menuju bengkel milik abangnya. Bukan tanpa sebab, tapi karena disuruh Bian. Pria itu tadi pergi dengan tergesa-gesa menuju rumah sakit, meninggalkan meja kasir begitu saja beserta sejumlah uang disana."Yu, tadi kenapa? Bos kok kayak tergesa-gesa banget gitu perginya?" tanya Putra."Kak Aqelah masuk rumah sakit.""Innalillahil. Tapi gak apa-apa kan, Yu?" Putra terlihat cemas."Kata Abang sih udah ditangani. Tapi aku belum dapat kabar terbaru. Rencana setelah bengkel tutup, mau langsung kesana."Tadi Ayu mendapatkan kabar dari Bian, jika Aqelah pingsan di kantor dan dilarikan ke rumah sakit.Melihat cewek incarannya datang, Jimmy tak mau melepaskan kesempatan. Tapi baru beranjak dari tempat, lengan bajunya sudah ditarik Reza."Mau kemana? Kerja dulu." Reza melemparkan tatapan tajam."Bentar doang, mau nyamperin Ayu.""Nanti. Bantuin gue dulu. Customer nungguin tuh," Reza menunjuk dagu ke seorang customer yang sedang bermain ponsel di kursi tunggu. Saat ini
Keriwehan terjadi di bengkel Bian sejak pagi. Hari ini, grand opening Bengkel Mobil Arjuna. Mungkin untuk sebagian orang, nama itu kurang keren, tapi tidak bagi Bian. Itu adalah nama yang dipilih ayahnya dengan menggunakan namanya. Dan dia yakin, ayahnya tidak tiba-tiba saja menggunakan nama itu.Bu Diah dan Ayu, jadi orang paling sibuk, bahkan mereka sudah bangun jam 2 dini untuk membuat tumpeng. Mama Aisyah memesan banyak sekali kue, sedang Tante Aleya mempersiapkan jamuan makanannya. Mereka bertiga memang sengaja berbagi tugas untuk acara ini.Selain keluarga, syukuran tersebut mengundang beberapa orang terdekat dan tetangga sekitaran bengkel baru.Ada banyak sekali papan bunga ucapan selamat di depan bengkel. Mulai dari Sasena Grup, Papa Harun sekeluarga, toko burung Om Darren, JM Corp milik Pak Bagas, sampai dari Dave dan Keyla yang berada di NTT. Adik iparnya itu tak ingin ketinggalan ambil bagian di hari bahagia sang kakak meski mereka tak bisa hadir."Cantik sekali, kayak yang
Bian berdiri di depan bengkel barunya dengan perasaan campur aduk. Senang, terharu, tak percaya, semua rasa itu bercampur menjadi satu. Ya, rasanya masih tak percaya kalau akhirnya dia bisa memiliki bengkel sendiri, meskipun modal terbanyaknya dari Aqilah.Bengkel di hadapannya itu tampak sangat berkelas. Selain besar dan mewah, alat-alatnya juga lengkap, begitupun dengan sparepart yang dijual.Mungkin inilah yang dinamakan musibah membawa berkah. Ganti rugi dari Pak Bagas, membuat bengkelnya bisa melebihi ekspektasi.Di dalam bengkel, ada Putra, Reza dan tentunya Jimmy yang sejak kemarin sibuk untuk mempersiapkan pembukaan besok. Dan hari ini, semua sudah terlihat begitu rapi setelah kemarin dan tadi pagi mereka sibuk menata sedemikian rupa."Gila Bos, ini sih bukan keren lagi, tapi keren banget," ujar Putra saat Bian masuk. "Bengkel sebesar ini, kayaknya butuh pegawai tambahan deh.""Tuh," Bian menunjuk dagu ke arah Jimmy yang sedang bermalas-malasan di sebuah kursi panjang."Heh, g
Ayu memperhatikan setiap sudut rumah. Mungkin sedikit kurang sopan, tapi semua itu karena dia sangat kagum dengan rumah ini, sangat mewah.“Biasa aja kali lihatnya.”Ayu seketika menunduk. Padahal Rangga ada di depannya, bagaimana pria itu bisa tahu kalau dia sedang memperhatikan rumahnya.“Katanya tadi setia, gak bisa ditikung dengan wajah ganteng dan materi. Eh.... ”“Eh... Apa?” potong Ayu.“Lihat rumah bagus kepincut.”Ayu terkekeh pelan, membuat Rangga yang berjalan di depannya berhenti dan langsung menoleh.“Cakep banget rumahnya. Besar, mewah, tapi..... ”“Tapi apa?”“Tapi kayaknya Om Harun gak ada niat mau nikung aku deh.”Rangga mengerutkan dahi. Kok jadi papanya? Hubungannya apa?“Gak usah bangga dengan milik orang tua.” Ayu bersedekap sambil tersenyum mengejek.Sialan! Rangga mengumpat dalam hati.Sepertinya dia salah target. Ayu mahasiswi kedokteran, yang bisa dipastikan otaknya encer.“Ayu.”Ayu melihat kearah sumber suara mendengar suara Aqilah memanggilnya.“Bye,” Ayu b
Setelah adonan selesai di-mixer, Aleya memindahkannya ke dalam cetakan bolu bundar yang bagian tengahnya bolong. Ia membuka oven, lalu memasukkan adonan berwarna hijau itu ke sana. Seharian ini, untuk mengurangi bosan, ia membuat kue bersama Bi Atum, pembantu di rumah mertuanya. Mama Rieta melaran
Selasai keramas Aleya baru membuka ponselnya malam itu, yang seharian ini memang dibiarkan tergeletak di meja rias. Puluhan pesan dari Mita memenuhi layar. Sebagian besar menanyakan di mana keberadaannya sekarang. Tapi di antara banyak pesan itu, satu kalimat berhasil membuatnya tersenyum getir. [
Aleya tak bisa menolak saat Harun memaksa ikut mengantarnya ke dokter kandungan. Wajah Harun tampak berseri-seri ketika menatap monitor yang menampilkan bulatan kecil yang kata dokter, itu adalah kantung janin. Berbeda dengan yang Aleya bayangkan. Ia sempat berpikir Harun tidak akan terlalu antusi
Aleya terduduk di atas ranjang dengan pikiran yang berantakan. Tatapannya kosong menatap foto pernikahannya dengan Harun yang tergantung di dinding kamar. Tiga bulan. Baru tiga bulan mereka menikah, tapi kebahagiaan itu kini seperti hancur dalam sekejap.Sejak kejadian di mal siang tadi, Aleya belu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.