author-banner
Uun aya
Uun aya
Author

Novels by Uun aya

MAFIA HYPER ITU SUAMIKU

MAFIA HYPER ITU SUAMIKU

Arum membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat kekasihnya yang seminggu lagi akan menjadi suaminya, kini sedang bercinta dengan wanita yang juga sangat dia kenal. Suara desahan-desahan yang terdengar menjijikan itu membuat Arum sangat membenci kekasihnya dan bersumpah akan membalas dendam atas rasa sakit yang dia alami saat itu.
Read
Chapter: bab 6
"Aku sedang membalas apa yang dia lakukan kepada putri kita!" Jawab Bu Anita yang tatapannya masih tertuju ke Arum yang sedang memegang pipinya yang terasa sangat panas karena tamparan yang cukup keras itu."Mama.. cukup. Mama tidak perlu seperti ini. Arum melakukan ini pasti karena ada alasan." Jelas pak Salim yang dimana dia lah satu-satunya orang yang menyayangi Arum seperti anaknya sendiri dan sering membela Arum didepan istri dan anaknya."Papa.. kenapa papa masih membelanya. Dia jelas-jelas salah karena sudah menampar Desi." Seru Bu Anita yang tidak terima jika suaminya malah membela Arum."Tante.. kenapa tante masih menyalahkan aku dalam situasi seperti ini. Aku adalah korban.. tapi Tante selalu membela desi yang jelas-jelas salah. Apakah tante tidak tahu jika saat ini Desi sedang hamil?" "Apa? Hamil?" Ucap pak Salim dan Bu Anita secara bersamaan."Ini..." Arum memberikan alat tes kehamilan itu kepada Bu Anita Bu Anita menatap alat tes kehamilan yang menunjuk tanda positif. "
Last Updated: 2026-04-03
Chapter: bab 5
Setelah berada di butik yang di kelola langsung oleh Arum, mereka pun langsung melakukan fitting baju. Hanya ada beberapa revisi di setelan jas yang akan di gunakan Alfan nantinya.Setelah semuanya selesai, Arum dan Alfan memutuskan untuk makan siang."Kenapa makan disini?" Tanya Alfan saat mobil yang dikendarainya berhenti didepan sebuah rumah makan yang sederhana dan tidak terlihat mewah"Sudah.. ikut saja. Makanan disini, enak-enak." Ujar Arum yang segera menarik kasar lengan jaket AlfaSetelah masuk dan memilih untuk duduk di sebuah gazebo yang dibawahnya ada kolam ikan, mereka pun memesan beberapa menu makanan best seller yang ada di rumah makan itu."Panas sekali " Alfan membuka jaket yang dia pakai"Kenapa mengajak ku makan disini? Seperti tidak ada restoran mewah lainnya saja." Ucap Alfan"Bukan tidak enakkan berarti enak kan, jika bukan makan di restoran mewah. Lagi pula tempat ini sangat bagus dan nyaman. Sudahlah.. aku ingin makan. Jika kamu tidak suka.. kamu bisa pergi, ak
Last Updated: 2026-04-02
Chapter: bab 4
"haha haha haha."Alfan tiba-tiba saja tertawa yang membuat pak Heru mengerutkan dahinya."Papa papa... Anak papa itu bukan Aris saja.. tapi aku juga. Tapi papa kenapa selalu tidak pernah mendengarkan perkataan ku dulu.. apakah aku terlalu jahat di mata papa?" Tanya Alfan"Al, papa tidak sedang bercanda. Papa hanya ingin tau kenapa kamu merebut Arum. Mereka akan menikah seminggu lagi.. tapi kenapa kamu merebutnya?""Itu karena anak anda yang brengsek!"Ucapan seseorang membuat mereka bertiga mengalihkan atensinya kesumber suara."A-arum..." Lirih ArisArum melangkah tanpa ragu dan saat ini dia berdiri disebelah Alfan."Arum.. tarik kata-kata mu. Kenapa kau mencela calon suami mu sendiri?" Tuan Heru tentu saja tidak menyukai hinaan dari Arum."Om.. aku tidak akan menarik kata-kata ku karena anak anda yang bernama Aris ini lebih dari kata brengsek.""Arum! Berani sekali kamu" Teriak tuan Heru"Aku berkata seperti ini bukan hanya sebuah kata-kata Om melainkan sebuah bukti. Bukankah Om bi
Last Updated: 2026-03-12
Chapter: Bab 3
"Arum... Katakan. Jangan menangis seperti ini." Pak Salim menggoncang tubuh Arum"Paman.. hiks hiks hiks, yang dikatakan tuan Alfan benar.." jawabnyaPak Salim dan Bu Anita benar-benar sangat syok mendengar perkataan Arum dan mereka seperti tidak percaya jika putri mereka bisa melakukan itu semua."Arum.. kamu yakin? Kamu tidak sedang berbohong atau tidak sedang bercanda kan?" Tanya Bu Anita lagi.Arum menggelengkan kepalanya dengan air mata yang masih membasahi wajah cantiknya. "Aku tidak berbohong tante.. Aku berbicara dengan jujur dan aku melihatnya dengan kedua mata kepalaku sendiri." Jelas Arum"Desi.. kenapa kamu melakukan ini semua." Lirih pak salim.Suara mobil yang memasuki perkarangan rumah itu membuat mereka semua menoleh ke arah mobil mewah yang sangat mereka kenali. Mobil itu adalah milik Aris, namun bukan Aris saja yang keluar dari mobil itu melainkan Desi. Desi sudah berlari menghampiri orang tuanya begitu juga dengan Aris yang berjalan menghampiri Arum."Papa, mama.. a
Last Updated: 2026-03-12
Chapter: Bab 2
Arum melirik kearah Alfan yang sedang menunggu jawaban darinya. "Aku tidak mungkin menikah dengan anda! Dan itu bukan cara balas dendam." Jelas Arum"Bukan, lalu apakah harus seperti ini?"Alfan tiba-tiba saja menindih Arum dan menahan tangan Arum."Apa yang kau lakukan, hah?" Teriak Arum yang ingin memberontak namun sayangnya, tenaganya tidak ada apa-apanya bagi alfan."Dia bisa melakukan itu dengan sepupu tapi kenapa tidak denganmu.. bukankah jika kau melakukan yang sama dengan apa yang dia lakukan, pasti pria itu merasa sakit hati." Ujar Alfan yang membuat arum kembali diamSuara dalam langkah kaki semakin mendekat ke arah kamar itu dan Alfan menyadari. Alfan pun tiba-tiba saja mencium dan melumat bibir Arum. arum membulatkan matanya dengan sempurna ketika mendapat serangan menjaga."Apa yang kalian lakukan?" Teriakan dari Aris yang kini sudah berdiri di ambang pintu membuat Alfan melepaskan ciumannya namun dia masih di posisi yang sekarang yaitu di atas tubuh Arum."Tidak sopan se
Last Updated: 2026-03-12
Chapter: Bab 1
"Ah.. ah.. ah.. lebih kuat mas.. lebih kuat" Rancau Desi saat tubuhnya di genjot oleh aris. Keduanya begitu menikmati permainan yang mungkin untuk kesekian kalinya mereka lakukan di apartemen pria yang bernama Aris itu."Ais... Sshh ahh sshhh..." Pria itu terus mendesah sambil terus menghujam wanita yang tidak memiliki status apapun didalam hidupnya.Desi meremas punggung lebar pria itu ketika aris yang menambah kecepatannya."Ahh ahh ah.. mas.. a-aku sudah tidak kuat." Lirih Desi sambil memejamkan matanya. Mereka sudah bermain satu jam namun sepertinya Aris belum ingin menyudahi Permainan panas itu karena dia sudah sangat merindukan tubuh wanita yang ada kungkungannya."M-mas.. ah, ah... " Desahan manja Desi membuat Aris semakin bergairah hingga dia terus saja menghujam tubuh Desi sehingga tempat tidur berdecit karena Permainan panas mereka.Saat keduanya larut dalam permainan mereka, sehingga mereka tidak menyadari jika sudah ada seorang wanita yang berdiri di ambang pintu menyaksik
Last Updated: 2026-03-12
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status