Mag-log inArum membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat kekasihnya yang seminggu lagi akan menjadi suaminya, kini sedang bercinta dengan wanita yang juga sangat dia kenal. Suara desahan-desahan yang terdengar menjijikan itu membuat Arum sangat membenci kekasihnya dan bersumpah akan membalas dendam atas rasa sakit yang dia alami saat itu.
view more"ya, siapa ini?"Alfan menjawab telepon itu dengan nada dingin karena dia sangat kesal saat momen seperti itu, harus ada orang yang menggangu."Hai mas.. ini aku, kamu sudah tidak mengenal suara ku lagi?"Dahi Alfan seketika mengerutkan mendengar ucapan seorang wanita dari sebrang sana."Aku sibuk! Dan tidak ada waktu untuk melayani orang seperti mu!"Tekan Alfan disetiap perkataannya, dan dia ingin menyudahi pembicaraan itu "Mas.. ini aku, luna!"Alfan terdiam dan menatap Arum yang sedang memperhatikannya."Maaf, salah sambung!"Alfan kemudian mematikan sambungan teleponnya dan dengan sengaja mematikan telponnya."Siapa mas!" Tanya Arum yang melihat perubahan raut wajah Alfan."Salah sambung.""Hah? Salah sambung?""Sudahlah, jangan di pikirankan.. lebih baik kita nikmati saja makan malamnya.""Hmm." Arum tersenyum lalu melanjutkan memakan makanan yang sudah tersaji di meja mereka."Luna? Apakah itu dia? Kenapa.. kenapa dia menghubungiku setelah 3 tahun menghilang..." Batin Alfan ya
Dua Minggu kemudian Setelah dua Minggu kejadian itu, Aris tidak lagi kelihatan karena sudah di beri pelajaran oleh pengawal Alfan namun Alfan tidak bisa lengah seperti itu karena di balik itu semua Alfa memiliki firasat jika Aris pasti menyusun rencana untuk balas dendam.Selama 2 Minggu ini juga, Alfan tidak keluar dari Mansion, dia tidak ke perusahaan ataupun mengurus pekerjaan lain yang biasanya dia selalu sibuk namun kali ini dia memilih untuk bekerja dari mansion dan menyerahkan pekerjaannya kepada orang-orang kepercayaannya. Semua itu dia lakukan untuk menjaga Arum karena kondisi mental Arum sedang tidak baik-baik saja setelah kejadian malam itu. Cekleek Suara pintu kamar yang terbuka membuat wanita itu segera menoleh. Dia tersenyum ketika melihat Alfan yang masuk ke kamarnya. "Kamu sudah siap?" Tanya Alfan ya sudah sangat rapi dan sangat harum.Arum menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. "Aku sudah siap.. tapi sebenarnya kita mau ke mana? Kenapa Mas tidak bilang ju
"Sekarang.. aku sudah disini dan aku mau, kau harus bertanggung jawab atas kehamilannya Desi." Jelas Arum yang menatap Aris yang sedang tersenyum aneh kepadanya."Aku akan bertanggung jawab tapi..." Aris tidak meneruskan perkataannya karena dia melihat Arum yang sudah mulai tidak konsentrasi mendengar perkataannya. "Tapi apa?" Tanya Arum dengan pandangannya semakin memudar. "Ada apa dengan aku kenapa tiba-tiba aku sangat pusing sekali dan kenapa tiba-tiba di sini panas sekali.. ini pernah aku rasakan saat aku di beri minuman oleh pria yang di bar itu.. tidak, jangan-jangan... Pria ini mencampurkan sesuatu ke minumanku." Batin Arum yang merasa aneh dengan tubuhnya dan dia pernah merasakan kondisi yang sama ketika dia dipaksa minum di bar. Arum segera berdiri dari duduknya. "Apa yang kau campurkan di minumanku?" Tanya Arum "Maksud kamu apa?""Katakan padaku.. apa yang kamu campurkan dalam minumanku?" Tanya Arum lagi yang mencoba menyeimbangkan tubuhnya. "Ck, ternyata kau sudah sada
"halo Paman. ""Halo rum, Kamu apa kabar?" Tanya pak Salim dari seberang sana yang terdengar canggung."Baik paman. Hmm, kabar Paman bagaimana?""Hahhhh." Pak Salim menghembuskan nafas kasarnya. "Terjadi sesuatu paman?" Tanya Arum."Tadi malam, Desi mencoba bunuh diri.""Apa? Bunuh diri? Bagaimana bisa?""Paman juga tidak tahu.. sepertinya Desi benar-benar sangat frustasi dan putus asa karena Aris tidak ingin bertanggung jawab.""Apa? Bagaimana bisa dia tidak mau bertanggung jawab? Apakah Paman sudah berbicara dengannya?""Sudah.. Paman sudah berbicara dengannya tapi dia ingin bertanggung jawab dengan satu syarat.""Syarat?""Uhm.. dia ingin bertemu dengan kamu.""Apa? Syarat macam Apa itu Paman.""Paman juga tidak tahu kenapa dia ingin bertemu tapi dia bilang, dia ingin meminta maaf dan setelah itu, dia ingin bertanggung jawab atas kehamilan Desi. Oleh karena itu, Paman mohon sekali Arum.. temui Aris untuk terakhir kalinya. Pasti jika kamu yang berbicara dengan, dia akan menuruti pe
"lepaskan dia!"Suara lantang yang berasal dari arah belakang membuat Arum dan para preman itu menoleh ke sumber suara.Mata Arum berkaca-kaca dan dia bisa bernapas lega saat melihat sosok pria yang dia kenal."Siapa pria itu?" Tanya ketua preman itu "Bos.. dia Alfan Arnold pranata." Bisik salah s
"Aku sedang membalas apa yang dia lakukan kepada putri kita!" Jawab Bu Anita yang tatapannya masih tertuju ke Arum yang sedang memegang pipinya yang terasa sangat panas karena tamparan yang cukup keras itu."Mama.. cukup. Mama tidak perlu seperti ini. Arum melakukan ini pasti karena ada alasan." Je
Setelah berada di butik yang di kelola langsung oleh Arum, mereka pun langsung melakukan fitting baju. Hanya ada beberapa revisi di setelan jas yang akan di gunakan Alfan nantinya.Setelah semuanya selesai, Arum dan Alfan memutuskan untuk makan siang."Kenapa makan disini?" Tanya Alfan saat mobil y
"haha haha haha."Alfan tiba-tiba saja tertawa yang membuat pak Heru mengerutkan dahinya."Papa papa... Anak papa itu bukan Aris saja.. tapi aku juga. Tapi papa kenapa selalu tidak pernah mendengarkan perkataan ku dulu.. apakah aku terlalu jahat di mata papa?" Tanya Alfan"Al, papa tidak sedang ber






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu