Chapter: Penolakan"Bagaimana??" tanya pria dengan tubuh kekar yang tadinya tampak sangat santai, kini dia sudah di sibukkan dengan orang-orang yang sudah ingin mencelakai dirinya. Dion yang ingin menikmati waktunya menjadi mokondo, nyatanya tidak bisa! banyak pekerjaan yang menanti dan juga informasi yang didapatkan Alif beberapa hari ini. Kini Dion sudah menemukan siapa dalang dibalik penyerangannya malam itu! selain Klien yang menjebaknya ada dua Uncle nya yang juga ikut adil untuk melengserkan dirinya. Dua Paman dari salah satu orang tua nya yang menang sudah sejak lama ingin merebut hasil kerja keras kedua orang tua nya! bahkan mereka dengan sangat tega melenyapkan kedua orang tua Dion. Hah.. Dion membuang napas kasar mendengar apa yang dikatakan orang yang ada diseberang telpon! entah, apa yang membuat Dion menghela napas, seolah beban dikedua bahunya sangat lah berat. "Aku akan menunggu kabar berikutnya! terus awasi dan jangan sampai ada Klien yang kembali mendukung mereka" ucap Dion denga
Última actualización: 2026-04-08
Chapter: Meja Makan"Kenapa kamu menatap ku seperti itu??" tanya Alena tanpa mendongak menatap Dion yang memang menatapnya dengan tatapan sulit dijelaskan Ghemm Dion yang kepergok menatap Alena, dia berdahem untuk menetralkan rasa malunya! Dion benar-benar dibuat salting Alena, padahal Alena hanya bertanya dengan apa yang didepannya. "Apa mendadak tenggorokan mu, kemasukan biawak??" tanya Alena "Kamu, perempuan kenapa tidak ada lembut-lembutnya" sahut Dion dengan gelagapan Alena mendongak mendengar apa yang dikatakan Dion yang ada didepannya, dia menatap Dion dengan berpangku dengan kedua punggung tangganya untuk menyangga dagu Alena. Alena menatap Dion heran, kenapa dia sejak turun dari lantai 2 selalu saja menatap Alena, bukan hanya itu bahkan dimeja makan saja dia tetap menatap Alena dengan tatapan yang Alena sendiri tidak paham. "Kamu tadi ngomong apa??" tanya Alena "Kamu perempuan tidak ada lembut-lembutnya" sahut Dion mengulang perkataannya dengan lancar Hah.. Alena membuang napas lelah
Última actualización: 2026-04-07
Chapter: Rumah Alena"Mommyy!!" pekik gadis berusia 12 tahun berlari ke arah Alena, saat melihat sang Ibu pulang dari Rumah sakit.Alena tersenyum dengan merentangkan kedua tangannya! dia sangat rindu dengan putrinya yang kini sudah memeluknya dengan sangat erat, seolah Arlina tidak bertemu sang Mommy dengan waktu yang sangat lama."Are you okay girl??" tanya Alena dengan mencium pucuk kepala Arlina dengan sayang dan penuh dengan cinta.Emmm..Arlina menganggukkan kepalanya dengan pelan, mendengar apa yang dikatakan sang Mommy! dia memang sangat baik dengan Avia di Rumah, hanya saja dia sangat rindu dengan perempuan yang sudah memberikan dia cinta dan kasih sayang padanya! meskipun bukan putri kandungnya sendiri."Hanya saja aku sangat rindu dengan Mommy" ucap Arlina dengan melepas pelukannya.Alena menangkup kedua pipi Arlina dengan lembut, dia menatap mata indah putri cantiknya! dia juga sangat rindu, tapi mau bagaimana lagi, dia harus bertanggung jawab pada Dion yang ada disampingnya tengah menatap Ale
Última actualización: 2026-04-02
Chapter: Alena Dengan Dua Sisi"Akhirnya kamu bisa pulang!" ucap Alena dengan senyum, dia tidak lagi meninggalkan putrinya hanya dengan Avia di Rumah Arlina berulang kali menghubungi Alena untuk menanyakan kapan Alena akan pulang dari Rumah sakit! menanyakan bagaimana kabar pria yang ditabrak Mommy nya, kapan dia sembuh, kapan dia tidak menyusahkan sang Mommy. Alena bukannya marah dengan kebawelan putrinya, dia malah semakin gemas dan juga sangat senang! Arlina tidak akan perna lagi bisa mendengar kebawelan putrinya saat setelah Arlina pindah ke Luar Negeri. Arlina akan kembali kehilangan senyum, tawa, canda, bawel, ceriwis putrinya yang akhirnya kembali ke dekapannya! Alena merasa punya banyak hutang pada sang putri selama 7 tahun ini. Hah.. Alena menghela napas, dia akhirnya selesai merapikan baju-baju yang dia bawa ke Rumah sakit selama menunggu Dion di Rumah sakit! sedangkan Dion hanya menatap Alena dengan tatapan sulit dijelaskan, karena Alena sendiri yang melarang Dion membantunya. Dion juga tidak menja
Última actualización: 2026-04-01
Chapter: Alif Dan DionDion menatap berkas yang ada ditangannya dengan menaikan satu alisnya! dia tidak menyangka perempuan yang sampai saat ini, belum dia ketahui siapa namanya! dia adalah pewaris satu-satunya keluarga Prawari yang selama ini tidak banyak orang tau. "Ternyata masih ada perempuan bodoh di Dunia ini" lirih Dion "Kenapa Tuan??" tanya Alif yang ada didepan Dion Dion mendongak menatap Asisten pribadinya yang sangat setia dengan dia, dalam keadaan apapun!. "Dia perempuan yang sangar menarik" ucap Dion untuk pertama kalinya didengar Alif selama menjadi orang kepercayaan Dion selama ini. Baru pertama kalinya dia mendengar Dion memuji perempuan dengan sangat terang-terangan! jika biasanya Dion akan langsung melenyapkan siapa saja yang mendekati dia, tapi tidak dengan Alena. "Anda menyukainya??" tanya Alif memastikan apa yang dia dengar dari Bos kejamnya Dion tersenyum miring dengan mengingat saat Alena tengah bersedih, menangis, menceritakan susah dan keluhnya, bahkan Dion juga mengingat tawa
Última actualización: 2026-03-29
Chapter: MenceritakanAlena keluar dari dalam kamar yang ada didalam kamar rawat inap Dion dengan senyum! dia melihat Dion yang sudah bangun dari tidurnya dengan raut wajah yang sudah jauh lebih segar. Alena mendekati pria yang dia kenal Dion, entah namanya atau bukan tapi yang jelas saat ini Alena tidak ingin memperpanjang! mengingat Dokter mengatakan luka Dion harus dirawat dengan sangat baik. "Pagi" sapa Alena dengan senyum Dion menoleh ke arah Alena dengan tatapan dingin, dia tidak terbiasa menatap perempuan dengan tatapan hangat! apalagi dia sudah sangat terbiasa dengan tatapannya saat ini. Sedangkan Alena sudah terbiasa dengan tatapan Dion padanya! setiap kali dia bertemu dengan pria mana pun, Alena akan ditatap Dion dan juga mantan suaminya selalu saja menatapnya dingin sejak kenal sampai dia berpisah. Alena dengan sangat santai mendudukkan dirinya dikursi yang ada didekat ranjang dengan pelan! sedangkan Dion hanya diam saja dengan menatap lurus kedepan. "Kenapa sarapannya tidak dimakan??" tan
Última actualización: 2026-03-26