LOGINAlena Mufida setelah dikhianati dengan Angga Pratama, dia memilih berpisah dari Angga yang ternyata sudah menikah lagi tampa sepengetahuan Alena. Alena memulai hidup barunya dan menemukan jati dirinya yang terpendam setelah menikah dengan Angga! kehidupan Alena setelah berpisah dengan Angga, masih saja ditekan dan diganggu mantan suami dan dipertemukan dengan sosok pria yang langsung tertarik pada pandangan pertama pada Alena. Lalu bagaimana kehidupan Alena dengan Angga dan kehadiran Dion Mahendra?? yuk simak ceritanya.
View MoreAlena menatap gedung Megah dan Mewah yang ada didepannya, gedung bangunan Rumah berlantai tiga dengan interior yang sangat memanjakan mata sekaligus tampak kalau pemilik Rumah bukan lah orang sembarangan.
"Jangan halangi aku!" ucap Alena dengan menatap dua penjaga yang ada didepan pintu yang mana Alena menduga kalau penjaga tidak mengenali Alena sebagai pemilik Rumah. "Maaf! kalau anda tidak memiliki undangan, kami tidak akan membiarkan anda masuk Nona" sahut salah satu penjaga dengan menatap Alena dengan tatapan tajam Alena sama sekali tidak takut dengan dua penjaga yang tengah menunjukkan kegarangan mereka pada Alena yang tampak sangat santai, tapi dengan tatapan yang tidak bisa dibohongi, kalau dia saat ini tengah merasa tidak tenang. "Kurang ajar!! beraninya kalian menghalangi Nona untuk masuk" sahut Avia dengan menatap dua penjaga yang ada didepannya dengan Alena. Dua penjaga saling tatap mendengar apa yang dikatakan Avia, siapa yang dimaksud Nona mereka! karena yang mereka tau, Nyonya pemilik Rumah tengah mengadakan pesta yang sangat mewah untuk anaknya. Dua penjaga merasa kalau dua perempuan yang ada didepan mereka hanya lah penipu yang ingin menumpang makan di pesta ulang tahun Tuan kecil mereka yang kini didalam Rumah tampak sangat bahagia dengan kedua orang tuanya disamping kanan dan kirinya. "Siapa yang kamu maksud Nona?? dia?? cih, bahkan dia saja tidak akan pantas hanya membawa sepatu Nyonya kami yang harganya sampai miliaran" sombong salah satu penjaga dengan mendorong Alena dengan sangat kasar. Kalau saja Alena tidak sigap, dia akan dipastikan tersungkur diatas paving depan Rumah yang sangat kasar dan juga sangat keras! Alena masih saja bersikap sangat santai menghadapi dua orang buta yang ada didepannya. Alena memberikan kode Avia untuk memberi pelajaran dua penjaga yang mencoba menghalangi Alena dengan Avia masuk ke dalam Rumah yang Alena sendiri bangun dengan kerja kerasnya, bahkan desain Rumah yang dia buat mirip dengan Rumah yang ada di Negara Eropa, tanpa bantuan mendiang orang tua atau suaminya yang sekarang malah tampak bahagia dengan putranya. Alena tidak punya banyak waktu hanya untuk meladeni dua penjaga bodoh yang Alena temui, majikannya sendiri saja tidak bisa mengenali, malah mengenali perempuan ular yang mengaku istri Tuan Muda kaya. Alena ingin tau apa yang sebenarnya terjadi didalam Rumah yang ada didepannya, dimana Rumah yang menjadi saksi bisu Alena dengan suaminya menikah dan merajut pernikahan beberapa tahun yang lalu. Alena menatap dua penjaga yang sudah tidak sadarkan diri dilantai teras Rumah dengan wajah yang sudah babak belur! Alena menghelan napas melihat dua penjaga yang berakhir menyedihkan. "Nona silahkan" saat Alena tengah menatap dua penjaga dia mendengar suara Avia yang mempersilahkan dia melangkah mendekati pintu Rumah mewah. Alena menganggukkan kepalanya dengan pelan, dengan perasaan yang sangat sulit dijelaskan! Alena membuka pintu mewah yang ada didepannya dengan harapan kalau tidak terjadi sesuatu didalam Rumah. Sayang harapannya lenyap begitu saja, tepat saat dia membuka pintu Alena melihat suami, sahabatnya dan anak laki-laki yang tampak sangat bahagia dipelukan kedua orang tuanya. "Apa yang kalian lakukan??" pekik Alena menggelegar diruang keluarga yang sangat besar Pekikan Alena menyita perhatian semua tamu undangan yang datang ke pesta ulang tahun anak laki-laki suami dan istri sirinya yang ternyata adalah sabahat baiknya yang Alena angkat derajatnya dari gembel menjadi keluarga kaya. Angga dengan sahabat baiknya mendongak menatap siapa yang sudah mengacau pesta yang mereka buat dengan sangat mewah dan Megah! Angga dan Fania terkejut saat melihat Alena pulang tanpa memberikan kabar pada mereka berdua. Alena melangkah mendekati dua orang yang sudah mengkhianatainya sampai ketulang-tulang! langkah demi langkah penuh dengan amarah, dendam, benci, tidak percaya dan tatapan tajam pada dua orang yang masih tampak menatap terkejut pada Alena. "Alena! kamu kapan pulang??" tanya Fania dengan melangkah mendekati Alena yang berdiri diseberang meja kue putra Angga dan Fania. "Kenapa?? kamu dan Angga akan terus menyembunyikan perselingkuhan kalian, kalau aku tidak pulang??" Alena balik bertanya dengan menatap sinis Fania Fania mencoba menenangkan Alena yang sudah tampak ingin meledak saat ini! Fania merai tangan Alena dengan lembut!. "Lena, apa maksud kamu mengatakan itu?? aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan!" sahut Fania Alena yang sudah merasa muak dia menarik tangannya dari genggaman Fania! siapa sangkah kalau Fania malah menjebak Alena dengan pura-pura jatuh. Brukk.. Ahh "Sayang!" pekik Angga secara sepontan melihat Alena mendorong Fania Alena menaikan satu alisnya melihat Fania yang kini sudah tersungkur diatas lantai dingin ruang tamu dengan tatapan sedih, kecewa dan malu secara bersamaan. Hikss Hikss.. Hikss "Lena! aku tidak tau apa salah ku sama kamu, sampai kamu dengan tega mendorong ku" ucap Fania dengan menangis sesegukan. "Sayang! kamu jangan menyalahkan diri kamu!" ucap Angga dengan membantu Fania bangun dari lantai dingin Alena menganggukkan kepalanya dengan pelan mendengar apa yang dikatakan Fania dan Angga! dia tidak menyangka gadis gembel yang hanya mampu makan sampah bekas orang makan, kini sudah makan steak mahal tidak tau batasan. "Kamu bilang aku yang mendorong mu??" tanya Alena dengan mendekati Angga dengan Fania "Kamu jangan mendekat!!" kesal Angga dengan mendorong Alena menjauhi dia dengan Fania "Kenapa?? kamu takut Ja***ng yang kamu pelihara! aku aniaya??" Alena bertanya Angga menatap perempuan yang biasanya bersikap lembut sekarang berubah sekejap mata, saat Alena melihat pria yang dia cintau malah memanjakan keluarga barunya. "Len, kamu jangan merusak pesta ulang tahun anak Fania" pinta Angga "Merusakkk??" ulang Alena "Kamu mengadakan ulang tahun anak haram kamu di Rumah ku!! dikediaman ku yang sudah kamu rubah habis-habisan tanpa sisa!!" murka Alena dengan melempar semua barang-barang yang ada didekatnya. Pesta yang harusnya menjadi momen indah putra Angga dan Fania malah kacau balau! tamu undangan bertanya-tanya siapa perempuan yang baru saja datang dan merusak acara. "Alena!!" pekik Angga tidak terima saat Alena mengatakan kalau putranya anak haram, karena memang benar adanya kalau anak yang Fania lahirkan adalah anak perselingkuhan dia dengan Angga saat Alena tidak ada di Rumah bertahun-tahun lamanya "Mana mungkin anak Tuan Muda Pratama anak haram, bukan kah mereka mengadakan pestas pernikahan 6 tahun yang lalu dan digelar disalah satu hotel!" sahut tamu undangan dengan jelas ingat, karena dia adalah salah satu tamu undangan yang hadir dipernikahan Angga dan Fania. Prok.. Prokk Prok Alena bertepuk tangan mendengar apa yang dikatakan salah satu tamu undangan yang ada didekatnya! Alena tidak menduga 7 tahun yang lalu saat Angga memintanya pergi ke Luar Negeri untuk memperbesar bisnis mereka, nyatanya untuk mengelabuhi Alena saja. "Tuan Muda Pratama!! ternyata kamu 7 tahun yang lalu menyuruh ku kel Luar Negeri hanya demi dia!!" ucap Alena dengan menunjuk Fania yang kini pura-pura takut. "Alena, apa yang kamu katakan! aku dan Angga tidak paham dengan apa yang kamu katakan!!" sahut Fania dengan nada suara sangat lembut dan dibuat sangat hangat "Kami menikah karena cinta! selama ini kami saling menjaga, memahami, menghangatkan, kamu jangan mengatakan sesuatu yang membuat semua orang salah paham" lanjut Fania "Salah paham?? aku disini adalah istri sah Agama dan Negara!! sedangkan kamu, istri palsu Angga, berani-beraninya mengatakan salah paham" sahut Alena Alena tidak habis pikir, kenapa dia sangat lah bodoh sudah membuat dua nama yang menghancurkan dia hidup, tawa, senang, bersama! Alena merogoh tas mewah yang ada ditangannya, dia mengambil buku nikah dengan Angga. "Buka mata kalian yang minus dan otak B2 kalian!! aku adalah istri sah Angga pratama, yang mana sudah menikah sudah selama 10 tahun!!" kesal Alena. Alena menunjukkan dengan jelas kalau Alena menikah dengan Angga! sedangkan Angga dengan Fania terkejut dengan apa yang ditunjukkan Alena didepan para tamu undangan yang semakin berbisik. Fania menyembunyikan wajah cantiknya didada bidang Angga yang memeluk Fania tampa ragu dan juga tanpa rasa malu! dia menatap Alena dengan tatapan kesal bukan main, karena sudah mempermalukan dirinya dengan Fania didepan tamu undangan yang harusnya semakin membuat dia terkenal dengan cinta dan kasih sayang pada keluarga. "Alena!! kamu sangat keterlaluan, aku sudah sangat baik sama kamu, malah kamu membuat buku nikah palsu" ucap Angga dengan nada suara tinggi "Maaf semua! sebenarnya dia adalah pelayan yang dulunya perna bekerja di Rumah ini, dia dengan terang-terangan mencintai saya dan juga menggoda saya! saya sudah memecatnya sejak lama, sekarang saya tidak tau kenapa dia tiba-tiba kembali mengacau di Rumah saya" lanjut Angga membuat Alena terkejut bukan main, dia pelayan bahkan dia lahir dengan piring emas ditangannya, bagaimana bisa dia menjadi pelayan di Rumah suami bodoh, gila dan idiotnya. Huuuuuu.. "Babu saja belagu" ucap salah satu tamu undangan Alena menatap tajam orang-orang yang ada didekatnya yang menghinanya habis-habisan, dia akan mengingat wajah-wajah mereka yang sudah menindasnya dan wajah yang sudah melempar dia dengan kue-kue yang disajikan dipesta ulang tahun putra Angga dan Fania. Avia berusaha melindungi Alena dengan menghadang kue-kue dengan dirinya sendiri!! tapi saking banyak tamu undangan yang melempar Alena, Alena tetap saja terkena kue yang dilempar. Alena menutup wajahnya dengan lengan tangannya!! agar kue-kue yang dilempar tidak semakin membuat wajahnya kotor!. "Aku bersumpah akan membalas semua rasa sakit yang kalian lalukan pada ku!" batin Alena dengan membuka lengannya. Tepat saat dia membuka lengannya, dia melihat sosok gadis kecil yang sangat cantik menatapnya dengan air mata berlinang! Alena terkejut bukan main apalagi keadaan putri angkatnya sangat lah tidak layak disebut putrinya, karena sebelum dia pergi Alena sangat tau betapa cantiknya, imut, manis, dan sangat jelas seperti putri bangsawan. "Arlina" lirih Alena dengan nada suara bergetar "Mommy!!" pekik Arlina dengan berlari ke arah Alena dengan mengusap air matanya. Arlina yang sejak tadi ada disudut ruangan melihat dengan jelas bagaimana Mommy nya diperlakukan, selama ini Arlina selalu mendengar dari Angga kalau Alena meninggalkan, mencampakkan, Arlina yang masih berusia 5 tahun. Kini 7 tahun berlalu, dia sudah berusia 12 tahun! Arlina tidak perna mencium bau buku, dia hanya tau pekerjaan Rumah yang sangat banyak, bajunya saja compang-camping. Arlina memeluk Alena dengan sangat erat, kini dia tau kalau Alena bukannya meninggalkan dia! tapi Angga memaksa dia untuk meninggalkan Arlina 7 tahun yang lalu. "Mom, akhirnya Mommy kembali" lirih Arlina dengan menangis sesenggukkan dipelukan Alena. "Maafkan Mommy!! kamu kenapa jadi seperti ini Nak??" tanya Alena dengan mengusap kepala Arlina "Mereka menyuruh ku menjadi pelayan Mom" sahut Arlina dengan menunjuk Angga dan Fania Alena menatap Angga dengan Fania dengan tatapan tajam, amarahnya memuncak saat mendengar apa yang dikatakan Arlina!! dia meninggalkan putrinya dengan harapan dia akan dekat dengan Angga, tapi kenyatakannya bajingan yang sekarang menatap Alena tidak merasa bersalah. Alena melepas pelukkannya dengan memberi kode Avia untuk menjaga putri semata wayangnya yang sangat dia cintai!! Alena mendekati Angga dengan langkah dan tatapan tajamnya. Plakkk.. Plakkk Jlepp Prakkk Ahhh Alena tidak segan-segan menampar, menendang Angga dengan rasa marah, benci, murka, menjadi satu sampai Angga terpental jauh menabrak meja kue ulang tahun putranya. "Mari kita berpisah!! Bajingan" pekik Alena dengan melempar berkas yang memang dia siapkan untuk Angga, dia sudah tau perselingkuhan Angga dan Fania sebelum dia pulang ke Negara nya! Alena pulang karena memang dia ingin melihat langsung perselingkuhan Angga dan Fania sahabat baiknya yang dia tolong dari gembel menjadi putri. Angga dengan rasa sakit didadanya, dia bangun dengan mengambil berkas yang Alena lempar padanya! Angga membaca berkas yang ada ditangannya, dimana tidak ada tanda-tanda dia akan rugi, Rumah dan bisnis yang Alena dirikan tidak dia ambil! Angga segera menandatangani surat cerai yang Alena bawa. Angga tidak tau saja kalau Alena tidak akan tinggal diam melihat kerja kerasnya dinikmati Angga dan Fania begitu saja! dia akan membalas semua rasa sakit yang Angga dan Fania berikan padanya. Angga melempar berkas yang ada ditangannya pada Alena dengan kesal, dia tidak akan menyesal sudah berpisah dengan Alena yang tidak bisa memberikan dia keturunan selama ini. Alena mengambil berkas yang ada dibawa kakinya dengan pelan! setelah itu dia meninggalkan tempatmya dengan membawa anak dan Asisten pribadinya meninggalkan Rumah yang pasti akan dia rebut kembali suatu saat nanti. Alena akan mengambil dan membalas semua rasa sakit yang diberikan Angga pada putri dan dirinya! Alena pergi tanpa menoleh kebelakang, tekatnya sudah bulat untuk berpisah dengan Angga. Sedangkan Angga dia meminta maaf atas apa yang sudah terjadi baru saja! kini tamu undangan tau kalau keluarga Angga ternyata tidsk bersih! mereka akan berhati-hati lain kali saat bekerja sama dengan Angga yang bisa saja akan terjerat skandal dari apa yang baru saja terjadi. Angga juga membubarkan pesta dengan terpaksa karena pesta yang harusnya menjadi kebahagian malah menjadi keributan yang sangat besar dan membuat para tamu undangan terkejut dengan apa yang sudah terjadi."Bagaimana??" tanya pria dengan tubuh kekar yang tadinya tampak sangat santai, kini dia sudah di sibukkan dengan orang-orang yang sudah ingin mencelakai dirinya. Dion yang ingin menikmati waktunya menjadi mokondo, nyatanya tidak bisa! banyak pekerjaan yang menanti dan juga informasi yang didapatkan Alif beberapa hari ini. Kini Dion sudah menemukan siapa dalang dibalik penyerangannya malam itu! selain Klien yang menjebaknya ada dua Uncle nya yang juga ikut adil untuk melengserkan dirinya. Dua Paman dari salah satu orang tua nya yang menang sudah sejak lama ingin merebut hasil kerja keras kedua orang tua nya! bahkan mereka dengan sangat tega melenyapkan kedua orang tua Dion. Hah.. Dion membuang napas kasar mendengar apa yang dikatakan orang yang ada diseberang telpon! entah, apa yang membuat Dion menghela napas, seolah beban dikedua bahunya sangat lah berat. "Aku akan menunggu kabar berikutnya! terus awasi dan jangan sampai ada Klien yang kembali mendukung mereka" ucap Dion denga
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu??" tanya Alena tanpa mendongak menatap Dion yang memang menatapnya dengan tatapan sulit dijelaskan Ghemm Dion yang kepergok menatap Alena, dia berdahem untuk menetralkan rasa malunya! Dion benar-benar dibuat salting Alena, padahal Alena hanya bertanya dengan apa yang didepannya. "Apa mendadak tenggorokan mu, kemasukan biawak??" tanya Alena "Kamu, perempuan kenapa tidak ada lembut-lembutnya" sahut Dion dengan gelagapan Alena mendongak mendengar apa yang dikatakan Dion yang ada didepannya, dia menatap Dion dengan berpangku dengan kedua punggung tangganya untuk menyangga dagu Alena. Alena menatap Dion heran, kenapa dia sejak turun dari lantai 2 selalu saja menatap Alena, bukan hanya itu bahkan dimeja makan saja dia tetap menatap Alena dengan tatapan yang Alena sendiri tidak paham. "Kamu tadi ngomong apa??" tanya Alena "Kamu perempuan tidak ada lembut-lembutnya" sahut Dion mengulang perkataannya dengan lancar Hah.. Alena membuang napas lelah
"Mommyy!!" pekik gadis berusia 12 tahun berlari ke arah Alena, saat melihat sang Ibu pulang dari Rumah sakit.Alena tersenyum dengan merentangkan kedua tangannya! dia sangat rindu dengan putrinya yang kini sudah memeluknya dengan sangat erat, seolah Arlina tidak bertemu sang Mommy dengan waktu yang sangat lama."Are you okay girl??" tanya Alena dengan mencium pucuk kepala Arlina dengan sayang dan penuh dengan cinta.Emmm..Arlina menganggukkan kepalanya dengan pelan, mendengar apa yang dikatakan sang Mommy! dia memang sangat baik dengan Avia di Rumah, hanya saja dia sangat rindu dengan perempuan yang sudah memberikan dia cinta dan kasih sayang padanya! meskipun bukan putri kandungnya sendiri."Hanya saja aku sangat rindu dengan Mommy" ucap Arlina dengan melepas pelukannya.Alena menangkup kedua pipi Arlina dengan lembut, dia menatap mata indah putri cantiknya! dia juga sangat rindu, tapi mau bagaimana lagi, dia harus bertanggung jawab pada Dion yang ada disampingnya tengah menatap Ale
"Akhirnya kamu bisa pulang!" ucap Alena dengan senyum, dia tidak lagi meninggalkan putrinya hanya dengan Avia di Rumah Arlina berulang kali menghubungi Alena untuk menanyakan kapan Alena akan pulang dari Rumah sakit! menanyakan bagaimana kabar pria yang ditabrak Mommy nya, kapan dia sembuh, kapan dia tidak menyusahkan sang Mommy. Alena bukannya marah dengan kebawelan putrinya, dia malah semakin gemas dan juga sangat senang! Arlina tidak akan perna lagi bisa mendengar kebawelan putrinya saat setelah Arlina pindah ke Luar Negeri. Arlina akan kembali kehilangan senyum, tawa, canda, bawel, ceriwis putrinya yang akhirnya kembali ke dekapannya! Alena merasa punya banyak hutang pada sang putri selama 7 tahun ini. Hah.. Alena menghela napas, dia akhirnya selesai merapikan baju-baju yang dia bawa ke Rumah sakit selama menunggu Dion di Rumah sakit! sedangkan Dion hanya menatap Alena dengan tatapan sulit dijelaskan, karena Alena sendiri yang melarang Dion membantunya. Dion juga tidak menja
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.